This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 05 Oktober 2011

Warga Cari Kepala Mayat

Share

RIAU SILIP - Selasa pagi kemarin (4/10) menjadi sebuah hari yang mengagetkan bagi Sunar yang tinggal di kamp TI tempat ia bekerja.
Bagaimana tidak, dia menemukan sesosok mayat tanpa kepala mengapung di bekas lubang camui depan kamp tempat ia biasa menginap.
Sunar yang bekerja di TI di daerah Kampung Melintang,  Desa Mapur Kecamatan Riau Silip kaget bukan kepalang saat menemukan mayat tersebut.
Mayat lelaki misterius tanpa busana ini ditemukan Sunar dalam keadaan mengapung dengan posisi telungkup serta tidak berkepala saat ia sedang mencari papan bekas untuk sakan TI nya. Kontan saja Sunar saat melihat  mayat yang mulai berbau tersebut dan ia langsung berlari memberi tahu Salman yang merupakan Ketua RT setempat.
"Waktu tuh ku nek nyari papan ke camui, cari-cari kemane dak de ku kesitu karena kemaren ku ade liet papan disitu. Pas ku jalan kutekejut ade mayat, kutingok bener ape dak mayat rupe e bener,  sude tuh kulari," ungkap Sunar.
Sunar yang pertama kali menemukan mayat tersebut langsung melaporkan kepada pemilik TI Salman lalu oleh Salman dilaporkan kepada pihak desa dan pihak kepolisian. Selang beberapa saat kemudian lokasi tempat mayat ditemukan sudah ramai didatangi masyarakat yang ingin melihat secara langsung kondisi mayat. Petugas kepolisian Polsek Riau Silip yang datang lebih awal langsung memasang garis police line di area TKP.
Sekitar pukul 11.00 WIB rombongan reskrim dari Polres Bangka yang termasuk didalamnya Kasat Reskrim AKP Bayu Wijanarko, SIK segera melakukan olah TKP dan identifikasi terhadap mayat. Dari hasil pemeriksaan di TKP tersebut mayat laki-laki terdapat memar dipunggung dan dada beberapa bagian kulit seperti pergelangan tangan dan kulit ari sudah mengelupas.
Petugas juga mengumpulkan barang-barang yang dicurigai di TKP seperti celana training yang berada di dekat mayat serta sebuah helm berwarna orange lis biru putih dan hitam yang mengapung di camui lainnya berjarak sekitar 30 meter dari TKP.
Setelah mengidentifikasi mayat dan mengevakuasi menuju ambulan petugas melakukan olah TKP di sebuah camui lainnya yang terdapat sebuah helm motor dan tidak hanya itu beberapa petugas dibantu dengan 2 unit mesin robin mengeringkan camui tersebut serta turun untuk mencari kemungkinan adanya potongan kepala mayat yang tidak ada tersebut, namun hasilnya nihil.
Tidak berhasil menemukan mayat di tempat sebuah helm yang mencurigakan petugas ditambah beberapa warga kembali menyisir camui tempat mayat ditemukan serta beberapa camui lainnya yang berada di dekat TKP namun lagi-lagi hasilnya nihil.
Mayat tanpa identitas apapun yang bertubuh agak besar dan sudah membengkak sulit dikenali karena tidak ada tanda-tanda khusus.
Sementara para pekerja tambang yang menginap di lokasi kamp-kamp TI sekitar TKP mengaku tidak merasa ada teman atau kerabatnya yang hilang, begitupun dengan masyarakat Desa Mapur mengaku tidak ada warganya yang hilang. Diperkirakan mayat misterius ini adalah korban perampokan ataupun pembunuhan di luar lokasi tambang namun pelaku kejahatan membuangnya pada lokasi tambang di Desa Mapur ini.
Kapolres Bangka AKBP Asep Ahdiatna, SIK, MH melalui Kasat Reskrim AKP Bayu Wijanarko, SIK saat dikonfirmasi Radsul di lokasi kejadian mengatakan belum bisa menyimpulkan secara pasti penyebab kematian korban dan apa yang menjadi modus terhadap mayat yang ditemukan tanpa kepala dan busana tersebut.
Mayat akan diperiksa lebih lanjut untuk diselidiki oleh Tim Forensik dari Kepolisan Daerah Kepuluan Bangka Belitung.
"Untuk sementara kita masih dalam penyelidikan dan belum bisa disimpulkan apa penyebab dan modus kematian mayat ini," terang Kasat. (trh).

Mayat Akuet Nyangkut di Jaring

Share

SUNGAILIAT - Akuet, pria berumur 27 tahun yang diperkirakan tenggelam di Kolong Kuday akhirnya berhasil ditemukan, namun dalam kondisi sudah tak bernyawa lagi.
Jasad yang sudah kaku itu berhasil diangkat ke daratan setelah melalui proses yang cukup lama, nyaris 22 jam tim gabungan yang terdiri dari Polres Bangka, Polsek Sungailiat, Bakorkamla bersama masyarakat setempat bahu-membahu mengangkat jasad Akuet.
Korban ini, diperkirakan tenggelam di Kolong Kuday, Minggu (2/10) sekitar pukul 17.30 WIB.
Sekitar pukul 14.05 WIB kemarin, pencarian tersebut membuahkan hasil, mayat pria yang bernama lengkap Kho Nam Kuet alias Akuet tersangkut di jaring yang digunakan tim saat melakukan pencarian tersebut.
Kondisi mayat Kho Nam Kuet alias Akuet masih terlihat utuh namun sudah mulai membengkak dan mengeluar aroma kurang sedap.
Oleh tim, mayat lasung dibawa ke rumah duka di Jalan Sisingamaharaja Kudai Selatan kemudian dilakukan visum oleh tim medis dari RSUD Sungailiat
Lalu jenazah langsung dimandikan dan rencananya akan langsung dikebumikan saat itu juga.
"Setelah dilakukan pencarian sejak kemarin dan dilanjutkan hari ini (kemarin, red) sekitar pukul 14.05 WIB, mayat Kho Nam Kuet alias Akuet diketemukan menyangkut di jaring yang digunakan tim gabungan yang melakukan pencarian, kemudian mayat langsung dibawa ke rumah duka untuk dilakukan visum kemudian dimandikan dan rencananya menurut pihak keluarga akan segera dikebumikan hari ini juga,” kata Kapolsek Sungailiat AKP Siswo Dwi Nugroho SH SIK seizin Kapolres Bangka AKBP Asep Ahdiatna SIK MH saat ditemui harian ini di rumah duka di Jalan Sisingamaharaja Kudai Selatan Sungailiat.
Pantauan Radsul, saat dilakukan pencarian sejak pukul 09.00 WIB Senin (3/10), sejak dimulai pencarian masyarakat berdatangan untuk menyaksikan tim gabungan melakukan pencarian. Bahkan Kapolres Bangka AKBP Asep Ahdiatna SIK MH ikut memantau proses pencarian di TKP.
Selian itu pencarian melibatkan orang pintar di lingkungan Kudai Sungailiat yang diminta pihak keluarga. Untuk diketahui, Awalnya Akuet bersama Akiong (21) dan Bojan (18) yang juga warga Kuday Selatan ini hendak mencari ikan dengan menggunakan jala di Kolong Kuday atau dikenal warga dengan sebutan kolong ledeng  pada Senin sore.
Menurut salah satu temannya, Bojan mereka bertiga setelah membantu Akiong bekerja memperbaiki rumahnya berencana untuk mencari ikan Bulan (ikan hias) di kolong Kuday dengan cara di jala. Merasa ikan yang mereka cari belum dapat Aguet mengajak Akiong dan Bojan untuk menyeberang ke sisi lain kolong itu.
Luas kolong diperkirakan kurang lebih 1 hektar dengan kedalaman 10 m. Hampir separuh penyeberangan berlangsung mereka bertiga kehabisan tenaga. Akiong yang posisinya paling belakang memutuskan untuk kembali karena dirinya sudah kehabisan tenaga ditambah dirinya juga membawa jala ikan yang berbobot kurang lebih 10 Kg. Saat itu Akuet terlebih dahulu menyebrang lalu disusul Bojan dan Akiong.
Mereka bertiga yang menyebrang kolong tanpa menggunakan pelampung, bahkan baju yang mereka kenakan juga tidak di tanggalkan (lepas) hanya menggunakan ember. Begitu juga dengan bojan yang saat itu membawa ember sebagai wadah ikan  berusaha kembali. Sambil menggunakan ember tersebutlah dia masih sanggup bertahan.
Naas yang dialami oleh Akuet karena kehabisan tenaga akhirnya mulai tenggelam. Melihat temannya tenggelam Bojan berusaha memberikan pertolongan dengan melempar ember yang dipegangnya. Namun malang benar ember itu juga ikut tenggelam bersama Aquet. Merasa ketakutan dan sudah kelelahan bojan berusaha meminta tolong (berteriak) agar didengar warga sekitar.
Sementara Akiong sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi karena dirinya sudah benar-benar kehabisan tenaga saat mencapai tepian kolong. Beruntungnya ada warga yang mendengar teriakan Bojan tersebut dan seketika warga segera berlarian menghampiri. Untung ada derigen kosong disekitar lokasi tersebut dan warga pun melemparkan derigen itu kearah Bojan dan Bojan dapat terselamatkan, sedangkan Aquet yang saat itu sudah tenggelam tidak kelihatan lagi. Ditambah saat kejadian yang sudah mulai gelap (pukul 17.30) dan kondisi air yang keruh sehinga membuat warga tidak bisa berbuat banyak lagi.
Upaya pencarianpun dilakukan dengan seadanya sampai bantuan didatangkan. Pencarian pertama berakhir dengan hasil negative dan dilanjutkan pada senin pagi.  Tim Sar dari Basarnas dan Tagana yang datang tidak bisa berbuat banyak. Meskipun mereka menggunakan alat selam namun kondisi air yang keruh benar-benar membatasi jarak pandang mereka.
Akhirnya warga sekitar berinisiatif mencari jasad korban dengan menggunakan jaring ikan (tebak/pukat). Kembali jasad korban juga tidak ditemukan. Bahkan pihak keluarga sempat mendatangkan orang pintar/paranormal (dukun) untuk membatu pencarian jasad Aquet. Kurang lebih pukul 14.00 WIB kemarin (03/10) warga menggunakan pukat ikan yang ditambah pemberat dengan batu karena permukaan kolong yang tidak rata akibat bekas TI, berhasil menemukan jasad Aquet. Jasadpun langsung dibawa kerumah duka di Kuday Selatan untuk disemayamkan. (cr05/trh)

Main Hp, Mawi Tewas

ShareRIAUSILIP — Satu warga Desa  Banyuasin Kecamatan Riau Silip tewas akibat tersambar petir sementara satu warga lainnya mengalami luka bakar serius.
Adalah Mawi, (28) tahun warga Desa Banyuasin yang tewas mengenaskan dengan penuh luka bakar akibat tersambar petir pada saat terjadi hujan lebat di desa tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun oleh Radsul di lapangan, kala itu korban Mawi sedang asik menelepon di dalam rumahnya namun secara tiba-tiba, tanpa diduga petir pun langsung menyambar tubuh Mawi yang kala itu sempat terpental, sedangkan handphone miliknya sempat terbelah menjadi dua bagian.
Mengetahui hal ini, anggota keluarga pun langsung memberikan pertolongan kepada Mawi dengan dilarikan ke Puskesmas terdekat, namun nyawa Mawi tidak dapat tertolong lagi.
Sedangkan  kejadian yang menimpa Misun (26), ketika ia sedang berada di rumahnya yang  kondisi cuaca  sedang hujan lebat namun secara tiba-tiba terdengar suara petir yang sangat dasyat menggelegar menghantam tembok rumah Misun dan mengakibatkan tembok rumahnya jebol dan seketika ikut tersambar petir, namun untungnya Misun hanya mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuhnya dan sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat
Kapolres Bangka AKBP Asep Ahdiatna, SIK, MH melalui Iptu Alvian TP selaku Kapolsek Riau Silip membenarkan adanya peristiwa tersebut.
“Benar, Sabtu kemarin di wilayah hukum kami ada dua korban tersambar petir, satu diantaranya meninggal dunia,” ungkapnya saat dihubungi melalui telepon, Minggu, (02/10) kemarin. (trh)

Tukang Sate Dagang Ineks

ShareSUNGAILIAT - Bisnis sampingan memang menggiurkan untuk meningkatkan derajat ekonomi.
Tapi jangan salah, bisnis sampingan yang dilakukan oleh salah satu penjual sate yang dikenal sangat ramah dan punya olahan sate yang enak, punya bisnis "hebat". Selain ngipas-ngipas, dia juga dagang ineks.
Ya, penjual sate itu bernama Salim (27) warga Gang Enggano Kelurahan Air Ruay Sungailiat. Dia sekarang harus rela tidak lagi ngipas-ngipas sate karena barusan dicokok Polisi Resort Bangka.
Salim ini, diringkus oleh Satnarkoba Polres Bangka sabtu malam lalu (10/10). Dari tangan dia polisi mendapatkan Barang Bukti (BB) sebanyak 2 butir pil ineks warnah hijau, 1 unit HP Type Nokia 6760 warnah hitam yang digunakan tersangka untuk bertransaksi dan 1 unit Sepeda Motor type Yamaha Mio warna Biru Hitam bernopol BN 8649 JA.
Dalam penggerbekan tersebut dipimpin Langsung oleh Kasat Narkoba Polres Bangka Iptu Hendra Virmanto.
Berdasarkan Informasi yang berhasil di himpun oleh Radsul di lapangan, saat akan dilakukan penggerbekan Salim saat itu hendak melakukan transaksi dengan pelanggannya yang biasa mengambil ineks kepada dia, di Gang Mangkol Sungailiat.
Namun ketika akan melakukan transaksi keburu ketahuan Polisi. Melihat kedatangan petugas, salim mencoba kabur sembari membuang BB yang ia bungkus menggunakan tisu ke arah badan jalan.
Melihat Salim hendak melarikan diri anggota pun sempat melepaskan tembakan peringatan ke udara agar buruan tidak melarikan diri.
Setelah tembakan dilepaskan ke udara akhirnya Salim menghentikan laju kakinya untuk melarikan diri.
Kapolres Bangka AKBP Asep Ahdiatna SIK MH melalui Kasat Narkoba Iptu Hendra Virmanto melalui KBO Narkoba Aipda HD Tampubolon membenarkan penangkapan tersebut.
Dikatakannya, modus yang dilakukan Salim untuk mengelabui petugas, barang haram yang didapatkannya dari kenalannya di Pangkalpinang digulung dengan kertas tisu lalu diserahkan kepada pelanggan. Dari pengakuan awal tersangka, inek tersebut dijualnya dengan Rp 250 ribu. Biasanya pun Salim hanya mendapatkan komisi dari perannya sebagai perantara saja. "Memang benar tersangka kami amankan saat sedang berdagang sate. Saat itu, tersangka hendak kabur 30 meter dari tempat dagangannya tapi karena jalan buntu ia tidak dapat ke mana - mana lagi. Sempat dilakukan tembakan peringatan ketika petugas sedang mengejar tersangka," ungkapnya.
Atas perbuatannya itu, Salim yang ngaku bisnis sampingan sejak 3 bulan terakhir bakal dijerat dengan pasal 114 (1), 112 (1) Undang - Undang No.35 Tahun 2009 tentang narkotika. (cr05)

Pelaku Perkosaan Masih Gentayangan?

ShareSUNGAILIAT - Setelah mengaku mengalami pemerkosaan, gadis pelajar salah satu SMP di Sungailiat yang kita sebut saja namanya Kasih, saat ini langsung diasingkan sanak saudaranya ke Toboali.
Kasih mengaku dan telah melaporkan ke pihak kepolisian bahwa seorang pria berinisial Sn memperkosa dirinya. Sn sendiri diduga salah satu warga di Jalan Laut Pelabuhan saat ini masih berkeliaran, karena itulah keluarga Kasih ingin secepatnya pihak kepolisian menangkap dan sesegera mengadili Sn yang dianggap sudah mengambil kesucian Kasih.
Ceritanya begini, Kasih salah satu pelajar sekolah menengah pertama itu mengaku seminggu yang lalu, tepatnya tanggal 24 September telah diperkosa oleh Sn di kontrakan salah satu rekan pelaku di Simpang Gajah Lingkungan Sinar Jaya Sungailiat.
Nah, mengingat kejadian itu sudah berjalan seminggu dan sudah dilaporkan ke pihak berwajib, pihak keluarga mempertanyakan keseriusan POlisi untuk menangkan Sn, yang dianggap masih berkeliaran di Sungailiat.
Paman korban yang mewakili pihak keluarga saat berbicara kepada wartawan mengakui kekecewaan itu.
"Pihak keluarga sudah melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Bangka untuk menindaklanjuti pelakunya. Akan tetapi, hingga saat ini Sn yang diduga tinggal di Jalan Laut Pelabuhan masih berkeliaran di seputaran kota Sungailiat," kata Agus, si paman korban kepada sejumlah wartawan di kediaman ibu Kasih, di Rambak, Senin (03/10).
Bukan hanya itu kata Agus, hebatnya Sn kendati sudah dilaporkan ke Polisi tapi masih bisa mengancam. Kasih mendapat ancaman berupa pesan singkat sebanyak 2 kali. Bahkan ibu korban pun tak luput dari nada ancaman itu. Sn pernah menelpon ibu korban dengan nada ancaman agar mereka buru-buru mencabut laporan di Polisi.
Makanya, Agus mewakili keluarga sangat berharap pihak Kepolisian untuk menangkap Sn yang diduga melakukan pemerkosaan terhadap Kasih di kontrakan rekan Sn, yang belakangan diketahui ternyata si rekannya itu juga adalah DPO.
Sementara itu Kapolres Bangka AKBP Asep Ahdiatna SIK MH saat kepada sejumlah wartawan selasa mengatakan untuk saat ini pihaknya telah mendapatkan laporan tersebut dan hingga kini pihaknya masih melakukan lidik guna menindak lanjuti perkara yang menimpa Kasih.
"Kasus ini masih kita tangani dan anggota kita masih melakukan lidik ke lapangan. Kalau keluarga korban mendapatkan ancaman dari pelaku, segera laporkan anacaman tersebut kepada kami dan akan kami lidik,” tegas Kapolres Bangka. (cr05)

Polisi Gagalkan Pesta Sabu

ShareSUNGAILIAT - Jajaran Sat Narkoba Polres Bangka berhasil menggagalkan upaya pesta narkoba, Sabtu (1/10) sektiar jam 22.00 WIB, di Gang Muria No 12 Sungailiat.
Adalah Sugianto (26) alias Ilu bin Matasan orang yang digrebek oleh polisi tersebut, di kontrakan milik Mis, warga Gang Muria Sungailiat.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Radsul, sebelum dilakukan penangkapan Sat Narkoba Polres Bangka yang dipimpin langsung oleh Kasat Narkoba Iptu Hendra Virmanto mendapat laporan dari masyarakat.
Bhawa di kontrakan milik Mis akan dilakukan pesta narkoba. Mendapati laporan tersebut kasat langsung melakukan lidik ke lapangan guna menindaklanjuti laporan dari masyarakat.
Saat digeledah, Polisi berhasil menemukan 2 paket kristal putih yang diduga sabu di dalam celana panjang milik Sugianto.
Saat akan digeledah Sugianto sempat membuang sabu tersebut ke luar rumah dengan maksud untuk menghilangkan Barang Bukti (BB).
Kapolres Bangka AKBP Asep Ahdiatna, SIK MH melalui Kasat Narkoba Polres Bangka Iptu Hendra Virmanto membenarkan pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap Sugianto warga Jalan Timah Raya Nangnung Utara Sungailiat.
"Penangkapan itu Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB di kontrakan milik Miss, warga Gang Muria Sungailiat. Namun ketika dilakukan penangkapan, tersangka mengaku barang tersebut ia ambil dari Bandar besar yang ada di Kota Pangkalpinang," terang Kasat.
Selain itu juga petugas berhasil mengamankan BB dari tangan tersangka berupa 2 paket kristal yang diduga sabu, 1 bungkus rokok mild, 1 pyrek yang terbuat dari kaca, 2 korek api gas , 1 unit seped Motor merek Yamaha Vixion dengan Nopol BN 7067 JA dan 1 unit Hp Nokia type 1202.
Terhadap persoalan tersebut tersangka Sugianto diancam dengan pasal narkotika yakni pasal 114, 112 dan 147. (cr05)

Gerah Ditegur, Tenda Merah Datangi Dewan

ShareSUNGAILIAT - Gerah ditegur terus-terusan melalui media, Manajer pusat kuliner Eat 'n Eat atau tenda merah, Rangga Setya Pratama mendatangi Komisi C DPRD Bangka, untuk bertemu Sekretaris, Mulkan.
Diketahui, tenda merah ini berulang kali diperingatkan melalui media soal pengaturan perpakiran di pusat jajanan kuliner itu, yang dianggap semrawut sampai membuat kemacetan lalu lintas di jalur jalan seputaran lokasi.
Rangga datang ntuk meminta petunjuk dan solusi yang terbaik untuk mengatasi permasalahan perpakiran di pusat jajanan Eat 'n Eat tersebut.
Kata Mulkan usai bertemu sang manajer berujar, bukannya Komisi C tidak mendukung adanya pusat jajanan namun diharapkan pengelola dapat menata dengan lebih baik.
"Kita sangat mendukung adanya pusat jajanan tersebut, sebagai fasiltas kuliner yang dapat menampung para pedagang dari kelas menengah ke bawah, namun kita sangat berharap kepada pengelola agar pusat jajanan tersebut dapat ditata dengan baik," harap dia.
Terutama terkait dengan penataan perpakiran kendaraan pengunjung sehingga kendaran kedaraan pengunjung pusat jajan tersebut tidak sampai mengganggu aktifitas pengguna jalan umum lainnya.
"Dan kita dari Komisi C DPRD Bangka sendiri telah memberikan masukan ke pihak pengelola untuk solusi yang baik, pertama kenadaran pengunjung yang parkir dapat di tempatkan di seputaran lapangan Stadion Orom, dan juga got-got yang ada di sekitar situ dapat di tutup dengan papan yang agak tebal, juga lahan tersebut dapat digunakan sebagai tempat untuk parkir kendaraan roda dua untuk pengunjung sehingga, tidak menggunakan badan jalan," kata Mulkan.
Selain itu pun dengan ditutupnya got-got pembuangan maka pusat jajanan itu semakin kelihatan tertata dengan rapi.
Selain itu dewan berharap kepada pihak pengelola untuk segera mungkin  melakukan penataan sehingga jalur lalulintas di persimpangan Jalan Sudirman itu dapat lancar lalulintas.
"Dan apa yang disarankan ke pengelola tersebut segera akan dilakukan dan disanggupi oleh pihak pengelola. sebagaiman hasil pertemuan yang kita lakukan tadi," tutup Mulkan. (j0i)

TI Jembatan II Bedukang Distop

ShareRIAUSILIP - Beberapa unit Tambang Inkonvensional (TI) yang berada di Jembatan II Dusun Bedukang Desa Deniang Kecamatan Riau Silip dihentikan operasionalnya oleh pihak desa setempat. Dihentikannya operasional TI di daerah tersebut karena sudah mengganggu fasilitas umum yakni sebuah jembatan.
Kepala Desa Deniang Ferdy H Karindra kepada Radsul Selasa kemarin (04/10) mengatakan pada awalnya beberapa unit TI itu  beroperasi di seputaran jembatan tersebut namun karena merasa hasilnya semakin banyak rupanya penambangan yang dilakukan semakin mendekati jembatan. Khawatir menganggu fasilitas umum yang akan merusak jembatan  pihak desa tidak mentolelir dan langsung menghentikannya.
"Aktifitas TI tersebut sudah menjurus kearah jembatan dan semakin dekat. Karena akan menganggu fasilitas umum kita tidak bisa kompromi lagi, jadinya langsung dihentikan," tegas Ferdy.
Sementara di daerah lainnya pada jembatan I Dusun Bedukang terdapat 4 unit TI dibiarkan tetap beroperasi karena lahan yang dimakan adalah sebuah saluran air yang buntu. Menurut Kades Deniang ke 4 TI tersebut tidak hanya sekedar menambang namun mereka diwajibkan menggali aliran sungai yang buntu untuk dihubungkan kembali dengan sebuah sungai yang besar didaerah tersebut agar pada musim hujan aliran air lancar sehingga tidak banjir.
"4 unit TI di jembatan I kita masih izinkan beroperasi karena mereka sekaligus menggali sebuah bandar yang buntu untuk aliran air menuju sungai," jelasnya.
Lebih lanjut ia katakan, jumlah lokasi yang akan dimakan tidak terlalu luas hanya sekitar 20-30 meter panjangnya dan tanah yang terdapat hasil timahnya menjadi hak para penambang.
Saat ini pihak penambang sudah sepakat untuk memenuhi aturan yang ditetapkan pihak Desa Deniang. Diambilnya langkah ini karena beberapa waktu yang lalu akibat saluran air yang buntu pada musim hujan air menggenangi jalan mencapai tinggai pinggang orang dewasa atau sedalam satu meter.
Sementara kalau untuk menggali menggunakan dana dari desa biayanya sangat mahal dan pihak desa tidak mampu melakukannya sehingga diberdayakan sinergisitas dengan para penambang.
Saat disinggung apakah pihak Desa Deniang mendapatkan kompensasi dari aktifitas TI yang diizinkan desa tersebut, Ferdy mengaku pihaknya tidak mendapatkan apapun, namun para pemilik TI memberikan sumbangan kepada dusun setempat sesuai dengan kesepakatan yang mereka buat.
"Kita pihak desa tidak mendapatkan apa-apa, namun ada  sumbangan diberikan untuk dusun itu, berapa besarannya saya tidak tau, itu adalah kesepakatan pengusaha TI dengan Dusun Bedukang," tegasnya. (trh)

Residivis Kena Getah

ShareSUNGAILIAT - Pelaku pencurian kendaraan bermotor 1 Oktober lalu, An (21) berhasil ditangkap Polisi Polsek Sungailiat.
Jajaran Polsek Sungaliat berhasil menangkap warga Sinar Jaya Kelurahan Sinar Baru Sungailiat tersebut, karena ia diduga mencuri sepeda motor di lokasi TI Kuday,.
Menurut informasi yang disampaikan kepada Radsul, saat itu An sedang berjalan-jalan melintas di daerah Kuday kemudian melihat ada sepeda motor Yamaha Crypton warna hitam BN 5233 BF.
Melihat tidak ada orang di sekitar lokasi muncul niat pelaku untuk membawa motor  yang kuncinya masih tertancap di motor tersebut.
Singkat cerita, motor tersebut berhasil berpindah tangan ke dirinya. Nah, setelah motor itu sepenuhnya ia kuasai, mulailah satu persatu dipretel dengan melepas bagian-bagian seperti kap, bodi dan lainnya.
Langkah itu ia lakukan agar tidak ada yang mengenali bahwa motor yang dia bawa hasil curian. Namun naas Ar ditangkap pihak yang berwajib saat dia sedang asyik bermain playstation di daerah Sripemandang Sungailiat sekitar pukul 17.00 WIB, 3 oktober 2011, yang langsung diamankan Polsek Sungailiat.
Kapolsek Sungailiat AKP Siswo Dwi Nugroho SIK melalui Kanit Reskrim Bripka Januardi, saat ditemui Radsul di Polsek Sungailiat, Selasa (4/10) membenarkan telah terjadi pencurian motor sebanyak satu unit.
"Motor itu merek Yamaha Crypton warna hitam. Pelaku adalah residivis dalam kasus sama sebelumnya, sudah pernah ditangkap namun tidak ada barang bukti jadi pelaku dibebaskan," katanya.
Pelaku akan dijerat dengan pasal 362 kuhp tentang tindak pencurian dengan hukuman 5 tahun penjara.
Sementara kepada Radsul, pelaku mengaku mengambil motor untuk keperluan sehari-hari karena dia tidak memiliki motor. (cr05)

Sumber Air Tercemari Limbah

ShareSUNGAILIAT - Sumber air baku Kolong DAM Keramat yang terletak di Dusun DAM Keramat Kecamatan Pemali diperkirakan telah tercemar oleh limbah tambang.
Sumber air yang selama betahun-tahun telah digunakan masyarakat untuk kepeluan sehari hari terindikasi telah tercemar akibat adanya aktifitas penambangan timah dari mitra PT Timah tbk, PT Tonga Jaya Sentosa milik pengusaha dari Kecamatan Belinyu.
Seperti yang disampaikan oleh salah seorang warga yang mengaku bernama Mam kepada wartawan Selasa (4/10), sejak minggu terakhir air DAM Keramat yang digunakan masyarakat sekitar air minum, mandi serta keperluan lainnya.
"Kualitas airnya sudah tidak sebening sebelumnya, sekarang airnya mulai keruh alias butek," kata Mam.
Tentu dengan terjadinya perubahan terhadap kondisi air yang sebelum bening jadi keruh membuat masyarakat sekitar bingung untuk mencari sumber air bersih, terlebih dalam kondisi musim kemarau seperti ini.
Terjadi perubahan terhadap kondisi air yang ada di kolong DAM Keramat itu pun dibenarkan oleh warga lainya To. Kata dia, sejak dirinya masih kanak-kanak dan sekarang usianya telah menginjak 70 tahun sepengetahuannya air DAM Keramat itu merupakan sumber air yang digunakan oleh masyarakat Dusun DAM untuk kebutuhan minum, mandi serta dimanfaatkan untuk lainnya, bahkan jika terjadi musim kemarau seperti ini air kolong tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat dusun lain yang ada di Kecamatan Pemali.
Tambah To, sebagaimana masyarakat kecil yang tidak bisa berbuat apa-apa, tentu dengan tercemar kolong tersebut sangat merugikan masyarakat yang sangat bergantung dengan sumber air dari kolong DAM Keramat tersebut.
"Kami pun heran, kok dulu tambang kecil dilarang untuk melakukan aktifitas penambangan di sekitar kolong tersebut, kok malah timbul diizinkan adanya penambangan dalam skala besar, harapan kami walau ada aktifitas penambangan tapi jangan sampai mencemar kolong, lah, bahkan yang kita takutkan malah jebol tambah parah," katanya khawatir.
Sementara Kepala Dusun DAM Keramat, Tumi mengakui bahwa memang kolong tersebut digunakan masyarakat sekitar sebagai sumber air minum dan untuk kebutuhan lainnya.
Namun dirinya belum mendapat laporan dari masyarakat kalau kolong tersebut tercemar. Memang diakui kolong tersebut pernah tercemar saat mulai dilakukan penambangan tapi sudah pulih kembali dan kalau sekarang tercemar lagi, maka mereka belum mengecek.
"Kita belum ngecek dan mendapat laporan dari masyarakat," katanya.
Sementara pihak PT Timah Tbk melalui Humas Wirstsa Firdaus saat dihubungi lewat telpon selularnya terkait telah terjadinya pencemaran terhadap kolong DAM Keramat sedang melakukan komunikasi ke masyarakat secara presuasif.
Menurut Wirtsa mereka selaku pengawas dalam kegiatan penambangan tersebut, telah minta ke pihak ketiga yang melakukan kegiatan penambngan untuk melakukan penambangan sesuai dengan prosedur yang berlaku dengan menerapkan sistim penambangan sesuai dengan standar dari kegiatan penambangan, sehingga kegiatan penambangan yang dilakukan akan kecil risiko akan terjadi musibah yang tidak diinginkan.
Menyikapi terjadi pencemaran terhadap Kolong DAM Keramat, Ketua Komisi C DPRD Bangka, Amrie Cahyadi mengatakan DPRD minta ke pihak terkait pihak penambangan untuk segera turun ke lapangan mengecek apa yang terjadi dengan aktifitas penambangan tersebut.
"Apakah semua prosedur aturan yang berkaitan dengan aktifitas penambangan itu sudah dilakukan dengan baik sesuai dengan aturan yang ada mulai dari masalah amdal dan persayaratan lainnya," kata Amrie.
Saat ini katanya jika sampai menimbulkan dampak terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar tempat aktifitas penambangan, Komisi C minta pihak perusahaan penambang dan PT Timah untuk bertanggungjawab dengan semua akibat yang terjadi.
Serta bersedia untuk menggantikan atau membayar kerugian yang  diakibatkan aktifitas penambangan tersebut, baik moral maupun material kepada masyarakat yang terimbas dampak dari kegiatan penambangan tersebut. (j0i)

Kerajinan Tangan Olahan Laut

ShareSUNGAILIAT - Kerajinan tangan untuk souvenir yang terbuat dari potensi laut membuat daya tarik tersendiri.
Nah, hal tersebutlah yang membuat Ahmad Ziwar tertarik untuk memperdalam menjadi bisnis kerajinan. Dia yang mempusatkan penjualannya di Jalan Duyung Raya Komplek PT Timah BTN Air Ruay Desa Karya Makmur mengatakan bahwa kerajinan tangan yang kerang, siput laut dan lain-lain itu adalah kerajinan asli milik Kepulauan Bangka Belitung.
Kata Ziwar, selain hasil olahan kerajinan dari laut itu, dia juga memproduksi dan memperkenalkan produk kopiah resam yang memang sudah ada sejak jaman dahulu. "Kita jual dengan harga yang bervariasi, tergantung halus dan kasar bikinannya. Siput kerang kreasi, salah satu produksi dari siput kerang. Bahan bakunya ini banyak terdapat hampir di penjuru tanah air, hanya di manapun dibelahan bumi ini, penyajiannya belum maksimal dibikin seperti ini, menjadi bentuk yang unik," kata dia. (cr06)

Tidak Gampang Selundup Timah

ShareSUNGAILIAT - Penyetopan atau pembatasan ekspor timah merupakan salah satu langkah yang dianggap baik.
Terutama dalam upaya untuk pembenahan untuk pengelolaan dari ekspor timah itu sendiri. "Dan sebenarnya keputusan tersebut merupakan satu mata rantai, untuk meningkatkan dari harga timah itu sendiri dan apabila terjadi kenaikan terhadap harga timah itu juga akan meningkatkan perekonomian dari masyarakat kita sendiri," itu kata Sekretaris Komisi C DPRD Bangka, Mulkan kepada wartawan kemarin, menanggapi soal dihentikannya ekspor timah.
Ujar dia lagi, penghentian itu merupakan langkah yang terbaik yang diambil pemerintah daerah, karena merupakan langkah untuk "jual mahal" agar dapat meningkatkan harga jual timah di luar negeri.
"Karena kalau tingkat harga timah membaik di luar negeri maka akan terjadi peningkatan dalam pembelian bijih timah pun semakin besar," ulasnya.
Diakui Mulkan memang dengan adanya penyetopan atau pembatasan ekspor timah sementara waktu tingkat perekonomian masyarakat jadi menurun, namun bukan berarti  disebabkan tidak adanya terjadi transaksi jual beli dari bijih timah, tapi dari para pelaku penambangan sendiri yang membatasi kegiatan penambangannya, karena takut merugi dikarenakan harga jual tidak sebanding dengan ongkos produksinya.
"Dan untuk daya beli menurut pengamatan kita tidak begitu berpengaruh karena masih ada pihak pihak seperti PT Timah dan smelter lainnya yang masih membeli hasil pertambangan masyarakat," lanjut Mulkan.
Pembelian itu sendiri dalam tingkat pembelian yang cukup terbatas, sehingga untuk di tingkat masyarakat tidak begitu ada pengaruhnya, namun hanya ada beberapa pelaku penambangan yang mengurangi aktifitas mengingat harga timah yang murah yang tidak sesuai denagan biaya produksi tersebut, maka mereka cukup berhati hati untuk melakukan kegiatan penambangan itu sendiri.
"Jadi bisa dikatakan belum mempengaruhi tingkat ekonomi di masyarakat kita," katanya yakin.
Saat disinggung apakah penghentian sementara ekspor timah malah akan menjadi rawan penyelundupan timah ke luar negeri, dia berangapan belum sampai ke sana.
"Saya rasa belum sampai ke sana, karena kegiatan untuk melakukan penyeludupan terhadap bijih timah keluar bangka itu bukan suatu pekerjaan yang mudah. Dan, saya kira aparat hukum kita pun tidak tutup mata untuk melihat hal-hal  yang berkaitan dengan terjadi tindakan penyeludupan itu sendiri, dan ini sudah menjadi tugas dari aparat hukum kita untuk melakukan tindakan tindakan prepentif untuk pencegahan terhadap akan terjadi hal-hal semacam itu," katanya. (j0i)

Ganti Rugi Lahan Belum 100%

ShareMERAWANG - Terkait pembayaran uang ganti rugi atas pembebasan lahan masyarakat untuk pembangunan mega proyek Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Desa Air Anyir sampai sejauh ini sudah dilakukan, sayangnya belum maksimal.
Kita tahu, mega proyek yang disutradarai oleh Pemprov Babel itu antara lain pembangunan RSUD, PLTU 2x30 MGW tahap I dan jalan lingkar timur.
Camat Merawang Thony Marza turut didampingi oleh Kepala Desa Air Anyir Muhammad yang ditemui Radsul, Selasa (4/10) di ruang kerjanya mengatakan, persoalan pembayaran ganti rugi atas pembebasan lahan masyarakat Desa Air Anyir yang terkena dampak dari pembangunan proyek provinsi sebenarnya 98 persen sudah dibayar.
"Hanya saja ada beberapa di antaranya belum dibayar karena masih tersangkut persoalan surat atau sertifikat tanah yang dimiliki yang bersangkutan atau masyarakat yang lahannya terkena imbas pembangunan proyek ini, masih ada yang sampai saat ini masih  terikat dengan pihak bank," kata Thony.
Camat juga mengatakan selain persoalan seperti yang dihadapi oleh Erwin, pembayaran ganti rugi lahan juga ada yang tertunda, karena juga masih terdapat anggota masyarakat tanahnya masih dalam sengketa , atau saling klaim.
"Makanya untuk hal yang seperti ini, kami dari pihak Kecamatan khususnya sudah beberapa kali menganjurkan para pihak ini, untuk segera duduk bersama, lakukanlah musyarawah mufakat guna mencari titik temu atas permasalahan yang sedang di hadapi mereka ini,” harap Thony.
Thony juga mengatakan, bahwa persoalan penundaan pembayaran tidak terjadi karena kesalahan pihak pemkab atau pihak provinsi, karena anggaran untuk pembayaran ini sebenarnya sudah ada dan siap cair di provinsi.
"Makanya kami minta kepada masyarakat ini kalau ingin duitnya cepat cair ya segera selesaikan dulu persyaratannya, guna kejelasan perahilan hak atas tanah dari orang atau masyarakat ke Negara yang dalam hal ini adalah pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, karena kalau belum selesai maka pihak Badan Pertanahan Negara (BPN) pun belum dapat berbuat apapun, karena memang tidak boleh,” ulasnya sambil mengatakan lagi bahwa pembayaran ganti rugi pembebasan lahan masyarakat untuk pembangunan proyek-proyek provinsi ini, tidak ada masalah. (cr04)

Proyek Dermaga Belinyu Dicurigai

ShareSUNGAILIAT - Proyek pengerjaan dermaga tambat perahu nelayan di Pantai Batu Dinding Kecamatan Belinyu dapat sorotan tajam dari LSM.
Proyek yang dibangun oleh pemerintah daerah melalui intansi terkaitnya Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemkab Bangka menjadi sorotan LSM Kampak Babel karena dinilai pengerjaan miliaran rupiah itu terkesan asal-asalan.
Untuk itu, Wakil Ketua LSM Kampak Babel Ivan Ramadhan mendesak pihak aparat terkait dalam hal ini Kejaksaan segera melakukan sidak terhadap proyek tersebut, kendati pun pelaksanaan proyek itu sudah rampung sejak tahun 2010 lalu dengan menelan dana senilai Rp 1,2 miliar, yang bersumber dari dana APBD tahun anggaran 2010.
"Bahkan proyek yang diduga bermasalah tersebut sempat disurvei oleh anggota DPRD Bangka beberapa waktu lalu termasuk juga kami (LSM Kampak, red). Namun ironisnya justru wakil rakyat diduga diam tak menyikapi proyek tersebut," katanya.
Katanya info proyek tambat perahu nelayan itu pernah disidak, namun terkesan seolah-olah menurut dia didiamkan. "Makanya kita mintaa lakukan pengecekan kembali terkait proyek yang diduga dalam pelaksanaanya bermasalah," tegas Ivan.
Dijelaskan Ivan, dalam kegiatan survei pihaknya (LSM Kampak) belum lama ini, secara kasat mata saja proyek tersebut dinilainya terkesan justru dikerjakan asal-asalan oleh pihak pelaksana (kontraktor) hal tersebut dapat dilihat dari kontruksi tiang penyangga atau tiang pancang dermaga tersebut.
""Bisa dilihat sendiri bagaimana konstruksi tiang dermaga itu," katanya.
Meski demikian ditegaskan Ivan lebih lanjut dalam kasus ini pihaknya sesungguhnya tidaklah bermaksud mencari-cari kesalahan atas pelaksanaan pembangunan proyek dermaga tambat perahu nelayan, akan tetapi mengingat hal itu dilakukan atas adanya laporan yang diterima dari masyarakat.
"dalam konteks kasus ini kita masih mengkedepankan azas praduga tak bersalah. Akan tetapi kita menginginkan pelaksanaan proyek itu berjalan sesuai dengan prosedur dan RAB-nya," tutur dia lagi.
Karena jika itu tidak dilaksanakan jelas ujungnya yang merasakan dampaknya pasti masyarakat selain Negara yang dirugikan. Sebab dana yang digunakan berasal dari uang Negara. (j0i)

Ispa Masih Menghantui

ShareMENDOBARAT - Musim Panas yang nyaris belum berakhir ini, ternyata masih memberikan efek yang kurang baik bagi masyarakat.
Terutama dalam kesehatan masyarakat. Contohnya seperti yang juga masih terjadi di wilayah Kecamatan Mendobarat.
Pengaruh Musim Panas dan kekeringan yang terjadi ternyata masih mendominasi terjadinya Ispa (infeksi saluran pernapasan).
Hal ini sebagaimana yang juga disampaikan  oleh Kepala Pukesmas Petaling Birman, ketika ditemui wartawan ini di sela-sela kesibukannya kemarin, Senin 3 Oktober 2011 di ruang kerjanya.
Menurut Birman kondisi cuaca hingga saat ini masih terbilang belum cukup kondusif, pasalnya titik turun hujan juga masih terbatas.
"Masih nanggung lah. Tapi dari data jenis penyakit yang masuk ke meja Pukesmas Petaling ini Masih Inspa, penyakit jenis ini adalah merupakan jenis penyakit yang paling banyak terjadi," ujarnya.
Dan salah satu ciri dari penyakit ini adalah terganggunya saluran pernapasan pada manusia, sedangkan penyebab dari Inpas sendiri bisa datang dari berbagai factor seperti, dari akibat tidak bersihnya udara, debu dan asap rokok, bahkan asap rokok dan debu adalah merupakan penyumbang terbesar terjadinya penyakit infeksi  pernapasan akut atau Inspa ini.
Karena itu sebelum terlambat ada beberapa hal yang perlu dan harus diperhatikan, yakni selalu menjaga kebersihan lingkungan atau PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat), merokok pada tempatnya, dan selalu menjaga pola konsumsi makanan, pesan Birman. (cr04)

Camat Pemali Ogah Layani Pendatang

ShareSUNGAILIAT - Camat Pemali Kabupaten Bangka,  Zakki Kazonli menegaskan dirinya tidak melayani pembuatan e-KTP bagi warga pendatang yang tidak memiliki kartu identitas dari daerah asalnya.
     "Saya terpaksa mengambil sikap demikian untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari," katanya di Sungailiat, Senin (3/10), menyikapi layanan pembuatan e-KTP bagi warga pendatang.
     Demikian halnya bagi warga pendatang lainnya, kata dia, tetap diberikan layanan pembuatan e-KTP setelah yang bersangkutan memenuhi persyaratan administrasi baik surat keterangan menetap sementara maupun surat keterangan pindah jiwa yang diterbitkan dari pemerintah daerah asalnya melalui instansi terkait.
     "Kami sudah melakukan sosialisasi atau pemberitahuan kepada seluruh masyakat di Kecamatan Pemali termasuk warga pendatang agar segera membuat e-KTP yang setiap hari dilayani pada jam kerja," jelasnya.
     Untuk menertibkan layanan pembuatan e-KTP dengan jumlah penduduk 22.803 jiwa yang tersebar di 6 desa, lanjut dia, pihaknya membagi jadwal jam agar tidak terjadi penumpukan pendaftar yang mencapai lebih 100 wajib KTP (WK) perhari.
     "Saya optimis sampai akhir tahun 2011, program layanan e-KTP yang sudah menjadi agenda Nasional akan selesai tepat waktu," katanya.
    Dijelaskan, sampai dengan sekarang pelayanan e-KTP belum mengalami kendala dan diharapkan tidak sampai terjadi agar layanan tetap lancar kecuali hanya masalah listrik yang sering padam dan terpaksa ditanggulangi dengan pemakaian genset.
      Bagi WK lanjut usai dan tidak mampu datang sendiri ke kantor Camat kata Zakki, pihaknya akan langsung "jembut bola" atau mendatangi bagi WK.
     "Kami akan mendatangi WK yang usia lanjut namun jadwalnya ditetap setelah dipenghujung kegiatan atau mendahulukan yang datang langsung ke kantor Camat," ujarnya. (cr03)

Petani Pemali Telat Terima Bantuan

ShareSUNGAILIAT - Sejumlah petani padi sawah maupun padi ladang di Kecamatan Pemali, mengalami keterlambatan penerimaan Bantuan Langsung Benih Unggul (BLBU) dari Pemerintah daerah setempat sebanyak 570 kilogram yang akan diperuntukan seluas 30 hektar sawah.
     Menurut Kepala Bidang Pertanian, Dinas Peternakan dan Pertanian (Dispernak) Kabupaten Bangka, Awaluddin di Sungailiat, Selasa (4/10), keterlambatan tersebut diduga masih berada ditempat jasa pengiriman karena melalui pihak ketiga, semua BLBU sudah dikirim.
     "Saya sudah menghubungi langsung ke pihak ketiga sebagai perusahaan pengadaan BLBU, dan didapat informasi semua BLBU yang berjumlah 23.675 kilogram sudah dikirim ke Kabupaten Bangka, dan saya belum tahu apakah keterlambatan ini masih berada di pelabuhan penyeberangan atau di tempat lain," katanya.
      Ia mengatakan, pihaknya akan terus menelusuri BLBU tersebut agar segera dikirim ke petani karena sebagian petani di Kecamatan Pemali sudah mau melakukan penanaman," jelasnya.
     "Jumlah total BLBU yang akan disalurkan ke petani di tujuh kecamatan termasuk Kecamatan Pemali berjumlah 23.675 kilogram yang akan ditanam diatas areal sawah seluas 947 hektar yang terdiri padi sawah seluas 547 hektar dan padi ladang seluas 400 hektar," jelasnya.
     Untuk di Kecamatan Belinyu, BLBU yang disalurkan ke petani sebanyak 2.000 kilogram dengan luas areal sawah 80 hektar, Kecamatan Riau Silip sebanyak 6750 kilogram BLBU dengan luas areal sawah 270 hektar.
    Sementara di Kecamatan Puding Besar alokasi BLBU yang disalurkan kepetani sebanyak 4.300 kilogram dengan luas sawah 172 hektar, Kecamatan Pemali sebanyak 750 kilogram BLBU dengan luas wilayah sawah 30 hektar.
     Kecamatan Merawang, pasokan BLBU sebanyak 4.500 kilogram yang diperuntukan untuk sawah seluas 180 hektar, Kecamatan Bakam sebanyak  1.250 kilogram dengan luas areal sawah 50 hektar dan Kecamatan Mendobarat sebanyak 4.125 kilogram akan ditanam di areal sawah seluas 165 hektar.
     "BLBU padi ladang ditetapkan jenis padi situbagendit sementara untuk padi sawah jenis, Ir, Cieras, Cireung dan lainnya," katanya.
     Penyaluran BLBU saat ini kepada petani kata Awaluddin, tidak mengalami keterlambatan baik petani padi ladang maupun padi sawah. (cr03)
   
   
   

Balunijuk-Pagarawan tak Pernah Rebutan Lahan

ShareMERAWANG - Persoalan batas wilayah antara Balunijuk dan Pagarawan yang sering panas, kini sudah selesai dan tidak ada yang perlu dipersoalkan lagi.
Hal itu diakui oleh Kepala Desa Balunijuk Achmad Afindi dan Kepala Desa Pagarawan  Jailani yang ditemui Radar Sungailiat secara terpisah.
Ahmad Afindi membantah segala tudingan yang terkait dengan perbatasan desa, termasuk tuduhan terhadap desa Balunijuk yang dianggap menggeser titik koordinat batas wilayah yang sebelumnya telah disepakati bersama-sama kedua belah pihak.
”Saya selaku pemerintah Desa Balunijuk yang mewakili seluruh masyarakat Desa Balunijuk, menolak mentah-mentah isu tersebut, karena pada pangkalnya, saya tegaskan, bahwa sejengkal pun kami tidak pernah ngambil apalagi disebut-sebut nyerobot tanah yang masuk dalam wilayah hukum Desa Pagawaran," katanya.
Dengan begitu sangat jelas perbedaannya apabila ada masyarakat Balunijuk yang ingin membeli lahan yang masuk wilayah Pagarawan, karena kalau ada masyarakat yang beli maka tanah yang masih termasuk wilayah pagarawan itu sudah berubah menjadi nama kepemilikan pribadi, hanya saja yang berbedanya adalah wilayah adiministrasi masing-masing desanya saja, tanah itu adanya di Pagarawan atau Balunijuk, kata dia.
”Ya begitu juga sebaliknya kalau ada orang Pagarawan yang ingin membeli lahan di Desa Balunijuk ya welcome saja, apa iya, mereka mau membeli dan mengurus surat menyuratnya kami tidak melayani? Tidak mungkin itu," bantah Afindi.
  Kades Balunijuk ini kembali menegaskan, bahwa persoalan perbatasan wilayah Desa antara Balunijuk dengan pagarawan sudah selesai karena memang sudah sesuai dengan hasil kesepakatan 2 Desa yang sudah dilaksanakan pada tahun 2009 silam.
Kata Afindi buktinya adanya kesepakatan dua desa yakni Balunijuk dan Pagarawan, waktu itu semua perangkat dari dua desa, baik Balunijuk maupun pagarawan, pihak Kecamatan, tokoh-tokoh masyarakat termasuk Pemerintah Kabupaten Bangka sendiri,  semua sudah hadir dan turun langsung ke lapangan waktu itu.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Kepala Desa Pagarawan, Jailani yang ditemui terpisah di kantornya, menurut Jailani persoalan perbatasan Desa antara Balunijuk dan Pagarawan sudah tidak ada masalah lagi.
”Kita tidak ingin terciptanya gep antara Balunijuk dengan Pagarawan, apalagi Pagarawan ini dulunya adalah merupakan pecahan wilayah dari Desa Balunjuk, artinya dulu kita pernah jadi satu. Bahkan sebaliknya kami dari pemerintah Desa Pagarawan justru mendorong kepada para petani misalnya ia dari Desa Balunijuk untuk meneruskan seraya mengembangkan usahanya di Desa Pagarawan ini," harap dia.
Pada intinya persoalan itu harap dia jangan diperpanjang lagi, karena memang sudah tidak ada masalah lagi, karena yang paling penting sekarang adalah orientasi harus lebih banyak kepada pembangunan bagaimana desa itu memainkan peran untuk mensejahterakan masyarakatnya.
”Kalaupun ada sebagian kalangan yang membuat opini, ya menurut kami itu sah-sah saja, tapi yang jelas pemerintah desa dalam hal ini  sebagai bagian pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat, ya pastilah lebih tau juga bagaimana kondisi masyarakatnya. Sekali lagi Welcome, dan kami selaku pemerintah Desa Pagarawan siap untuk membantu selama itu kepentingannya memang untuk kebaikan bersama," tandas Jailani. (cr04)

Miris Hutan Produksi Digarap TI

ShareSUNGAILIAT - Di kawasan Hutan Produksi (HP) daerah Matras dirambah Tambang Inkonvensional (TI).
Hutan tersebut dari pantauan Radsul di lapangan digarap dengan cara dibakar. Dari hasil pantauan juga ditemukan ada 1 unit PC berwarna oranye merk Hitachi sedang melakukan pengerukan terhadap lobang camui.
Beroperasinya TI tersebut tidak jauh dari bibir meter Pantai Matras yang merupakan kawasan wisata yang ada di Kota sSngailiat.
Menaggapi hal tersebut salah satu staf Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Bangka, Imran saat ditemui Radsul mengatakan, kawasan Pantai Matras hingga merupakan kawasan Hutan Produksi, dan untuk melakukan penambangan di kawasan HP, izinnya langsung dikeluarkan oleh Menteri Kehutanan.
"Kalau pemda sendiri cuma menyurati ke bupati dan oleh bupati menyurati gubernur, gubernur ke menteri. Tapi menteri tidak langsung memberikan izin tersebut, mereka akan turun ke lapangan melihat kawasan yang akan ditambang itu sebelum memberikan izin," terangnya. (cr05)

Kasus SDN 10 Meruncing

ShareSUNGAILIAT - Tidak mau persoalan di SDN 10 Sungailiat berlarut-larut, akhirnya Komisi A DPRD Bangka memanggil pihak-pihak terkait untuk dimintai keterangan.
Pemanggilan itu lantaran mencuatnya pemberitaan terkait terjadinya dugaan penyelewangan dana komite di SDN 10 Sungailiat.
Terlebih lagi sampai ada pihak yang ingin melapor para pengurus komite ke aparat penegak hukum, padahal kebenarannya sendiri belum terbukti.
Itu dikatakan Ketua Komisi A DPRD Bangka, Kurtis usai melakukan pertemuan dengan pihak pengurus komite SDN 10 dan perwakilan orang tua murid di ruang Komisi A.
"Hal-hal semacam ini sangat kita sesalkan. Karena komite sendiri merupakan lembaga independen yang ingin membantu pihak pemerintah dalam memajukan dunia pendidikan, padahal mereka juga dibebankan untuk mencari dana," kata Kurtis.
Kemudian karena adanya sumbangan-sumbangan untuk mengumpul duit tadi, menimbulkan beberapa kalangan yang terdiri dari para wali murid merasa tidak puas yang akhirnya ujul-ujuk mau dibawa ke ranah hukum.
"Kalau begitu bubarkan saja kepengurusan komite, kasih saja pemerintah yang mengurus permasalahan pendidikan, kalau harus ujung-ujung para pengurus komite harus jadi kambing hitam dan jadi sasaran dari para aparat penegak hukum, lebih baik bubarkan saja komite itu," Kurtis berujar.
Karena masih kata dia, terus terang mereka yang terlibat di komite itu orang-orang yang ingin memajukan dunia pendidikan dan sangat susah mengelola.
Terkait pertemuan itu sendiri para wali murid dan pengurus komite hanya menyampaikan aspirasi saja. Dan dewan sendiri telah menampung semua persoalan yang dihadapi oleh para pengurus SDN 10 dan telah diberikan masukan untuk menyamakan persepsi dengan hal-hal yang terjadi di luar.
Selanjutnya akan dilakukan rapat komite kembali secepatnya dengan mengundang orang tua murid. "Dan kami dari Komisi A berharap Kepala Dinas Pendidikan dapat ikut serta dalam rapat komite tersebut," harap Kurtis.
Sementara tim pendamping perwakilan wali murid SDN 10 Anugrah Bangsawan menyampaikan berdasarkan hasil pertemuan pihaknya dan pengurus komite dengan pihak Komisi A bahwa, pertama tidak ada persoalan yang muncul dan hanya miskomunikasi saja.
Kedua, secara internal persoalan tersebut akan dibahas dalam rapat internal komite. "Dan ketiga, kita ada pengembalian nama baik dari ketua komite dan kepala sekolah secara khusus dan keluarga besar wali murid SDN 10 secara umum. Dan keempat kita minta adanya peran media dan publik nama besar dari SDN 10," kata Anugrah.
Terkait dengan adanya proses hukum yang dilakukan oleh kejaksaan, dia menyesalkan hal tersebut karena ada kesalahan internal.
"Pemanggilan terhadap kepala sekolah dan ketua komite tersebut,karena kalau pemahaman secara organisasi pemanggilan itu harus melalui prosedur dulu," harapnya.
Karena, komite itu sendiri di bawahi oleh Dewan Pembina dan Dewan Kode Etik. Persoalan itu sendiri masih ditangani Dewan Pembina dan Kode Etik.
"Dan ini tidak sekonyong-konyong pihak terkait mendapat laporan tanpa kordinasi langsung melakukan pemanggilan persoalan yang belum jelas terjadi atau tidak terkait kasus korupsi itu sendiri jangan hal semacam itu timbul kesan politisir," tambahnya.
Maka kata dia, terkait hal tersebut dia minta pihak kejaksaan dapat memahami persoalan.
"Akan kita bahas secara internal dulu, dan akan kita buktikan. Diakui melalui rapat yang akan dihadiri oleh para wali murid bahwa memang tidak ada terjadinya tindakan penyelewangan tersebut dan semua persoalan ini hanya karena miskomunikasi saja. Dan oleh oleh oknum tertentu mungkin dibesar-besarkan dan secara faktual kita sangat menyesali tindakan kejaksaan terlalu tergopoh-gopoh, karena tidak memahami suatu metode dari organisasi itu sendiri," tandasnya. (j0i)

Bupati Dukung Penyelamatan Air

ShareBupati Bangka H Yusroni Yazid, SE membuka fasilitasi pembentukan sekretariat Gerakan Nasional Kemitraan Penyelamatan Air (GN-KPA) Tingkat Kabupaten Bangka, Senin (3/10) di Hotel Novilla Sungailiat.
Kegiatan yang dilatarbelakangi terjadinya penurunan kualitas air Sumber Daya Alam (SDA) termasuk sumber daya air oleh kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS) hulu yang berdampak semakin luasnya DAS kritis, dan semakin kompleksnya permasalahan banjir, tanah longsor, kekeringan, keberlanjutan keandalan sumber daya air di beberapa wilayah sungai.
Bertujuan untuk mengimplementasikan pencanangan GN-KPA oleh Presiden RI tanggal 28 April 2005. Bupati dalam sambutannya mengungkapkan tujuan kegiatan ini untuk mensosialisasikan visi dan misi GN-KPA yakni mengembalikan keseimbangan siklus hidrologi pada daerah aliran sungai sehingga keandalan sumber-sumber air baik kuantitas maupun kualitas air dapat terkendali, melalui pemberdayaan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam rangka ketahanan pangan, peningkatan ekonomi, pengentasan kemiskinan dan perlindungan ekosistem, melalui tindakan nyata kemitraan pemilik kepentingan sumber daya air, dapat dimulai dari pencanangan, pelaksanaan dan keberlanjutan pembangunan.
“Ada 6 (enam) komponen dalam pencanangan GN-KPA ini yakni pertama penataan ruang,pembangunan fisik, pertanahan, dan kependudukan. Kedua, rehabilitasi hutan dan lahan serta konvervasi SDA. Ketiga, pengendalian daya rusak air. Keempat, pengelolaan kualitas dan pengendalian pencemaran air. Kelima, penghematan penggunaan dan pengelolaan permintaan air, serta pendayagunaan sumber daya air secara adil, efisien, dan berkelanjutan,” terang Pak Bup.
Sekarang ini lanjut bupati air merupakan sumber daya alam yang sangat penting di masa sekarang dan masa mendatang. Bangka merupakan kabupaten pertama mendapat kesempatan untuk melakukan sosialisasi GN-KPA ini.
“Ada banyak penyebab terjadinya kerusakan pada air seperti pertambangan, perkebunan yang berskala besar, dan DAS. Untuk itu kita harus mencari solusi yang tepat dan penggantinya seperti membangun infrastruktur yang memfasilitasi kegiatan tersebut,” kata bupati.
Untuk itu diharapkan adanya sinergisitas yang bersinambungan antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat sehingga ada tanggung jawab untuk semua dan dapat memberikan ilmu pengetahuan kepada anak cucu kelak.
Kegiatan yang berlangsung sehari itu yang diselenggarakan GN-KPA, Bappeda Provinsi dan PU Kabupaten Bangka, diikuti para kepala SKPD di Lingkungan Pemkab Bangka, para pelaku usaha, aktivitis lingkungan, akademisi. Tampak hadir juga dalam pembukaan pencanangan GN-KPA antara lain Kapolres Bangka, Koramil Sungailiat, Kadis Bappeda Provinsi dan Pemkot Pangkalpinang dan tamu undangan lainnya. (humas/Lutfi)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More