This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 06 September 2011

4 PNS Bolos!

ShareSUNGAILIAT - Dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) kemarin, Senin (5/9) ditemukan 4 Pegawai tidak masuk dan dianggap bermasalah.
    Kata Ketua Tim III Inspeksi Mendadak (Sidak) Pemkab Bangka untuk Kecamatan, Kelurahan dan sekretariat yang di pimpin oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Bangka, Hasanudin, ke empat pegawai tersebut ditemukan di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Pemali, Kecamatan Mendobarat dan salah satu sekretariat.
    Menurutnya keempat pegawai tersebut tidak masuk kerja dengan alasan yang  dianggap tidak mematuhi ketentuan seperti sakit namun tanpa surat keterangan, atau berhalangan lainnya tanpa surat izin.
    Tim sidak nantinya akan segera menyampaikan laporan kepada Bupati Bangka untuk ditindak lanjuti pemberian sanksi kepada keempat staff pegawai Kecamatan, Kelurahan dan sekretariat yang bermasalah tersebut.
    "Kita akan melaporkan ke Bupati Bangka mengenai beberapa yang ditemukan tidak masuk kerja dan dianggap bermasalah tersebut untuk selanjutnya diberikan sanksi," jelasnya.
    Mengenai sanksi yang akan diberikan menurutnya karena ini tidak masuk kerja setelah libur lebaran merupakan pelanggaran ringan bukan pada kategori berat maka nanti tidak akan mendapatkan sanksi yang berat, namun setidaknya ada efek jera yang membuat mereka tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.
    "Sanksinya nanti karena ini masih kategori pelanggaran ringan tidak terlalu berat, namun paling tidak kita akan membuat teguran secara tertulis kepada mereka," tegasnya.
    Dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) kemarin, Senin (5/9) tim tidak menemukan adanya PNS yang mangkir.
    Kendati ada beberapa PNS yang memang tidak masuk, namun mereka ternyata sudah mendapat persetujuan dan izin dari atasan di tempat mereka bekerja.
    Itulah pantauan dari Humas dan Protokoler Pemkab Bangka saat bersama-sama dengan tim inspeksi melakukan tugasnya.
    Jika, ditemukan adanya PNS yang bandel pada hari pertama dengan alasan yang tidak jelas dan tidak dipertanggungjawabkan, akan dikenakan sanksi berupa teguran dan surat pernyataan sesuai dengan aturan yang berlaku.
    “Bagi staf yang yang tidak masuk yang memberi tegurannya atasannya dengan sistem birokrasi yang berlaku dan akan diberikan surat peringatan dan sanksi yang berat jika terbukti melakukan pelanggaran berat,” kata Ketua Tim II yang diketuai Kepala BKPP Drs Suyono.
    “Tim sidak terdiri dari tiga tim, yakni tim I oleh Asisiten III dengan sidak ke dinas-dinas, tim II oleh Kepala BKPP dengan sidak ke instansi badan dan kantor, dan tim III oleh Inspektur dengan sidak ke Setda, dan kecamatan-kecamatan. Tim-tim ini melakukan sidak dengan melihat tingkat kehadiran (absensi) pada hari pertama masuk kerja dan akan direkapitulasi dengan hasilnya diserahkan kepada bupati, wabup dan sekda,” terang inspektur.
    Dalam pantuan humas dan protokol rata-rata hampir semua PNS dan honorer di Lingkungan Pemkab Bangka  masuk kerja, walaupun ada yang tidak masuk karena izin namun telah ada surat persetujuan izin dari atasan.
    Dalam hari pertama masuk kerja tersebut, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dan Inspektorat langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke berbagai instansi dan kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka.
    Ketika ditemui di sela-sela sidak di Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka, Ketua Tim Sidak III Hasanuddin mengatakan kegiatan sidak ini merupakan agenda rutin bagi Pemerintah Kabupaten Bangka untuk meningkatkan kedisiplinan para pegawai setelah libur dan cuti bersama sehingga bisa meningkatkan rasa tanggung jawab dan etos kerja untuk melayani dan memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.
    Sidak ini dilakukan bukan hanya sekedar seremoni belaka saja, namun untuk lebih mengikuti aturan yang berlaku dan surat edaran yang telah dibuat.

Efektifkah Sidak?
    Ketua Komisi A DPRD Bangka, Kurtis mengatakan seharusnya pemerintah daerah melihat data statistik dari tahun ke tahun tingkat kehadiran pegawai setelah liburan panjang.
    Sehingga dapat dilihat efektif atau tidak kegiatan sidak yang dilakukan dan juga tingkat kepatuhan dari pegawai dalam mengemban tugasnya dari tahun ke tahun.
    "Sehingga pemerintah daerah dapat melihat dengan jelas ada perubahan atau tidak tingkat kepatuhan dari para pegawai itu sendiri untuk menjalankan tugasnya setelah liburan tersebut," kata dia.
    Bila saja dari tahun ke tahun masih terjadi peningkatan terhadap pegawai yang bolos setelah pasca liburan lebaran, kendati sudah dilakukan sidak setiap habis liburan panjang berarti upaya pemerintah untuk melakukan sidak itu sendiri tidak efektif.
    "Maka diharapkan kepada pemerintah untuk membuat daftar statistik untuk memperluas kinerja pegawai khusus terkait dengan masalah  kedisiplinan, selain itu harus ditegakkan sanksi yang berat terhadap para pegawai yang tidak disiplin tersebut, sehingga menimbulkan efek jera," ungkapnya.
    Dari pengamatan selama ini sanksi yang diberlakukan dirasa kurang efektif, hanya berupa teguran baik lisan maupun tertulis sehingga setiap dilakukan sidak setiap tahun masih di temukan pegawai yang membolos. (trh/humas/mg08)

Stok Air Menipis

Share
SUNGAILIAT - PDAM Tirta Bangka menyatakan siap melayani 6.000 pelanggan PDAM dengan menyediakan stok air yang disuplay dari 3 kolong besar.
    Ketiganya yakni kolong PDAM Merawang, Kolong PLN Merawang dan Kolong Pemali guna mengantisipasi  musim kemarau yang  sudah dirasakan masyarakat Bangka.
    Hal tersebut diutarakan Kepala PDAM Tirta Bangka, Darmanto kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya Senin (5/9) kemarin.
    Dikatakan Darmanto, memang saat ini PDAM  mengalami kerugian akibat biaya operasional per hari lantaran harus menggunakan pasokan air dari kolong PLN yang membutuhkan proses pemurnian hingga layak pakai bagi para konsumen.
    Namun hal tersebut memang dirasakan harus dilakukan lantaran musim kemarau panjang akan segera berlanjut.
    "Sebenarnya kita pada musim apapun baik musim penghujan ataupun musim kemarau kita tetap memaksimalkan pelayanan.
    Hanya saja untuk musim kemarau ada perubahan - perubahan baik dari sisi strategi dan sisi peningkatan lebih diintensifkan lagi. Kita memang tidak memiliki sumber air baku cadangan sehingga yang dimanfaatkan sumber air yang ada seperti di kolong Pemali, Merawang dan PLTD PLN Merawang," terang Darmanto.
    Dikatakannya dalam kurun waktu setengah bulan ini pihaknya memang sudah memanfaatkan sumber air dari kolong PLTD Merawang dan Pemali mengingat hingga saat ini kolong Merawang hanya memiliki  kedalaman 4 meter yang harus ditarik menggunakan ponton.
    Hanya saja, di kolong PLTD sudah menjadi permasalahan permanent mengenai kualitas air yang sangat keruh sehingga harus dicampur dengan sumber air dari Pemali.
    Untuk itu, dalam menggunakan 2 kolong ini pihak PDAM Tirta Bangka harus mengeluarkan cost operasional yang sangat tinggi diantaranya untuk biaya bahan kimia dan biaya pembelian BBM solar lantaran di kolong Pemali belum teralirkan tenaga listrik sehingga pihak pengelola harus menggunakan diesel.
    "Karena kalau kolong PLTD keruh sehingga tidak bisa langsung diproses untuk mengurangi kekeruhannya. Jadi sumber air ini kita campur dengan air dari pemali dan PLTD merawang.
    Karena dari Pemali kualitas cukup bagus kuantitasnya memenuhi. Hanya saja, kami terkendala belum terpasangnya listrik yang saat ini masih menggunakan pembangkit diesel. cost terlalu tinggi hingga menyebabkan keuangan PDAM tidak sebanding," keluhnya.
    Ditambahkan Darmanto pihaknya saat ini memang terus berupaya untuk melayani pelanggan yang tercatat sebanyak 6 ribu pelanggan di wilayah Kabupaten Bangka. (trh)

Belinyu (Masih) Harapkan Listrik

ShareSUNGAILIAT - Masyarakat Belinyu masih sangat berharap kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), maupun PT PLN agar segera mewujudkan keinginan mereka untuk dapat menikamti aliran listrik.
    Hal itu disampikan oleh anggota DPRD Bangka perwakilan Kecamatan Belinyu-Riau Silip, Herman CH di Sekretarit DPRD Bangka, Senin (5/9).
    Kata dia, belum beberapa waktu masyarakat bBelinyu selama 20 hari dapat menikmati aliran listrik sekarang harus kembali harus bergelap-gelapan.
    "Sebelumnya selama dua puluh harian kita masyarkaat Belinyu dapat meninkamati aliran listrik dengan bantuan solar darri PT Timah Tbk, namun setelah 3 hari selesai lebaran bantuan solar itu sudah habis dan kita kembali harus bergelapan," keluhnya.
    Makanya, mereka sangat berharap baik dari Pemerintah Provinsi Bangka Belitung maupuan Kabupaten Bangka untuk dapat menyalurkan bantuan pengoperasional mesin pembangkit listrik yang ada di Kecamatan Belinyu, sehingga masyarakat dapat kembali menikmati cahaya lampu.
    Sebagaimana sebelumnya dikabarkan, Pemprov Bangka Belitung berencana untuk menganggarkan bantuan untuk pembangkit listtrik di Kecamatan Belinyu melalaui dana APBD-P Provinsi Babel.
    Untuk itu selaku wakil masyarakat dari Kecamatan Belinyu dia dan rekan-rekan sangat berharap  kiranya rencana dari Pemerintah Provinsi Babel dapat direalisasikan secepatnya.
    "Bantuan yang telah direncanakan tersebut semoga cepat direalisasikan," harap Herman.
    Namun harapan yang lebih penting adanya upaya dari pihak PLN Wilayah Bangka Belitung untuk segera merealisasikan agar aliran listrik untuk segera masuk ke Kecamatan Belinyu secepatnya.
    "Karena masyarakat kami sangat membutuhkan adanya aliran listtrik itu sendiri, selain itu kami juga mengerti tidak mungkin kami harus selalu berharap melalui bantuan dari pemerintah daerah, baik dari pemprov atau Pemerintah Kabupaten Bangka untuk memberi bantuan dana subsidi, untuk pembangkit listrik di daerah Kecamatan Belinyu tersebut," keluhnya lagi.
    Oleh karena itu mereka sangat mengharapkan adanya realisasi dari pihak PLN untuk memasok aliran listrik.
    "Ini merupakan harapan dari seluruh masyarakat kami, sebagaimana yang pernah masyarakat sampaikan kepada saya selaku wakil mereka di lembaga legislatif ini," tandas Herman. (mg08)

17 Sept Digelar Perayaan HUT RI

ShareSUNGAILIAT - Perayaan kegiatan hari kemerdekaan, atau akrab disebut 17-an untuk Sungailiat ditetapkan tanggal 17 s/d 18 September 2011 oleh Panitia peyelenggaran HUT RI ke-66.
    "Panitia peyelenggara sengaja menunda pelaksanaan kegitaan tahunan ini mengingat HUT RI ke-66 bersamaan dengan datangnya bulan Ramadhan," kata panitia pelaksana, Rojali di Sungailiat, Senin (5/9).
     Ia mengatakan, rute yang dilalui peserta karnaval dan pawai berjarak sekitar lima kilometer atau tepat dari Gedung Juang sampai dengan Lapangan Tamansari.
     "Panitia sengaja lapangan Tamansari sebagai finis bagi peserta karnaval dan pawai mengingat di tempat tersebut mudah diakses dari berbagai wilayah," ujarnya.
     Menurutnya, penerimaan pendaftaraan dibuka sejak bulan Ramadhan sampai dengan lima hari sebelum pelaksanaan yang diikuti oleh umum dan pelajar.
     "Untuk jumlah peserta karnaval dan pawai yang sudah mendaftar saya kurang begitu tahu, namun diperkirakan sudah lebih dari lima pendaftar," katanya.
    Disinggung mengenai ketersediaan anggaran kata Rojali diakuinya masih mengalami kekurangan dari plafon yang direncanakan.
    "Dalam kegiatan tahunan ini kami merencanakan penggunaan anggaran mencapai lebih dari Rp 80 juta, namun Pemerintah Kabupaten Bangka hanya mampu membantu sebesar Rp 20 juta," jelasnya.
    Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bangka sebesar itu kata dia, sampai sekarang belum diterima oleh panitia atau hanya masih bersifat janji secara lisan setelah proposal dimasukan.
     "Dana sebesar itu tidak mengurangi rencana kegiatan yang ditetapkan, dan pihak panitia peyelenggara terus berusaha mencari penambahan dana ke pihak ketiga," tegasnya.
     Rojali mengatakan, perayaan karnaval dan pawai hanya semata-mata untuk menghibur kepada masyakat di Kota Sungailiat dan sekitarnya, kegiatan ini menjadi agenda rutin yang setiap tahunya dilaksanakan.
     "Saya mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mendukung kegiatan ini agar berjalan dengan lancar serta tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan serta menjaga ketertiban bersama," katanya. (cr03)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More