This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 19 Agustus 2011

Pisau Itu Diselidiki

ShareSUNGAILIAT - Sejumlah  warga Dusun Air Antu, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka yang mendatangi Mapolres Bangka Selasa (16/8) kemarin menuntut agar oknum polisi Am dipindahtugaskan dari Polsektif Riau Silip.
    Hal tersebut dinyatakan warga lantaran tak senang melihat arogansi anggota yang menjabat sebagai Kanit Reskrim di Polsektif Riau Silip tersebut menantang warga dengan menggunakan pisau.
    Menurut warga walaupun permintaan maaf  akan disampaikan oknum anggota polisi tersebut, sepertinya belum dapat membuat warga melupakan tindakan oknum polisi Am. Bahkan puluhan warga Dusun Air Antu tetap menginginkan Am untuk dimutasi.
    Usin Burhan (52) Ketua RT 03 Dusun Air Antu kepada sejumlah wartawan di Mapolres Bangka mengatakan hingga saat ini, warga Dusun Air Antu tetap menginginkan agar polisi Am  segera dipindahtugaskan ke kawasan lain agar warga tak lagi berurusan dengan polisi yang dinilai sudah menunjukan sikap arogansinya.
    "Warga kami maunya agar polisi itu dipindahtugaskan kemana saja. Kalau pun dia minta maaf saat ini sepertinya kami belum menerima. Tapi sampai saat ini juga belum ada permintaan maaf," ujar Usin Burhan.
    Seingatnya saat  kejadian oknum polisi Am sampai mengeluarkan pisau itu baru tadi saja, sebelum - sebelumnya tidak pernah demikian. Biasanya memang selalu melapor kepada Polsek Riau Silip apabila ada penambang TI apung yang beroperasi di laut daerahnya.
    "Kalau lapor yang datang biasanya Pak Am. Tapi gak tau juga kenapa tadi bisa seperti itu," jelasnya lagi.
     Dikatakannya setelah bertemu  dengan Kapolres Bangka, warga pun akhirnya sudah agak lega lantaran pihak Polres Bangka akan segera menindaklanjut keluhan mengenai sikap anggota polisi tersebut. Menurut Usin, dari Kapolres sudah mengatakan akan meminta keterangan dan melihat sikap tersebut apakah memang sudah melanggar kode etik sebagai polisi.
    "Tadi bagus juga sih, Kapolres mengatakan akan menindaklanjut dengan melihat apakah tindakan polisi Am sudah melanggar kode etik atau indisipiliner polisi," tukasnya.
    Dikatakan Usin, mengenai tindakan kelima warga Sungailiat tersebut memang sudah menjadi komitmen bersama warga Dusun Air Antu untuk tidak mengambil hasil tambang dalam bentuk apapun di Laut Tanjung Batu. Hal tersebut dilakukan warga lantaran seluruh warga tidak ingin lautnya tercemar limbah penambangan yang sejak 2 tahun ini sudah dirasakan oleh warga.
    Menurut Usin, saat ini saja masih banyak warga yang susah dan kekurangan materi. Namun sewajarnya, sebagai masyarakat yang hampir seluruhnya berprofesi sebagai nelayan dan mengandalkan laut menjadi penopang hidup kekayaan tambang di Laut Tanjung Batu tetap tidak dilakoni warga lantaran untuk menjaga kelestarian lingkungannya.
    "Kalau mau ambil timah atau elminit itu gak usah orang luar yang ambil. Warga kami juga masih banyak yang susah tapi karena untuk menjaga lingkungan kami tetap mempertahankan untuk tidak melakukan itu. Kalau mau kami juga mau, jangan orang luar. Tapi warga kami tetap tidak mau merusak lingkungan," tandasnya.
    Sementara Wakapolres Bangka, Kompol Rully saat dikonfirmasi wartawan mengatakan  pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan warga tersebut. Dikatakan Wakapolres, anggota polisi Am akan segera dimintai keterangan lebih lanjut mengenai tindakannya saat berada di lokasi.
    "Kita akan menindaklanjuti laporan tersebut. Kita juga akan meminta keterangan dari yang bersangkutan mengenai permasalahan itu,"ujar wakapolres.
    Saat ditanyakan mengenai sajam jenis pisau yang sempat dikeluarkan anggota kepada warga, Rully mengatakan mengenai hal tersebut akan dikroscek kembali mengenai alasan anggota yang membawa senjata tajam tersebut.
    "Sekarang tugas dimana dulukan. pisaunya itu untuk apa coba, mungkin dia pulang dari pasar. sama juga masyarakat kalau bawa pisau kita lihat apa keperluannya. kita akan kroscek dululah. kita lihat dulu kasusnya. kita akan panggil anggota kita dan kita lihat bagaimana nanti hasilnya," tukas wakapolres.(trh)

PD BGM Bakal Kena Audit

ShareSUNGAILIAT - Pemkab Bangka akan membantu perusahaan daerah Bangka Global Mandiri (BGM) untuk melakukan audit pada tahun 2012 mendatang.
    Audit itu sendiri bukan untuk merubah perusahaannya akan tetapi untuk meningkatkan kinerjanya. Menurut  Espada Yamin, Assisten II Setda Bangka Bidang Perekonomian dan Pembangunan bahwa audit terhadap PD BGM sebelumnya sudah dianggarkan di ABT namun tidak terkejar lagi sehingga akan dianggarkan pada 2012 mendatang.
       “Kami sudah berkoordinasi dengan BPKP untuk melakukan audit secara besar - besaran kepada BGM agar managemennya berubah. Akan tetapi audit itu sendiri bukan untuk merubah perusahaannya akan tetapi untuk meningkatkan kinerjanya” tukas Espada.
    Dijelaskan Espada Yamin, PD BGM tidak akan ditutup hanya manajemennya saja ditata. Begitu pula untuk ketua akan tetap, tidak diganti. Sementara untuk karyawannya yang masih dirumahkan ada 4 atau 5 karyawan karena pihak BGM tidak mampu lagi memberi gaji para karyawan tersebut. Tidak ada istilah pecat, namun mereka hanya dirumahkan.
       Diakui Espada, konstribusi dari PD BGM ada namun dari pihak ketiga, itu pun  tergantung yang menyumbang. Kalau mereka ada duitnya banyak maka akan besar sumbangan yang didapat yaitu sekitar Rp 5 - 6 juta perbulan. Namun untuk sumbangan itu sendiri bukan suatu kewajiban.
       “Mereka hanya memakai nama BGM, mengirimnya bertonton akan tetapi yang mengirimnya orang lain bukan dari pihak BGM itu sendiri. Namun itu tidak menyalahi aturan lantaran mereka melakukan kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengiriman. Untuk elmenit Rp 25.000 perton, zircon Rp 40.000 perton” jelasnya.
       Hal tersebut dinilai tidak merugikan daerah dikarenakan  mereka punya mesin, punya tenaga, punya uang dan Pemda hanya memakai legalitasnya saja berupa Fee, ujar Espada. Dalam pengiriman tersebut bukan hanya zircon saja, akan tetapi ada komoditi lainnya seperti karet dan lain sebagainya. (her/bbg)

Masyarakat Belinyu Cinta Damai

ShareBELINYU - Kecamatan Belinyu  masyarakatnya terdiri dari berbagai etnis diantaranya batak, sunda, jawa, flores, madura, keturunan thiong Hwa dan suku-suku lain.
    Menurut Camat Belinyu, Yeri saat temu tokoh lintas agama di aula rumah dinas camat Belinyu perbedaan itu tidak pernah menjadi pneghambat untuk kehidupan sehari-hari masyarakat Belinyu.
    "Belinyu masyarakatnya terdiri dari berbagai etnis diantaranya batak, sunda, jawa, flores, madura dan warga ketutunan thiong hwa tapi perbedaan itu tidak menjadi permasalahan dalam aktifitas kehidupan sehari-hari selama ini," ungkap Yeri.
    Demikian juga dengan dikatakannya untuk adat-adat kebiasaan yang berbeda,  walaupun demikian karena masyarakat Belinyu sudah terbiasa dengan perbedaan-perbedaan maka dalam kehidupan sehari-sehari perbedaan-perbedaan ini tidak menimbulkan masalah dalam rangka membangun bangsa dan negara justru perbedaan-perbedaan itu merupakan  modal dalam menggerakkan membangun Kecamatan Belinyu
    "Jadi masyarakat Belinyu adalah masyarakat yang cinta damai yang sangat menghargai perbedaan-perbedaan di Belinyu. Kami juga sering diistilahkan pangin tongin jit jong  yang artinya sama tidak ada perbedaan," jelasnya.
    Partisipasi dari masing-masing umat beragama pun sangat bagus sehingga dalam melaksanakan ibadah bisa dengan tenang dan baik, tanpa ada gangguan dari siapapun begitu juga saat perayaan hari besar umat beragama tentunya saling menghargai satu sama lain.
    Kondisi yang kondusif ini dapat tercipta  juga karena adanya partisipasi dari semua pihak terutama  tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda yang ada di Belinyu. Masyarakat Belinyu tetap dalam semangat persatuan semangat Bhineka Tunggal Ika,  walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua yang tetap dijunjung tinggi. (trh)

Masih Sayangkan Absennya Bupati di HUT RI

ShareSUNGAILIAT- Ketua DPRD Bangka Parulian Napitupulu menyayangkan atas ketidakhadiran Bupati Bangka H Yusroni Yazid menjadi menjadi inspektur upacara  pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke - 66.
    Hal ini dikatakannya kepada sejumlah wartawan usai pelaksanaan upacara penaikan bendera HUT RI Ke - 66 Kabupaten Bangka di Lapangan Bina Satria Sungailiat Rabu pagi (17/8).
    Ketidakhadiran Bupati  Bangka  yang dikarenakan sedang menunaikan ibadah umroh bersama keluarga ke tanah suci Mekkah.  Namun ia memaklumi ketidakhadiran Bupati Bangka untuk menunaikan ibadah umroh dan mengucapkan selamat menunaikan ibadah umroh, semoga  berjalan dengan lancar dan baik.
    Lebih lanjut ia katakan memang untuk kapasitas kepala daerah di kabupaten presidennya adalah bupati, lalu untuk gubernur sebagai presiden provinsi. Begitu juga dengan dirinya ibarat Ketua DPR RI-nya kalau untuk kabupaten.
    "Seharusnya bupati hadir karena ia selaku kepala daerah yang bertanggungjawab dengan daerahnya. Begitu juga presiden kalau pada HUT RI presiden tidak ada bagaimana," kata Parulian
    Namun dikatakannya siapapun yang memimpin upacara peringatan HUT RI ke 66 hari ini di Kabupaten Bangka  tidak ada masalah. Sebab, memang tidak harus bupati karena wakil bupati atau kapolres juga bisa.
    "Sekalipun bupati tidak ada HUT RI ini bisa berjalan dengan hikmat. Ini ada atau tidak ada bupati," tegas Parulian. (trh)


Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More