This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Jumat, 22 Juli 2011

Bupati Ogah Nambah PNS

ShareSUNGAILIAT - Bupati Bangka Yusroni Yazid mengatakan dirinya mendukung sikap Pemerintah Pusat melalui Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melakukan moratorium atau pembatasan penerimaan Pegawai Negeri Sipil (PNS) karena khusus di Kabupaten Bangka jumlah PNS sudah mencukupi.
      "Hanya saja pembatasan penerimaan PNS akan sangat terasa bagi daerah pemekaran yang baru terbentuk karena memang masih banyak membutuhkan pegawai," katanya di Sungailiat, Kamis.
      Diakuinya, jumlah PNS di Kabupaten Bangka yang jumlahnya mencapai lebih dari seribu orang sangat membebankan keuangan daerah sehingga ada keterbatasan pemerintah daerah melakukan pembangunan yang bersentuhan dengan masyarakat.
      "Kita sudah mengusulkan jumlah penerimaan PNS tahun 2011, melalui Badan Kepegawaian Daerah namun sekarang memang belum ada kepastiannya dari Pemerintah Pusat, dan itupun tidak menjadi masalah," jelasnya.
      Dengan pembatasan penerimaan PNS kata Bupati, memang mempengaruhi terhadap peluang masyarakat pencari kerja khususnya PNS yang semakin kecil.
     "Dengan pembatasan penerimaan PNS ini nantinya diharapkan berdampak positif terhadap peningkatan pembangunan di segala bidang," jelasnya.
      Bupati mengatakan, pembiayaan bagi PNS menang mulai sekarang dirasa sangat memberatkan dimana nilainya hampir sama dengan biaya langsung.
      "Prinsipnya kami hanya mengikuti dan mendukung semua kebijakan pemerintah pusat selama tidak merugikan," katanya.
     Dukungan pembantasan penerimaan PNS juga disampaikan pemerhati kebijakan publik Bangka Belitung, Hendra Sinaga, melalui Radsul, sebelumnya mengatakan, dianggap tepat sebagai upaya menekan belanja tidak langsung pegawai yang ditanggung pemerintah pusat maupun pemerintah daerah yang nilainya lebih dari 60 persen dari pendapatan daerah dapat terealisasi, sehingga biaya langsung kepada masyarakat melalui pembangunan segala bidang dapat merata.
     "Besarnya biaya pegawai yang tidak sebanding dengan biaya langsung menjadi kendala terhadap pelaksanaan pembangunan infratruktr daerah yang belum merata sampai ketingkat masyarakat bawah," jelasnya. (cr03) 

Cepat, Bikin Jembatan Layang

Share




SUNGAILIAT - Hasil sidak beberapa anggota DPRD Bangka  di lapangan mengenai  jembatan yang ada di Bukit Layang dan Mabat yang menghubungkan  kedua desa ternyata ada dua jembatan yang roboh.
    Ir Agung Setiawan MM dari Komisi C DPRD Bangka yang ikut meninjau ke lapangan Selasa, (20/7)  mewanti-wanti oleh proyek dinas pekerjaan umum ini sebab setelah dilaksanakan sedemikian rupa ini apa penyebabnya, dimana posisi jembatan itu kalau dilihat ada diantara sawit kiri dan kanan.
    Selain itu menurutnya kepada wartawan di ruang kerjanya Rabu (21/7) debit air juga perlu di perhitungkan jumlah  yang masuk ke jembatan itu sebenarnya berapa tidak seperti yang terjadi sekarang  jembatan itu bisa hancur luruh berantakan karena  debit air yang masuk itu sangat luar biasa.
    "Nah, Kita harus menghimbau kepada dinas pekerjaan umum dalam hal ini untuk mengkaji dan merencanakan jembatan ini harus benar-benar diperhatikan kapasitas air yang masuk dan keluarnya sehingga tidak meroboh jembatan kedua kalinya," kata Agung.
    Proyek ini yang dilihat ini menurut keterangan Dinas Pekerjaan Umum (DPU) sudah ada pemenangnya juga, termasuk untuk jalan dari Bukit Layang ke Mabat itu. Tapi tanda-tanda di lapangannya hanya secuil kecil- kecil saja tidak ada tanda-tanda yang berarti. Maka dari itu pihaknya mengimbau kepada Dinas PU dan kontraktor yang memenangkan pelelangan tersebut harus segera melaksanakan pemeliharaan karena jalan dan jembatan ini yang merupakan sumber arus lalu lintas untuk perekonomian masyarakat Bukit Layang dan Mabat ini.
    "Jangan sampai mereka terisolir dan harga mulai akan melonjak, termasuk yang saat ini suasananya sudah mendekati puasa dan lebaran jangan sampai bangunan ini terbengkalai seperti itu, apa kata orang. Sampai hari ini, kok kegiatan lapangannya pada jembatan itu  tidak ada tindak lanjut yang berarti," sesalnya.
    Penyebab lain kerusakan jembatan ini yang sampai ambruk bisa terjadi karena muatan yang berlebihan diatas empat  ton, tapi menurut hasil pengamatan dilapangan yang terlihat samapi jembatan itu robah  penyebabnya adalah karena air yang lewat itu berlebihan.
    "Nah, kalau air yang berlebihan ini bagaimana cara mengatasinya maka kita perlu membuang mebuang air ke tempat yang lebih rendah, sesuai fungsi air.
    Jadi pada jembatan harus aman, harus dibuat sayap yang permanen diantara dua sisi, sisi depan, dan belakang ini yang perlu. Kedepan yang kita harapkan  bangunan jembatan yang menghubungkan ini benar-benar mempunyai kualitas yang baik," harapnya.
    Ditambahkannya ada dua  untuk pembangunan jembatan  itu yang  harus direncanakan, jenis  W6 tau W7 yang lebarnya 6 meter dan 7 meter karena dua jembatan yang lama itu terlihat sempit hanya W4 (4 meter), harusnya W6 atau W7 sehingga air yang masuk jembatan itu bisa masuk dan lari ke tempat yang lebih rendah.
    Akibat rusaknya jembatan aktifitas para warga yang biasa melewati jembatan selama ini mereka  sekarang terpaksa mengendarai kendaraaannya lewat jalan yang berliku-liku dan berputar dan lebih jauh sehingga lebih membebani secara ekonomi, efesiensi waktu dan segi keamanan.
    Untuk itu ia meminta jembatan yang sampai hari ini belum di garap dan jalannya yang hanya  sodokan alat berat sangat  sedikit segera bagaimana pemerintah dalam hal ini untuk mempercepat proses pembuatan jembatan.
    "Karena jembatan itu yang paling penting, kalau masalah jalannya ya dipilihlah mana yang baik untuk itu," tandasnya.

*Dinas PU Segera Bangun Jembatan
    Sementara Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bangka melalui Kabid Bina Marga, Gustiadi Rabu (20/7) saat dikonfirmasi melalui telepon menyatakan sudah memerintahkan pihak kontraktor yang memenangkan tender proyek untuk pembangunan dua jembatan di Desa Mabat Kecamatan Bakam tersebut secepatnya.
    "Pembangunan jembatan itu sudah ditenderkan dan sudah ada pemenangnya. Dinas PU sudah menyurati pemenang tender agar segera melaksanakan pembuatan jembatan tersebut,"  jelas Gustiadi.
    Wartawan Radsul sendiri saat melihat kondisi jembatan yang menjadi penghubung antara Desa Mabat dan Bakam kondisinya sangat memprihatinkan, seharusnya untuk ke kampung sebelah hanya hitungan menit saja tapi akibat ambruknya jembatan harus menempuh antar kampung selama 30 menit.
    Masyarakat juga khususnya remaja putri sangat  khawatir bila melalui hutan tersebut  menyangkut kondisi keamanan terlebih malam ini. Kondisi ini sudah berdampak pada kenaikan harga khususnya BBM jenis bensin, saat wartawan harian Radsul mengisi bensin satu litrinya seharga Rp. 14 ribu, untuk itu masyarakat mengharapkan perbaikan secepatnya supaya aktifitas kembali normal. (cr02)

Dikeruk, Muara PPN Banyak Timahnya?

ShareSUNGAILIAT - Perkembangan kawasan terpadu minapolitan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Sungailiat sampai saat ini belum ada tanda-tanda pengerukan alur muara tersebut.
    Hal ini karena menurut Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Bangka, Zulkarnain Idrus karena tim Pokja tidak berdiri sendiri mulai dari perencanaan dan pelaksanaaan dan lain-lainnya  dilakukan secara bersama-sama.
    Kepada sejumlah wartawan Rabu (20/7) di Gedung DPRD Bangka ia mengungkapkan contoh untuk pemberdayaan. Sekarang pelabuhan perikanan sudah mengusulkan berbagai macam kegiatan yang anggarannya dari APBN lebih kurang Rp 15 miliar.
    Saat ini diminta Unit Layanan Pelelangan (ULP) Bangka untuk melakukan pelelangan. Kemudian  dari pusat ada pembangunan jalan itu sudah sampai proses pelaksanaan jadi yang namanya minapolitan itu program yang  dilakukan multiyears.
    "jadi berkesinambungan bukan hari ini dicanangkan hari ini harus jalan seperti bermimpi yang bangun tidur  sudah ada semua. Dana 15 M itu juga nantinya untuk membangun sarana prasarana khususnya di eks pelabuhan jelitik. Kemudian untuk peningkatan SDM sudah dilakukan oleh BPPD Medan kepada nelayan-nelayan, Sehingga menurutnya  kegiatan-kegiatan masalah minapolitan secara simultan berjalan,' ungkapnya.
    Untuk pengerukan alur muara sendiri ia mengatakan berdasarkan informasi terakhir pihak ketiga (PT PUlomas Sentosa) sedang memobilisasi alat, rencananya bulan Juli atau Agustuslah  akan mulai action.
    Karena satu sisi kan untuk syukurannya sudah dilaksanakan di daerah pelabuhan itu antara pihak pengusaha dengan masyarakat nelayan setempat. Jadi  untuk melakukan pengerukan itu sudah akan mereka lakukan.
    Pengerukan yang nantinya menggunakan  dana murni semua  pihak swasta dalam hal ini PT Pulomas Sentosa. Namun material-material itu akan mereka olah sehingga mempunyai manfaaat ekonomis untuk biaya operasional yang akan ditutup dari situ. Ada kontribusi, kemudian pendapat-pendapat daerah akan diambil dari hal-hal itulah seperti ada pengiriman pasir, atau ada kandungan miniral timah, inilah yang akan dilakukan secara transparan.
    Sampai saat ini baru ada satu pihak swasta yang akan melakukan pengerukan sebab yang berkomitmen dan sangat serius adalah PT Pulomas Sentosa. Untuk persoalan administrasi sekarang selesai semua.
    "Tinggal mobilisasi alat itulah," terangnya
    Disinggung apakah ada kandungan material pasir timah  cukup besar sehingga pihak ketiga sangat tertarik melakukan pengerukan,  diakuinya secara tehnik ia tidak mengetahuinya namun ia tidak menampik jika itu bisa saja ada.
    "Kita ini dikaruniai deposit timah yang sangat luar biasa di Bangka ini, Di Bangka Belitung ini, jadi kita Wallahuallam lah, apakah ada atau nggak," tandasnya.
    "Jadi kita wallahuallam lah ada atau enggak," tandasnya. (cr02)

Dony: Mari kita Buka-bukaan...

ShareSUNGAILIAT - DPRD Bangka khususnya Komisi B akan memanggil DPPKAD (Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah). Pemanggilan itu penting agar persoalan mengenai kondisi keuangan daerah bisa membaik.
    Pemanggilan itu sendiri terkait dengan kondisi keuangan daerah di mana Pemda Kabupaten Bangka selalau mengalami devisit anggaran dan imbasnya  kepada pegawai, karena insentif bakal tidak ada selama 6 bulan.
    Kemudian juga terkait dengan PAD (Pendapatan Asli Daerah), dimana pemerintah belum bisa memaksimalkan pemasukan dari PAD tersebut, sehingga PAD tidak pernah bisa mencapai target.
    "Maka tentunya kita berharap agar pihak DPPKAD harus fair dan harus mengungkapkan kendala-kendala yang dihadapi. Mari kita sama-sama untuk  untuk membahasnya dan jangan sampai ada persoalan-persoalan yang disembunyikan,” jelas Anggota Komisi B  DPRD Bangka,  Dony Kurniawan ST.
    Menurut dia bahwa dalam pembahasan dengan DPPKAD nanti juga akan mencari solusi mengenai  mencari PAD.  Intinya  membahas tentang progres (kemajuan) keuangan pemerintah daerah,  bagaimana posisi keuangan sekarang dalam pendapatan penerimaan.
    Kemudian membahas APBD 2012 seberapa jauh program tersebut akan dilaksanakan. Di samping itu permasalahan target-target penerimaan, yang ada  kaitan dengan raperda tentang APBD, bagaimana target-target penerimana dari sisi pendapatan retribusi  maupun pajak.
    "Kita berharap dengan adanya percepatan pengesahan Raperda Retribusi bisa mendongkrak perolehan PAD.  Tentunya juga akan menanyakan sejauh mana- dana-dana  item penerimaan. Lalu bagaimana penjadwalan terhadap pengeluaran belanja-belanja daerah yang sepertinya sangat besar," terangnya.
    Karena ujarnya lagi, dewan ingin memiliki gambaran gamblang terkait dengan perencanaan di dalam APBD dan target-target kemungkinan bisa terealisasi.
    Lanjut, kemudian  bagaimana pengelolaan IMB melihat beberapa Raperda Retribusi  sudah dibahas dan segera disahkan. "Untuk itu mari kita sama-sama konsen  dialog untuk mencari tambahan agar PAD naik. Kemungkin  ada potensi-potensi  lain yang belum digarap secara maksimal.  Contonya tentang IMB itu sebenarnya potensinya besar, kalau digarap secara terencana dan matang. Karena dengan raperda yang baru nanti  kalau hitung-hitungan diatas kertas, tentunya bisa menambah PAD  dan kita  harus sama –sama konsen menggarapnya," harap dia.
    Makanya katanya dia lagi, kalau pemerintah daerah memiliki kendala-kendala  yang dihadapi mengenai keuangan hendaknya dibahas bersama dan jangan ada yang disembunyikan, kalau memang masih menganggap dewan mitra pemerintah. (her/bbg)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More