This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 01 Oktober 2011

Ketua DPRD Kecam Bini Aparat

ShareSUNGAILIAT - Puluhan wartawan yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kabupaten Bangka, baik dari media cetak maupun elektronik, Jumat (30/9) melakukan aksi damai mengecam tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan, yang terjadi beberapa hari yang lalu.
Aksi damai itu sendiri dilakukan di perempatan simpang lampu merah Jalan Jenderal Sudirman Sungailiat.
Puluhan wartawan berkumpul sambil membawa pamflet yang rata-rata bertulisan hentikan tindakan kekerasan dan intimidasi terhadap wartawan.
Selain itu juga para kuli tinta ini  meneriakan dan menyampaikan ungkapan hatinya kepada siapa saja yang melewati kawasan tersebut.
Diharapkan jangan sampai terjadi kembali tindakan kekerasan maupun tindakan intimidasi  tersebut, baik dari pihak manapun, mereka mohon dukungan semua pihak untuk dapat saling menghargai dan mengerti fungsi dan tugas pers dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sesuai dengan Undang-undang Keterbukaan Informasi Publik.
Setelah berorasi kurang lebih 30 menit mereka melanjutkan perjalanan ke kantor Bupati Bangka, selanjutnya menemui para wakil rakyat di kantor mahligai demokrasi Kabupaten Bangka. Kedatangan para kuli tinta ini disambut langsung oleh Ketua DPRD Bangka Parulian Napitapulu.
Pada kesempatan itu para wartawan mohon dukungan dari  wakil rakyat untuk menjalankan fungsi sebagai penyalur aspirasi rakyat untuk menyampaikan informasi sesuai dengan fungsinya sebagai wartawan.
Selain itu mereka mohon dukungan dewan atas tindakan intimidasi yang terjadi terhadap salah seorang wartawan beberapa waktu lalu oleh oknum keluarga dan isteri salah seorang oknum saat meliput kejadian kecelakaan lalu lintas terhadap istri oknum aparat.
Seperti yang disampaikan oleh koordinator para wartawan, Heru Sudrajat yang didampingi rekan-rekannya mengatakan.
"Kami mohon dukungan dari dewan kiranya dewan sebagai wakil rakyat dapat memberi dukungan dan dapat menyampaikan agar hal-hal semacam tindakan intimidasi dan kekerasan lain jangan sampai terulang lagi terhadap para kuli tinta, saat menjalankan fungsi sebagai penyalur informasi yang sebenarnya kepada masyarakat," kata Heru.
Selain itu juga pers berharap semua elemen masyarakat dapat mengerti dengan dan fungsi dan tugas jurnalis seperti yang telah diatur dalam UU keterbukaan informasi.
"Kami tidak mengecam atau mendiskriditkan pihak manapun kami hanya ingin menyampaikan tugas kami ini juga dilindungi oleh undang-undang, dan meliput semua peristiwa untuk disampikan kepada masyarakat melalui media tersebut merupakan tugas kami, untuk itu kami mohon kerjasama dari semua pihak, bila ada narasumber tidak ingin berita diliput dapat dibicarakan secara baik-baik tidak perlu melakukan tindakan kekerasan dan inti midasi dengan mengandal institusi dan kekuasaan," pinta mereka.
Sementara Ketua DPRD Bangka Parulian Napitapulu menyambut baik terhadap aspirasi yang disampaikan oleh para kuli tinta.
"Saya pun menyeselasi masih ada di jaman serba keterbukaan ini masih ada anggota keluarga atau oknum tertentu melakukan tindakan intimidasi," katanya.
Padahal kata dia, jelas tugas wartawan menyampaikan informasi yang sebenarnya kepada masyarakat sesuai dengan peraturan yang telah baku.
"Untuk itu juga sangat berharap kiranya hal semacam ini jangan sampai terulang kembali di daerah kita, kami dari wakil rakyat sangat menjunjug tinggi dan  memberi dukungan kepada para wartawan dalam menjalankan fungsi dan tugas untuk menympaikan informasi yang akurat kepada masyarakat," tegasnya. (j0i)

TINS D Babel II, Promosikan Babel

ShareEvent bersepeda atau gowess yang dalam penyelenggaraannya di beri nama Tins Tour D Babel (TTB), kembali pada tahun ini digelar di Pulau Belitung. Pemerintah Provinsi Bangka Belitung (Babel)  menyelenggarakan TTB II pada tahun inidirangkai dengan program Sail Wakatobi Belitong (SWB) pada 1-2 Oktober 2011 Oktober 2011.
Sebuah kegiatan yang sekaligus untuk mempromosikan  Babel ke lingkup nasional bahkan internasional merupakan rangkaian dari Sail Indonesia. Karena dalam dua tahun terakhir wilayah Belitong selalu menjadi tujuan utama wisata, maka di akhir even Sail Indonesia, Belitong dijadikan tujuan akhir para peserta telah menyelesaikan rangkaian Sail Indonesia.
Jadwalnya hari ini TTB II para peserta akan dilepas Bupati Belitung Timur dari Pantai Lalang Kecamatan Manggar. Panitia mengungkapkan peluang yang ada digunakan untuk mempromosikan Bangka Belitung ke kancah internasional. Karena selain diikuti pesepeda lokal dari dari Bangka dan Belitung juga turut berpartisipasi komunitas sepeda dari pulau jawa seperti Bintaro Jaya Jakarta dan Bumi Serpong Damai Tanggerang.
Ketua TTB II Rendi Kurniawan, menuturkan event SWB memberikan banyak manfaat bagi para biker. Selain ajang promosi Babel, event ini juga menciptakan jejaring pesepeda Babel dengan dunia luar.
"Bukan tidak mungkin investasi bisa berlabuh di Bangka Belitung dan berawal dari even ini. Kami memang telah menyampaikan kesanggupan untuk kembali  menyelenggarakan even TTB II. Perjalanan delegasi bikers Babel ke wakatobi pun masih dalam rangkaian persiapan untuk penyelenggaraan even tersebut," ungkap Rendi.
Sementara, Udin salah satu biker dari Komunitas Bedecink Sungailiat mengatakan kegembiraannya bisa berpartisipasi pada TTB II ini terlebih banyak medan yang dijajal kali ini cukup menantang dengan sejumlah medan off road. Pertama kali ke Belitung menjadi sesuatu yang berarti baginya untuk lebih berperan mengenalkan Babel.
"Pertama kali ke Belitung rupanya begini, saya baru tau dan kita akan mencoba menarik perhatian para pesepeda dari luar untuk lebih mengenal Babel," tukasnya.
Sebelumnya tadi malam para peserta dijamu di warung kopi dimana manggar yang terkenal dengan 1001 warung kopi, para peserta merasakan nikmatnya kopi manggar sambil mengikuti tehnikal meeting bersama panitia. Hari ini usai pelepasan para peserta akan menuju replika SD Laskar Pelangi di Kecamatan Gantong serta rute perjalanan lainnya seperti areal pertambangan dan reklamasi di kawasan Pulau Belitong. (trh)

Banyak Penambang Mati

ShareSUNGAILIAT - Pemerintah diminta untuk dapat mencari penegasan kepada pengelola tambang di Kabupaten Bangka, agar dapat meminimalisir kematian akibat kecelakaan kerja tambang.
Hal itu karena banyaknya korban dari para pekerja pertambangan yang meninggal akibat kecelakaan kerja. Yang hingga saat ini mungkin sudah ribuan penambang meregang nyawa akibat aktifitas tambang timah.
Hal itu diminta oleh Wakil Ketua DPRD Bangka, Kemas Herman Susilo, Jumat (30/9).
"Paling tidak pemerintah daerah harus dapat mengambil sikap tegas dalam upaya untuk  mengatasi akan kembali bertambahnya korban akibat aktifitas penambangan," pintanya.
Diharapkan, ada peran dari pemda meniadakan atau melarang adanya kegiatan penambangan ilegal, seterusnya bagi kegiatan penambangan yang memiliki izin pemerintah melalui dinas terkait dapat melakukan pengawasan dan mensosilisaikan tentang keselamatan kerja.
Karena menurut dia, sesuai UU Ketenagakerjaan untuk keselamatan para pekerja perlu diterapkan termasuk untuk para pekerja dalam kegiatan penambngan. "Kalau perlu para pekerja dijamin dengan asuransi," terang Herman.
Selain dinas terkait pun harus memberi imbauan kepada pihak pengelola penambangan untuk mematuhi aturan ketenagakerjaan dan memberi bimbingan kepada pekerja terkait dengan keselamatan kerja.
"Terus terang kita sangat miris melihat kondisi yang terjadi sekarang, banyak jatuh korban jiwa dari aktifitas penambangan sendiri," sesalnya.
Yang lebih miris kata dia sekarang belum ada data konkrit korban akibat aktifitas penambangan.
Nah, dengan adanya sistim pengawasan dari pihak terkait maka secara tidak langsung akan mengurangi terjadi tingkat angka korban kematian dari kegitan penambangan terhadap pekerja.
"Aktifitas penambangan ilegal kalau tidak kita tertibkan banyak kerugian yang akan diterima oleh daerah, pertama kerusakan lingkungan tidak dapat kita atasi dan tanggungjawab dari pengelola penambangan sendiri tidak dapat kita minta , untuk dapat mereklamasi bekas lahan," katanya.
Lalu, korban kematian dari aktifitas penambangan akan terus berjatuhan, dan tidak akan ada tanggungjawab dari pemilik penambangan  terhadap para pekerjanya karena mereka tidak mungkin mentaati aturan.
Sedangkan pekerjaan yang mereka lakukan juga ilegal.
"Maka sebagai wakil rakyat minta kepada pemerintah daerah sudah saatnya untuk dapat menyikapi hal-hal tersebut, selain kita dapat mencegah terjadi kerusakan lingkungan yang lebih parah dan juga dapat mengawasi," harapnya. (j0i)

Goresan PKI dan Pesan di Dalamnya

ShareSejak pagi-pagi sekali seperti yang terlihat di halaman Kantor Kecamatan mendobarat, salah seorang penjaganya terlihat membawa bendera merah putih dan ia dengan cepat pula mendekat ke arah tiang, langsung saja satu demi satu tali bendera itu diikat dan ditarik setengah tiang.
Apa yang dilakukan penjaga kantor kecamatan tersebut, tentu saja juga dilakukan secara serentak di seluruh pelosok negeri ini, mengibarkan bendera setengah tiang.
Karena tanggal 30 September adalah merupakan tanggal berduka cita bagi bangsa ini, karena setiap tahunnya tanggal ini akan kembali mengingatkan pada sejarah bangsa terhadap masuknya G30S/PKI (Gerakan Partai Komunis Indonesia) sekitar tahun 1965.
Gerakan G30S/PKI, telah menjadi peristiwa sejarah yang bila mengingat ke masanya, tentu sangat memilukan dan bahkan mungkin mampu untuk kembali menyayat hati ibunda pertiwi.
G30S/PKI sangat tersohor dengan kebengisan dan begitu sangat senang membuat rakyat hidup sengsara, bahkan perbuatan G30S/PKI ini konon disebut-sebut juga telah mengalahkan masa penjajahan belanda, bila dinilai dari tabiatnya.
  Apa yang pernah dilakukan  GS/30 PKI ini khususnya yang ada di  Pulau Bangka ini, hingga kini masih membekas dalam ingatan 2 orang tua di Desa Petaling, dua orang tersebut adalah guru Abu Bakar (79) dan H Ismail(80).
Apa yang pernah disaksikan dengan mata telanjang oleh kedua orang tua Desa Petaling ini, sebagaimana  yang juga disampaikan keduanya ketika ditemui Radar Sungailiat ini di rumahnya masing-masing secara terpisah, Jumat (30/9).
Ternyata 2 orang sesepuh Desa Petaling ini, memiliki versi pengalaman yang berbeda tentang PKI, meskipun pada intinya kedua tokoh ini memang mengakui bahwa PKI telah begitu banyak membawa kesengsaraan kepada rakyat Indonesia tak terkecuali di pulau Bangka seperti halnya  Desa petaling sekitar tahun 1965 kala itu.
Guru Abu Bakar Moeng mengaku sudah sejak tahun 1950 menjadi guru dengan berpindah-pindah tempat, seperti di Pangkalpinang ia pernah mengajar selama 9 tahun, pindah ke Petaling selama 10 tahun, di Muntok Bangka Barat selama beberapa tahun sebelumnya akhirnya pulang kandang mengajar di Petaling hingga sampai masa pensiun pada Juli tahun 1988 silam.
Guru Bakar meskipun usianya  kini telah senja dan sering sakit-sakitan pula, hanya tinggal berdua di rumahnya bersama sang istri kedua, karena istri pertama telah lama meninggalkannya dengan menitipkan 6 orang anak hingga sekarang.
Namun di tengah kondisi itu, seorang Guru Abu Bakar Moeng masih berusaha untuk dapat menceritakan pengalaman dan apa yang pernah ia saksikan terhadap G30S/PKI yang masuk ke Petaling kala itu.
Menurut Guru Abu Bakar Moeng pada tahun 1965 tersebut PKI berusaha mati-matian dengan segala tipu muslihatnya untuk mempengaruhi rakyat Petaling kala itu, tujuannya tidak lain selain dari menginginkan seluruh rakyat menjadi pengikut mereka (PKI).
Tipu muslihat PKI tersebut salah satunya adalah dengan cara mendirikan berbagai organisasi yang berkedok menampung aspirasi serta kepentingan rakyat khususnya kaum Petani di Petaling waktu itu, organisasi-organisasi tipu muslihat PKI tersebut seperti BTI (Barisan Tani Indonesia) Partindo, dan lain sebagainya.
Untuk mengecoh perhatian rakyat waktu itu,  aliran komunis ini berusaha keras mengajak rakyat untuk bergabung di BTI dan Partindo dengan iming-iming para petani akan diberikan pupuk gratis, beserta alat-alat pertanian seperti canngkul, sabit dan sejenisnya.
Alhasil upaya BTI, Partindo yang tak lain adalah penyamaran PKI, memang banyak disambut antsuias oleh masyarakt,  sehingga banyak para guru, petani yang bergiliran mendaftarkan diri sebagai anggota BTI dan Partindo, tapi apa yang terjadi  setelah masuk menjadi anggota banyak para guru dan petani bukannya memperoleh pupuk gratis, tapi malah sebaliknya menjadi pupuk bagi PKI, banyak guru seperti kepala sekolah yang diturunkan pangkatnya bahkan sampai hingga ada yang di pecat.
”Seingat saya waktu itu di Mendobarat ini paling parah terjadi di Cengkongabang.  PKI paling benci dengan  yang namanya musyawarah, rakyat terkukung dengan ancaman-ancaman, bahkan untuk bisa bersedahkan saja. Rakyat kala itu harus lebih dulu membuat surat izin. Pada intinya meskipun di Petaling ini PKI tidak melakukan hal-hal sadis seperti membunuh, namun kehadiran PKI kala itu benar-benar membawa kesengsaraan yang luar biasa, segala perekonomian masyarakat dilumpuhkan, beras dan kebutuhan pokok lainnya tidak dipernankan masuk dan sampai ketangan rakyat, selain itu bukan tidak sedikit pula ulah PKI, rakyat yang di jebloskan kedalam sel dan di asingkan ke Palembang .Apapun yang dikerjakan oleh rakyat kalai itu, tak pernah luput dari pengkoordiniran PKI," katanya.
"Saya sendiri beserta keluarga sangat bersyukur waktu itu karena kami tidak sampai masuk ke organisasi apapun yang tak lain adalah bangunan PKI, kami tidak terpengaruh, saya keukeuh tidak percaya karena itu taktik busuk PKI kala itu, hingga akhirnya setelah PKI angkat kaki dari tanah Bangka ini, mulai tahun 1972 saya sebagai seorang guru juga berusaha berjuang sama-sama untuk kembali mengangkat nasib para guru, dan akhirnya pula rakyat kami disini kembali membangun hidup mereka dan kembali berjalan normal," lanjutnya.
Kita semua mungkin sampai kini masih menjadi bagian dari masyaratkat Indonesia yang masih controversial dengan siapa sebenarnya dalang dari keluarnya surat perintah II Maret atau yang biasa disebut Supersemar?
Dia, pada masanya kini, dulu sebagi guru, pernah menjadi kepala sekolah, pengawas pendidikan  dan lainnya, hanya ingin mengingatkan kepada kaum generasi muda untuk selalu mengisi hidup dengan ilmu, jalannya adalah dengan sekolah, bergaul lah dengan orang yang memiliki pemahaman lebih baik tentang agama , jangan pernah meninggalkan dasar-dasar agama, serta jangan pula mudah terpancing dengan janji-janji manisnya partai Politik.
Pengalaman tentang G30S/PKI juga dirasakan oleh  H Ismail, ia juga merupakan sahabat dari Abu Bakar Moeng, bahkan juga pernah satu bangku, ketika masih bersekolah di Sekolah Rakyat (SR) jaman dulu.
Sayang dihari senjanya kini H Ismali sudah tidak lagi memiliki pendengaran yang baik, jika tak bersuara kuat dari lawan bicaranya ia tak mampu lagi mendengarnya, konon karena ia sering sakita-sakitan dan mengkonsumsi obat terllau berlebihan, ingatannya pun sudah mulai jauh berkurang, baru-baru ini ia baru habis melakukan operasi, ia divonis oleh dokter mengidap penyakit Pengapuran tulang, maka dari kini ia pun sudah tak kuat lagi berjalan seperti dulu.
H Ismail memiliki 9 orang anak dan kini ia tinggal satu atap dengan istri keduanya, karena istri pertama juga telah lama kembali ke Ilahi.
Meskipun telah renta, tapi seorang H Ismail sampai sekarang masih bisa bercakap-cakap dengan menggunakan bahasa Jepang, ia pun mengajarkan teknik belajar bahasa Jepang.
Meskipun hanya mampu mendengar secara samar-samar, H.Ismail pun tetap berusaha seraya mennceritakan pengalamannya tentang PKI.
Menurut dia, ketika pada sekitar 1965, ia memang hanya seorang petani biasa, akan tetapi sekaligus juga merupakan seorang pedagang. Bagi H Ismail PKI tetaplah kaum komunis yang jahat dan kejam meskipun tidak melakukan hal-hal sadis khususnya di Pulau Bangka termasuk Petaling.
Seingat ia, ia juga merupakan orang yang termasuk pernah dipanggil oleh PKI atau kalau dulu di kenal dengan Team Screaning, rupanya PKI adalah kaum yang sangat tidak suka dengan para pedagang, karena bagi PKI pedagang adalah merupakan kaum kapitalis.
PKI terus berusaha untuk menutup semua jalur ekonomi masyarakat kala itu. Sayang kala itu H.Ismail dan sejumlah kawan-kawannya yang notabenenya adalah petani, akhirnya terperangkap juga dalam jebakan PKI yakni ikut bergabung di dalam organisasi Partindo.
”Setelah masuk Partindo dengan iming-imingnya, ternyata apa yang dijanjikan tersebut memang hanya muslihat belaka, tapi untunglah keadaan ini tidak berlangsung lama, hingga akhirnya rakyat Petaling kembali hidup normal. Orang-orang Petaling yang tertangkap sebagai pengikut PKI akhirnya dimasukkan ke dalam penjara dan dibuang di Palembang. Seingat saya banyak, tapi saya sudah lupa nama-namanya, dan Wallahualam, apakah mereka-mereka juga masih hidup seperti saya sampai sekarang atau sudah meninggal, saya tidak tau, tapi yang pasti waktu itu ada yang dibuang ke Palembang," ingatnya.
Kini masa telah berganti, dan kita semua tidak ingin pengalaman kami yang sudah tua ini terjadi lagi dan menimpa bangsa ini kembali.
"Tapi saya selaku orang tua yang memang hanya tinggal menunnggu waktu saja ini, hanya ingin menitipka pesan untuk anak dan cucu di negeri ini. Selalu lah mengutamakan kejujuran, rajin dan juga yakin, ketiga-tiganya harus seiring sejalan jangan sampai bercerai. Karena dengan 3 dasar ini, InsyaAllah kita akan selamat dunia dan akherat," pesannya. (*)

Rombongan Sungailiat Tiba di Belitung

ShareKomunitas sepeda  Bedecink Sungailiat  pada tanggal 1-2 Oktober 2011 besok berpartisipasi pada kegiatan "TINS BABEL TOUR 2011" yang dilaksanakan di Pulau Belitung.
Rombongan yang bertolak dari Sungailiat  bersama sepedanya menuju pulau Belitung menyeberang melalui Pelabuhan Pangkalbalam Pangkalpinang menuju ke Pelabuhan Tanjungpandan Belitung dengan menumpang KM Marina yang berangkat pada Jumat (30/9) kemarin  pukul 07.30 WIB.
Ketua rombongan komunitas Bedesink, Willendra Bashir atau lebih dikenal welly mengatakan pada kegiatan TINS BABEL TOUR 2011 yang diselenggarakan  PT Timah ini komunitas Bedesink telah berpartisipasi untuk kesekian kalinya pada setiap even baik skala lokal maupun luar daerah.
"Kali ini kita ikut berpartisipasi untuk menunjukkan eksistensi komunitas bedecink yang aktif dalam berbagai event gowess ini," ujarnya
Sesampai di Pelabuhan Tanjungpandan Belinyu rombongan Bedesink bersama rombongan komunitas sepeda lainnya asal Bangka makan siang di salah satu rumah makan di Tanjungpandan. Usai makan siang menuju bandara untuk menjemput rombongan komunitas sepeda asal Jakarta yang tidak kalah banyak jumlahnya. Rombongan dari Jakarta ini diantaranya  adalah klub sepeda Bintaro Jaya, Bumi Serpong Damai yang datang lengkap dengan sepedanya.
Rombongan melanjutkan perjalanan menuju Manggar ibukota Belitung Timur tepatnya pada tempat yang dikenal dengan nama A1 Bukit Samak.
Perjalanan sekitar 2 jam melalui jalan tengah Kecamatan Badau Kabupaten Belitung ini ini akhirnya rombongan tiba dilokasi penginapan sekitar pukul 16.00 Wib dan diinapkan pada sebuah barak yang berada di Bukit Samak A 1 Kecamatan Manggar Kabupaten Belitung Timur.
Sampai sore kemarin panitia sudah mencatat peserta sebanyak 120 orang atau sekitar 80% dan diperkirakan akan masih berdatangan sampai malam harinya terutama peserta dari luar Bangka yang masuk melalui Bandara HAS Hananjoedin.
Peserta akan memulai kegiatan pada hari ini yang dijadwalkan panitia menuju  area penambangan rakyat dan daerah reklamasi serta pantai burung mandi di Manggar. Pada sore hari nanti peserta juga dijadwalkan mengunjungi replika SD Laskar Pelangi yang terletak di Kecamatan Gantong serta menuju Pantai Mudong. (trh).

Polisi Sedikit Kecewa

ShareMENDOBARAT - Pihak Kepolisian Polsek Mendobarat, melalui Kapolseknya Ipda David Charlie atas izin Kapolres Bangka mengaku merasa kecewa dengan masyarakat.
Kekecewaan itu beralasan karena warga lebih memilih melaporkan ke pihak luar sebelum melaporkan ke kepolisian terlebih terkait dengan kejahatan.
"Masyarakat kalau ada kejadian atau suatu peristiwa bukannya lebih dulu dilaporkan kepada Kepolisian, tapi malah lebih dulu sudah di masukan ke koran," keluhnya.
Kata dia, seharusnya baik itu masyarakat maupun media jika ada masalah harap melapor dulu ke pihak berwajib, jangan tanpa konfirmasi apapun ternyata besoknya sudah ada di media massa.
Itu dikatakannya berkaca dari kejadian yang terjadi tanggal 28 September, di mana ditemukan tempat nongkrong anak muda bersamaan dengan hal tersebut juga ikut ditemukan beberapa botol miras.
"Makanya kemarin tanggal 29 September, saya juga ikut panggil kepala desanya, atas hal ini pun saya tidak tahu apa alasan mereka tidak mau lapor, apa masih ragu-ragu atau memang masih ada takut, ya seharusnya masyarakat itu tidak perlu takut, kalau selama tidak melanggar peraturan, misalnya motor, ya kalau lengkap surat menyuratnya ya bagus sekali, tapi kalau tidak lengkap, itu namanya bermasalah, wajar sudah takut duluan," katanya agak kesal.
Selain gara-gara masalah penemuan beberapa botol miras ini di Desa Petaling, Mapolsek Kecamatan Mendobarat juga harus kembali berurusan dengan masalah yang terjadi di Desa Penagan, pasalnya warga baru melapor kepada pihak Mapolsek setelah lebih dulu menghajar pelaku pencurian senapan angin hingga babak belur.
Peristiwa pengoroyokan oleh warga ia terima sekitar pukul 02.00 dinihari dari sms yang dikirimkan oleh salah satu warga Penagan, yang isinya adalah bahwa telah terjadi pada hari Selasa di lokasi kebun sawit milik PT THEP, suatu perbuatan tindak pidana pencurian dengan Barang Bukti (BB) sebuah senapan angin merk Sharpniko milik saudara Yadi bin Sholeh usia 25 tahun, yang tak lain adalah petani Desa Medang Kabupaten Bangka Tengah.
Pelaku pencurian tersebut adalah Sopri bin Matet usia 19 tahun, Sopri adalah merupakan buruh dari Dusun II Bukit Luwi Desa Penagan dan temannya yang bernama Joni bin Dirun yang juga merupakan warga Dusun II Bukit Luwi Desa penagan. Gerak-gerik para pelaku memang sudah lama menjadi incaran para warga.
Dan akhirnya  sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga, Sopri dan Joni  yang malam kejadian ketika hendak masuk ke pondok kebun milik Yadi dan kedua pelaku awalnya masih sempat berhasil mengambil senapan angin tersebut.
Namun sayang belum sempat melanjutkan niat jahatnya kedua pelaku, yang memang sudah lama diincar langsung di pergoki warga, alhasil keduanya pun tak berkutik dan menjadi bulan-bulanan warga sampai mengalami bonyok dan luka lebam. "Dan kini dua orang pelaku pencurian senapan angin ini sudah kami amankan di Polres Bangka dan masalah ini masih dalam proses lebih lanjut," ujar David seraya menunjukan foto 2 orang pelaku yang sudah babak belur dihajar warga sebelum dilaporkan tersebut.
"Sejauh ini untuk kasus pencurian baru itu yang masuk di Mapolsek Mendobarat ini," tutupnya. (cr04)

Sungailiat Miskin Bendera

ShareSUNGAILIAT - Masyarakat di Kota Sungailiat nampak jarang yang memasang bendera setengah tiang memperingati hari Kesaktian Pancasila 30 September.
     "Saya sudah mengirimkan surat pemberitahuan tentang pemasangan bendera setengah tiang ke seluruh kantor pemerintah termasuk ke kantor Camat agar disampaikan kepada masyarakat," kata Kepala Bagian Humas dan Protokol Kabupaten Bangka, Padli, Jumat (30/9).
     Rencananya kata dia, besok, Sabtu (1/10), peringatan Kesaktian Pancasila akan diisi dengan upacara bendera di lapangan Bina Satria Sungailiat, dengan sebelumnya menaikan bendera satu tiang penuh tepat pukul 06.00 WIB.
      "Pemasangan bendera memperingati Kesaktian Pancasila diberlakukan dua hari yakni, bendera setengah tiang pada hari Jumat (30/9) dan satu tiang penuh pada Sabtu (1/10)," jelasnya.
      Menanggapi sedikitnya jumlah warga yang memasang bendera setegah tiang kata Padli, dirinya tidak tahu secara persis apa sebabnya, namun yang pasti dirinya sudah mengirim surat ke semua instani pemerintah daerah.
      "Peringatakan hari Kesaktian Pancasila memang tahun sebelumnya tidak diperingati dan baru tahun kita mulai memperingati tujuh orang pahlawan Nasional yang dengan gagah berani melawan gerakan PKI," katanya.
      Diharapkan pada tahun nantinya, jika kegiatan ini kembali dilaksanakan agar semua masyarakat memasang bendera sebagai tanda penghormatan kepada jasa pahlawan. (cr03)

Pasca Damai, Mendobarat Aman

ShareMENDOBARAT - Semenjak perjanjian perdamaian kasus perkelaihan antar remaja di Mendobarat, kini secara umum kondisi di Kecamatan itu berangsur membai.
Hal tersebut dikemukakan Kapolsek Mendobarat Ipda David Charli kepada Radsul di ruang kerjanya, kemarin (30/9).
"Syukur kini semenjak pasca perjanjian damai itu kini mendobarat sudah  kembali kondusif, dan mereka yang juga kemarin terlibat dalam perkelahian itu, sampai sekarang masih wajib lapor, ini sebagai hukuman buat mereka," kat dia.
Mapolsek ini pun memberikan toleransi kepada untuk para pemuda Desa Penagan dan Kota Kapur, yang sebelumnya juga sama harus wajib lapor ke Polres  Bangka, kini tidak lagi mereka wajib lapornya ke Mapolsek Mendobarat saja.
Karena polisi merasa kasihan terlalu jauh dari Penagan harus ke Sungailiat.
"Bahkan saya dapat laporan juga waktu masih harus Wajib lapor ke Polres, dan saya suruh mereka lewat jalan dari arah Puding malah lewat Pangkalpinang, dan sampai pernah di ditilang di Pangkalpinang. Tapi untuk pemuda dari zed, Kemuja dan Petaling yang juga dalam kasus yang sama, yakni perkelahian pemuda, tetap harus wajib lapor ke Polres Bangka," ulasnya.
Kasus perkelahian antar pemuda kampung bukan perkelahian antar kampung, karena kalau antar kampung berarti sekampung ikut ribut, dan dari pemberitan selama ini juga selalu menuliskan seolah-olah  yang bekelahi itu  warga kampung.
Tapi hal itu sudah diletakkan dengan perjanjian damai, dan semua pemuda yang terlibat juga sudah ditegaskan untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya dan apabila mengulangi maka akan tetap diproses secara hukum.
Anggota juga sudah melakukan pemantauan di sejumlah tempat tongkrongan para pemuda, hasilnya pun cukup baik, tidak ditemukan lagi pemuda yang nongkrong-nongkrong.
Atas semua persoalan ini, tanggal 4 Oktober 2011 nanti, Polsek akan mengundang semua anggota FKPM se-Kecamatan Mendobarat, Satpam-satpam  kebun kelapa sawit, Satpam Stains, tokoh masyarakat juga, kegiatan ini dimaksudkan sebagai suatu pelatihan agar mereka di lapangan dapat lebih menjaga suasana kamtibnas khususnya di lingkungan masing-masing.
"Supaya mereka juga lebih paham lagi bagaimana menghadapi masalah-masalah kamtibnas dan dapat memberikan informasi yang baik kepada kepolisian," terangnya.
Masyarakat dan polisi itu harus dapat terus menjalin koordinasi yang baik, polisi memang memiliki kewenangan, tapi partisipasi aktif jelas sangat penting dalam membantu tugas kepolisian. (cr04)

Pengusaha Timah Bingung

ShareSUNGAILIAT -  Sejumlah masyarakat di Kabupaten Bangka mengingatkan pemerintah untuk memawaspadai penyelundupan biji timah, atau ilegal meaning terkait upaya meningkatkan harga biji timah di pasar nasional dan Internasional.
      "Bukan tidak mungkin jika upaya tersebut terwujud para pelaku penyeludup melakukan kegiatan ilegal karena negara tujuan menjanjikan dengan penawaran harga biji timah lebih tinggi dibanding dengan harga pasar lokal," kata salah satu warga Kota Sungailiat, Zainal di Sungailiat, Jumat (30/9).
     Menurutnya, dirinya sangat mendukung upaya meningkatkan harga biji timah yang memang selama ini dinilai jauh lebih rendah dibanding dengan harga pasar global, sementara pulau Bangka merupakan penghasil biji timah terbesar di Indonesia.
Dengan meningkatkan harga timah yang stambil tentu membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang memang masing mengandalkan hasil tambang sebagai sektor utama.
     "Perlu diingat bahwa, kegiatan ilegal bagi pelaku penyulundup biji timah karena dinilai harga biji timah di luar negeri lebih menjanjikan dibanding dengan harga domestik," jelasnya.
     Ia menegaskan, permasalahan penyelundupan yang selama ini belum teratasi menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat.
    Opsesi target harga timah yang diharapkan mencapai minimal 24.000 dolar Amerika lanjut dia, memberikan motovasi besar sekaligus akan muncul persoalan baru karena tidak menuntup kemungkinan terjadi meningkatkan jumlah pelaku tambang timah ilegal.
     "Dengan harga biji timah yang fluktuatif, pelaku penambangan cukup banyak apalagi didukung dengan harga yang menggiurkan," katanya.
     Acaman baik penyelundupan dan meningkatnya pelaku tambang ilegal harus menjadi perhatian khusus oleh pemerintah.
     "Bila perlu pemerintah memberikan suatu kebijakan dengan mempermudah regulasi kegiatan penambangan sehingga aktivitasnya mudah terpantau," jelasnya.
     Sektor tambang biji timah kata dia, masih menjadi sektor unggulan bagi masyarakat di Provinsi Bangka Belitung karena dianggap masih memberikan keuntungan.
     "Ke depan jika harga yang diharapkan tercapai, maka upaya pemerintah untuk mengembangkan sektor pertanian dan sektor lainnya yang memberikan masa depan panjang kelihatan agak sulit terwujud karena akan lebih memilih menjadi pelaku tambang," katanya.
     Diharapkan harga timah tetap bernilai tinggi dan stambil dibarengi dengan upayak kebijakan yang tegas dari pemerintah untuk menekan angka pelanggaran baik penyelundupan maupun penambangan ilegal.
     "Saya melihat, penambangan ilegal oleh sebagian masyarakat karena dipengaruhui oleh sistem regulasi yang sulit didapatkan," ujarnya.
Sementara itu, salah satu pengusaha smelter di Bangka, yang mewanti-wanti namanya tidak dikorankan berujar kepada Radsul, bahwa dengan adanya rencana seperti itu memang cepat atau lambat akan membuat pengusaha timah membanting stir untuk mencari jalan keluar agar timah mereka tidak turun harga.
Bisa saja katanya jika koneksi dan duit kuat mereka bakal mengarahkan langsung timah ke tempat tujuan di luar negeri. "Bukan tidak mungkin hal seperti itu ada di pikiran kawan-kawan dan saya sendiri. Tapi kita lihatlah dulu sementara ini," katanya yang langsung menutup sambungan telpon. (cr03)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More