Sabtu, 10 September 2011

Tarik Ulur Desa Kace

MENDOBARAT - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung asal Dapil Bangka, Jawarno,  ketika di hubungi via ponselnya kepada Radsul mengatakan sangat menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Bangka dan juga Pemerintah kota Pangkalpinang.
    Karena berbelit-belit dalam birokrasi dan seolah-olah memandang sebelah mata terhadap permasalahan tapal batas antara wilayah Kota Pangkalpinang dengan Desa Kace Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, sebagaimana yang selama ini menjadi keluhan warga Kace baik Kace Induk maupun Kace Timur.
     Jawarno menghawatirkan jika persoalan ini tidak juga mendapatkan jalajn keluar, sementara kedua belah pihak justru terus saling klaim, ingin memperluas wilayahnya, dan  celakanya lagi apabila kedua belah pihak juga merasa paling benar, maka  hal ini dikhawatirkan akan menjadi konflik, apalagi jika masyarakat merasa sudah tidak diperhatikan lagi atau hilang kepercayaan terhadap pemimpinnya, maka mereka akan mengambil tindakan sendiri.
    Oleh karena itu, ia meminta kepada khususnya Bupati Bangka dan Walikota Pangkalpinang untuk sesegera mungkin, dan secepat mungkin untuk rembuk bersama, panggil tokoh-tokoh  terkait, bicarakan secara baik-baik, semua ada aturannya, ada prosedurnya.      "Jangan main asal caplok saja daerah orang, dan kalaupun kedua pihak masih ngotot saling klaim, maka tidak akan ke kiri dan ke kanan, karena tetap saja, dasar hukumnya masih sama-sama lemah, kedua belah pihak harus berjiwa besar,” sindir Jawarno.
    Jawarno kembali mengatakan bahwa ia anggota DPRD Kepualauan Bangka Belitung siap  diundang untuk ajak rembug, untuk menarik benang merahnya dari persoalan ini.
    ”Saya dan kita semua juga tentu sangat tidak mengharapkan, persoalan ini dimanfaatkan untuk segilintir kepentingan pihak-pihak tertentu dan tidak bertanggungjawab,” kata anggota dewan dari PDIP itu.
    Masyarakat harus dilibatkan dalam hal ini, mereka harus diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya dan apa maunya masyarakat. (cr04)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More