Kamis, 08 September 2011

Nelayan Tolak Tambang

BELINYU - Nelayan Kampung Pesaren, Desa Bintet, Kecamatan Belinyu bersama tokoh pemuda Desa Pesaren mengatakan sejak dari awal memang masyarakat di Pesaren menolak dengan keras pertambangan di perarian desa mereka.
    Apalagi mayoritas warga berprofesi sebagai nelayan menggantungkan hidup mereka pada hasil laut.
    Menurut salah satu warga Pesaren, Alex saat ditemui di Belinyu kemarin (7/9) mayoritas warga pesaren berprofesi sebagai nelayan, namun Sejak maraknya penambangan laut hingga saat ini, warga Pesaren menolak penambangan  masuk ke perairan mereka. Sejumlah pihak sempat melakukan pengecekan di perairan Pesaren dan hasilnya memang menggiurkan dengan cadangan timah yang sangat tinggi.
    Tidak hanya sekali usaha pelaku pertambangan berupaya mendapatkan dukungan masyarakat agar bisa menambang di laut Pesaren baik pengusaha kapal Isap maupun TI apung namun mereka secara tegas menolak penambangan dilaut mereka untuk menjaga ekosistem yang ada.
     "Semua tetap pada komitmen untuk menolak siapapun yang mau menambang di laut kami," kata Alex.
    Ia menceritakan bahwa dahulu warga Pesaren cukup melaut 15 menit saja sudah mendapatkan ikan namun sekarang terkadang hingga berjam-jam baru bisa mendapatkan ikan. Padahal itu hanya pengaruh penambangan di laut Bubus dan Batu Atap. Apalagi jika memang ada aktivitas penambangan di perairan Pesaren maka bisa dipastikan para nelayan pensiun.
    Dirinya juga berharap pemerintah daerah mau lebih memperhatikan potensi di Pesaren sebagai Desa Wisata Nelayan. Apalagi saat ini hampir setiap hari ada orang berwisata menginap di Hotel Sam Pesaren.     Saat ini jarak tempuh sekitar 20 menit dari pusat Kota Belinyu atau sekitar 17 Km dengan jalan aspal hingga ke ujung kampung yang terletak di pinggir pantai.  
    "Jika ini terus berkembang tentunya berimbas kepada warga dan bisa mengambil keuntungan untuk kunjungan wisatawan. Ya, gimanalah agar Pesaren ini bisa menjadi tujuan wisata, kalau kami hanya bisa mendukung saja," kata Alex
    Situasi Pesaren justru kontradiktif dengan daerah tetangganya, Bubus dan Batu Atap yang saat ini kondisinya luluh lantak akibat tambang. Mulai dari Kapal Isap dan TI apung merajai perairan tersebut, sehingga tak ada cela untuk para nelayan  sekedar mendapatkan ikan segar yang dahulunya terkenal di perairan tersebut.
    Aktivitas di Batu Atap dan Bubus menimbulkan persoalan pelik. Dimana para penambang membuat perkampungan ilegal yang sebenarnya bisa saja nanti persoalan terlebih para penambang yanng sebagiannya adalah pendatang ini bisa dijamin belum terdata karena sulitnya mendata mereka yang berada di camp-camp penambangan. (trh)

0 komentar:

Posting Komentar

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More