This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 01 November 2011

Pekerja Yusroni Itu Diamankan

ShareSUNGAILIAT - Atas kejadian pelecehan yang diduga dilakukan salah satu Kades di Kecamatan Pemali terhadap istri tukang kebun Bupati Bangka, Yusroni Yazid selaku pemilik kebun mengaku telah menerima laporannya.
Yusroni kepada sejumlah wartawan Sabtu (29/10) mengungkapkannya dirinya sudah menerima laporan baik dari tukang kebunnya, pihak kepolisian maupun dari informasi pemberitaan media massa.
"Memang orang di rumah sudah melaporkan  ke saya terjadi sesuatu, kita bilang amankan. Orang yang kita rekrut kerja di tempat kita harus kita lindungi," ujar Yusroni.
Dikatakannya, langkah pertama adalah menarik  tukang kebun bersama keluarganya dari perkebunan karena orang yang diduga melakukan pelecehan itu belum ditahan. Hal ini untuk menghindari sesuatu yang tidak diinginkan karena sebelumnya ada ancaman sehingga saat ini tukang kebun bersama keluarganya diamankan di rumah salah satu keluarganya di Sungailiat.
"Kita khawatir ancaman itu bisa diwujudkan, langkah pertama adalah mengamankan pegawai kebun saya itu kerumah keluarganya, ketempat yang aman yaitu ketempat keluarganya di Sungailiat," kata Yusroni.
Lebih lanjut ia katakan, langkah lainnya adalah mempersilakan kepada tukang kebun untuk melaporkan peristiwa yang menimpa dirinya kepada pihak yang berwajib kalau memang pelecehan itu benar dilakukan tentunya didukung dengan bukti yang kuat.
"Saya persilakan kepada yang bersangkutan kalau memang itu benar, kemudian pelecehan itu dilakukan dengan bukti yang kuat silakan serahkan kepada aparat yang berwajib. Laporkan, dan itu sudah dilakukan," tukasnya.
Yusroni juga  berharap para pekerja tetap bekerja di kebunnya sehingga  tidak kehilangan mata pencaharian. Untuk itu selain kembali meyakinkan tukang kebun beserta keluarganya ia juga  akan memberikan perlindungan sesuai sistem yang ada di Negara, sebagai Warga Negara Indonesia (WNI).
"Saya berharap ia masih bekerja di tempat saya dan itu yang harus kami yakinkan kepada mereka. Yang melindungi mereka bukan saya tapi melalui aparat keamanan dan sitem yang ada dinegara ini. Apalagi ia bekerja di tempat Bupati, bekerja dimanapun harus dilindungi sehingga tidak ada orang yang tidak aman di republik ini," imbuhnya.
Ditambahkannya dalam hal ini ia  serahkan kepada aparat berwajib dan berwenang untuk menanganinya dan tidak akan melakukan intervensi apapun.
Ia tidak ingin terlibat terlalu jauh dalam persoalan ini, hanya saja tanggung jawabnya untuk melindungi orang yang bekerja padanya sehingga tidak kehilangan mata pencaharian itu yang akan dilakukan. (trh)

"Saya harus melindungi orang yang bekerja terhadap saya, dan saya harus menjamin mereka tidak kehilangan mata pencaharian," pungkasnya. (trh).

Mayat Ito Posisi Telungkup

Share
SUNGAILIAT - Akhirnya, jasad mayat yang sempat dinyatakan hilang akibat tertimbun di TN Desa Rambak, berhasil ditemukan.
Pencarian sendiri sudah sampai di hari ke-9 dengan menggunakan 9 unit alat berat atau PC.
Warga sekitar, tampak terlihat antusias melihat penemuan mayat yang melengkapi 3 mayat sebelumnya yang diketahui tewas tertimbun tanah, belum lama ini.
Penemuan itu, yang diketahui adalah mayat Ito, berumur 36 tahun, warga pendatang yang tertimbun hari Minggu tanggal 23 Oktober, ditemukan pukul 14.45 WIB.
Setelah sekian lama melakukan pencarian yang dilakukan oleh Polres Bangka, Polsek Sungailiat, pemilik TN, para relawan Basarnas Babel dan dibantu warga saat diwawancarai berbagai media di lokasi penemuan mayat diketahui di kedalaman 15 meter mayat ditemukan dalam kondisi yang masih utuh.
Posisi mayat telungkup di antara limbah-limbah ponton. Hingga sekarang jasad Ito masih diotopsi oleh Polres Bangka dan pihak Rumah Sakit Umum Sungailiat.
Untuk diketahui, 4 pekerja TN (Tambang Non Konvensional) milik mitra PT Timah di kawasan Jelitik, Sungailiat tewas tertimbun tanah, pada hari Minggu (23/10). Dan sampai dilakukan pencarian, akhirnya 1 mayat terakhir ditemukan. (cr05)

Tanah Pasar Modern Bermasalah?

ShareSUNGAILIAT - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka untuk membangun pasar di Kota Sungailiat untuk mengganti pasar yang sekarang, belum dapat direalisasi, karena masih dalam tahap penyelesaian administrasi yang sampai sekarang belum jelas.
Karena itu, Komisi B DPRD Bangka melalui Ketua Hendra Yunus meminta agar pemda dapat mempersiapkan segala sesuatunya yang berkaitan dengan status tanah untuk pembangunan pasar semi modern itu sendiri, sehingga dikemudian hari nanti jangan sampai tersangkut dengan kasus hukum.
"Karena bagaimanapun untuk PU status tanah yang lama sampai sekarang status hukumnya belum jelas, dalam arti belum milik dari pemerintah daerah, sehingga kemarin sedikit menimbulkan masalah saat akan dibangun," kata Hendra.
Maka sekarang untuk itu, pemerintah daerah harus kembali melakukan pengukuran ulang terhadap lahan yang tersedia. Sementara lahan yang tersedia untuk lokasi pembangunan pasar semi modern itu sendiri seluas 11.591,5 meter persegi, dan perlu untuk disertifikasi dan saat ini masih dalam tahap pengurusan di Badan Pertanahan.
Dalam penghapusan aset lama dari lahan yang ada harus melalui konsultan, untuk menilai berapa besar dari nilai aset yang tersedia, setelah dilakukan penilaian dari konsultan maka baru diusulkan ke DPRD Bangka untuk disetujui penghapusan aset tersebut.
"Sementara dalam pertemuan rapat yang telah kita lakukan beberapa waktu lalu, telah dilakukan proses pengkajian berapa besar dari aset lahan yang lama tersebut, sekitar Rp 3 miliar, namun belum termasuk dari lahan parkir, maka untuk perlu dilakukan peninjauan kembali," harapnya.
Makanya, dewan minta agar secepatnya dapat dilakukan pengkajian kembali dan baru diajukan kembali ke dewan, karena hal ini menyangkut dengan permasalahan hukum ke depan, maka berharap hal semacam ini perlu diperhatikan dengan serius. (j0i)

Penjarah Batu Dibeking Oknum Dinas

ShareRIAUSILIP - Pihak Desa Deniang bersama Kepolisian Resort Riau Silip membuktikan imbauannya akan menertibkan para pemecah batu yang menjarah Bukit Batu Mak Jungkong.
Kemarin, tim  turun ke lapangan dan menghentikan aktifitas pengambilan batu yang dilakukan beberapa orang di Bukit Batu Mak Jungkong kawasan Simpang Bedukang  Desa Deniang Kecamatan Riau Silip Senin.
Kepala Desa Deniang, Ferdy H Karindra yang juga langsung terjun ke lapangan mendatangi lokasi Bukit Batu Mak Jungkong pada pukul 11.00 WIB, saat para pekerja sedang bersantai di pondok tempat mereka menginap yang berada dikaki bukit.
Sementara satu buah dump truk dan 2 orang pekerja sedang mengangkut sisa pecahan batu yang diizinkan untuk diambil terakhir kalinya.
Setiba di lokasi, Kades Deniang langsung mendatangi para pekerja dan menanyakan asal mereka dari mana dan siapa yang menyuruh mereka bekerja.
Para pekerja yang berjumlah sekitar 10 orang ini mengaku bekerja pada salah seorang warga Jelutung bernama Jay dan juga atas izin salah satu orang yang bekerja pada Dinas Kehutanan inisial Rd.
Kades yang sebelumnya mengimbau untuk menghentikan aktifitas pengambilan batu kembali mengingatkan para pekerja, untuk tidak menambang di perbukitan karena memang tempat itu sangat dijaga.
Ferdy mengatakan Bukit Batu Mak Jungkong merupakan kawasan sentral yang berada ditengah-tengah persimpangan menuju Dusun Air Antu dan Dusun Bedukang, selain sebagai tempat ibadah dan kawasan potensi wisata juga sewaktu-waktu bisa dijadikan daerah pertahanan TNI.
"Kami minta aktifitas ini dihentikan karena bukit ini bagi kami dan masyarakat memiliki nilai yang sangat berarti sebagai tempat yang  memiliki history dan tempat peribadatan. Silahkan sisa batu yang dipecah diambil sebagai pendapatan yang mudah-mudahan rejeki bagi kalian, namun setelah ini jangan lagi mengambil batu disini," kata Ferdy dilokasi penertiban Senin (31/10).
Selain meminta menghentikan aktifitas pengambilan batu, Kades Deniang juga meminta para pekerja untuk merobohkan pondok tempat mereka tinggal, agar tidak menjadi prasangka masih adanya aktifitas pengambilan waktu dari warga setempat.
Ia juga  menyarankan para pekerja boleh menambang di kawasan lainnya pada wilayah Desa Deniang asalkan tidak mengganggu.
"Saya bukan melarang bapak menambang, boleh saja menambang misalkan di kebun milik warga ada batu yang bukan perbukitan, asalkan mendapat izin pemiliknya dan diketahui RT setempat," ujarnya.
Sementara setengah pekerja yang  berjumlah 5 orang dan baru datang beberapa hari mengaku tidak tahu menahu kalau aktifitas mereka dilarang karena mereka mengira segala sesuatunya sudah beres diurus oleh orang tempat mereka bekerja, termasuk masalah izin dan juga laporan keberadaan mereka.
"Kita baru beberapa hari berada di sini pak, kita tidak tau kalau begini jadinya. Tapi mulai kemarin kita sudah tidak lagi bekerja dan peralatan sudah kita bereskan," ungkap salah satu pekerja.
Pada akhir penertiban Kades Deniang mengatakan selain mengimbau untuk pindah dan menghentikan aktifitasnya juga meminta para pendatang asal Semarang Jawa Tengah ini untuk melaporkan, jumlah dan keberadaannya keaparat setempat agar bisa dipantau aktifitasnya dan  untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
"Jangan lupa juga pak dilaporkan keberadaan Bapak-bapak kepada ketua RT setempat jadi kalau ada apa-apa kita tau dan mudah mengatasinya," tandasnya.
Dari pantauan Radsul pada Bukit Batu Mak Jungkong terdapat beberapa batu yang sudah pecah dan satu bak mobil dump truk yang mengambil batu sisa hasil kerja para pekerja.
Sementara peralatan seperti palu, kapak, linggis dan chain shaw sudah dirapikan dan dikemas rapi. Sebelumnya dari aktifitas pengambilan batu di lokasi tersebut sekitar satu bulan mereka sudah berhasil mengambil batu sebanyak 20 truk lebih. (trh)

Pariwisata dan Tambang, Tumpang Tindih

ShareSUNGAILIAT - Pengembangan sektor pariwisata di Kabupaten Bangka, diyakini tidak bakalan berjalan dengan baik, selagi masih adanya tumpang tindih antara kawasan kepariwisataan dengan pertambangan yang satu wilayah.
Namun, kendati begitu, ada jalan keluar yang baik. Itu kata salah satu anggota DPRD Bangka, Agung Setiawan.
Katanya, dengan terjadinya tumpang tindih antara kawasan pariwisata dengan pertambangan bisa diatasi jika izin operasional pertambangan seperti izin operasional PT Timah Tbk di darat hingga tahun 2025, dan di laut tahun 2027 bisa berakhir, sehingga konsep pengemambangan untuk dunia pariwisata baru akan  bisa berjalan dengan baik.
"Dalam arti setelah selesai ditambang konsep wisata ini bisa berjalan, tetapi tambang ini tidak boleh dilanjutkan kembali," tegas anggota pPansus RTRW Kabupaten Bangka itu kepada wartawan, Senin (31/10).
Selain itu juga yang harus dipikirkan adalah nasib para nelayan dengan daerah tangkapan nelayan sendiri. Semua bisa dikemas tapi yang penting bagaimana satu suara dan satu pintu.
Kata Agung lagi, kalau pengaturan tata ruang ini tergantung kepada kesiapan pemda, walaupun itu sudah disetujui pusat, dewan minta mereka bisa memberikan penjelasan kepada dewan, kalau bisa diberikan penjelasan yang baik.
Terkait dengan hal-hal yang diinginkan, maka menurut Agung dirinya yakin dan percaya tahun ini bisa diselesaikan, tetapi kalaupun belum dapat diselesaikan, jangan sampai mereka didiskriminasi.
"Namun bagaimana pun kita berharap kita dapat secara bersama bahu-membahu untuk dapat menciptakan tata ruang yang baik, untuk daerah kita, sehingga ke depan setelah pasca penambnagan maka tidak akan permasalahan baru untuk mengembangkan dalam bidang apapun seperti kepariwisataan," tandasnya.(j0i)

Penyaluran Dana BOS Meringankan Beban

ShareSUNGAILIAT - Bupati Bangka Yusroni Yazid beranggapan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) meringankan pihaknya, karena langsung disalurkan ke masing-masing sekolah sesuai dengan jumlah muridnya.
           Hal tersebut dikatakan di Sungailiat, Senin (31/10) menyikapi rencana Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam sistem penyaluran dana BOS tahun 2012 mendatang.
          "Dengan penyaluran dana BOS dari pemerintah pusat ke pemerintah provinsi dan langsung disalurkan ke masing-masing sekolah tentu meringkan tugas kami, namun saya minta nantinya ada surat tembusan untuk mengetahui sejauh mana penyalurannya," katanya.
         Menurutnya, selama ini pihaknya melalui instansi terkait telah melakukan penyaluran dana BOS sudah sesuai dengan aturan yang berlaku dan tidak ada penyimpangan.
        "Selama ini penyaluran dana BOS yang kami salurkan berjalan semestinya dan sudah sesuai dengan prosedur yang berlaku," katanya.
       Bupati menilai, perubahan sistem penyaluran dana BOS yang langsung tanpa melalui pemerintah kabupaten bukan merupakan ketidakpercayaan pemerintah pusat ke pemerintah kabupaten/kota, melainkan lebih pada sasaran dan prosedur.
       Rencana pemerintah pusat terhadap perubahan sistem penyaluran dana BOS yang langsung ke masing-masing sekolah, sebagaimana dikatakan Kemendikbud M Nuh diberitakan di berbagai media dikatakan,  mekanisme penyaluran dana BOS kembali diubah karena terjadi banyak kekurangan pada mekanisme penyaluran tahun ini.
      Dengan diubahnya mekanisme penyaluran dana BOS tersebut akan memudahkan pengawasan dan pengelolaannya. Penyaluran dana BOS akan dilakukan oleh provinsi dalam bentuk blockgrant (hibah) sehingga memungkinkan sekolah untuk tidak membuat Rencana Anggaran Kerja (RKA).
      Melalui sistem tersebut pula diharapan penyaluran dana BOS akan lebih cepat sampai ke masing-masing sekolah dan dapat dipergunakan untuk operasional sekolah.
       Berdasarkan data Kemdikbud, sampai dengan 6 Oktober 2011, masih ada 6 kabupaten di Provinsi Papua belum mencairkan dana BOS triwulan II yaitu Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Mappi, Kabupaten Memberamo Tengah, Kabupaten Paniai, dan Kabupaten Pegunungan Bintang. Selain itu, sebanyak 127 kabupaten/kota belum mencairkan dana BOS triwulan III.
     Adapun penyaluran dana BOS di bawah Kementerian Agama untuk madrasah negeri dialokasikan langsung pada DIPA Madrasah Ibtidaiyah Negeri dan Madrasah Tsanawiyah Negeri dan pencairannya dilakukan langsung ke KPPN, oleh satuan kerja melalui mekanisme pencairan DIPA.
      Sedangkan untuk madrasah swasta dan pondok pesantren salafiyah (PPS), dana BOS dialokasikan pada DIPA kantor wilayah Kementerian Agama provinsi dan penyalurannya dilakukan langsung dari KPPN ke rekening madrasah dan PPS dalam bentuk blockgrant.
      Dana BOS triwulan I, II, dan III untuk madrasah dan PPS sudah direalisasikan di seluruh provinsi sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Tingkat realisasi dana BOS per Oktober 2011 sebesar Rp 2,145 triliun atau 70,36 persen dari Rp 3,049 triliun. Dana BOS disalurkan ke sebanyak 6,3 juta siswa di 43.075 sekolah.
      Berdasarkan hasil survei pendapat tim pengelola bos daerah terhadap mekanisme penyaluran dana BOS, sebanyak 88 persen memilih menggunakan mekanisme tahun 2010, tujuh persen memilih mekanisme 2011, dan lima persen menggunakan mekanisme lainnya. Jumlah responden sebanyak 481 orang yang mewakili satuan kerja perangkat daerah (SKPD) kabupaten/kota seluruh Indonesia. (cr03)
       

Green Smelter Harus Serap Tenaker

ShareSUNGAILIAT - PT ATD Makmur Mandiri yang bergerak di bidang green smelter diharapkan dapat mengeruk tenaga kerja sebanyak mungkin, khususnya di Kabupaten Bangka, yang merupakan basis PT ATD.
Perusahaan yang digawangi oleh pengusaha Hidayat Arsani, yang Direktur Pemasarannya diisi Wang Shi Qing dan Direktur Operasional Hero Tio serta Pengawas Produksi Whu Hai Jin memang baru diresmikan lusa kemarin.
Namun kendati baru, diharapkan perusahaan yang berorientasi kepada smelter ramah lingkungan tersebut, dapat dikenal secara luas bahkan sampai luar negeri.
Setidaknya itu yang diharapkan Pemimpin Smelter, Hidayat Arsani. "PT ATD Makmur Mandiri diharapkan bisa menyerap tenaga kerja baik dalam negeri maupun luar negeri, PT ATD Makmur Mandiri Green Smelter Babel satu-satunya di Babel sistem kerjanya menggunakan sistem elektronik dengan ramah lingkungan," katanya.
Pabrik itu luasnya 4 hektar dan menghasilkan produksi lebih dari 60.000 ton pertahun.
Keberadaan perusahaan tersebut bisa meringankan beban pemerintah dalam kampanye pabrik ramah lingkungan.
Lantas kata Hidayat lagi, sudah 5 tahun dia belajar ke Cina mempersiapkan cara-cara yang tepat. "Akhirnya alhamdulillah sekarang bisa berdiri smelter saya, sangat bersyukur kepada tuhan," ungkapnya.
Sementara itu, Finance Director, Wang Shi Qing mengatakan siap bekerja sama dengan Indonesia. "Kami terimakasih  kepada Negara Indonesia karena telah diberi kepercayaan, kami siap bekerja pada Arsani," katanya.
Sementara itu Gubernur Babel, Eko Maulana Ali saat mengikuti pembukaan smelter tersebut, juga mengungkapkan hal yang senada.
Katanya smelter itu bergerak di bidang pertambangan dengan menggunakan penyaringan udara dan ramah lingkungan. "PT ini adalah pertama di Babel serta di Indonesia, ini kalau bisa jadi icon," harapnya. (cr05)

Senin, 31 Oktober 2011

Ada yang Telanjang, Pemuda Tewas

ShareSUNGAILIAT - Akibat kabel listrik telanjang yang menggantung secara melintang di ruas jalan Bumi Perkemahan Sungailiat, seorang warga Sungailiat harus meregang nyawa.
Adalah Yungsen (21) warga Tunas Kelapa RT 03 Tambang 23 Bumi Perkemahan Sungailiat, yang tewas itu.
Dia dikeahui tak mampu bertahan hidup setelah tubuhnya disengat setrum yang diakibatkan sebuah kabel telanjang sedang melintang di tengah ruas.
Korban, saat itu menggunakan motor Yamaha RX-King bernopol BN 5431 BD, hendak pulang ke kediamannya. Peristiwa menggegerkan warga Jalan Pramuka, Kelurahan Parit Padang Kecamatan Sungailiat ini memang baru kali pertamanya terjadi.
Informasi yang berhasil dihimpun wartawan, sebelum kejadian, saat itu korban bersama temannya sedang mengendarai sepeda motor dari arah Jalan Pramuka menuju simpang Jalan Raya Sungailiat-Pangkalpinang.
Diduga korban saat itu memang tidak dapat melihat dengan jelas kondisi jalanan lantaran sore itu Kota Sungailiat dan sekitarnya sedang turun hujan lebat dan gelap. Tak jauh dari keberadaan korban terdapat sebuah truk yang diparkirkan di pinggir jalan.
Tiba - tiba saja, motor yang dikendarai korban bersama rekannya pun tersangkut kabel yang melintang di jalanan dan seketika Jansen dan teman yang diboncengnya pun terpental.
Sementara menurut keterangan Robali (50) warga Tonghin yang berada di TKP kepada wartawan mengatakan kalau sebelum terjadi memang ada sebuah truk yang berhenti di pinggir jalan yang kemungkinan mengetahui adanya kabel listrik yang jatuh.
Namun dari arah belakang terdapat 2 pengendara motor yakni Hendra yang mengendarai sepeda motornya seorang diri. Hendra, warga Sungailiat saat itu dapat selamat ketika melintas kabel yang terjatuh namun dari arah belakang Jansen pun tak dapat menghindari kabel yang tersangkut di motornya.
"Kejadiannya tadi pas hujan lebat. Tadinya ada truk di sini mungkin tahu ada kabel. Saat itu dari belakang ada Hendra yang melintas tapi dia tidak kena sengatan kabel tapi di belakang Hendra ada Yunsen bersama temannya yang tersangkut kabel dan terpental. Yang dibonceng selamat dan sudah dibawa ke rumah sakit,"jelas Robali.
Sementara Kapolsek Sungailiat, AKP Siswo Adi Nugroho seizin Kapolres Bangka, AKBP Asep Ahdiatna kepada wartawan di TKP mengatakan pihaknya saat ini masih terus melakukan penyidikan atas peristiwa yang menewaskan Jansen.
Dikatakan Kapolsek setelah menyelamatkan korban yang selamat pihaknya baru mengindentifikasi korban yang tewas lantaran sejak awal warga sekitar takut kalau kabel listrik masih mengandung aliran listrik.
"Pertama kita evakuasi korban yang selamat dan membawa ke rumah sakit. Yang berikutnya kita mengidentifikasi korban yang ditemukan tewas. warga tadi tidak dapat berbuat banyak karena takut ada aliran listrik yang menyambar sehingga saat itu warga langsung menghubungi pihak kepolisian," jelas Kapolsek.
Menurut Kapolsek setelah ini pihaknya akan melakukan koordinasi dengan PT Timah terkait keberadaan kabel yang dinilai sangat berbahaya dengan posisi telanjang dan tergantung tidak beraturan di jalanan. Pihaknya akan meminta agar PT Timah menanta ulang kembali kabel - kabel listrik tersebut.
"Kita juga akan berkoordinasi dengan PT Timah mengenai keberadaan kabel yang berbahaya yang masih banyak berada di dekat sini," jelas Kapolsek. (cr05)

Bukit Mak Jungkong Dijarah

ShareRIAUSILIP - Pihak Desa Deniang Kecamatan Riau Silip menghentikan aktifitas yang dilakukan kelompok masyarakat yang mengambil batu di daerah Bukit Batu Mak Jungkong Dusun Air Antu Desa Deniang.
Dilarangnya pengambilan batu ini karena merupakan area yang dijaga sebagai tempat wisata dan tempat sembahyang masyarakat Tiong Hoa.
Kepala Desa Deniang, Ferdy H Karindra kepada Radsul Sabtu (29/10) via ponselnya mengatakan aktifitas pengambilan batu di Bukit Batu Mak Jungkong sebenarnya memang tidak diperbolehkan namun para pemecah batu yang kebanyakan orang luar Bangka ini, tetap melakukan pengambilan batu yang sudah mencapai sekitar 20 rit truk.
"Batu Bukit Batu Mak Jungkong diambil orang yang sudah beraktifitas sekitar satu minggu. Pekerja berjumlah sepuluh orang ini rata-rata dari luar Bangka di antaranya dari Semarang," ungkap Ferdy.
Dikatakannya pihak desa melarang pengambilan batu didaerah tersebut karena selain untuk kepentingan pedari penertiban yang dilakukan akan ditinjau kembali pada hari Senin (hari ini-red) 31 Oktober 2011.
"Kami larang untuk tidak dipecah dan dibawa keluar. Senin sudah harus bersih, daerah itu kami amankan demi kepentingan pertahanan TNI dan pariwisata serta tempat ibadah orang cina," pungkasnya. (trh)

Yusron yang Besar, Yusroni yang Kecil

ShareSUNGAILIAT - Pasangan Yusron Ihza Mahendra dan Yusroni Yazid akan segera mendeklarasikan ke masyarakat dalam waktu dekat perihal rencana mereka turut di ring politik 2012 nanti.
"Untuk deklarasi akan kita lakukan dalam waktu secepatnya, kalau tidak bulan ini bulan depan nanti," ungkap Yusroni Yazid yang akan menjadi wakil Yusron kepada sejumlah wartawan di Sungailiat (30/10).
Dikatakan Yusroni saat ini sedang menunggu surat keputusan yang akan dikeluarkan oleh DPP PPP pusat untuk pasangan yang akan maju pada Pilgub dan Wagup tahun 2012 mendatang. Sementara persiapan lainnya yang seang dilakukan adalah melakukan sosialisai di sejumlah daerah di Bangka Belitung mengenai keberadaan calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diusung PPP ini.
Saat disinggung mengenai strategi yang akan digunakan untuk mensukseskan langkah mereka, Yusroni menjelaskan akan menggunakan strategi yang  sederhana saja dengan tidak membedakan dua pulau besar Bangka dan Belitung, tapi kapasitas seorang Yusron Ihza yang berlatar belakang pendidikann S3 dari Jepang, dan memiliki aset sebagai orang Hubungan Internasional, tidak hanya kancah nasional juga  internasional, disepakati bahwa nantinya hal-hal yang berifat makro ke Yusron tapi hal-hal yang berifat mikro diserahkan kepada Yusroni sebagai wakil.
"Sudah dealnya, kita ingin memerintah provinsi ini dengan kebersamaan azas kesetaraan  pemabagian tugas dan kewenangan dengan porsi masing-masing yang proporsional.  Katakan beliau (Yusron-red) menangani hal yang bersifat makro tapi hal-hal yang bersifat mikro dengan penglaman saya selama menjadi Bupati akan diserahkan kepada saya," jelasnya.
Saat ditanya sikap PPP yang agak terlambat sehingga terkesan ragu dalam mengumumkan pasangannya untuk Pilgub dan Wagub mendatang ia mengatakan sebenarnya bukannya ragu, tapi ada mekanisme untuk dilakukan penjaringan yang  bukan dalam penjaringan terbuka tetapi tertutup kepada beberapa kandidat yang ada  termasuk terhadap incumbent, Yusron Ihza Mahendra dan juga  Darmansyah.
"Sebenarnya bukan ragu tapi ada mekanisme untuk dilakukan penjaringan yang bukan dalam penjaringan terbuka tapi tertutup kepada beberapa kandidat termasuk incumbent, Pak Yusron dan juga Darmansyah. Tapi, akhirnya kita memutuskan Pak Yusron yang terbaik," tukasnya.(trh)

Hitung-hitungan Yusron-Yusroni Dianggap Tepat

ShareSUNGAILIAT - Pasangan calon Gubernur dan Wagub Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) 2012, Yursron Ihza Mahendra dan Yusroni Yazid, dari hitung-hitungan politik dianggap mendapat dukungan penuh dari masyarakat.
Itu disampaikan Sekretaris Pilkada Babel tahun 2012, dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Amrie Cahyadi.
"Setelah melakukan hitung-hitungan politik maka PPP yakin pasangan Yusron-Yusroni akan didukung oleh masyarakat," katanya yakin.
Karena menurut dia, PPP sendiri menangkap  adanya keresahan dari masyarakat saat ini, terutama terkait dengan masalah pembangunan di daerah, yang terlihat tidak pesat menurut dia.
Makanya kata Amrie, dengan adanya keinginan dari masyarakat tersebut mereka akan mendukung adanya pasangan calon gubernur yang baru, yang dapat membawa perubahan.
"Dan PPP melihat itu sebagai stategi politik, maka kita PPP akan berpasangan dengan PBB, dengan memajukan mereka. Dalam waktu dekat akan kita sampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat," terangnya.
Tambah Amrie, PPP yakin dengan manajemen ilmu dan pengalaman yang  dimiliki Yusron, akan membawa perubahan yang besar untuk provinsi.
"Kita berharap dengan pengalamannya dengan dunia luar bisa membangun Babel lewat bantuan investor luar negeri dan tidak hanya mengandalkan dana APBD atau bantuan dari pusat   saja," tandas Amrie. (j0i)

Supra X 125 Helm In Jelajahi Bangka

ShareHonda Supra X 125 Helm In resmi diluncurkan. Motor keluaran terbaru dari Astra Honda Motor (AHM) tersebut siap memberikan pilihan baru masyarakat di Bangka Belitung.
Dengan mengambil lokasi launching di Taman Merdeka Pangkalpinang, malam Minggu (29/10) ratusan warga Pangkalpinang dan sekitarnya turut menjadi saksi motor yang didapuk sebagai motor full fungsi itu resmi diperkenalkan.
Launching di malam Minggu tersebut merupakan bagian dari kegiatan inti, yang dikemas dalam jelajah Honda Supra X 125 Helm In. Di mana beberapa jam sebelum launching, CV Asia Surya Perkasa (Main Dealer Honda Bangka Belitung) menggelar konvoi jelajah Bangka dengan menyertakan kalangan jurnalis di Babel.
Acara tersebut dimaksudkan sebagai ajang pembuktian kehandalan mesin, dan daya irit sepeda motor dengan kapasitas tangki sebesar 5,6 liter itu.
Dikatakan Marketing Manager CV ASP, Jumhar, peserta berkonvoi menjelajah beberapa daerah di Bangka. Dari Taman Merdeka, peserta menuju ke Sungailiat, lalu bergerak ke arah Belinyu, di Simpang Lumut belok kiri untuk selanjutnya menyuri jalan hingga tembus di Puding Gebak Kelapa. Dari situ peserta konvoi akan turun ke arah Pangkalpinang dan masuk ke Simpang Katis, kemudian ke Payung, Koba, dan selanjutnya finish di Taman Merdeka Pangkalpinang.
"Kita ingin membutikan bahwa dengan satu kali isi bensin, bisa dipakai untuk menempuh jarak keliling Bangka," kata Jumhar. Dengan kapasitas tangki sebesar 5,6 liter, menurut Jumhar jumlah tersebut dapat digunakan untuk menempuh jarak sejauh kurnag lebih 287 km. "Satu kali isi, pengguna tidak perlu lagi bolak-balik ke pom bensin," imbuhnya.
Setelah melakukan jelajah keliling Bangka, dengan waktu yang ditempuh tim kurang lebih 10 jam dengan jarak tidak kurang dari 300-an Km, ternyata Supra X 125 Helm In betul-betul membuktikan bahwa masih yang terbaik urusan irit bensin.
Buktinya, tim jelajah tidak pernah sekalipun mengisi bensin. Bahkan bensin yang berada di tanki pengisian pun masih bersisa.
Nah, sisa dari bensin inilah yang menjadi puncak acara yang sekaligus ternyata dilombakan kepada tim jelajah. Dengan jarak 300-an Km, motor ini hanya minum bensin tidak lebih dari 5 liter. (emp)

Penataan Kabupaten Masih Amburadul

ShareSUNGAILIAT - kondisi tata ruang yang ada di Kabupaten Bangka sampai saat ini masih abu abu.
Untuk ke depan DPRD Bangka yakin amburadulnya tata ruang itu dapat diperbaiki pemda, asalkan, dengan catatan, antara pemda dan wakil rakyat dapat bekerjasama, yang juga didukung sumber daya manusinya yang handal.
Menurut anggota DPRD Bangka, Agung Setiawan, Minggu (30/10) yang terpenting adalah bagaimana saat akan menyusun tentang RT/RW harus saling membantu. "Ke depan untuk lebih baik, walau sampai saat ini kita liat kondisi yang ada di Kabupaten Bangka masih adanya tumpang tindih," jelasnya.
Maka masalah tumpang tindih itu pula yang bakal menjadi masalah saat pembahasan strategis tata ruang dan tata wilayah.
"Namun jika bersama-sama untuk saling bahu-membahu untuk mengatasi permasalahan ini, kita yakin dapat diatasi," harapnya.
Contoh, kata Agung, seperti halnya di Bogor begitu rapi dan telitinya mereka dalam menempatkan tata ruang daerah.
Nah, kata dia, tidak ada salahnya perlu mencontoh Kota Bogor,  bagaimana mereka dapat menempatan tata ruang daera dengan baik.
"Misalnya, ada peruntukkan pabrik di tengah kota seperti halnya pabrik ban Goodyear, mereka dapat mengatasi hingga peruntukkan itu tidak jadi masalah dan bisa berjalan sampai sekarang, dengan menerapkan aturan yang baik untuk mengatur masalah polusi atau limbah," kata Agung.
Sementara Bangka sendiri, peruntukkan itu, masih amburadul. Ada smelter di tengah pemukiman penduduk contohnya, maka hal seperti itu ke depan harus dipikirkan.
"Misalya dengan cepat membuat aturan agar izin dibatasi, apalagi kita sebagai daerah tujuan wisata, kok ada industri dekat lokasi wisata, jadi peruntukkannya amburadul banget," sindirnya.
Dia berharap pihak terkait seperti Bapeda dan DPU, mulai sekarang untuk mulai mamanejerial membuat tata ruang dengan sebaik baiknya, sesuai dengan lokasi dalam penempatan suatu pembagunan dalam peruntukannya, jangan sampai tumpang tindih seperti yang terjadi sekarang.
"Dan saya yakin jika kepala daerah punya kemauan untuk bersama-sama menunjang program riil dari pembangunan yang ada, saya sendiri yakin dan percaya dengan sumber daya manusia  yang handal, yang memiliki manajemen ilmu yang tepat semua ini dapat kita atasi," harapnya.
Jika semua aturannya jelas ada hukum yang juga jelas, maka dia pun yakin investor akan berdatangan ke daerah. (j0i)

Karena Motor, Paha Cewek Robek

ShareRIAUSILIP - Kecelakaan lalu lintas tunggal kembali terjadi di wilayah hukum Kepolisian Sektor (Polsek) Riau Silip pada sebuah tikungan tajam Desa Silip, Jumat (28/10), namun kali ini laka tunggal yang terjadi tidak sampai menimbulkan korban jiwa.
Informasi yang  berhasil dihimpun  oleh Radsul, laka tunggal ini terjadi sekitar pukul 13.15 WIB di tikungan tajam Desa Silip Kecamatan Riau Silip.
Dalam kejadian ini seorang warga bernama Tari  (19 tahun) warga Tiang Pulut Desa Cit dan Lina Herdiana, (23 tahun) warga Desa Cit terpeleset dan terjatuh dari motor yang ditumpanginya.
Sepeda motor Supra X warna Hitam Merah dengan nomor Polisi BN 8363 JF, yang dikendarainya dalam kondisi cuaca sedang hujan deras.
Kedua korban bertolak dari rumah saudaranya yang ada di Dusun Tiang Pulut untuk menuju Muntok Kabupaten Bangka Barat, namun sesampai di tikungan tajam Desa Silip kendaraan mereka  tiba-tiba mengalami slip dan membuat sepeda motor yang ditumpangi korban terpeleset dan terjatuh.
Atas peristiwa kecelakaan ini  korban Tari mengalami luka robek di bagian paha kanan, sedangkan di bagian paha sebelah kiri korban mengalami luka yang cukup serius akibat tertancap kayu sehingga tembus, sedangkan untuk korban Lina mengalami sesak nafas pasca kejadian ini.
Beberapa Saat usai kejadian kedua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungailiat untuk menjalani pengobatan. Sementara itu untuk sepeda motor milik korban telah diamankan di Mapolsek Riau silip. Kapolsek Riau Silip Iptu Jumbo seizin Kapolres Bangka membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Benar, di wilayah kami Jumat siang telah terjadi laka tunggal," tegasnya.
Sementara itu Kasat Lantas Polres Bangka Ajun Komisaris Polisi(AKP) Herry Purwanto SIK selaku saat dikomfirmasi oleh Radsul terkait laka lantas ini mengatakan untuk kasus tersebut telah ditangani oleh pihak Sat Lantas Polres Bangka. (trh)

BNK Bangka Bentuk Relawan Anti Narkoba

ShareSUNGAILIAT - Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Bangka menggelar Diklat Alam Relawan Anti Narkoba.
Wakil Bupati Bangka H Nurhidayat Rani, Sabtu (29/10) pukul 09.00 wib di Tanjung Pesona membuka secara resmi pendidikan dan pelatihan (Diklat) alam terbuka relawan anti Narkoba untuk siswa SMU dan Kecamatan se-Kabupaten Bangka.   Wabup dalam sambutannya mengatakan, penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dilakukan secara menyeluruh yang melibatkan multi disipliner, multi sektoral, dan perlu mengikutsertakan masyarakat secara aktif, berkesinambungan dan konsisten.
“Remaja adalah target utama dalam penyalahgunaan Narkoba padahal remaja adalah generasi muda dan asset berharga untuk keberlangsungan sebuah Negara. Untuk itulah, para remaja harus memiliki prestasi yang cemerlang, kecerdasan dalam pergaulan, pendidikan, dan ahlak yang mulia yang merupakan harapan kita semua terhadap generasi muda di kabupaten Bangka,” ungkap Wabup Bangka.
Lebih lanjut, H Nurhidayat Rani mengharapkan, dengan kegiatan ini dapat mencetak relawan-relawan anti Narkoba yang bersinergi untuk memberantas penyalahgunaan Narkoba serta dapat menyampaikan pemahaman tentang bahaya dan dampak penyalahgunaan Narkoba yang didapat dari Diklat ini kepada remaja-remaja lainnya sehingga para remaja mengetahui resiko yang akan ditanggung akibat Narkoba.
“Para remaja berpikirlah postif, isi hari-hari dengan kegiatan positif. Masa depan masih panjang, jangan biarkan waktu terbuang percuma dengan hal-hal negative. Mari bersama-sama kita perangi Narkoba agar bumi Sepintu Sedulang yang kita cintai ini bersih dari Narkoba,” harapnya.
Kegiatan yang dilaksanakan di areal outbond Pantai Tanjung Pesona Sungailiat  sabtu (29/10) dihadiri oleh para kepala  dinas, kantor, dan bagian lingkungan Setda Bangka, Kapolres Bangka yang diwakili Kompol H Muzakkir Akil SH, dan para tamu undangan lainnya.
Pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bangka dan Kompol Muzakkir Akil melakukan penyematan Pin dan Id Card peserta Diklat secara simbolis.
Sementara itu, Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Bangka, Drs A Safran Hoyor dalam laporannya mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk relawan anti Narkoba sekolah dan kecamatan sebagai duta Narkoba di sekolah dan kecamatan masing-masing, memberikan wadah kreatif yang positif bagi siswa di sekolah, sebagai perwujudan sekolah yang bebas narkoba, dan sebagai wadah dan sarana sosialisasi dan komunikasi peserta untuk menyadari bahaya Narkoba.
“Kegiatan ini berlangsung selama 3 hari sejak tanggal 29 s/d 31 Oktober 2011 dengan jumlah peserta 66 orang dari pelajar SMU dan RABA kecamatan se-kabupaten Bangka,” kata Drs Safran Hoyor.
Lebih lanjut, Safran Hoyor mengatakan, metode penyampaian materi disajikan dalam bentuk ceramah/diskusi dan tanya jawab yang disampaikan para narasumber dari Polres Bangka, BKPRMI Bangka, dan staf BNK, serta instruktur kegiatan. Kegiatan ini juga diharapkan sebagai bekal bagi para peserta yang dianggap duta di sekolah dan kecamatan untuk pencegahan diri terutama di lingkungan sekolah dan kecamatan masing-masing.
“Semoga saja kepedulian kita untuk membentengi diri, keluarga, anak didik, dan keluarga akan bahaya Narkoba menjadi amal ibadah dalam menyelamatkan generasi muda sebagai penerus cita-cita bangsa,” harap dia. (cr05)

Bangka Gagal, Payung Sabet Juara

ShareLomba cerdas cermat bela Negara yang digelar Korem 045/Garuda Jaya Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, telah berakhir.
Lomba yang digelar sejak Jumat (28/10) hingga Sabtu (29/10) bertempat di Gedung Pertemuan Komando Distrik  Militer (Kodim) 0413 Bangka.
Kegiatan tersebut diikuti oleh pelajar SMU sederajat se Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Kegiatan ini adalah merupakan bagian dari pelaksanaan program rutin hari-hari besar atau hari nasional Kementerian Pertahanan Negara Republik Indonesia, yang dilaksanakan di daerah atau wilayah.
Babak semifinal lomba cerdas cermat bela Negara pun dilakukan, sayang, perwakilan Kabupaten Bangka belum berhasil tembus sebagai juara yang artinya gagal membawa pulang bonus berupa uang pembinaan plus tropi dari Korem 045/Garuda Jaya Bangka Belitung.
Juara harapan satu untuk lomba cerdas cermat bela Negara kali ini, adalah SMA Santo Yosep Pangkalpinang, dengan skro nilai  250, juara ke 3 dari SMA Negeri I Koba dengan skor nilai 515, juara ke-2 dari SMA Negeri 4 Pangkalpinang dengan skor nilai 1000 dan peringkat pertama berhasil diraih oleh peserta dari SMA Negeri I Payung Bangka Selatan 1125.
Sementara itu, seusai memberikan ucapan selamat kepada para juara, Letkol Inf Gigih Nugroho kepada sejumlah wartawan mengatakan, bahwa kegiatan ini adalah merupakan agenda rutin dari Kemenhanas tiap tahunnya, dan  lomba cerdas cermat baru pertama kali dilaksanakan oleh Korem.
Menurutnya dalam kegiatan kali ini memang masih banyak kendal, butuh peningkatan. "Saya menilai untuk nilai kekompakan dari para peserta satu dengan yang lain meski dalam sebuah ajang kompetisi. Kami berharap agar melalui cerdas cermat ini dapat meningkatkan semangat para pemuda harus mulai ditumbuhkan kembali," pintanya.
Sementara itu sebagai peserta pemenang lomba  perwakilan SMA Negeri I Payung Bangka Selatan, saat ditemui Radsul mengaku tidak menyangka keluar sebagai pemenang.
"Kami senang dan tidak menyangka, karena persiapan kami hingga sampai ke meja lomba ini, adalah persiapan dadakan. Kalau ditanya soal yang diujikan pada lomba kali ini, memang agak sulit, tapi kami tetap ingin lagi tahun depan. Bagi kami makna Sumpah pemuda dan bulan bahasa ke-82 tahun ini adalah  untuk mempersatukan putra-putri bangsa,' tutur para siswa peserta didampingi sang guru. (cr04)

Program "Nek Namu" Butuh Dukungan

ShareMENDOBARAT - Demi terus menciptakan suasana Kamtibnas di Kecamatan Mendobarat yang aman, tertib dan nyaman, hingga kini berbagai usaha terus dilakukan oleh aparat hukum  Kecamatan Mendobarat.
Yang salah satunya adalah dilakukan oleh  Mapolsek Kecamatan Mendobarat dengan melakukan giat rutin yang dilaksanakan setiap hari Jumat. Kegiatan giat rutin ini biasanya diisi dengan penyampaian pesan-pesan kamtibnas  seperti miras, knalpot racing, pendataan pendatang, kenakalan remaja dan izin keramaian yang hanya boleh sampai jam 17.00 WIB kecuali ada giat keagamaan atau budaya masyarakat lainnya.
Giat ini bertujuan untuk meningkatkan kemitraan dengan masyarakat dan mendukung Program Polda Babel dalam program kerja  Polda Bangka Belitung yang dinamakan “Nek Namu".
Giat ini biasanya dilakukan di seluruh Desa yang ada di Kecamatan Mendobarat atau secara bergiliran setiap minggunya di masjid-masjid Desa.
Giat ini dilaksanakan setelah selesai melaksanakan sholat Jumat dan juga biasanya pada waktu-waktu tertentu atau semisalnya ada kegiatan “Nujuh" orang meninggal, maka akan diiringi dengan nganggung di masjid oleh masyarakat setempat.
"Kami sebagai aparat keamananan di wilayah Hukum Kecamatan Mendobarat ini, terus berusaha untuk menciptakan kondisi Mendobarat yang kondusif, karena itulah kemitraan antara Polisi dengan seluruh element masyarakat sangat penting untuk terus di bangun dan di pupuk," kata Kapolsek Kecamatan Mendobarat Ipda David Charli melalui pesan singkatnya. (cr04)

Jumat, 28 Oktober 2011

Balita Terlantar di Kamp TI

Share
foto: tri | radsul


RIAUSILIP - Tim terpadu pada hari Kamis (27/1o) kemarin mengadakan penertiban dan pendataan terhadap para pendatang yang berada di kamp-kamp penampungan sementara maupun yang tersebar pada beberapa bubung rumah di wilayah Desa Riau, Silip, Cit dan Mapur.
Tim terpadu yang dipimpin langsung oleh Camat Riau Silip, M Ansori Muslim sebelumnya berkumpul pada pukul 08.30 WIB di rumah Dinas Camat Riau Silip. 
Usai melakukan beriefing tim bergerak dengan dua mobil ditambah beberapa kendaraan roda dua menuju lokasi pertama pada daerah pertambangan di Aik Tangkup yang terletak dekat perbatasan Desa Riau dan Desa Silip. Lokasi tempat beraktifitasnya para penambang yang menggunakan Tambang Inkonvesional (TI) pada saat didatangi tim para pekerjanya langsung mematikan mesin dan menghentikan pekerjaannya. Sebagiannya ada juga yang lari karena ketakutan melihat kedatangan para petugas yang terdiri dari unsur Kecamatan Riau Silip, Koramil, Sat POl PP, Polsek Riau Silip dan aparat desa setempat.
Tim terpadu yang turun ke lokasi ini langsung menginstruksikan para penambang yang merupakan pendatang untuk berkumpul di kamp tempat mereka tinggal. 
Ternyata, dari kejauhan sudah terlihat kumpulan kamp penampungan berwarna biru yang terbuat dari terpal plastik. Setelah didekati ternyata di sinilah para pekerja itu menginap bersama para keluarganya. 
Ada 15 kamp tenda yang dinding dan atapnya mayoritas terbuat dari terpal warna biru tempat menginap para pekerja beserta anak dan istrinya. 
Mirip sebuah perkampungan kecil semuanya tinggal dengan kondisi seadanya baru selama satu minggu. 
Setelah didatangi petugas dan ditanyakan identitasnya banyak diantara mereka yang tidak memiliki KTP ataupun identitas lainnya dengan alasan tertinggal dan hilang. Setelah ditanya lagi oleh para petugas mereka juga mengaku menambang di situ setelah pindah dari Desa Bintet, Kecamatan Belinyu karena di sana (Bintet, red) tidak menghasilkan lagi untuk penambangan timahnya.
"Kami pindahan dari Bintet Pak asal kami selapan (Sumsel, red). Pindah ke sini karena di sana tidak menghasilkan lagi," ujar salah satu penambang.
Mereka juga mengaku tidak ada yang dianggap sebagai pemimpin di antara mereka sebab mereka semua merasa sama-sama datang dan berusaha, hanya saja yang membawa mereka ke sini adalah yang memberitahukan lahan bernama Ronal atau Beben. 
Camat Riau Silip, M. Ansori Muslim kepada para penambang mengingatkan mereka untuk menghentikan operasinya besok (hari ini) dulu sebelum ada izin dari pihak terkait. Selain itu  penanggung jawab dari para pekerja dan pendatang ini diminta untuk melaporkan ke pihak Kecamatan dan memproses perizinan.
Mirisnya, dari pantauan Radsul dipondok-pondok kamp penampungan ini banyak sekali para wanita dan anak-anak yang masih kecil. Dengan lingkungan hidup yang rentan dengan penyakit apalagi ada juga balita. Selain itu banyak juga anak-anak yang usianya masih sekolah tidak lagi mengenyam pendidikan karena mengikuti orang tuanya yang berpindah-pindah tempat bekerja di penambangan. (trh)




Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More