This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Berita Bangka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Berita Bangka. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 18 Juni 2011

Tolong Tindak Tegas Kapal Trawl

Share

SUNGAILIAT - Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kabupaten Bangka, Ratno Daeng meminta kepada pihak Kepolisian dan pihak Angkatan Laut (AL) setempat melakukan tindakan tegas terhadap aktivitas kapal trawl yang melakukan penangkapan ikan di perairan laut Bangka.
"Dari informasi yang saya dapat dari nelayan, bahwa masih terdapat sekitar lebih 10 unit kapal trawl melakukan penangkapan ikan ilegal di perairan laut Bangka," katanya di Sungailiat, Jumat (17/6).
Ia mengatakan, tindakan tegas yang dilakukan oleh pihak aparat penengak hukum merupakan bentuk penyelematan kelestarian ekosistem kawasan laut yang memiliki kekayaan hayati bagi kesejahteraan masyarakat.
"Selain merusak kelestarian ekosistem laut seperti terumbuk karang dan berbagai spesies laut lainnya, kegiatan kapal trawl juga tidak termasuk jenis alat tangkap nelayan yang disahkan undang-undang," jelasnya.
Menurutnya, kerugian akibat kapal trawl tidak hanya sementara karena hasil tangkapan nelayan berkurang, melainkan kerusakan alam laut yang cukup lama. Untuk memulihkan terumbuk karang sebagai tempat bermain ikan memakan waktu cukup lama sampai puluhan tahun.
"Saya memberikan apresiasi terhadap keberhasilan terpadu yang sebelumnya berhasil menangkap satu unit kapal trawl yang diduga berasal dari nelayan Kepulauan Riau," katanya.
     Menanggapi terbentukanya Polair di Polres Bangka, Ratno kembali menyambut baik dengan harapan terbentuknya Polair di Polres Bangka akan mempermudah memberikan pelayanan dan berkoordinasi.

"Saya mengharapkan, keberadaan Polair di Polres Bangka tidak hanya melengkapi struktur organisasi di kesatuannya, melainkan dapat menciptakan suasana aman dan konduksif di perairan laut Bangka dengan tetap meningkatkan koordinasi dengan semua pemangku kepentingan," jelasnya.
Nelayan Sungailiat dan Bangka umumnya, kata dia tetap menudung program pemerintah maupun kepolisian guna kepentingan bersama serta selalu siap memberikan informasi yang dibutuhkan.
"Menjaga kelestarian laut guna diwariskan kepada generasi mendatang adalah komitmen kita bersama," katanya.
Diberitakan sebelumnya,  Tim gabungan terpadu yang terdiri, Polairud, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang Kabupaten Bangka, dan Himpunan Pengusaha Ikan dan Nelayan Sungailait (HPINS) serta nelayan berhasil amankan satu unit kapal trawl berkapasitas 30 gross ton (GT) di perairan laut Bangka, pada hari Minggu (12/6), atau berjarak 18 mil dari bibir pantai tepatnya koordinat 16.
Penangkapan terhadap kapal penangkapan ikan ilegal, menurut Ketua HNSI Cabang Kabupaten Bangka, Ratno D Mappywali, di Sungailiat, Minggu, bermula dari upaya kerjasama penyelamatan hasil perikanan tangkap di perairan laut setempat.
"Kronologi berawal pengaduan nelayan Sungailiat yang terganggu dan merasa dirugikan terhadap aktivitas penangkapan kapal ilegal yang berasal dari nelayan Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau," jelasnya.
     Setelah melakukan penyelusuran di perairan tim gabungan tepat pukul 02.00 WIB dini hari berhasil menangkap kapal trawl kapasitas 30 GT yang dinahkodai Sukatman bersama dengan lima orang Anak Buah Kapal (ABK).

"Saat ini kapal dan sejumlah barang bukti diamankan di Dirpolairud Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang," katanya. (cr03)

Atlet Renang Bangka Kuasai O2SN

ShareSUNGAILIAT - Atlet renang putri asal Kabupaten Bangka, atas nama Patricia meraih juara umum untuk semua jenis cabang renang dalam Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2011, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, tingkat SMP di kolam renang Loka Tirta, Sungailiat, Jumat (17/6).
Gaya kupu-kupu 50 meter, Patricia berada terdepan dengan kecepatan waktu 36,09 detik, disusul urutan kedua Egida Safitri asal Belitung dengan kecepatan waktu 36.24 detik, dan diurutan ketiga Okta Gustari asal Pangkalpinang dengan kecepatan waktu 47,76 detik.
Sedangkan untuk 50 meter gaya punggung , Patricia kembali berada di posisi depan dengan kecepatan waktu 39,19 detik, kemudian disusul Egidia Safitri asal Kabupaten Belitung dengan kecepatan waktu 41.77 detik dan di posisi ketiga, atlet asal Pangkalpinang atas nama Okta Gustari dengan kecepatan waktu 49.38 detik.
Kemudian 50 meter gaya dada, Patricia kembali menunjukan kemampuannya dengan kecepatan waktu 41,52 detik, di urutan kedua Egidia Safitri dari Belitung dengan kecepatan waktu 47,48 detik dan posisi terakhir Siti Rahayu dari Bangka Barat dengan kecepatan waktu 49,83 detik.
Pada gaya bebas 50 meter, Patricia mampu di posisi terdepan dengan kecepatan waktu 33,67 detik, Egidia Safitri dari Belitung dengan kecepatan waktu 34,06 detik dan Okta Gustari asal Kota Pangkalpinang berada di posisi ketiga dengan kecepatan waktu 44.22 detik.
Sementara untuk gaya kupu-kupu 50 meter putra, di posisi pertama ditempati atlet asal Kabupaten Bangka atas nama Mashuda dengan kecepatan waktu 34,43 detik, diurutan kedua Zulkarnain asal Bangka Tengah dengan kecepatan waktu 35.52 detik dan diurutan ketiga Noprian asal Belitung dengan kecepatan waktu 37.97 detik.
Sedangkan 50 meter gaya punggung, Zulkarnain atlet asal Bangka Tengah berada terdepan dengan kecepatan waktu 38.20 detik, diposisi kedua Mashuda dari Kabupaten Bangka dengan kecepatan waktu 40.38 detik dan Nabil Ikram Fauzan asal Kota Pangkalpinang berada diposisi ketiga dengan kecepatan waktu 41.59 detik.
Gaya dada 50 meter, Zulkarnain asal Bangka Tengah berada terdepan dengan kecepatan 38.54 detik, urutan kedua Noprian asal Belitung dengan kecepatan waktu 44.16 detik dan ketiga atlet asal Kabupaten Bangka, Mashuda dengan kecepatan 45.64 detik.
Terakhir untuk gaya bebas 50 meter, Zulkarnain kembali berada pada posisi pertama dengan kecepatan waktu 32,69 detik, disusul atlet Mashuda dengan kecepatan waktu 32,99 detik serta diurutan ketiga Nabil Ikram Fauzan asal Kota Pangkalpinang dengan kecepatan waktu 33.83 detik.
Dalam ajang perlombaan ini, atlet putri asal Belitung Timur, Kristy Monica mendapat diskualifikasi oleh tim juri karena salam melakukan gaya renang. (cr03)

Senin, 13 Juni 2011

Operasi di Belinyu Bocor Duluan?

Share

SUNGAILIAT - Operasi Penertiban oleh Tim Gabungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka dengan Pihak Polres Bangka di Kecamatan Belinyu Sabtu (11/6) terindikasi sudah bocor duluan, kendati pun begitu tim berhasil mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) yang disembunyikan di dalam hutan kecil tidak jauh dari lokasi sebuah cafe yang ditertibkan.
Timgab yang terdiri dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, Dinas Pariwisata, Kantor Kesbangpollinmas, Satuan Polisi Pamong Praja, pihak Kecamatan Belinyu, Polres Bangka serta Polsek Belinyu dari pantauan Radsul di lapangan mulai bergerak sekitar Pukul 16.00 WIB, mereka langsung menuju lokasi cafe yang ada di seputaran Tambang 19 Belinyu.
Di lokasi pusat penambangan timah tersebut ada 3 cafe ilegal yang menjadi target yang selama ini dikeluhkan masyarakat sebagai tempat beredarnya minuman beralkohol. Tim langsung menuju ke cafe Erni, di situ petugas menemukan beberapa tamu yang lagi asik menikmati minuman keras ditemani oleh pelayan, petugas hanya memutar saja tanpa melakukan pemeriksaan, selanjutnya tim langsung menuju cafe Mail yang dikelola oleh Ade. Saat dilakukan pemeriksaan di cafe ini petugas tidak menemukan sedikit pun minuman yang beralkohol, tapi di situ petugas menemukan ada 11 pelayan wanita yang berasal dari Jawa Barat.
Pengelola sendiri tidak mengaku kalau di di situs mereka berjualan minuman beralkohol, tapi anggota timgab tidak mau percaya begitu saja, dan mereka memasang kejeliannya mencuragai adanya aktifitas minuman beralkohol di cafe milik Mail itu. Nah, akhirnya ditemukan 23 krat minuman beralkohol jenis bir yang disembunyikan di hutan kecil di seputaran lokasi tidak jauh dari lokasi cafe.
Petugas pun akhirnya menyita minuamn beralkohol tersebut karena pemilik tidak bisa menunjukkan perizinan yang sah yang berkaitan dengan aktifitas mereka lakukan. Tidak hanya itu para wanita pelayan pun semuanya didata.        Untuk di cafe Belinda petugas berhasil menyita 2 krat bir, selanjutnya petugas kembali ke lokasi awal, yaitu cafe Erni untuk melakukan pemeriksaan, sayangnya petugas hanya berhasil menyita 5 botol bir saja.
Setelah itu, kegiatan operasi dilanjutkan lagi pada malam harinya ke lokasi penginapan yang ada di Kecamatan Belinyu yang selama ini dikeluhkan masyarakat, yang kabarnya sering digunakan untuk tempat maksiat.
Ah, sayangnya operasi yang dilakukan oleh tim tidak membuahkan hasil mendapatkan aktifitas yang selam ini dikeluhkan masyarakat. Sementara seorang warga Belinyu yang enggan disebut namanya menanggapi kegiatan yang dilakukan timgab dari Pemkab Bangka, kiranya tim dalam melakukan penertiban jangan seperti main asak-asak.
"Karena bukan kita tidak menghargai keberhasilan yang dilakukan tim dan bukan pula tidak menghargai susah payah yang telah dilakukan tim, namun kita berharap kiranya kegiatan opersi di daerah Kecamatan Belinyu dapat dilakukan lebih serius lagi," harapnya.
karena menurut dia, masih banyak objek lokasi yang belum dijamah oleh tim padahal lokasi-lokasi yang tak terjamah itulah, yang seharusnya menjadi target dari operasi.
"Maka ke depan kiranya kami berharap dapat dilakukan kegiatan operasi lagi, tidak perlu banyak petugasnya, cukup dengan tim kecil karena kalau sudah banyak begini ada saja mungkin yang punya kepentingan," sindirnya.
Sementara Kasi Bimas Pol PP Kabupaten Bangka, Fauzi yang memimpin operasi mengatakan, bersyukur karena penertiban yang mereka lakukan sesuai dengan surat tugas dari Tim Terpadu. "Kegiatan yang kita lakukan cukup maksimal," katanya.
Ditambahkan Fauzi kegiatan operasi kali ini merupakan permintaan dari masyarakat yang banyak melaporkan ke pihak Pemda Bangka, baik secara tulisan maupun lisan. "Dan nampaknya apa yang kita lakukan hari ini, tidak sia-sia karena di beberapa cafe atau warung remang-remang kita berhasil menyita ratusan botol miras. Dan setelah kita cek mereka tidak mengantongi izin," kata Fauzi.
Jika minuman itu disita oleh tim, tidak demikian dengan para wanita pekerja yang mereka dapatkan. Karena para pelayan tersebut ternyata punya identitas yang lengkap. "Cuma kita lakukan pendataan saja, untuk itu kita sarankan kepada pemilik usaha jangan sampai menjual minuman beralkohol tanpa izin, karena aktifitas tersebut melanggar aturan Perda milik Kabupaten Bangka, yaitu Perda Nomor 1 tahun 1999, tentang retribusi izin menjual minuman beralkohol," tegasnya lagi.
Lalu, bagaimana dengan isu operasi ternyata bocor duluan? Sehingga tim hanya menemukan satu wanita tanpa identitas yang bernama Sunarti (29) dari Bangka Selatan? kata Fauzi, memang bisa saja terindikasi ada kebocoran informasi dari dalam. Karena katanya sebelum mereka melakukan penertiban sebelumnya tim dari Pol PP sudah terlebih dahulu mengecek ke lokasi dan memang benar, keluhan masyarakat itu nyata seperti apa yang mereka lihat. 
"Tapi entah mengapa malam ini tidak kita temukan. Apa memang musimnya sudah berakhir apa memang mereka sudah tahu akan ada kegiatan operasi ini," sesalnya, sembari menambahkan, tim sendiri telah menghentikan aktifitas cafe ilegal tersebut. Dan pengelola akan dipanggil. "Sementara untuk Sunarti yang tidak memiliki identitas akan diserahkan ke pihak kecamatan untuk dilakukan pembinaan," tegasnya. (mg08)

Kapal Trawl Riau Diamankan

ShareSUNGAILIAT - Tim gabungan terpadu yang terdiri, Polairud, Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang Kabupaten Bangka, dan Himpunan Pengusaha Ikan dan Nelayan Sungailait (HPINS) serta nelayan berhasil amankan satu unit kapal trawl berkapasitas 30 gross ton (GT) di perairan laut Bangka, pada hari Minggu (12/6), atau berjarak 18 mil dari bibir pantai tepatnya koordinat 16.
Penangkapan terhadap kapal penangkapan ikan ilegal, menurut Ketua HNSI Cabang Kabupaten Bangka, Ratno D Mappywali, di Sungailiat, Minggu, bermula dari upaya kerjasama penyelamatan hasil perikanan tangkap di perairan laut setempat.
"Kronologi berawal pengaduan nelayan Sungailiat yang terganggu dan merasa dirugikan terhadap aktivitas penangkapan kapal ilegal yang berasal dari nelayan Tanjung Pinang, Provinsi Kepulauan Riau," jelasnya.
     Setelah melakukan penyelusuran di perairan tim gabungan tepat pukul 02.00 WIB dini hari berhasil menangkap kapal trawl kapasitas 30 GT yang dinahkodai Sukatman bersama dengan lima orang Anak Buah Kapal (ABK).

"Saat ini kapal dan sejumlah barang bukti diamankan di Dirpolairud Pangkal Balam, Kota Pangkalpinang," katanya.
    Ia mengatakan, operasi terpadu hendaknya harus ditingkatkan mengingat masih terdapat belasan kapal trawl lainnya yang belum berhasil ditangkap karena berhasil melarikan diri.
    "Dalam ketentuan dan perundang-undangan yang berlaku, jenis alat tangkap trawl merupakan jenis alat tangkap yang dilarang dan merupakan kegiatan kejahatan perikanan tangkap," katanya.

Dari pengakuan nahkoda kapal kata Ratno,kegiatan penangkapan kapal trawl tersebut sudah berjalan selama lima hari dan direncanakan sampai memakan waktu lebih lama.
"Akitivitas kapal trawl selain melanggar undang-undang karena jenis alat tangkap yang dipergunakan merusak ekosistem laut tentunya pula sangat merugikan kapan nelayan tradisional," jelasnya.
Dia berharap, kegiatan tim seperti ini dilakukan secara kontinyu serta pelaku pelanggaran dihukum sesuai dengan pelanggarannya.
"Kerjasama antara lembaga penegak hukum. organisasi masyarakat/nelayan serta lembaga lainnya sangat dibutuhkan untuk mewujudkan pembangunan daerah terutama sektor perikanan tangkap," jelasnya. (cr03)

PSSI Bangka Minta Kongres PSSI Lancar

Share

SUNGAILIAT - Ketua PSSI Kabupaten Bangka, Tarmizi H Saat menyatakan kogres PSSI yang digelar di Solo, Jawa Tengah, pada akhir Juni 2011 harus berjalan lancar karena menyangkut pencitraan nama bangsa dihadapan dunia lain.
"Komisi Normalisasi (KN) yang diketuai Agum Gumelar sekaligus  sebagai panitia penyelenggara dituntut dapat menggelar jalannya Kongres dengan tertib dan lancar, jangan sampai gagal lagi," katanya di Sungailiat, Sabtu.
Dirinya menyatakan heran dengan masyarakat di Indonesia, dimana memiliki banyak orang pintar tetapi mengurusi PSSI tetap saja tidak bisa.
     "Bagi pihak - pihak yang tidak disetujui oleh badan organisasi sepakbola dunia atau FIFA hendaknya harus berbesar hati dan jangan memaksakan diri mencalonkan sebangai ketua," ujarnya tanpa menyebutkan pihak yang dimaksudkan.
Karena kata Tarmizi, waktu untuk mencalonkan diri masih sangat panjang dan bukan hanya saat Kongres itu saja.
     "Masyarakat nantinya dapat menilai sendiri, masa kepemimpinan terpilih nantinya seperti apa dan kemampuannya dalam memajukan sepakbola Nasional," katanya.
     Mengingat Kongres di Solo merupakan puncak Kongres yang diberikan kepada FIFA, hendaknya harus berjalan lancar tanpa ada keributan lantaran hanya memaksa untuk kepentingan pribadi datu kelompoknya saja.
     "Demi kepentingan bangsa dana negara, haruslah menghilangkan ego masing-masing, tangani sepakbola Indonesia dengan penuh kebersamaan dalam misi dan visi yang sama," katanya.
     Tarmizi meminta kepada pengurus PSSI agar memperhatikan anak-anak yang berlatih untuk Sea Games, pra pila dunia mendatang, jangan sampai semangat mereka untuk nama baik bangsa harus punah gara-gara pupus oleh kepentingan-kepentingan pribadi.
"Carut marutnya sepakbola Nasional tidak hanya berdampak pada tingkat masyarakat di perkotaan, namun bahkan sampai pada tingkat masyarakat dusun," katanya.(cr03)

Agung: DPRD Masih Eksis, kok!

ShareSUNGAILIAT - Anggota DPRD Kabupaten Bangka sampai detik ini sudah bekerja dengan maksimal. Setidaknya hal itu diakui oleh salah satu anggota DPRD Bangka, Ir Agung Setiawan. 
Karena menurut dia apa yang telah dilakukan oleh para anggota dewan di lembaga tersebut telah sesuai dengan fungsi dari keanggotaan itu sendiri, di mana mereka punya 3 fungsi, legislatif, pengawasan dan bugdeting.
"Antara lain yang berkaitan dengan anggaran atau bugdetin, berhubungan dengan pengawasan atau kontroling ke lapangan dan legislasi. Dan saat ini masalah legislasi ini yang menjadi sumber masalah kita dalam pembahasan antara eksekutid dan legislatif," keluh Agung.
Maka untuk itu kata dia lagi, perlu ada peningkatan hubungan antara kedua lembaga itu sehingga semuanya dapat berjalan dengan baik, hubungan antar kedua lembaga yang seharusnya berjalan dan manis yang nanti akan berujung tidak adanya ketimpangan dalam pengambilan keputusan.
    "Sementara kondisi yang ada pada anggota legislatif yang ada di Kabupaten Bangka sampai hari ini masih eksis, masih konsisten dan punya komitmen untuk membahas sesuai dengan fungsinya, seperti yang kita lihat selama ini," cuap Agung.

Nah, kata dia, kondisi semacam ini mudah-mudahan dapat dipertahankan sampai akhir masa jabatan ia dan rekan-rekannya di DPRD Bangka. Dan apa yang dilakukan oleh para wakil rakyat dapat mewakili keinginan masyarakat yang mereka wakili. "Apa yang apa kami perjuangkan di sini selama ini semua merupakan tuntutan dari masyarakat dan untuk kepentingan masyarakat itu sendiri," ucapnya lagi.
     Menyikapi adanya keluhan anggota dewan bahwa periode ini kurang giat bekerja dalam menghasilkan sebuah Peraturan Daerah demi untuk kepentingan masyarakat, menurut agung untuk Perda sendiri pembahasannya perlu ada kerjasama yang baik dari pihak pemerintah daerah. Dan dalam pengesahan Perda itu sendiri katanya tidak boleh begitu cepat dan gampang disahkan, karena Perda itu sendiri menyangkut investasi hak orang banyak maka untuk pembahasannya diperlukan waktu yang banyak yang mana, membutuhkan semua pihak untuk dimintai pandangannya.

"Jadi bukan DPRD yang ada sekarang ini tidak membuat Perda, tapi masih banyak masalah-masalah yang harus ditangani dan diselesaikan oleh para wakil rakyat di lembaga ini, kita harus yakin dan berusaha untuk berbuat ang terbaik untuk daerah kita ini," harap Agung.
Pada kesempatan itu juga dia mengharapkan kepada pimpinan dewan mulai sekarang untuk memulai memanaje dengan baik, semua aktifitas yang ada di dewan sehingga, lembaga legislatif yang ada di Kabupaten Bangka sebagai lembaga yang tertua dapat menjadi contoh kepada legislatif daerah lain yang lebih muda. "Jangan sampai ada anggota dewan yang ada di lemabaga ini tidak tunduk dengan aturan dan tata tertib yang mengikat dalam satu aturan yang telah disepakati bersama, yang ada di DPRD Kabupaten Bangka," tutup Agung. (mg08)

Sabtu, 04 Juni 2011

Buat Investor Nyaman di Bangka

ShareSUNGAILIAT - Persoalan mengenai investor yang bakal membantu mengembangkan Kabupaten Bangka khususnya Kota Sungailiat, pemkab seharusnya bijak dan mempermudah urusan dalam menerima investor masuk. Sehingga jangan sampai menimbulkan perosalan dikemudian hari, sebab jika sampai terjadi ada investor diusir dari Bangka dampaknya akan luas dan bisa merugikan daerah sendiri.
"Karena investor yang diusir tersebut, memiliki sebuah kelompok atau grup investor besar dan mereka akan menceritakan tentang kondisi yang terjadi di wilayah ini. Dengan begitu kelompok investor tersebut tipis untuk mengembangkan usaha diwilayah ini dan tidak mau datang kesini," itulah kata anggota DPRD Bangka, Ir Agung Setiawan.
Maka dari itu, dewan juga berharap kalau ada persoalan dengan investor sudah barang tentu diselesaikan dengan baik, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan, antara satu dengan yang lainnya. Menurut Agung Setiawan untuk itu tidak hanya pemerintah saja yang siap menerima investor, namun masyarakat juga siap menerima, karena dengan begitu tidak akan muncul persoalan-persoalan dengan masyarakat.
“Untuk itu mari kita sama-sama antara ekskutif, legislatif, masyarakatnya menyamakan langkah guna membangun kota ini agar ke depannya lebih baik lagi,” ujarnya.
Ditambahkan Agung di samping itu melihat kondisi di Bumi Sepintu Sedulang sebagai kota kecil yang akan dikembangkan menjadi kota lebih besar, pemerintah harusnya sudah mulai memikirkan pemekaran wilayah. Seperti misalnya direncankan pembangunan pasar modern dan kemudian pembangunan Terminal, seharusnya pengembangan ditempatkan di areal pinggiran kota.
Supaya daerah-daerah pinggiran juga bisa berkembang dengan baik dan nyambung dengan perkembangan kota. "Kalau semua pembangunan menumupuk di kota, kasihan daerah pinggiran terkesan tidak tersentuh pembangunan. Kalau semua terencana dengan baik dan matang, tentunya akan memudahkan pengaturan di kemudian hari,” tandasnya. (her/bbg)

Jumat, 03 Juni 2011

Tahun Ini Tak Ada Modal untuk UMKM

ShareSUNGAILIAT, Untuk Tahun 2011 ini Pemerintah Daerah Kabupaten tidak menyalurkan dana bantuan permodalan untuk program usaha mickro kecil kecil menengah (UMKM). Karena untuk tahun 2011 ini pemerintah daerah hanya memfokuskan program kerja untuk pelaksanaan monitoring dan evaluasi serta penagihan terhadap bantuan yang telah dikucurkan pada tahun-tahun sebelumnya, yang masih banyak menunggak hingga mencapai Rp 2 miliar. Menurut Kabid Usaha Micro Kecil dan Menengah Dinas perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Bangka Abdul Haris beberapa waktu lalu menyampaikan, sebelumnya Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka telah menyalurkan bantuan pinjaman sejak dari tahun 2005 yang dalam rangka untuk meningkatkan produktifitas hasil Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) bagi masyarakat. "Jadi karena masih banyak yang menunggak maka untuk tahun 2011 ini kita hanya memfokus untuk program melakukan evaluasi Kembali terhadap bantuan-bantuan yang telah dikucurkan untuk tahun sebelumnya, berapa yang telah dikucurkan dan berapa yang masih tertunggak dan sebagainya," jelasnya. Disamping itu juga dinask berusaha untuk mengusahakan agar bantuan yang telah dikucurkan tersebut dalam waktu dekat ini dapat dilunas oleh para masyarakat pengusaha UMKM yang meminjam dengan harapan tunggakan yang tertunggak dapat berkurang. Dijelaskan Abdul Haris Pemkab Bangka sejak dari tahun 2005 hingga tahun 2011 telah mengucurkan dana bantuan untuk program UMKM, ada Sebesar kurang lebih Rp 7 miliar. "Untuk hampir dari 30 persen dana yang telah kita kucurkan tersebut belum dapat dilunaskan oleh para pengaju pinjaman. Maka itu untuk tahun 2011 ini kita telah membuat program untuk mengevaluasi kembali agar pinjaman yang telah dikucurkan tersebut dapat kemabali ditarik," harapnya. Untuk Kita sebetulnya pemda mengharapkan kepada para pengusaha yang telah mengajuh pinjaman dapat melunasi pinjaman yang telah mereka pinjamkan, karena pinjaman itu dapat digunakan kembali untuk membantu pengusaha kecil lainnya yang juga membutuhkan. Diharapkan melalui program penagihan dan evaluasi yang diprogramkan dinas, dana bantuan yang tertunggak dapat ditarik kembali. "Dan paling tidak dapat memperkecil tunggakan yang tertunggak tersebut," harapnya mengakhiri. (mg08)

Selasa, 31 Mei 2011

PS Bangka Ditantang Persib!

Share SUNGAILIAT - Bersiaplah. Salah satu tim besar di Indonesia, yang juga penghuni Indonesia Super Liga (ISL) Persib Bandung akan bertandang ke Bangka dalam laga persahabatan melawan PS Bangka.
Rencana kedatangan Persib Bandung yang diperkuat pemain Timnas Indonesia seperti penjaga gawang Markus Horison, Striker Christian Gonzales serta berbagai pemain luar negeri yang tergabung dalam Persib Bandung dijadwalkan pada tanggal 26 Juni 2011. Pertandingan nanti akan dilangsungkan di stadion kebanggaan Sungailiat yang sudah memiliki sejarah panjang yakni stadion OROM Sungailiat. Kedatangan ini bermula dari informasi yang disampaikan Yunan Helmi, Kepala Dinas pendidikan Bangka yang berhasil melobi untuk Persib Bandung bertanding dengan PS Bangka .
Menurutnya Persib Bandung akan datang ke Bangka karena pada kesempatan tersebut tidak ada pertandingan alias libur selama dua hari, sehingga bisa datang ke Bangka. Dengan kedatangan ini pihak Pemkab Bangka yang akan menanggung biaya tranportasi dan akomodasi selama di Bangka. Diharapkan dengan pertandingan ini nantinya akan memacu persepakbolaan, khususnya di Kabupaten Bangka. "Dulu kita pernah kedatangan tim luar negeri seperti Yugoslavia dan lainnya. Nah kita ingin mengembalikan kejayaan kita seperti dahulu, untuk tahap awal dimulai dari tim sepakbola dalam negeri," ungkap Yunan usai menghadiri pembukaan Musorkab Koni Bangka di Hotel Tanjung Pesona kemarin.
PS Bangka sendiri sekarang sudah berbenah dengan memanggil para pemain untuk menjalani Training Centre (TC) secara intensif guna menghadapi Persib Bandung.Nantinya pemain akan menjalankan TC dengan full tidak hanya pagi atau sore tapi akan diinapkan. Sementara Sekda Bangka, Tarmizi H Saat yang juga Ketua PSSI Bangka membenarkan kedatangan Persib Bandung. Rencana kedatangan Persib Bandung pada 26 Juni nanti untuk bertanding melawan PS Bangka. Ia berharap PS Bangka bisa mengimbangi Persib Bandung dalam pertandingan nanti. Untuk itu pemda akan segera mengadakan rapat, terutama mengenai anggaran untuk penyelenggaraan pertandingan itu. Selain itu juga nantinya akan meminta bantuan pihak ke ketiga.
"Kedatangan dari Persib Bandung, pihak ke tiga harus bantu makanya dari pembicaraan dengan Bupati kemarin semua kapal isap itu wajib harus bantu," ungkap Tarmizi disela-sela Musorkab KONI Bangka. Kedatangan Persib Bandung harusnya mendapat apresiasi besar dari masyarakat Bangka khususnya, karena entah kapan lagi tim besar seperti ini akan datang dan mencoba kekuatannya di tanah Bangka. Pun begitu dengan para pemain kebanggaan Bangka, harus mempersiapkan diri agar bisa minimal mengimbangi permainan cantik ala anak Pasundan yang pemain-pemainnya rata-rata diisi pemain Timnas, seperti El Locco, Markus, Maman Abdurahman dan lainnya. (cr02)

30 Trafo Baru untuk Bangka

ShareSUNGAILIAT - 30 unit trafo akan dipasok untuk menambah kekuatan listrik di Kabupaten Bangka oleh PT PLN Ranting Sungailiat. "Ke 30 unit tarfo tersebut merupakan trafo tambahan di sejumlah gardu yang mengalami kekurangan daya listrik," kata Supervisi Distribusi PT PLN Ranting Sungailiat, Sumarna di Sungailiat, belum lama ini. Dikatakannnya, masing-masing tarfo berkapasitas 25 sampai 200 Kilo Volt Ampere (KVA) yang dipasang di Kemacatan Sungailiat dan Kecamatan Belinyu. "Dengan adanya penambahan trafo tersebut diharapkan kebutuhan daya listrik di dua kecamatan tersebut dapat teratasi," ujarnya. Menurutnya, sebelum ada penambahan tarfo di sejumlah gardu yang over kapasitas tentu tidak dapat dilakukan pemasangan Kilowatt-hour (Kwh) atau penambahan jumlah pelanggan. "Pemasangan trafo tambahan dilaksanakan pihak ketiga sebagai pemenang tender atau setelah tersedianya material," katanya. Ia menjelaskan, kapasitas trafo yang tersedia di sejumlah gardu saat ini hanya berkapasitas 200 KVA, disalurkan kebeberapa pelanggan yang jumlahnya terus bertambah. "Kekurangan daya tampung energi listrik di setiap gardu dilebih disebabkan dengan meningkatnya jumlah pemasangan Kwh oleh masyarakat, sedangkan kapasitas trafo di gardu masih tetap," katanya. Sumarna mengatakan, pihaknya terus melakukan penambahan trafo di gardu yang mengalami kelebihan pelanggan secara bertahap dalam upaya peningkatan pelayanan kepada pelanggan. "Masyarakat di daerah kawasan aliran gardu yang melebihi kapasitas hendaknya harap bersabar untuk melakukan pemasangan Kwh, karena pemasangan pemasangan Kwh tidak dapat dilayani sebelum gardu yang mengalami kelebihan kapasitas ditampah trafonya," ujaranya. (cr03)

Senin, 30 Mei 2011

Pengacara Tidak Puas Putusan MA

ShareSUNGAILIAT - Keputusan kasasi Mahkamah Agung RI No 1402/K/Pid.Sus/2010 menyatakan kedua terdakwa Nanang dan Dalhari terbukti bersalah. Mereka dianggap melakukan tindak pidana korupsi dengan menghukum kedua terdakwa hukuman satu tahun penjara denda Rp 50 juta sebesar tiga bulan kurungan ganti rugi sebesar Rp 56.613.000, atau denda enam bulan kurungan dianggap M Taufik Koriyanto, selaku Penasihat Hukum (PH) Terdakwa Tipikor Proyek Kebun Lengkeng Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak) Kabupaten Bangka, Nanang Suhandono dan Dalhari tidak terima dengan keputusan kasasi yang dijatuhkan Mahkamah Agung Republik Indonesia terhadap kedua kliennya. Taufik menganggap keputusan keputusan MA itu diduga terdapat unsur rekayasa dengan modus mengabaikan fakta-fakta hukum yang ada. "Kami tidak puas terhadap keputusan MA yang menyatakan ada kerugian negara. MA dalam putusan tersebut menyatakan kebun lengkeng yang dilaksanakan klien kami fiktif. Padahal kebun lengkeng itu ada dan saat ini tumbuh dengan baik, sudah berbuah dan hampir panen,sampai sekarang masih ada," ungkap Taufik didampingi kedua keluarga terdakwa yakni Nurhayati istri Nanang dan Dedy menantu Dalhari dalam konferensi persnya, Sabtu (28/05) di Gedung KNPI Kabupaten Bangka. Ditambahkannya, kedua kliennya saat ini sudah dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri Sungailiat di LP Bukit Semut Sungailiat yang saat ini sedang menjalani hukuman penjara sudah satu bulan. "Keputusan MA yang dipimpin oleh majelis hakim Artidjo Alkostar selaku hakim ketua dengan Mansyur Kartayasa dan Salman Luthan sebagai hakim anggota tidak mempertimbangkan keputusan Pengadilan Negeri Sungailiat dan pledoi kami serta memori kasasi. Keputusan hakim tersebut yang dijadikan pertimbangan MA hanya berdasarkan memori kasasi Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Sungailiat, Syahrul," jelas Taufik. Untuk itu, ia berharap adanya keadilan terhadap kedua kliennya karena yakin kedua kliennya tidak terbukti bersalah melakukan tipikor. Pihak keluarga Nanang dan Dalhari telah melaporkan kasus ini ke LPRNI dan akan mengajukan PK ke MA. "Kita harap MA mengadili dengan seadil-adilnya berdasarkan fakta yang ada," tandasnya. (cr02).

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More