This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 08 September 2011

2 PNS Terancam Pecat

ShareSUNGAILIAT - Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka akan menerapkan sanksi kedisiplin berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2011 terhadap para pegawai yang mangkir pada hari pertama masuk kerja, setelah pasca liburan hari raya Idul Fitri 1432 H.
    Hal itu sebetulnya sudah ditegaskan Bupati Bangka, kemarin. Namun kali ini penegasan itu dilontarkan lagi oleh Kepala Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bangka, Drs Suyono, Rabu (7/9).
    Dari hasil tim sidak kedisiplin yang terjunkan untuk melakukan sidak ke SKPD-SKPD serta kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten bBangka ditemukan beberapa orang yang tidak masuk kerja.
    "Dari hasil tim yang kita terjunkan sampai hari ini (kemarin, red) baru ada 2 tim yang menyampaikan hasilnya. Berdasarkan hasil dari tim 2 ada 1 orang pegawai yang bolos, sementara berdasarkan laporan dari tim 3 ada sebanyak 4 orang yang bolos tanpa keterangan," ungkap dia.
    Berdasarkan hasil yang diterima itu sebelum menetapkan sanksi apa yang harus diberikan untuk mereka yang tidak menunaikan tugasnya tersebut, pihak BKPP akan melakukan evaluasi terhadap kinerja dari  para pegawai yang bersangkutan.
    "Kita akan melakukan evaluasi dan investigasi apa para pegawai tersebut tidak masuk kerja pada saat hari pertama masuk ini saja, atau memang sebelum sebelum saat pasca liburan para pegawai itu juga bolos kerja. Atau juga sebelumnya mereka juga telah pernah mangkir," terangnya.
    Kalau hanya 1 hari maka sanksi akan ringan, atau sebelumnya mereka telah melakukan pelanggaran, bahkan kalau ada pegawai yang tidak masuk kerja sampai 45 hari akan dikenakan sanksi berat, bahkan berdasarkan peraturan yang ada bisa kena sanksi penundaan pangkat atau penurunan pangkat, bahkan bisa dikenakan pemecatan.
    Sampai saat ini ada 2 nama orang PNS di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bangka terancam untuk diberhentikan dari PNS, karena kedua PNS itu sering tidak menunaikan kewajibannya.
    Ditambahkan Suyono, kedua PNS itu sendiri saat ini masih dalam proses pemeriksaan dari pihak Inspektorat Kabupaten Bangka, dan memang nanti berdasar hasil proses pemeriksaan dari pihak inspektorat keduanya terbukti telah melakukan pelanggaran berat, maka kedua oknum PNS tersebut terancam untuk diberhentikan dari jabatannya sebagai pegawai negeri. (mg08)

Korban "Tembak" PLN

ShareSUNGAILIAT — Puluhan pelanggan listrik PLN Ranting Sungailiat, mendatangi kantor tersebut.
    Mereka datang untuk mempertanyakan tagihan rekening yang dianggap tidak sesuai dengan penggunannya di Kwh.
    "Sejak saya menambah daya dari 450 watt menjadi 1.300 watt, tagihan rekening listrik mencapai lebih Rp 400 ribu perbulan," kata Asmani, warga Sri Pemandang di Sungailiat, Rabu.
     Padahal kata dia, tagihan rekening listrik pada bulan sebelumnya hanya sebesar Rp 70 ribu sampai dengan maksimal Rp 90 ribu per bulan.
     Ia menduga, tagihan rekening listrik yang membengkak lebih disebabkan adanya kesalahan pencatatan meteran yang tidak sesuai dengan penggunaan.
     "Sepertinya petugas pecatat meter Kwh hanya mau cari mudahnya saja, dengan asal tulis penggunaan listrik, dan cara seperti ini tentu kami yang dirugikan," katanya.
     Menurut Asmani, informasi yang didapat dari petugas PLN Cabang Ranting Sungailiat pembayaran rekening listrik tersebut dibayar menurut Kwh yang digunakan sebelumnya.
    Contohnya bulan kemarin pemakaian Listrik dengan daya 22018 (tanggal 05/08/2011). Dan bulan sekarang  pemakaian daya sebesar 22131 pada tanggal 07/09/2011.
     Keluhan yang sama juga dikatakan pelanggan lainnya, Kur, warga jalan Pemuda Sungailiat, ditagihan listrik mencapai Rp1 juta perbulan atau meningkat jauh lebih banyak dibanding bulan sebelumnya yang hanya sebesar Rp 200 ribu sampai Rp 700 ribu perbulan.
     "Kenaikan tagihan listrik yang cukup besar tentunya sangat memberatkan bagi para pelanggan terlebih bagi pelanggan yang berpenghasilan rendah," jelasnya.
     Menanggapi keluhan sejumlah pelanggan PLN, Kepala PLN Ranting Sungailiat Isra, saat ditemui di ruang kerjanya mengatakan pembengkakan rekening listrik yang dialami oleh konsumen tersebut bukan kerena ada permainan antara pihak PLN dengan mitranya.
     Dia akuinya ada sejumlah petugas catatan meter yang bekerja tidak benar dengan cara melakukan pecatatan meteran dengan sistem "tembak" dan petugas tersebut akan segera mendapat teguran.
      "Saya berharap kepada pelanggan untuk memakluminya karena memang selama ini seperti itu, dan saya berharap pula kepada pelanggan untuk segera melaporkan jika pembayaraan lebih besar dari pada penggunaanya," katanya.
     PT PLN kata dia, sebelumnya bekerja sama dengan pihak ketiga dalam pencatatan meter Kwh yakni PT PAS dari Kota Pangkalpinang, namun ternyata kenirja di lapangan mitra tersebut tidak memuaskan dan terpaksa dilakukan penggantian mitra kerja yaitu PT Mitra Insan Utama (MIU).
     "Selain melakukan teguran kepada mitra kerja yang tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan, mitra kerja juga akan dikenai sanksi denda dengan besaran yang telah ditetapkan," jelasnya.
     Sementara itu Koordinator PT Mitra Insan Utama (MIU) Heri, menyalahkan kalau pembengkakan tagihan rekening listrik yang dialami sejumlah pelanggan PLN murni kelalaian petugas meteran Kwh dari PT PAS.
     "Kami sebagai mitra PLN tetap akan melakukan pembenahan dengan cara setiap petugas meteran akan diberikan "hand Phone" kamera jenis Nokia C2-01, dengan fasilitas tersebut agar difungsikan untuk mengambil gambar Kwh pelanggan, dan hasil gambar akan dikirim ke kantor," jelasnya. (cr03)

Nelayan Tolak Tambang

ShareBELINYU - Nelayan Kampung Pesaren, Desa Bintet, Kecamatan Belinyu bersama tokoh pemuda Desa Pesaren mengatakan sejak dari awal memang masyarakat di Pesaren menolak dengan keras pertambangan di perarian desa mereka.
    Apalagi mayoritas warga berprofesi sebagai nelayan menggantungkan hidup mereka pada hasil laut.
    Menurut salah satu warga Pesaren, Alex saat ditemui di Belinyu kemarin (7/9) mayoritas warga pesaren berprofesi sebagai nelayan, namun Sejak maraknya penambangan laut hingga saat ini, warga Pesaren menolak penambangan  masuk ke perairan mereka. Sejumlah pihak sempat melakukan pengecekan di perairan Pesaren dan hasilnya memang menggiurkan dengan cadangan timah yang sangat tinggi.
    Tidak hanya sekali usaha pelaku pertambangan berupaya mendapatkan dukungan masyarakat agar bisa menambang di laut Pesaren baik pengusaha kapal Isap maupun TI apung namun mereka secara tegas menolak penambangan dilaut mereka untuk menjaga ekosistem yang ada.
     "Semua tetap pada komitmen untuk menolak siapapun yang mau menambang di laut kami," kata Alex.
    Ia menceritakan bahwa dahulu warga Pesaren cukup melaut 15 menit saja sudah mendapatkan ikan namun sekarang terkadang hingga berjam-jam baru bisa mendapatkan ikan. Padahal itu hanya pengaruh penambangan di laut Bubus dan Batu Atap. Apalagi jika memang ada aktivitas penambangan di perairan Pesaren maka bisa dipastikan para nelayan pensiun.
    Dirinya juga berharap pemerintah daerah mau lebih memperhatikan potensi di Pesaren sebagai Desa Wisata Nelayan. Apalagi saat ini hampir setiap hari ada orang berwisata menginap di Hotel Sam Pesaren.     Saat ini jarak tempuh sekitar 20 menit dari pusat Kota Belinyu atau sekitar 17 Km dengan jalan aspal hingga ke ujung kampung yang terletak di pinggir pantai.  
    "Jika ini terus berkembang tentunya berimbas kepada warga dan bisa mengambil keuntungan untuk kunjungan wisatawan. Ya, gimanalah agar Pesaren ini bisa menjadi tujuan wisata, kalau kami hanya bisa mendukung saja," kata Alex
    Situasi Pesaren justru kontradiktif dengan daerah tetangganya, Bubus dan Batu Atap yang saat ini kondisinya luluh lantak akibat tambang. Mulai dari Kapal Isap dan TI apung merajai perairan tersebut, sehingga tak ada cela untuk para nelayan  sekedar mendapatkan ikan segar yang dahulunya terkenal di perairan tersebut.
    Aktivitas di Batu Atap dan Bubus menimbulkan persoalan pelik. Dimana para penambang membuat perkampungan ilegal yang sebenarnya bisa saja nanti persoalan terlebih para penambang yanng sebagiannya adalah pendatang ini bisa dijamin belum terdata karena sulitnya mendata mereka yang berada di camp-camp penambangan. (trh)

Tamansari Sayang, Tamansari Malang

ShareSUNGAILIAT - Warga Sungailiat ternyata sudah kesal betul dengan lambannya penyelesaian Tamansari.
    Hingga saat ini lokasi lapangan tersebut belum juga selesai, padahal sudah lama mengalami pembongkaran namun belum ada tanda-tanda bakal selesai.
    Nah, hal tersebut mendapat protes keras dari salah satu anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dari dapil Bangka, Dedi Yulianto.
    Kepada Radsul kemarin dia mengutarakan kekecewaannya kepada pihak-pihak yang dianggap bertanggungjawab akan hal tersebut.
    "Masyarakat sangat kecewa dengan PT Timah dan Pemkab Bangka yang sampai sekarang belum juga menyelesaikan Tamansari tepat waktu. Seharusnya ada penegasan yang konkrit dari rekanan kenapa sampai sekarang tempat bersejarah itu belum juga selesai," kata Dedi.
    Kekecewaan masyarakat katanya bukan tanpa alasan. Terlebih lagi Tamansari jika dilihat dari aspek relijius sangat merugikan masyarakat.
    Karena selama ini Tamansari adalah tempat di mana masyarakat turun temurun melaksanakan Sholat Ied, namun tahun ini masyarakat harus gigit jari lantaran Tamansari belum juga selesai, dan itu memicu kegeraman Dedi selaku wakil rakyat.
    "Harusnya PT Timah mempercepat pembangunan itu. Karena aspek relijiusnya sangat kental. Masyarakat sekarang kalau mau Sholat Ied harus jauh-jauh dan kurang berkesan," sesalnya lagi.
    Makanya dia minta kepada Pemkab dan PT Timah untuk tidak asal bangun saja, harus ada aspek-aspek non tekhnis yang perlu dipikirkan, salah satunya aspek kemasyarakatan yang memang membutuhkan Tamansari sebagai lokasi turun temurun untuk melakukan ibadah tahunan. "Aspek historis harusnya mereka pikirkan. Bukan dibiarkan begitu saja tanpa ada penjelasan yang bisa dimengerti masyarakat. Orang tahunya, Tamansari belum selesai-selesai," katanya lagi.
    Bahkan, bukan hanya aspek relijius saja yang terganggu karena lambannya pengerjaan Tamansari, tapi juga menurut Dedi saat ini karena lokasi yang gelap dan sepi, sering dimanfaatkan oleh para anak-anak muda untuk melakukan hal-hal yang tidak diinginkan.
    Seperti sering diperhatikan di situ banyak pemuda yang nongkrong sambil minum minuman keras. Bahkan kata Dedi bukan tidak mungkin akan memicu tindakan asusila lainnya, seperti perbuatan zinah.
    "Ya, karena posisinya sangat strategis untuk melakukan hal-hal yang tidak lazim. Gelap, sepi dan tertutup, itu sudah cukup untuk membuat anak muda melakukan zinah. Makanya, kami minta dengan cermat dan penuh harap, cepatlah selesaikan pembangunan Tamansari itu, jika tidak ingin nambah dosa lagi," sindirnya. (emp)

Rabu, 07 September 2011

Terbuka, Peluang CPNS

ShareSUNGAILIAT - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bangka sudah dipastikan tidak akan merekrut Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2011 karena adanya ketentuan moratorium.
    Kata Bupati Bangka, Yusroni Yazid, Selasa (6/9), karena adanya ketentuan moratorium yang dikeluarkan oleh pemerintah Pusat, maka kemungkinan besar untuk tahun 2011 ini Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka tidak melakukan tes baru.
    "Namun untuk tenaga pegawai yang bersifat tekhnis seperti halnya untuk tenaga medis, tenaga guru, masih memungkinkan untuk dilakukan perekrutan, namun  untuk tenaga yang bersifat umum kemungkinan kecil untuk dilakukan perekrutan pegawai," katanya.
    Tapi semua itu keputusan akan melakukan perekrutan tenaga pegawai baru atau tidak, maka tunggu saja dari keputusan Pusat harus bagaimana, dan mudahan-mudahan ada perubahan aturan, harap dia.
    Karena bagimana pun memang perlu untuk melakukan perekrutan terhadap tenaga pegawai guna untuk mengganti tenaga tenaga pegawai, yang dimiliki sekarang, karena tenaga pegawai yang ada di lingkungan pemkab ada yang memasuki masa pensiun, ada yang meningggal dunia dan ada yang tidak bekerja secara efektif.
    Dikarenakan menderita sakit yang dikategorikan tidak dapat menajalankan fungsi tugasnya dalam rangka untuk memberi pelayanan kepada masyarakat, karena sakit yang dideritanya.
    Selain itu ditambahkan Yusroni untuk saat ini di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten pun masih memerlukan atau membutuhkan tenaga pegawai baru, untuk mengisi jabatan tertentu sesuai disiplin ilmunya. "Terutama yang kita butuhkan karena kita pun kalau mau diakui masih kekurangan tenaga pegawai dalam rangka untuk memberi pelayanan kepada masyarakat," ulasnya.
    Selain itu perekrutan tenaga pegawai baru untuk memberi kesempatan bagi para lulusan sekolah untuk memperoleh peluang untuk mendapatkan kesempatan kerja, dalam upaya untuk mencegah terjadi pembekakkan terhadap tingkat pengangguran di masyarakat.
    Sementara untuk tahun 2011 sendiri walaupun peluang untuk merekrut tenaga pegawai itu sangat kecil namun pemkab telah mengajukan formasi ke Pusat untuk melakukan penerimaan pegawai baru. "Kita tunggu saja keputusan ketentuan dari Pusat," tandasnya. (mg08)

Belinyu Ditinggal Investor

ShareBELINYU - Krisis listrik yang sampai sekarang masih berkepanjangan di Kecamatan Belinyu menyebabkan para investor banyak mengurungkan niatnya menanamkan investasi di Kecamatan Belinyu.
    Hal ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir, Kecamatan Belinyu hanya mengandalkan listrik dari PT Timah dan sebagiannya listrik dari PLN.
    Keadaan ini dibenarkan pihak Kecamatan Belinyu melalui Sekcam Belinyu, Asli Mustofa saat dikonfirmasi Radsul di ruang kerjanya  Selasa kemarin (6/9).
    Menurutnya keadaan listrik di Belinyu saat ini belum bisa mendukung investasi secara penuh karena untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saja juga belum maksimal.
    Sangat disayangkan segala potensi yang ada di Kecamatan Belinyu menjadi terpendam karena permasalahan listrik yang tidak kunjung selesai dari tahun ketahun.
    Kondisi yang ada sekarang sebenarnya sudah sangat mendesak untuk masalah listrik, seperti contohnya masyarakat Dusun Saber yang mengandalkan listrik pasokan PT Timah sekarang macet lagi karena terkendala operasional.
    "Sekarang ini masyarakat yang menggunakan listrik dari PT Timah sudah mengalami sering pemadaman, ketika mereka hendak beralih ke listrik PLN  belum ada peluang," ujar Asli.
    PLN yang belum bisa menjangkau seluruh daerah di Kecamatan Belinyu termasuk perkotaan menyebabkan aktifitas menjadi terhambat.
    Padahal ada daerah tertentu dalam kota ini yang mengandalkan PT Timah mau beralih ke PLN tapi karena PLN belum siap akhirnya hanya bisa gigit jari dengan byar pet yang hampir setiap hari siang atau malam terjadi pemadaman.
    Dikatakannya para pengusaha sering membicarakan masalah investasi di Belinyu dan menyatakan minatnya namun harus dibenahi dulu kondisi listriknya yang sedang sakit ini. Kalau sudah normal kemungkinan peluang para pengusaha menanamkan investasi di Kecamatan Belinyu sangat besar sekali.
    "Kadang-kadang kami ngobrol dengan pengusaha itu kalau listriknya belum ada sulit untuk menanamkan modal di Belinyu ini. Untuk itu harapan kami supaya masalah listrik dalam jangka satu atau dua tahun mendatang semua dapat teratasi dan PLN itu dapat dinikmati semua lapisan masyarakat," harap Asli.
    Senada dengan Sekcam Belinyu para warga mengeluhkan juga kondisi listrik di Belinyu yang pada siang hari sering padam. Para pelaku usaha harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) genset agar aktifitasnya usahanya berjalan lancar. Padahal harga bensin eceran berkisar Rp 6-7 ribu di wilayah perkotaan Belinyu dan itu cukup mahal.
    Situasi yang  sudah berlangsung cukup lama untuk permasalahan listrik yang tidak kunjung usai selama ini menjadi penyakit yang menahun dan memprihatinkan. Hal ini ditambah lagi menjadi parah dengan sulitnya bensin di Kecamatan Belinyu yang menambah daftar panjang permasalahan.
    Pihak Kecamatan Belinyu yang terkena imbas karena  setiap hari harus menghidupkan genset untuk menunjang kinerja terutama pelayananan terhadap masyarakat dari pagi sampai siang menjelang pulang  untuk menghidupkan komputer, mesin air dan peralatan penunjang lainnya yang mau tidak mau harus dilakukan.
    Namun hal yang sama dirasakan para pedagang yang ada di kawasan pasar Belinyu terpaksa harus menghidupkan gensetnya hampir setiap hari untuk memperlancar usahanya terutama pedagang peralatan elektronik karena untuk menarik minat dan mencoba  produk kepada para konsumen yang minta di uji coba dahulu barang-barang yang mereka jual.
    "Mau tidak mau kita harus menghidupkan genset hampir setiap hari kalau tidak susah sekali. Prakiraan biaya untuk beli bensin genset ini perbulannya lebih mahal dari tagihan perbulan rekening listrik," keluh salah satu pedagang elektronik di Pasar Belinyu.
    Diakuinya selama ini masyarakat Belinyu sudah cukup lama tidak menikmati listrik secara lancar dan bukan merupakan rahasia umum kalau hal ini telah berlangsung dari tahun ketahun. Untuk itu ia berharap persoalan ini dapat dituntaskan segera agar usaha yang mereka jalankan bisa berjalan lancar.
    "Kita mohon bantuanlah untuk diprioritaskan listrik untuk masyarakat Belinyu, jangan hanya sekedar janji tolong buktikan," pinta pedagang tersebut.
    Dari pantauan Radsul sendiri memang terlihat hampir setiap hari  di beberapa  kios dan ruko para pedagang dan pelaku usaha lainnya termasuk Kantor Camat Belinyu rata-rata menghidupkan genset selama siang hari untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari.(trh)

Infrastuktur, Belinyu Sudah Oke

ShareBELINYU - Jalan-jalan menuju Belinyu saat ini sudah mulus sebagian besarnya terutama jalan yang menjadi lalu lintas kendaran umum.
    Saat ini juga sedang dilakukan pekerjaan pengerasan dan pengaspalan jalan menuju Pantai Penyusuk Kecamatan Belinyu untuk mendukung memadainya infrastruktur yang ada.
    Ruas jalan Sungailiat ke Belinyu hampir  selesai dalam proses pelebaran dan pengaspalan sehingga sudah semakin membentuk infrastruktur yang layak.
    Jalan yang merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini sekarang sudah mulus dan diharapkan dapat  mengundang para pengunjung untuk datang ke Belinyu menikmati segala yang ada di Belinyu.
    Camat Belinyu melalui Sekcamnya, Asli Mustofa saat Radsul temui kemarin (2/9) di ruang kerjanya menyampaikan infrastruktur yang ada dan ditargetkan selesai tahun ini  sangat membantu pengembangan potensi di Belinyu seperti jalan-jalan yang sudah diaspal.
    Terutama jalan-jalan yang di rehab untuk menuju kelokasi tempat wisata seperti jalan menuju Pantai Penyusuk.
    "Infrastruktur kita seperti jalan saat ini sudah jauh lebih baik, jalan menuju Belinyu sudah bagus dan jalan menuju Pantai Penyusuk sedang dalam tahap pengerjaan yang ditargetkan selesai tahun ini," ujarnya.
    Ditambahkan Asli, Kecamatan Belinyu yang merupakan daerah yang dengan potensi sangat bagus seperti industri olahan makanan laut serta potensi wisata akan lebih menjadi daya tarik bila dibantu dengan akses jalan yang baik. Sebagai sentra makanan olahan laut Bangka ditambah dengan pantainya yang indah akan menarik para pengunjung untuk datang.
    Ke depannya setelah permasalahan jalan selesai untuk infrastruktur lainnya yang menjadi prioritas utama adalah permasalahan listrik.     Permasalahan listrik menurutnya menjadi kendala yang diharapkan dapat teratasi untuk menarik minat investor menanamkan modalnya di Belinyu.
    "Ke depan untuk infrastruktur setelah jalan dan yang lainnya sudah dianggap cukup nanti kita harapkan permasalahan listrik juga bisa teratasi untuk pengembangan di Kecamatan Belinyu," pungkasnya. (trh)   

Pendidikan Anak Nelayan Meningkat

ShareSUNGAILIAT, - Taraf pendidikan bagi anak nelayan selama lima tahun terakhir penunjukan peningkatan cukup baik.
    Setidaknya sebanyak kurang lebih ratusan anak telah mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, atau sekitar 20 anak nelayan di Kecamatan Sungailiat juga sampai kependidikan yang sama.
      "Sesuai data tahun 2006, sebanyak 180 anak nelayan yang hanya tamat sekolah dasar dan sekarang jumlah tersebut semakin sedikit," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Bangka, Ratno Daeng, di Sungailiat, Selasa (6/9).
      Meningkatnya jumlah anak nelayan yang melanjutkan sekolah kata dia, lebih dipengaruhi oleh munculnya kesadaran dari orang tuanya terhadap pentingnya pendidikan.
     "Selain tertanamnya kesadaran, faktor pendukung lainnya yakni mulai meningkatnya tingkat kesejahteraan para nelayan dengan berbagai pengembangan usaha serta dukungan pemerintah melalui program kebijakan yang memberikan keringanan untuk mendapatkan pendidikan," jelasnya.
     Program dana BOS misalanya kata Ratno, sangat membantu bagi nelayan yang berpenghasilan rendah namun memberikan kesempatan mendapatkan pendidikan bagi putra-putrinya.
    "Begitu pula halnya dengan program lainnya seperti biasiswa bagi anak nelayan, program ini memberikan kesempatan bagi anak nelayan ikut belajar sampai keperguruan tinggi negeri seperti, kuliah di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) tanpa melalui tes," ujarnya.
     Terbangunya kesadaran sebagian nelayan untuk memberikan kesempatan bagi anaknya untuk bersekolah sebagaimana di katakan Cono, dimana dirinya memberikan kesempatan bagi anak perempuannya untuk mencari ilmu setinggi-tingginya.
     "Alhamdulillah, walau saya hanya bekerja sebagaimana nelayan namun mampu membiayai anak perempuan kuliah di Kebidanan," ujarnya.
     Dia mengakuinya dengan memberikan kesempatan belajar bagi anaknya, diharapkan kedepannya dapat meraih kehidupan yang lebih layak.
     "Dengan berbekal ilmu pengetahuan diharapkan anak saya nantinya hidupnya di masa mendatang akan lebih layak," katanya.
      Pemikiran yang sama juga dikatakan nelayan Sungailiat lainnya, Syamsudin, dimana dirinya dengan penuh semangat memyekolahkan anaknya sampai keperguruan tinggi.
     "Dua orang anak saya belajar sampai keperguruan tinggi, dan yang satu malah sudah diangkat menjadi PNS," jelasnya. (cr03)

Selasa, 06 September 2011

4 PNS Bolos!

ShareSUNGAILIAT - Dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) kemarin, Senin (5/9) ditemukan 4 Pegawai tidak masuk dan dianggap bermasalah.
    Kata Ketua Tim III Inspeksi Mendadak (Sidak) Pemkab Bangka untuk Kecamatan, Kelurahan dan sekretariat yang di pimpin oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Bangka, Hasanudin, ke empat pegawai tersebut ditemukan di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Pemali, Kecamatan Mendobarat dan salah satu sekretariat.
    Menurutnya keempat pegawai tersebut tidak masuk kerja dengan alasan yang  dianggap tidak mematuhi ketentuan seperti sakit namun tanpa surat keterangan, atau berhalangan lainnya tanpa surat izin.
    Tim sidak nantinya akan segera menyampaikan laporan kepada Bupati Bangka untuk ditindak lanjuti pemberian sanksi kepada keempat staff pegawai Kecamatan, Kelurahan dan sekretariat yang bermasalah tersebut.
    "Kita akan melaporkan ke Bupati Bangka mengenai beberapa yang ditemukan tidak masuk kerja dan dianggap bermasalah tersebut untuk selanjutnya diberikan sanksi," jelasnya.
    Mengenai sanksi yang akan diberikan menurutnya karena ini tidak masuk kerja setelah libur lebaran merupakan pelanggaran ringan bukan pada kategori berat maka nanti tidak akan mendapatkan sanksi yang berat, namun setidaknya ada efek jera yang membuat mereka tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.
    "Sanksinya nanti karena ini masih kategori pelanggaran ringan tidak terlalu berat, namun paling tidak kita akan membuat teguran secara tertulis kepada mereka," tegasnya.
    Dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) kemarin, Senin (5/9) tim tidak menemukan adanya PNS yang mangkir.
    Kendati ada beberapa PNS yang memang tidak masuk, namun mereka ternyata sudah mendapat persetujuan dan izin dari atasan di tempat mereka bekerja.
    Itulah pantauan dari Humas dan Protokoler Pemkab Bangka saat bersama-sama dengan tim inspeksi melakukan tugasnya.
    Jika, ditemukan adanya PNS yang bandel pada hari pertama dengan alasan yang tidak jelas dan tidak dipertanggungjawabkan, akan dikenakan sanksi berupa teguran dan surat pernyataan sesuai dengan aturan yang berlaku.
    “Bagi staf yang yang tidak masuk yang memberi tegurannya atasannya dengan sistem birokrasi yang berlaku dan akan diberikan surat peringatan dan sanksi yang berat jika terbukti melakukan pelanggaran berat,” kata Ketua Tim II yang diketuai Kepala BKPP Drs Suyono.
    “Tim sidak terdiri dari tiga tim, yakni tim I oleh Asisiten III dengan sidak ke dinas-dinas, tim II oleh Kepala BKPP dengan sidak ke instansi badan dan kantor, dan tim III oleh Inspektur dengan sidak ke Setda, dan kecamatan-kecamatan. Tim-tim ini melakukan sidak dengan melihat tingkat kehadiran (absensi) pada hari pertama masuk kerja dan akan direkapitulasi dengan hasilnya diserahkan kepada bupati, wabup dan sekda,” terang inspektur.
    Dalam pantuan humas dan protokol rata-rata hampir semua PNS dan honorer di Lingkungan Pemkab Bangka  masuk kerja, walaupun ada yang tidak masuk karena izin namun telah ada surat persetujuan izin dari atasan.
    Dalam hari pertama masuk kerja tersebut, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dan Inspektorat langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke berbagai instansi dan kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka.
    Ketika ditemui di sela-sela sidak di Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka, Ketua Tim Sidak III Hasanuddin mengatakan kegiatan sidak ini merupakan agenda rutin bagi Pemerintah Kabupaten Bangka untuk meningkatkan kedisiplinan para pegawai setelah libur dan cuti bersama sehingga bisa meningkatkan rasa tanggung jawab dan etos kerja untuk melayani dan memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.
    Sidak ini dilakukan bukan hanya sekedar seremoni belaka saja, namun untuk lebih mengikuti aturan yang berlaku dan surat edaran yang telah dibuat.

Efektifkah Sidak?
    Ketua Komisi A DPRD Bangka, Kurtis mengatakan seharusnya pemerintah daerah melihat data statistik dari tahun ke tahun tingkat kehadiran pegawai setelah liburan panjang.
    Sehingga dapat dilihat efektif atau tidak kegiatan sidak yang dilakukan dan juga tingkat kepatuhan dari pegawai dalam mengemban tugasnya dari tahun ke tahun.
    "Sehingga pemerintah daerah dapat melihat dengan jelas ada perubahan atau tidak tingkat kepatuhan dari para pegawai itu sendiri untuk menjalankan tugasnya setelah liburan tersebut," kata dia.
    Bila saja dari tahun ke tahun masih terjadi peningkatan terhadap pegawai yang bolos setelah pasca liburan lebaran, kendati sudah dilakukan sidak setiap habis liburan panjang berarti upaya pemerintah untuk melakukan sidak itu sendiri tidak efektif.
    "Maka diharapkan kepada pemerintah untuk membuat daftar statistik untuk memperluas kinerja pegawai khusus terkait dengan masalah  kedisiplinan, selain itu harus ditegakkan sanksi yang berat terhadap para pegawai yang tidak disiplin tersebut, sehingga menimbulkan efek jera," ungkapnya.
    Dari pengamatan selama ini sanksi yang diberlakukan dirasa kurang efektif, hanya berupa teguran baik lisan maupun tertulis sehingga setiap dilakukan sidak setiap tahun masih di temukan pegawai yang membolos. (trh/humas/mg08)

Stok Air Menipis

Share
SUNGAILIAT - PDAM Tirta Bangka menyatakan siap melayani 6.000 pelanggan PDAM dengan menyediakan stok air yang disuplay dari 3 kolong besar.
    Ketiganya yakni kolong PDAM Merawang, Kolong PLN Merawang dan Kolong Pemali guna mengantisipasi  musim kemarau yang  sudah dirasakan masyarakat Bangka.
    Hal tersebut diutarakan Kepala PDAM Tirta Bangka, Darmanto kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya Senin (5/9) kemarin.
    Dikatakan Darmanto, memang saat ini PDAM  mengalami kerugian akibat biaya operasional per hari lantaran harus menggunakan pasokan air dari kolong PLN yang membutuhkan proses pemurnian hingga layak pakai bagi para konsumen.
    Namun hal tersebut memang dirasakan harus dilakukan lantaran musim kemarau panjang akan segera berlanjut.
    "Sebenarnya kita pada musim apapun baik musim penghujan ataupun musim kemarau kita tetap memaksimalkan pelayanan.
    Hanya saja untuk musim kemarau ada perubahan - perubahan baik dari sisi strategi dan sisi peningkatan lebih diintensifkan lagi. Kita memang tidak memiliki sumber air baku cadangan sehingga yang dimanfaatkan sumber air yang ada seperti di kolong Pemali, Merawang dan PLTD PLN Merawang," terang Darmanto.
    Dikatakannya dalam kurun waktu setengah bulan ini pihaknya memang sudah memanfaatkan sumber air dari kolong PLTD Merawang dan Pemali mengingat hingga saat ini kolong Merawang hanya memiliki  kedalaman 4 meter yang harus ditarik menggunakan ponton.
    Hanya saja, di kolong PLTD sudah menjadi permasalahan permanent mengenai kualitas air yang sangat keruh sehingga harus dicampur dengan sumber air dari Pemali.
    Untuk itu, dalam menggunakan 2 kolong ini pihak PDAM Tirta Bangka harus mengeluarkan cost operasional yang sangat tinggi diantaranya untuk biaya bahan kimia dan biaya pembelian BBM solar lantaran di kolong Pemali belum teralirkan tenaga listrik sehingga pihak pengelola harus menggunakan diesel.
    "Karena kalau kolong PLTD keruh sehingga tidak bisa langsung diproses untuk mengurangi kekeruhannya. Jadi sumber air ini kita campur dengan air dari pemali dan PLTD merawang.
    Karena dari Pemali kualitas cukup bagus kuantitasnya memenuhi. Hanya saja, kami terkendala belum terpasangnya listrik yang saat ini masih menggunakan pembangkit diesel. cost terlalu tinggi hingga menyebabkan keuangan PDAM tidak sebanding," keluhnya.
    Ditambahkan Darmanto pihaknya saat ini memang terus berupaya untuk melayani pelanggan yang tercatat sebanyak 6 ribu pelanggan di wilayah Kabupaten Bangka. (trh)

Belinyu (Masih) Harapkan Listrik

ShareSUNGAILIAT - Masyarakat Belinyu masih sangat berharap kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), maupun PT PLN agar segera mewujudkan keinginan mereka untuk dapat menikamti aliran listrik.
    Hal itu disampikan oleh anggota DPRD Bangka perwakilan Kecamatan Belinyu-Riau Silip, Herman CH di Sekretarit DPRD Bangka, Senin (5/9).
    Kata dia, belum beberapa waktu masyarakat bBelinyu selama 20 hari dapat menikmati aliran listrik sekarang harus kembali harus bergelap-gelapan.
    "Sebelumnya selama dua puluh harian kita masyarkaat Belinyu dapat meninkamati aliran listrik dengan bantuan solar darri PT Timah Tbk, namun setelah 3 hari selesai lebaran bantuan solar itu sudah habis dan kita kembali harus bergelapan," keluhnya.
    Makanya, mereka sangat berharap baik dari Pemerintah Provinsi Bangka Belitung maupuan Kabupaten Bangka untuk dapat menyalurkan bantuan pengoperasional mesin pembangkit listrik yang ada di Kecamatan Belinyu, sehingga masyarakat dapat kembali menikmati cahaya lampu.
    Sebagaimana sebelumnya dikabarkan, Pemprov Bangka Belitung berencana untuk menganggarkan bantuan untuk pembangkit listtrik di Kecamatan Belinyu melalaui dana APBD-P Provinsi Babel.
    Untuk itu selaku wakil masyarakat dari Kecamatan Belinyu dia dan rekan-rekan sangat berharap  kiranya rencana dari Pemerintah Provinsi Babel dapat direalisasikan secepatnya.
    "Bantuan yang telah direncanakan tersebut semoga cepat direalisasikan," harap Herman.
    Namun harapan yang lebih penting adanya upaya dari pihak PLN Wilayah Bangka Belitung untuk segera merealisasikan agar aliran listrik untuk segera masuk ke Kecamatan Belinyu secepatnya.
    "Karena masyarakat kami sangat membutuhkan adanya aliran listtrik itu sendiri, selain itu kami juga mengerti tidak mungkin kami harus selalu berharap melalui bantuan dari pemerintah daerah, baik dari pemprov atau Pemerintah Kabupaten Bangka untuk memberi bantuan dana subsidi, untuk pembangkit listrik di daerah Kecamatan Belinyu tersebut," keluhnya lagi.
    Oleh karena itu mereka sangat mengharapkan adanya realisasi dari pihak PLN untuk memasok aliran listrik.
    "Ini merupakan harapan dari seluruh masyarakat kami, sebagaimana yang pernah masyarakat sampaikan kepada saya selaku wakil mereka di lembaga legislatif ini," tandas Herman. (mg08)

17 Sept Digelar Perayaan HUT RI

ShareSUNGAILIAT - Perayaan kegiatan hari kemerdekaan, atau akrab disebut 17-an untuk Sungailiat ditetapkan tanggal 17 s/d 18 September 2011 oleh Panitia peyelenggaran HUT RI ke-66.
    "Panitia peyelenggara sengaja menunda pelaksanaan kegitaan tahunan ini mengingat HUT RI ke-66 bersamaan dengan datangnya bulan Ramadhan," kata panitia pelaksana, Rojali di Sungailiat, Senin (5/9).
     Ia mengatakan, rute yang dilalui peserta karnaval dan pawai berjarak sekitar lima kilometer atau tepat dari Gedung Juang sampai dengan Lapangan Tamansari.
     "Panitia sengaja lapangan Tamansari sebagai finis bagi peserta karnaval dan pawai mengingat di tempat tersebut mudah diakses dari berbagai wilayah," ujarnya.
     Menurutnya, penerimaan pendaftaraan dibuka sejak bulan Ramadhan sampai dengan lima hari sebelum pelaksanaan yang diikuti oleh umum dan pelajar.
     "Untuk jumlah peserta karnaval dan pawai yang sudah mendaftar saya kurang begitu tahu, namun diperkirakan sudah lebih dari lima pendaftar," katanya.
    Disinggung mengenai ketersediaan anggaran kata Rojali diakuinya masih mengalami kekurangan dari plafon yang direncanakan.
    "Dalam kegiatan tahunan ini kami merencanakan penggunaan anggaran mencapai lebih dari Rp 80 juta, namun Pemerintah Kabupaten Bangka hanya mampu membantu sebesar Rp 20 juta," jelasnya.
    Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bangka sebesar itu kata dia, sampai sekarang belum diterima oleh panitia atau hanya masih bersifat janji secara lisan setelah proposal dimasukan.
     "Dana sebesar itu tidak mengurangi rencana kegiatan yang ditetapkan, dan pihak panitia peyelenggara terus berusaha mencari penambahan dana ke pihak ketiga," tegasnya.
     Rojali mengatakan, perayaan karnaval dan pawai hanya semata-mata untuk menghibur kepada masyakat di Kota Sungailiat dan sekitarnya, kegiatan ini menjadi agenda rutin yang setiap tahunya dilaksanakan.
     "Saya mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mendukung kegiatan ini agar berjalan dengan lancar serta tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan serta menjaga ketertiban bersama," katanya. (cr03)

Senin, 05 September 2011

Cari PNS Bolos!

ShareSUNGAILIAT - Sejumlah masyarakat di Kabupaten Bangka meminta PNS untuk tetap disiplin masuk hari ini, setelah mereka puas libur panjang Lebaran agar pelayanan masyarakat tetap terlayani dengan baik.
     "Tidak ada alasan lagi bagi PNS tidak masuk kerja setelah diberikan kesempatan libur panjang Lebaran," kata Pemerhati Pelayan Publik Bangka Belitung, Hendra Sinaga di Sungailiat, Minggu, menanggapi jadwal masuk kerja bagi PNS di Kabupaten Bangka.
     Kesempatan libur sekian lama menurutnya, sudah lebih dari cukup kalau hanya sekedar untuk bersilaturahmi dengan tetangga maupun saudarannya pada saat Lebaran.
     "Dengan masuk kerja di kantornya masing-masing diharapkan pelayanan masyarakat kembali dibuka dan dilaksanakan sebagaimana mestinya," ujarnya.
     Dari sekian ribu masyarakat di Kabupaten Bangka diyakininya tetap ada warga yang berharap kantor pemerintahan segera dibuka karena urusannya yang belum selesai atau bahkan akan mengurus permasalah lainnya.
     "Sebagai apartur pemerintah, PNS berkewajiban memberikan pelayanan yang baik dan maksimal kepada masyarakat sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku," katanya.
     Pihaknya berharap agar kepala pemerintahaan baik langsung Bupati atau wakilnya serta Sekda bersikap tegas terhadap PNS yang tidak masuk setelah libur panjang Lebaran.
     "Sikap tegas yaitu dengan memberikan peringatan tertulis atau bila perlu diumumkan melalui media massa bagi PNS yang tidak masuk kantor setelah Lebaran," katanya.
     Cara ini kata dia, bukan untuk mempermalukan di depan masyarakat namun lebih pada pemberian efek jera kepada yang bersangkutan agar tidak terulang kembali di masa akan datang.
     Hal yang sama dikatakan warga lainnya, di mana dirinya berharap kantor pemerintaha Kabupaten Bangka mulai besok sudah memberikan layanan kepada masyarakat karena KTP yang diusulkan pada bulan puasa sampai dengan sekarang belum jadi.
     "Saya berharap nantinya setelah kantor pemerintah buka, KTP yang diusulkan segera selesai," katanya yang enggan disebutkan namanya.
Langsung Halal bi Halal
    Mestinya hari ini (Senin, 5/9) pasca liburan hari raya Idul Fitri merupakan hari kembali para PNS untuk melakukan aktifitas rutin.
    Dan rencananya ada acara halal bi halal yang berlangsung di halaman kantor Bupati Bangka hari ini juga.
    Itu kata Ketua acara halal bi halal yang juga Sekda Bangka H Tarmizi H Saat.
    "Acara ini dalam rangka untuk menjalin rasa siraturahmi di sesama para PNS yang ada di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka," katanya.
    Sementara acara perayaan silaturahmi ini sendiri direncanakan akan di hadiri oleh seluruh PNS yang ada di lingkungan Pemda Bangka merupakan acara rutin yang setiap tahun dilaksanakan.
    Untuk itu diharapkan dalam acara tersebut dapat dihadiri tidak hanya oleh PNS yang ada, namun juga dihadiri juga oleh PNS yang ada di kecamatan-kecamatan yang ada di wilayah Pemkab Bangka.
    Dalam acara tersebut nanti akan disi dengan berbagai acara, misalnya acara ramah tamah dan juga siraman rohani seperti yaitu ceramah agama. "Sehingga akan menambah hikmadnya acara tersebut," ulasnya.
    Dengan adanya kegitan silaturami semacam ini diharapkan oleh Tarmizi akan menambah keakraban dan dapat mempererat hubungan silaturahmi di antara sesama anggota Korpri yang ada di lingkungan Pemkab Bangka.
    "Apalagi, kadang dengan kesibukannya masing pada perayaan hari raya tersebut kita tidak dapat saling kunjng mengunjungi, dan dalam kesempatan inilah kita dapat melanjudkan hubungan silaturahmi tersebut," jelasnya.
    "Mudah-mudahan masih dalam susana Idul Firi ini pun hubungan kita sesama manusia dapat terus di tingkatkan, dengan adanya pertemuan ini kita pun dapat untuk saling memaafkan kalau ada kesalahan baik di sengaja atau tidak sengaja," tandasnya. (cr03/mg08)

Sampah Naik Ribuan Kubik

ShareSUNGAILIAT - Meriahnya perayaan Idul Fitri 1432 H yang sebelumnya didahului oleh puasa ternyata menimbulkan permasalahan tersendiri bagi kebersihan Kabupaten Bangka.
    Setidaknya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kenanga, Kabupaten Bangka pasca Lebaran mencapai 3.600 meter kubik atau meningkat tiga kali lipat dibanding dengan hari biasa yang hanya 1.200 meter kubik.
     "Meningkatkan sampah jenis non organik setelah Lebaran lebih disebabkan oleh banyak para pedagang di pasar Kota Sungailiat," Kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangka, Arman di Sungailiat, waktu lalu.
     Pihaknya kata dia, melalui petugas kebersihan terus melalukan upaya maksimal pembersihan diberbagai tempat sekaligus pengangkutan sampah yang sudah ditampung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) atau kontener.
     "Selama bulan Ramadhan, kami mengalami sedikit kewalahan menangani sampah dari berbagai tempat termasuk sampah di sepanjang jalan Jenderal Sudirman. Bahkan pada satu arah ruas jalan tersebut volume sampah mencapai lebih satu truk mobil," jelasnya.
      Menurutnya, untuk menciptakan Kota Sungailiat tetap bersih dan indah, pihaknya memfokuskan pembersihan di tujuh lokasi yaitu, pasar Sungailiat, Lingkungan Nelayan, Lingkungan Nangnung, Taman Sari, Jalan Imam Bonjol, Grasi, Jalan Sudirman, Jalan A. Yani, Jalan Pemuda dan daerah lainnya.
     "Untuk diseputar Kota Sungailiat, pembersihan sampah dari berbagai jenis dilakukan oleh petugas kebersihan pagi dan sore," ujarnya.
     Permasalahan dalam menangani sampah kata dia, selain keterbasatan armada dan sarana pembuangan sampah yang terbatas jumlahnya, juga dipengaruhi oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan serta belum maksimalnya pemilahan sampah organik dan non organik.
     "Saya mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan lingkungannya serta memilah sampah organik dan non organik sebelum dibuang di TPS," katanya.
      Perihal lain permasalahannya penanganan sampah lanjut dia, belum maksimalnya penegakan Peraturan daerah (Perda) nomor 06/2005, tentang ketertiban umum oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) setempat sebagai lembaga berwenang.
     "Saya berpendapat, jika Perda tersebut ditegakan secara maksimal setidaknya akan memberikan penyadaran kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan karena dalam Perda tersebut pula tertuang sanksi bagi yang melanggarnya," katanya.
    Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat menetukan menciptakan lingkungan bersih karena tanpa ada dukungan upaya kebersihan yang diupayakan tidak akan berjalan maksimal.
     "Selama ini kami telah berusaha semaksimal mungkin melakukan pembersihan diberbagai tempat, namun hendaknya pula masyarakat turut serta didalamnya," ujarnya.
     Sementara Kepala Lingkungan Parit Pekir Darwanto mengatakan disamping kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih rendah, juga dipengaruhi oleh kurang kebersamaan dalam bergotong royong.
     "Padahal dengan terbangunnya gotong royong dalam sebuah masyarakat maka akan memperingat mengerjakan segala sesuatu termasuk membersihkan lingkungan," katanya.
      Darwanto mengakui, masyarakat Parit Pekir sebelumnya pernah membentuk organisasi peduli lingkungan yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan termasuk melakukan agenda rutin bergotong royong.
      "Sangat disayangkan organisasi tersebut sampai dengan sekarang fakum kegiataanya," katanya. (cr03)

Hilangkan Stress di Tempat Wisata

ShareBELINYU - Tempat wisata ramai dikunjungi para warga seperti beberapa objek wisata pantai yang sangat indah pantainya di Kecamatan Belinyu.
    Pantauan Radsul kemarin (4/9) para warga yang di antaranya adalah pemudik yang bekerja di luar Bangka dan berlebaran di kampung halaman ini ramai mengunjungi pantai-pantai yang ada di Belinyu seperti Batu Dinding, lepar, Remodong, Penyusuk dan juga Pesaren.
    Kebanyakan dari mereka memang memanfaatkan liburan terakhir dengan bersantai di pantai bersama keluarga sebelum kembali ke tempat bekerja atau perantauannya yang tinggal beberapa hari lagi. Para pengunjung menikmati keindahan alam pantai yang sangat sulit mereka temui bila berada diperantauan dengan membawa makanan dan mandi serta aktifitas lainnya.
    Salah satu warga, Dyta yang tinggal di Perumahan Timah dekat Simpang Telkom Belinyu saat ditemui Radsul di Pantai Lepar Tanjung Gudang Belinyu mengatakan, dirinya setiap kali pulang ke Belinyu pasti ke pantai karena disini selain tidak jauh dan tidak memikirkan macet juga lebih bisa  bebas dengan waktu yang masih luang bersama keuarga dan teman-temannya.
    "Kalau pulang ke Belinyu ini sepertinya menjadi hal yang wajib untuk ke pantai bersama keluarga, disini bisa menikmati semua yang ada, bisa bakar ikan dan santailah sebelum kembali lagi bekerja," ungkap Dyta yang mengaku bekerja di jakarta.
    Sementara warga lainnya juga tampak asik dengan rutinitasnya masing-masing seperti memancing, dan beberapa anggota  komunitas fotografi dari Sungailiat pun sengaja datang jauh-jauh untuk berburu beberapa objek di beberapa pantai Belinyu ini.
    Sedangkan di Pantai Penyusuk yang terkenal masih sangat alami sebagian pengunjung sejak tadi pagi ada yang berangkat menyeberang menuju Pulau Lampu yang tepat berada didepannya dengan menyewa perahu nelayan setempat.
    Salah satu penjual makanan dan minuman ringan di Pantai Penyusuk yang saat Radsul tanya mengatakan jumlah pengunjung meningkat 5 kali lipat dari hari biasanya dan kemarin diperkirakan menjadi puncak paling ramainya pengunjung ke Pantai Penyusuk, sebab mulai Senin (hari ini) semua orang sudah mulai beraktifitas lagi.
    "Sudah sejak 3 hari yang lalu pengunjung sangat ramai kesini dan hari ini (kemarin, red) paling ramai, hampir 5 kali lipat dari hari biasa, kebanyakan ini orang-orang merantau yang pulang lebaran di Belinyu," tandasnya. (trh)


Matras, Indah tapi (Nyaris) Jelek

ShareSUNGAILIAT - Ribuan orang memadati Pantai Matras yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Sungailiat.
     Pantai Matras yang terletak di sebelah utara Kota Sungailiat, sampai dengan sekarang masih menjadi pilihan objek wisata yang cukup menarik oleh sejumlah pengunjung karena selain keindahaan pantai juga harga tiket masuk yang relatif terjangkau.
     "Saya sengaja datang ke pantai Matras bersama dengan enam orang teman pada libur Lebaran untuk menikmati keindahan pantai ini," kata salah satu pengunjung pantai Matras, Zainal, yang mengaku sengaja datang dari Kota Mentok.
    Ia mengatakan, dirinya bersama dengan teman lainnya baru dua kali datang ke pantai Matras setelah liburan sekolah beberapa waktu lalu.
     "Saya menyukai pantai Matras dengan bentangan yang memanjang serta pasir pantai yang landai dekat dengan pinggir jalan," ujarnya.
     Dia menilai keindahan pantai Matras menjadi primadona masyarakat Bangka Belitung secara umum masih kurang mendapat perhatian maksimal dari pemerintah daerah setempat.
    Hal tersebut dibuktikan belum memadainya infrastruktur pendukung lainnya seperti tempat bilas yang representatif setelah pengunjung usai mandi air laut.
      "Untuk akses masuk ke pantai Matras saya rasa sudah cukup layak di samping jalannya yang sudah diaspel juga dapat ditempuh cukup singkat dari pusat Kota Sungailiat," katanya.
     Sementara menurut pengunjung lainnya, Toni yang mengaku datang dari Kota Pangkalpinang, dirinya sengaja berekreasi ke pantai Matras karena bagi dirinya pantai Matras memiliki keindahan tersendiri dibanding dengan objek wisata lainnya.
      "Hampir setiap libur kerja atau minimal satu bulan sekali saya menyempatkan berlibur di pantai Matras yang sudah cukup terkenal bagi masyarakat di Provinsi Bangka Belitung," katanya.
      Pantauan Radsul, keindahan pantai Matras  yang dipadati dengan ribuan pengunjung berdampak buruh terhadap berserakannya sampai diberbagai tempat karena masih rendahnya pengunjung membuah sampah ditempatnya.
      Begitu pula halnya dengan parkir kendaraan baik roda dua dan empat, memperparah kesemrawutan karena di parkir dipinggir jalan dan ditempat-tempat lain yang dianggap aman, sementara petugas pantai sendiri relatif sedikit jumlahnya sehingga belum mampu secara maksimal mengendalikan pengunjung yang membuang sampah sembarangan serta pengaturan parkir kendaraan. (cr03)
   
     

Jumat, 19 Agustus 2011

Pisau Itu Diselidiki

ShareSUNGAILIAT - Sejumlah  warga Dusun Air Antu, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka yang mendatangi Mapolres Bangka Selasa (16/8) kemarin menuntut agar oknum polisi Am dipindahtugaskan dari Polsektif Riau Silip.
    Hal tersebut dinyatakan warga lantaran tak senang melihat arogansi anggota yang menjabat sebagai Kanit Reskrim di Polsektif Riau Silip tersebut menantang warga dengan menggunakan pisau.
    Menurut warga walaupun permintaan maaf  akan disampaikan oknum anggota polisi tersebut, sepertinya belum dapat membuat warga melupakan tindakan oknum polisi Am. Bahkan puluhan warga Dusun Air Antu tetap menginginkan Am untuk dimutasi.
    Usin Burhan (52) Ketua RT 03 Dusun Air Antu kepada sejumlah wartawan di Mapolres Bangka mengatakan hingga saat ini, warga Dusun Air Antu tetap menginginkan agar polisi Am  segera dipindahtugaskan ke kawasan lain agar warga tak lagi berurusan dengan polisi yang dinilai sudah menunjukan sikap arogansinya.
    "Warga kami maunya agar polisi itu dipindahtugaskan kemana saja. Kalau pun dia minta maaf saat ini sepertinya kami belum menerima. Tapi sampai saat ini juga belum ada permintaan maaf," ujar Usin Burhan.
    Seingatnya saat  kejadian oknum polisi Am sampai mengeluarkan pisau itu baru tadi saja, sebelum - sebelumnya tidak pernah demikian. Biasanya memang selalu melapor kepada Polsek Riau Silip apabila ada penambang TI apung yang beroperasi di laut daerahnya.
    "Kalau lapor yang datang biasanya Pak Am. Tapi gak tau juga kenapa tadi bisa seperti itu," jelasnya lagi.
     Dikatakannya setelah bertemu  dengan Kapolres Bangka, warga pun akhirnya sudah agak lega lantaran pihak Polres Bangka akan segera menindaklanjut keluhan mengenai sikap anggota polisi tersebut. Menurut Usin, dari Kapolres sudah mengatakan akan meminta keterangan dan melihat sikap tersebut apakah memang sudah melanggar kode etik sebagai polisi.
    "Tadi bagus juga sih, Kapolres mengatakan akan menindaklanjut dengan melihat apakah tindakan polisi Am sudah melanggar kode etik atau indisipiliner polisi," tukasnya.
    Dikatakan Usin, mengenai tindakan kelima warga Sungailiat tersebut memang sudah menjadi komitmen bersama warga Dusun Air Antu untuk tidak mengambil hasil tambang dalam bentuk apapun di Laut Tanjung Batu. Hal tersebut dilakukan warga lantaran seluruh warga tidak ingin lautnya tercemar limbah penambangan yang sejak 2 tahun ini sudah dirasakan oleh warga.
    Menurut Usin, saat ini saja masih banyak warga yang susah dan kekurangan materi. Namun sewajarnya, sebagai masyarakat yang hampir seluruhnya berprofesi sebagai nelayan dan mengandalkan laut menjadi penopang hidup kekayaan tambang di Laut Tanjung Batu tetap tidak dilakoni warga lantaran untuk menjaga kelestarian lingkungannya.
    "Kalau mau ambil timah atau elminit itu gak usah orang luar yang ambil. Warga kami juga masih banyak yang susah tapi karena untuk menjaga lingkungan kami tetap mempertahankan untuk tidak melakukan itu. Kalau mau kami juga mau, jangan orang luar. Tapi warga kami tetap tidak mau merusak lingkungan," tandasnya.
    Sementara Wakapolres Bangka, Kompol Rully saat dikonfirmasi wartawan mengatakan  pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan warga tersebut. Dikatakan Wakapolres, anggota polisi Am akan segera dimintai keterangan lebih lanjut mengenai tindakannya saat berada di lokasi.
    "Kita akan menindaklanjuti laporan tersebut. Kita juga akan meminta keterangan dari yang bersangkutan mengenai permasalahan itu,"ujar wakapolres.
    Saat ditanyakan mengenai sajam jenis pisau yang sempat dikeluarkan anggota kepada warga, Rully mengatakan mengenai hal tersebut akan dikroscek kembali mengenai alasan anggota yang membawa senjata tajam tersebut.
    "Sekarang tugas dimana dulukan. pisaunya itu untuk apa coba, mungkin dia pulang dari pasar. sama juga masyarakat kalau bawa pisau kita lihat apa keperluannya. kita akan kroscek dululah. kita lihat dulu kasusnya. kita akan panggil anggota kita dan kita lihat bagaimana nanti hasilnya," tukas wakapolres.(trh)

PD BGM Bakal Kena Audit

ShareSUNGAILIAT - Pemkab Bangka akan membantu perusahaan daerah Bangka Global Mandiri (BGM) untuk melakukan audit pada tahun 2012 mendatang.
    Audit itu sendiri bukan untuk merubah perusahaannya akan tetapi untuk meningkatkan kinerjanya. Menurut  Espada Yamin, Assisten II Setda Bangka Bidang Perekonomian dan Pembangunan bahwa audit terhadap PD BGM sebelumnya sudah dianggarkan di ABT namun tidak terkejar lagi sehingga akan dianggarkan pada 2012 mendatang.
       “Kami sudah berkoordinasi dengan BPKP untuk melakukan audit secara besar - besaran kepada BGM agar managemennya berubah. Akan tetapi audit itu sendiri bukan untuk merubah perusahaannya akan tetapi untuk meningkatkan kinerjanya” tukas Espada.
    Dijelaskan Espada Yamin, PD BGM tidak akan ditutup hanya manajemennya saja ditata. Begitu pula untuk ketua akan tetap, tidak diganti. Sementara untuk karyawannya yang masih dirumahkan ada 4 atau 5 karyawan karena pihak BGM tidak mampu lagi memberi gaji para karyawan tersebut. Tidak ada istilah pecat, namun mereka hanya dirumahkan.
       Diakui Espada, konstribusi dari PD BGM ada namun dari pihak ketiga, itu pun  tergantung yang menyumbang. Kalau mereka ada duitnya banyak maka akan besar sumbangan yang didapat yaitu sekitar Rp 5 - 6 juta perbulan. Namun untuk sumbangan itu sendiri bukan suatu kewajiban.
       “Mereka hanya memakai nama BGM, mengirimnya bertonton akan tetapi yang mengirimnya orang lain bukan dari pihak BGM itu sendiri. Namun itu tidak menyalahi aturan lantaran mereka melakukan kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengiriman. Untuk elmenit Rp 25.000 perton, zircon Rp 40.000 perton” jelasnya.
       Hal tersebut dinilai tidak merugikan daerah dikarenakan  mereka punya mesin, punya tenaga, punya uang dan Pemda hanya memakai legalitasnya saja berupa Fee, ujar Espada. Dalam pengiriman tersebut bukan hanya zircon saja, akan tetapi ada komoditi lainnya seperti karet dan lain sebagainya. (her/bbg)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More