This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 07 September 2011

Terbuka, Peluang CPNS

ShareSUNGAILIAT - Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bangka sudah dipastikan tidak akan merekrut Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) pada tahun 2011 karena adanya ketentuan moratorium.
    Kata Bupati Bangka, Yusroni Yazid, Selasa (6/9), karena adanya ketentuan moratorium yang dikeluarkan oleh pemerintah Pusat, maka kemungkinan besar untuk tahun 2011 ini Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka tidak melakukan tes baru.
    "Namun untuk tenaga pegawai yang bersifat tekhnis seperti halnya untuk tenaga medis, tenaga guru, masih memungkinkan untuk dilakukan perekrutan, namun  untuk tenaga yang bersifat umum kemungkinan kecil untuk dilakukan perekrutan pegawai," katanya.
    Tapi semua itu keputusan akan melakukan perekrutan tenaga pegawai baru atau tidak, maka tunggu saja dari keputusan Pusat harus bagaimana, dan mudahan-mudahan ada perubahan aturan, harap dia.
    Karena bagimana pun memang perlu untuk melakukan perekrutan terhadap tenaga pegawai guna untuk mengganti tenaga tenaga pegawai, yang dimiliki sekarang, karena tenaga pegawai yang ada di lingkungan pemkab ada yang memasuki masa pensiun, ada yang meningggal dunia dan ada yang tidak bekerja secara efektif.
    Dikarenakan menderita sakit yang dikategorikan tidak dapat menajalankan fungsi tugasnya dalam rangka untuk memberi pelayanan kepada masyarakat, karena sakit yang dideritanya.
    Selain itu ditambahkan Yusroni untuk saat ini di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten pun masih memerlukan atau membutuhkan tenaga pegawai baru, untuk mengisi jabatan tertentu sesuai disiplin ilmunya. "Terutama yang kita butuhkan karena kita pun kalau mau diakui masih kekurangan tenaga pegawai dalam rangka untuk memberi pelayanan kepada masyarakat," ulasnya.
    Selain itu perekrutan tenaga pegawai baru untuk memberi kesempatan bagi para lulusan sekolah untuk memperoleh peluang untuk mendapatkan kesempatan kerja, dalam upaya untuk mencegah terjadi pembekakkan terhadap tingkat pengangguran di masyarakat.
    Sementara untuk tahun 2011 sendiri walaupun peluang untuk merekrut tenaga pegawai itu sangat kecil namun pemkab telah mengajukan formasi ke Pusat untuk melakukan penerimaan pegawai baru. "Kita tunggu saja keputusan ketentuan dari Pusat," tandasnya. (mg08)

Belinyu Ditinggal Investor

ShareBELINYU - Krisis listrik yang sampai sekarang masih berkepanjangan di Kecamatan Belinyu menyebabkan para investor banyak mengurungkan niatnya menanamkan investasi di Kecamatan Belinyu.
    Hal ini sudah terjadi beberapa tahun terakhir, Kecamatan Belinyu hanya mengandalkan listrik dari PT Timah dan sebagiannya listrik dari PLN.
    Keadaan ini dibenarkan pihak Kecamatan Belinyu melalui Sekcam Belinyu, Asli Mustofa saat dikonfirmasi Radsul di ruang kerjanya  Selasa kemarin (6/9).
    Menurutnya keadaan listrik di Belinyu saat ini belum bisa mendukung investasi secara penuh karena untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saja juga belum maksimal.
    Sangat disayangkan segala potensi yang ada di Kecamatan Belinyu menjadi terpendam karena permasalahan listrik yang tidak kunjung selesai dari tahun ketahun.
    Kondisi yang ada sekarang sebenarnya sudah sangat mendesak untuk masalah listrik, seperti contohnya masyarakat Dusun Saber yang mengandalkan listrik pasokan PT Timah sekarang macet lagi karena terkendala operasional.
    "Sekarang ini masyarakat yang menggunakan listrik dari PT Timah sudah mengalami sering pemadaman, ketika mereka hendak beralih ke listrik PLN  belum ada peluang," ujar Asli.
    PLN yang belum bisa menjangkau seluruh daerah di Kecamatan Belinyu termasuk perkotaan menyebabkan aktifitas menjadi terhambat.
    Padahal ada daerah tertentu dalam kota ini yang mengandalkan PT Timah mau beralih ke PLN tapi karena PLN belum siap akhirnya hanya bisa gigit jari dengan byar pet yang hampir setiap hari siang atau malam terjadi pemadaman.
    Dikatakannya para pengusaha sering membicarakan masalah investasi di Belinyu dan menyatakan minatnya namun harus dibenahi dulu kondisi listriknya yang sedang sakit ini. Kalau sudah normal kemungkinan peluang para pengusaha menanamkan investasi di Kecamatan Belinyu sangat besar sekali.
    "Kadang-kadang kami ngobrol dengan pengusaha itu kalau listriknya belum ada sulit untuk menanamkan modal di Belinyu ini. Untuk itu harapan kami supaya masalah listrik dalam jangka satu atau dua tahun mendatang semua dapat teratasi dan PLN itu dapat dinikmati semua lapisan masyarakat," harap Asli.
    Senada dengan Sekcam Belinyu para warga mengeluhkan juga kondisi listrik di Belinyu yang pada siang hari sering padam. Para pelaku usaha harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) genset agar aktifitasnya usahanya berjalan lancar. Padahal harga bensin eceran berkisar Rp 6-7 ribu di wilayah perkotaan Belinyu dan itu cukup mahal.
    Situasi yang  sudah berlangsung cukup lama untuk permasalahan listrik yang tidak kunjung usai selama ini menjadi penyakit yang menahun dan memprihatinkan. Hal ini ditambah lagi menjadi parah dengan sulitnya bensin di Kecamatan Belinyu yang menambah daftar panjang permasalahan.
    Pihak Kecamatan Belinyu yang terkena imbas karena  setiap hari harus menghidupkan genset untuk menunjang kinerja terutama pelayananan terhadap masyarakat dari pagi sampai siang menjelang pulang  untuk menghidupkan komputer, mesin air dan peralatan penunjang lainnya yang mau tidak mau harus dilakukan.
    Namun hal yang sama dirasakan para pedagang yang ada di kawasan pasar Belinyu terpaksa harus menghidupkan gensetnya hampir setiap hari untuk memperlancar usahanya terutama pedagang peralatan elektronik karena untuk menarik minat dan mencoba  produk kepada para konsumen yang minta di uji coba dahulu barang-barang yang mereka jual.
    "Mau tidak mau kita harus menghidupkan genset hampir setiap hari kalau tidak susah sekali. Prakiraan biaya untuk beli bensin genset ini perbulannya lebih mahal dari tagihan perbulan rekening listrik," keluh salah satu pedagang elektronik di Pasar Belinyu.
    Diakuinya selama ini masyarakat Belinyu sudah cukup lama tidak menikmati listrik secara lancar dan bukan merupakan rahasia umum kalau hal ini telah berlangsung dari tahun ketahun. Untuk itu ia berharap persoalan ini dapat dituntaskan segera agar usaha yang mereka jalankan bisa berjalan lancar.
    "Kita mohon bantuanlah untuk diprioritaskan listrik untuk masyarakat Belinyu, jangan hanya sekedar janji tolong buktikan," pinta pedagang tersebut.
    Dari pantauan Radsul sendiri memang terlihat hampir setiap hari  di beberapa  kios dan ruko para pedagang dan pelaku usaha lainnya termasuk Kantor Camat Belinyu rata-rata menghidupkan genset selama siang hari untuk menjalankan aktivitasnya sehari-hari.(trh)

Infrastuktur, Belinyu Sudah Oke

ShareBELINYU - Jalan-jalan menuju Belinyu saat ini sudah mulus sebagian besarnya terutama jalan yang menjadi lalu lintas kendaran umum.
    Saat ini juga sedang dilakukan pekerjaan pengerasan dan pengaspalan jalan menuju Pantai Penyusuk Kecamatan Belinyu untuk mendukung memadainya infrastruktur yang ada.
    Ruas jalan Sungailiat ke Belinyu hampir  selesai dalam proses pelebaran dan pengaspalan sehingga sudah semakin membentuk infrastruktur yang layak.
    Jalan yang merupakan proyek Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ini sekarang sudah mulus dan diharapkan dapat  mengundang para pengunjung untuk datang ke Belinyu menikmati segala yang ada di Belinyu.
    Camat Belinyu melalui Sekcamnya, Asli Mustofa saat Radsul temui kemarin (2/9) di ruang kerjanya menyampaikan infrastruktur yang ada dan ditargetkan selesai tahun ini  sangat membantu pengembangan potensi di Belinyu seperti jalan-jalan yang sudah diaspal.
    Terutama jalan-jalan yang di rehab untuk menuju kelokasi tempat wisata seperti jalan menuju Pantai Penyusuk.
    "Infrastruktur kita seperti jalan saat ini sudah jauh lebih baik, jalan menuju Belinyu sudah bagus dan jalan menuju Pantai Penyusuk sedang dalam tahap pengerjaan yang ditargetkan selesai tahun ini," ujarnya.
    Ditambahkan Asli, Kecamatan Belinyu yang merupakan daerah yang dengan potensi sangat bagus seperti industri olahan makanan laut serta potensi wisata akan lebih menjadi daya tarik bila dibantu dengan akses jalan yang baik. Sebagai sentra makanan olahan laut Bangka ditambah dengan pantainya yang indah akan menarik para pengunjung untuk datang.
    Ke depannya setelah permasalahan jalan selesai untuk infrastruktur lainnya yang menjadi prioritas utama adalah permasalahan listrik.     Permasalahan listrik menurutnya menjadi kendala yang diharapkan dapat teratasi untuk menarik minat investor menanamkan modalnya di Belinyu.
    "Ke depan untuk infrastruktur setelah jalan dan yang lainnya sudah dianggap cukup nanti kita harapkan permasalahan listrik juga bisa teratasi untuk pengembangan di Kecamatan Belinyu," pungkasnya. (trh)   

Pendidikan Anak Nelayan Meningkat

ShareSUNGAILIAT, - Taraf pendidikan bagi anak nelayan selama lima tahun terakhir penunjukan peningkatan cukup baik.
    Setidaknya sebanyak kurang lebih ratusan anak telah mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi baik negeri maupun swasta, atau sekitar 20 anak nelayan di Kecamatan Sungailiat juga sampai kependidikan yang sama.
      "Sesuai data tahun 2006, sebanyak 180 anak nelayan yang hanya tamat sekolah dasar dan sekarang jumlah tersebut semakin sedikit," kata Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cabang Kabupaten Bangka, Ratno Daeng, di Sungailiat, Selasa (6/9).
      Meningkatnya jumlah anak nelayan yang melanjutkan sekolah kata dia, lebih dipengaruhi oleh munculnya kesadaran dari orang tuanya terhadap pentingnya pendidikan.
     "Selain tertanamnya kesadaran, faktor pendukung lainnya yakni mulai meningkatnya tingkat kesejahteraan para nelayan dengan berbagai pengembangan usaha serta dukungan pemerintah melalui program kebijakan yang memberikan keringanan untuk mendapatkan pendidikan," jelasnya.
     Program dana BOS misalanya kata Ratno, sangat membantu bagi nelayan yang berpenghasilan rendah namun memberikan kesempatan mendapatkan pendidikan bagi putra-putrinya.
    "Begitu pula halnya dengan program lainnya seperti biasiswa bagi anak nelayan, program ini memberikan kesempatan bagi anak nelayan ikut belajar sampai keperguruan tinggi negeri seperti, kuliah di Sekolah Tinggi Perikanan (STP) tanpa melalui tes," ujarnya.
     Terbangunya kesadaran sebagian nelayan untuk memberikan kesempatan bagi anaknya untuk bersekolah sebagaimana di katakan Cono, dimana dirinya memberikan kesempatan bagi anak perempuannya untuk mencari ilmu setinggi-tingginya.
     "Alhamdulillah, walau saya hanya bekerja sebagaimana nelayan namun mampu membiayai anak perempuan kuliah di Kebidanan," ujarnya.
     Dia mengakuinya dengan memberikan kesempatan belajar bagi anaknya, diharapkan kedepannya dapat meraih kehidupan yang lebih layak.
     "Dengan berbekal ilmu pengetahuan diharapkan anak saya nantinya hidupnya di masa mendatang akan lebih layak," katanya.
      Pemikiran yang sama juga dikatakan nelayan Sungailiat lainnya, Syamsudin, dimana dirinya dengan penuh semangat memyekolahkan anaknya sampai keperguruan tinggi.
     "Dua orang anak saya belajar sampai keperguruan tinggi, dan yang satu malah sudah diangkat menjadi PNS," jelasnya. (cr03)

Selasa, 06 September 2011

4 PNS Bolos!

ShareSUNGAILIAT - Dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) kemarin, Senin (5/9) ditemukan 4 Pegawai tidak masuk dan dianggap bermasalah.
    Kata Ketua Tim III Inspeksi Mendadak (Sidak) Pemkab Bangka untuk Kecamatan, Kelurahan dan sekretariat yang di pimpin oleh Kepala Inspektorat Kabupaten Bangka, Hasanudin, ke empat pegawai tersebut ditemukan di Kelurahan Kenanga, Kecamatan Pemali, Kecamatan Mendobarat dan salah satu sekretariat.
    Menurutnya keempat pegawai tersebut tidak masuk kerja dengan alasan yang  dianggap tidak mematuhi ketentuan seperti sakit namun tanpa surat keterangan, atau berhalangan lainnya tanpa surat izin.
    Tim sidak nantinya akan segera menyampaikan laporan kepada Bupati Bangka untuk ditindak lanjuti pemberian sanksi kepada keempat staff pegawai Kecamatan, Kelurahan dan sekretariat yang bermasalah tersebut.
    "Kita akan melaporkan ke Bupati Bangka mengenai beberapa yang ditemukan tidak masuk kerja dan dianggap bermasalah tersebut untuk selanjutnya diberikan sanksi," jelasnya.
    Mengenai sanksi yang akan diberikan menurutnya karena ini tidak masuk kerja setelah libur lebaran merupakan pelanggaran ringan bukan pada kategori berat maka nanti tidak akan mendapatkan sanksi yang berat, namun setidaknya ada efek jera yang membuat mereka tidak akan mengulangi lagi perbuatannya.
    "Sanksinya nanti karena ini masih kategori pelanggaran ringan tidak terlalu berat, namun paling tidak kita akan membuat teguran secara tertulis kepada mereka," tegasnya.
    Dari hasil inspeksi mendadak (Sidak) yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka kepada para Pegawai Negeri Sipil (PNS) kemarin, Senin (5/9) tim tidak menemukan adanya PNS yang mangkir.
    Kendati ada beberapa PNS yang memang tidak masuk, namun mereka ternyata sudah mendapat persetujuan dan izin dari atasan di tempat mereka bekerja.
    Itulah pantauan dari Humas dan Protokoler Pemkab Bangka saat bersama-sama dengan tim inspeksi melakukan tugasnya.
    Jika, ditemukan adanya PNS yang bandel pada hari pertama dengan alasan yang tidak jelas dan tidak dipertanggungjawabkan, akan dikenakan sanksi berupa teguran dan surat pernyataan sesuai dengan aturan yang berlaku.
    “Bagi staf yang yang tidak masuk yang memberi tegurannya atasannya dengan sistem birokrasi yang berlaku dan akan diberikan surat peringatan dan sanksi yang berat jika terbukti melakukan pelanggaran berat,” kata Ketua Tim II yang diketuai Kepala BKPP Drs Suyono.
    “Tim sidak terdiri dari tiga tim, yakni tim I oleh Asisiten III dengan sidak ke dinas-dinas, tim II oleh Kepala BKPP dengan sidak ke instansi badan dan kantor, dan tim III oleh Inspektur dengan sidak ke Setda, dan kecamatan-kecamatan. Tim-tim ini melakukan sidak dengan melihat tingkat kehadiran (absensi) pada hari pertama masuk kerja dan akan direkapitulasi dengan hasilnya diserahkan kepada bupati, wabup dan sekda,” terang inspektur.
    Dalam pantuan humas dan protokol rata-rata hampir semua PNS dan honorer di Lingkungan Pemkab Bangka  masuk kerja, walaupun ada yang tidak masuk karena izin namun telah ada surat persetujuan izin dari atasan.
    Dalam hari pertama masuk kerja tersebut, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) dan Inspektorat langsung melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke berbagai instansi dan kecamatan yang ada di Kabupaten Bangka.
    Ketika ditemui di sela-sela sidak di Sekretariat Daerah Kabupaten Bangka, Ketua Tim Sidak III Hasanuddin mengatakan kegiatan sidak ini merupakan agenda rutin bagi Pemerintah Kabupaten Bangka untuk meningkatkan kedisiplinan para pegawai setelah libur dan cuti bersama sehingga bisa meningkatkan rasa tanggung jawab dan etos kerja untuk melayani dan memberikan pelayanan publik kepada masyarakat.
    Sidak ini dilakukan bukan hanya sekedar seremoni belaka saja, namun untuk lebih mengikuti aturan yang berlaku dan surat edaran yang telah dibuat.

Efektifkah Sidak?
    Ketua Komisi A DPRD Bangka, Kurtis mengatakan seharusnya pemerintah daerah melihat data statistik dari tahun ke tahun tingkat kehadiran pegawai setelah liburan panjang.
    Sehingga dapat dilihat efektif atau tidak kegiatan sidak yang dilakukan dan juga tingkat kepatuhan dari pegawai dalam mengemban tugasnya dari tahun ke tahun.
    "Sehingga pemerintah daerah dapat melihat dengan jelas ada perubahan atau tidak tingkat kepatuhan dari para pegawai itu sendiri untuk menjalankan tugasnya setelah liburan tersebut," kata dia.
    Bila saja dari tahun ke tahun masih terjadi peningkatan terhadap pegawai yang bolos setelah pasca liburan lebaran, kendati sudah dilakukan sidak setiap habis liburan panjang berarti upaya pemerintah untuk melakukan sidak itu sendiri tidak efektif.
    "Maka diharapkan kepada pemerintah untuk membuat daftar statistik untuk memperluas kinerja pegawai khusus terkait dengan masalah  kedisiplinan, selain itu harus ditegakkan sanksi yang berat terhadap para pegawai yang tidak disiplin tersebut, sehingga menimbulkan efek jera," ungkapnya.
    Dari pengamatan selama ini sanksi yang diberlakukan dirasa kurang efektif, hanya berupa teguran baik lisan maupun tertulis sehingga setiap dilakukan sidak setiap tahun masih di temukan pegawai yang membolos. (trh/humas/mg08)

Stok Air Menipis

Share
SUNGAILIAT - PDAM Tirta Bangka menyatakan siap melayani 6.000 pelanggan PDAM dengan menyediakan stok air yang disuplay dari 3 kolong besar.
    Ketiganya yakni kolong PDAM Merawang, Kolong PLN Merawang dan Kolong Pemali guna mengantisipasi  musim kemarau yang  sudah dirasakan masyarakat Bangka.
    Hal tersebut diutarakan Kepala PDAM Tirta Bangka, Darmanto kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya Senin (5/9) kemarin.
    Dikatakan Darmanto, memang saat ini PDAM  mengalami kerugian akibat biaya operasional per hari lantaran harus menggunakan pasokan air dari kolong PLN yang membutuhkan proses pemurnian hingga layak pakai bagi para konsumen.
    Namun hal tersebut memang dirasakan harus dilakukan lantaran musim kemarau panjang akan segera berlanjut.
    "Sebenarnya kita pada musim apapun baik musim penghujan ataupun musim kemarau kita tetap memaksimalkan pelayanan.
    Hanya saja untuk musim kemarau ada perubahan - perubahan baik dari sisi strategi dan sisi peningkatan lebih diintensifkan lagi. Kita memang tidak memiliki sumber air baku cadangan sehingga yang dimanfaatkan sumber air yang ada seperti di kolong Pemali, Merawang dan PLTD PLN Merawang," terang Darmanto.
    Dikatakannya dalam kurun waktu setengah bulan ini pihaknya memang sudah memanfaatkan sumber air dari kolong PLTD Merawang dan Pemali mengingat hingga saat ini kolong Merawang hanya memiliki  kedalaman 4 meter yang harus ditarik menggunakan ponton.
    Hanya saja, di kolong PLTD sudah menjadi permasalahan permanent mengenai kualitas air yang sangat keruh sehingga harus dicampur dengan sumber air dari Pemali.
    Untuk itu, dalam menggunakan 2 kolong ini pihak PDAM Tirta Bangka harus mengeluarkan cost operasional yang sangat tinggi diantaranya untuk biaya bahan kimia dan biaya pembelian BBM solar lantaran di kolong Pemali belum teralirkan tenaga listrik sehingga pihak pengelola harus menggunakan diesel.
    "Karena kalau kolong PLTD keruh sehingga tidak bisa langsung diproses untuk mengurangi kekeruhannya. Jadi sumber air ini kita campur dengan air dari pemali dan PLTD merawang.
    Karena dari Pemali kualitas cukup bagus kuantitasnya memenuhi. Hanya saja, kami terkendala belum terpasangnya listrik yang saat ini masih menggunakan pembangkit diesel. cost terlalu tinggi hingga menyebabkan keuangan PDAM tidak sebanding," keluhnya.
    Ditambahkan Darmanto pihaknya saat ini memang terus berupaya untuk melayani pelanggan yang tercatat sebanyak 6 ribu pelanggan di wilayah Kabupaten Bangka. (trh)

Belinyu (Masih) Harapkan Listrik

ShareSUNGAILIAT - Masyarakat Belinyu masih sangat berharap kepada Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), maupun PT PLN agar segera mewujudkan keinginan mereka untuk dapat menikamti aliran listrik.
    Hal itu disampikan oleh anggota DPRD Bangka perwakilan Kecamatan Belinyu-Riau Silip, Herman CH di Sekretarit DPRD Bangka, Senin (5/9).
    Kata dia, belum beberapa waktu masyarakat bBelinyu selama 20 hari dapat menikmati aliran listrik sekarang harus kembali harus bergelap-gelapan.
    "Sebelumnya selama dua puluh harian kita masyarkaat Belinyu dapat meninkamati aliran listrik dengan bantuan solar darri PT Timah Tbk, namun setelah 3 hari selesai lebaran bantuan solar itu sudah habis dan kita kembali harus bergelapan," keluhnya.
    Makanya, mereka sangat berharap baik dari Pemerintah Provinsi Bangka Belitung maupuan Kabupaten Bangka untuk dapat menyalurkan bantuan pengoperasional mesin pembangkit listrik yang ada di Kecamatan Belinyu, sehingga masyarakat dapat kembali menikmati cahaya lampu.
    Sebagaimana sebelumnya dikabarkan, Pemprov Bangka Belitung berencana untuk menganggarkan bantuan untuk pembangkit listtrik di Kecamatan Belinyu melalaui dana APBD-P Provinsi Babel.
    Untuk itu selaku wakil masyarakat dari Kecamatan Belinyu dia dan rekan-rekan sangat berharap  kiranya rencana dari Pemerintah Provinsi Babel dapat direalisasikan secepatnya.
    "Bantuan yang telah direncanakan tersebut semoga cepat direalisasikan," harap Herman.
    Namun harapan yang lebih penting adanya upaya dari pihak PLN Wilayah Bangka Belitung untuk segera merealisasikan agar aliran listrik untuk segera masuk ke Kecamatan Belinyu secepatnya.
    "Karena masyarakat kami sangat membutuhkan adanya aliran listtrik itu sendiri, selain itu kami juga mengerti tidak mungkin kami harus selalu berharap melalui bantuan dari pemerintah daerah, baik dari pemprov atau Pemerintah Kabupaten Bangka untuk memberi bantuan dana subsidi, untuk pembangkit listrik di daerah Kecamatan Belinyu tersebut," keluhnya lagi.
    Oleh karena itu mereka sangat mengharapkan adanya realisasi dari pihak PLN untuk memasok aliran listrik.
    "Ini merupakan harapan dari seluruh masyarakat kami, sebagaimana yang pernah masyarakat sampaikan kepada saya selaku wakil mereka di lembaga legislatif ini," tandas Herman. (mg08)

17 Sept Digelar Perayaan HUT RI

ShareSUNGAILIAT - Perayaan kegiatan hari kemerdekaan, atau akrab disebut 17-an untuk Sungailiat ditetapkan tanggal 17 s/d 18 September 2011 oleh Panitia peyelenggaran HUT RI ke-66.
    "Panitia peyelenggara sengaja menunda pelaksanaan kegitaan tahunan ini mengingat HUT RI ke-66 bersamaan dengan datangnya bulan Ramadhan," kata panitia pelaksana, Rojali di Sungailiat, Senin (5/9).
     Ia mengatakan, rute yang dilalui peserta karnaval dan pawai berjarak sekitar lima kilometer atau tepat dari Gedung Juang sampai dengan Lapangan Tamansari.
     "Panitia sengaja lapangan Tamansari sebagai finis bagi peserta karnaval dan pawai mengingat di tempat tersebut mudah diakses dari berbagai wilayah," ujarnya.
     Menurutnya, penerimaan pendaftaraan dibuka sejak bulan Ramadhan sampai dengan lima hari sebelum pelaksanaan yang diikuti oleh umum dan pelajar.
     "Untuk jumlah peserta karnaval dan pawai yang sudah mendaftar saya kurang begitu tahu, namun diperkirakan sudah lebih dari lima pendaftar," katanya.
    Disinggung mengenai ketersediaan anggaran kata Rojali diakuinya masih mengalami kekurangan dari plafon yang direncanakan.
    "Dalam kegiatan tahunan ini kami merencanakan penggunaan anggaran mencapai lebih dari Rp 80 juta, namun Pemerintah Kabupaten Bangka hanya mampu membantu sebesar Rp 20 juta," jelasnya.
    Bantuan dari Pemerintah Kabupaten Bangka sebesar itu kata dia, sampai sekarang belum diterima oleh panitia atau hanya masih bersifat janji secara lisan setelah proposal dimasukan.
     "Dana sebesar itu tidak mengurangi rencana kegiatan yang ditetapkan, dan pihak panitia peyelenggara terus berusaha mencari penambahan dana ke pihak ketiga," tegasnya.
     Rojali mengatakan, perayaan karnaval dan pawai hanya semata-mata untuk menghibur kepada masyakat di Kota Sungailiat dan sekitarnya, kegiatan ini menjadi agenda rutin yang setiap tahunya dilaksanakan.
     "Saya mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk tetap mendukung kegiatan ini agar berjalan dengan lancar serta tetap mengedepankan persatuan dan kesatuan serta menjaga ketertiban bersama," katanya. (cr03)

Senin, 05 September 2011

Cari PNS Bolos!

ShareSUNGAILIAT - Sejumlah masyarakat di Kabupaten Bangka meminta PNS untuk tetap disiplin masuk hari ini, setelah mereka puas libur panjang Lebaran agar pelayanan masyarakat tetap terlayani dengan baik.
     "Tidak ada alasan lagi bagi PNS tidak masuk kerja setelah diberikan kesempatan libur panjang Lebaran," kata Pemerhati Pelayan Publik Bangka Belitung, Hendra Sinaga di Sungailiat, Minggu, menanggapi jadwal masuk kerja bagi PNS di Kabupaten Bangka.
     Kesempatan libur sekian lama menurutnya, sudah lebih dari cukup kalau hanya sekedar untuk bersilaturahmi dengan tetangga maupun saudarannya pada saat Lebaran.
     "Dengan masuk kerja di kantornya masing-masing diharapkan pelayanan masyarakat kembali dibuka dan dilaksanakan sebagaimana mestinya," ujarnya.
     Dari sekian ribu masyarakat di Kabupaten Bangka diyakininya tetap ada warga yang berharap kantor pemerintahan segera dibuka karena urusannya yang belum selesai atau bahkan akan mengurus permasalah lainnya.
     "Sebagai apartur pemerintah, PNS berkewajiban memberikan pelayanan yang baik dan maksimal kepada masyarakat sebagaimana diatur dalam peraturan yang berlaku," katanya.
     Pihaknya berharap agar kepala pemerintahaan baik langsung Bupati atau wakilnya serta Sekda bersikap tegas terhadap PNS yang tidak masuk setelah libur panjang Lebaran.
     "Sikap tegas yaitu dengan memberikan peringatan tertulis atau bila perlu diumumkan melalui media massa bagi PNS yang tidak masuk kantor setelah Lebaran," katanya.
     Cara ini kata dia, bukan untuk mempermalukan di depan masyarakat namun lebih pada pemberian efek jera kepada yang bersangkutan agar tidak terulang kembali di masa akan datang.
     Hal yang sama dikatakan warga lainnya, di mana dirinya berharap kantor pemerintaha Kabupaten Bangka mulai besok sudah memberikan layanan kepada masyarakat karena KTP yang diusulkan pada bulan puasa sampai dengan sekarang belum jadi.
     "Saya berharap nantinya setelah kantor pemerintah buka, KTP yang diusulkan segera selesai," katanya yang enggan disebutkan namanya.
Langsung Halal bi Halal
    Mestinya hari ini (Senin, 5/9) pasca liburan hari raya Idul Fitri merupakan hari kembali para PNS untuk melakukan aktifitas rutin.
    Dan rencananya ada acara halal bi halal yang berlangsung di halaman kantor Bupati Bangka hari ini juga.
    Itu kata Ketua acara halal bi halal yang juga Sekda Bangka H Tarmizi H Saat.
    "Acara ini dalam rangka untuk menjalin rasa siraturahmi di sesama para PNS yang ada di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka," katanya.
    Sementara acara perayaan silaturahmi ini sendiri direncanakan akan di hadiri oleh seluruh PNS yang ada di lingkungan Pemda Bangka merupakan acara rutin yang setiap tahun dilaksanakan.
    Untuk itu diharapkan dalam acara tersebut dapat dihadiri tidak hanya oleh PNS yang ada, namun juga dihadiri juga oleh PNS yang ada di kecamatan-kecamatan yang ada di wilayah Pemkab Bangka.
    Dalam acara tersebut nanti akan disi dengan berbagai acara, misalnya acara ramah tamah dan juga siraman rohani seperti yaitu ceramah agama. "Sehingga akan menambah hikmadnya acara tersebut," ulasnya.
    Dengan adanya kegitan silaturami semacam ini diharapkan oleh Tarmizi akan menambah keakraban dan dapat mempererat hubungan silaturahmi di antara sesama anggota Korpri yang ada di lingkungan Pemkab Bangka.
    "Apalagi, kadang dengan kesibukannya masing pada perayaan hari raya tersebut kita tidak dapat saling kunjng mengunjungi, dan dalam kesempatan inilah kita dapat melanjudkan hubungan silaturahmi tersebut," jelasnya.
    "Mudah-mudahan masih dalam susana Idul Firi ini pun hubungan kita sesama manusia dapat terus di tingkatkan, dengan adanya pertemuan ini kita pun dapat untuk saling memaafkan kalau ada kesalahan baik di sengaja atau tidak sengaja," tandasnya. (cr03/mg08)

Sampah Naik Ribuan Kubik

ShareSUNGAILIAT - Meriahnya perayaan Idul Fitri 1432 H yang sebelumnya didahului oleh puasa ternyata menimbulkan permasalahan tersendiri bagi kebersihan Kabupaten Bangka.
    Setidaknya volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kenanga, Kabupaten Bangka pasca Lebaran mencapai 3.600 meter kubik atau meningkat tiga kali lipat dibanding dengan hari biasa yang hanya 1.200 meter kubik.
     "Meningkatkan sampah jenis non organik setelah Lebaran lebih disebabkan oleh banyak para pedagang di pasar Kota Sungailiat," Kata Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangka, Arman di Sungailiat, waktu lalu.
     Pihaknya kata dia, melalui petugas kebersihan terus melalukan upaya maksimal pembersihan diberbagai tempat sekaligus pengangkutan sampah yang sudah ditampung di Tempat Pembuangan Sementara (TPS) atau kontener.
     "Selama bulan Ramadhan, kami mengalami sedikit kewalahan menangani sampah dari berbagai tempat termasuk sampah di sepanjang jalan Jenderal Sudirman. Bahkan pada satu arah ruas jalan tersebut volume sampah mencapai lebih satu truk mobil," jelasnya.
      Menurutnya, untuk menciptakan Kota Sungailiat tetap bersih dan indah, pihaknya memfokuskan pembersihan di tujuh lokasi yaitu, pasar Sungailiat, Lingkungan Nelayan, Lingkungan Nangnung, Taman Sari, Jalan Imam Bonjol, Grasi, Jalan Sudirman, Jalan A. Yani, Jalan Pemuda dan daerah lainnya.
     "Untuk diseputar Kota Sungailiat, pembersihan sampah dari berbagai jenis dilakukan oleh petugas kebersihan pagi dan sore," ujarnya.
     Permasalahan dalam menangani sampah kata dia, selain keterbasatan armada dan sarana pembuangan sampah yang terbatas jumlahnya, juga dipengaruhi oleh masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan serta belum maksimalnya pemilahan sampah organik dan non organik.
     "Saya mengharapkan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat menjaga kebersihan lingkungannya serta memilah sampah organik dan non organik sebelum dibuang di TPS," katanya.
      Perihal lain permasalahannya penanganan sampah lanjut dia, belum maksimalnya penegakan Peraturan daerah (Perda) nomor 06/2005, tentang ketertiban umum oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) setempat sebagai lembaga berwenang.
     "Saya berpendapat, jika Perda tersebut ditegakan secara maksimal setidaknya akan memberikan penyadaran kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan karena dalam Perda tersebut pula tertuang sanksi bagi yang melanggarnya," katanya.
    Menurutnya, keterlibatan masyarakat sangat menetukan menciptakan lingkungan bersih karena tanpa ada dukungan upaya kebersihan yang diupayakan tidak akan berjalan maksimal.
     "Selama ini kami telah berusaha semaksimal mungkin melakukan pembersihan diberbagai tempat, namun hendaknya pula masyarakat turut serta didalamnya," ujarnya.
     Sementara Kepala Lingkungan Parit Pekir Darwanto mengatakan disamping kesadaran masyarakat terhadap kebersihan lingkungan masih rendah, juga dipengaruhi oleh kurang kebersamaan dalam bergotong royong.
     "Padahal dengan terbangunnya gotong royong dalam sebuah masyarakat maka akan memperingat mengerjakan segala sesuatu termasuk membersihkan lingkungan," katanya.
      Darwanto mengakui, masyarakat Parit Pekir sebelumnya pernah membentuk organisasi peduli lingkungan yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan lingkungan termasuk melakukan agenda rutin bergotong royong.
      "Sangat disayangkan organisasi tersebut sampai dengan sekarang fakum kegiataanya," katanya. (cr03)

Hilangkan Stress di Tempat Wisata

ShareBELINYU - Tempat wisata ramai dikunjungi para warga seperti beberapa objek wisata pantai yang sangat indah pantainya di Kecamatan Belinyu.
    Pantauan Radsul kemarin (4/9) para warga yang di antaranya adalah pemudik yang bekerja di luar Bangka dan berlebaran di kampung halaman ini ramai mengunjungi pantai-pantai yang ada di Belinyu seperti Batu Dinding, lepar, Remodong, Penyusuk dan juga Pesaren.
    Kebanyakan dari mereka memang memanfaatkan liburan terakhir dengan bersantai di pantai bersama keluarga sebelum kembali ke tempat bekerja atau perantauannya yang tinggal beberapa hari lagi. Para pengunjung menikmati keindahan alam pantai yang sangat sulit mereka temui bila berada diperantauan dengan membawa makanan dan mandi serta aktifitas lainnya.
    Salah satu warga, Dyta yang tinggal di Perumahan Timah dekat Simpang Telkom Belinyu saat ditemui Radsul di Pantai Lepar Tanjung Gudang Belinyu mengatakan, dirinya setiap kali pulang ke Belinyu pasti ke pantai karena disini selain tidak jauh dan tidak memikirkan macet juga lebih bisa  bebas dengan waktu yang masih luang bersama keuarga dan teman-temannya.
    "Kalau pulang ke Belinyu ini sepertinya menjadi hal yang wajib untuk ke pantai bersama keluarga, disini bisa menikmati semua yang ada, bisa bakar ikan dan santailah sebelum kembali lagi bekerja," ungkap Dyta yang mengaku bekerja di jakarta.
    Sementara warga lainnya juga tampak asik dengan rutinitasnya masing-masing seperti memancing, dan beberapa anggota  komunitas fotografi dari Sungailiat pun sengaja datang jauh-jauh untuk berburu beberapa objek di beberapa pantai Belinyu ini.
    Sedangkan di Pantai Penyusuk yang terkenal masih sangat alami sebagian pengunjung sejak tadi pagi ada yang berangkat menyeberang menuju Pulau Lampu yang tepat berada didepannya dengan menyewa perahu nelayan setempat.
    Salah satu penjual makanan dan minuman ringan di Pantai Penyusuk yang saat Radsul tanya mengatakan jumlah pengunjung meningkat 5 kali lipat dari hari biasanya dan kemarin diperkirakan menjadi puncak paling ramainya pengunjung ke Pantai Penyusuk, sebab mulai Senin (hari ini) semua orang sudah mulai beraktifitas lagi.
    "Sudah sejak 3 hari yang lalu pengunjung sangat ramai kesini dan hari ini (kemarin, red) paling ramai, hampir 5 kali lipat dari hari biasa, kebanyakan ini orang-orang merantau yang pulang lebaran di Belinyu," tandasnya. (trh)


Matras, Indah tapi (Nyaris) Jelek

ShareSUNGAILIAT - Ribuan orang memadati Pantai Matras yang berjarak sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Sungailiat.
     Pantai Matras yang terletak di sebelah utara Kota Sungailiat, sampai dengan sekarang masih menjadi pilihan objek wisata yang cukup menarik oleh sejumlah pengunjung karena selain keindahaan pantai juga harga tiket masuk yang relatif terjangkau.
     "Saya sengaja datang ke pantai Matras bersama dengan enam orang teman pada libur Lebaran untuk menikmati keindahan pantai ini," kata salah satu pengunjung pantai Matras, Zainal, yang mengaku sengaja datang dari Kota Mentok.
    Ia mengatakan, dirinya bersama dengan teman lainnya baru dua kali datang ke pantai Matras setelah liburan sekolah beberapa waktu lalu.
     "Saya menyukai pantai Matras dengan bentangan yang memanjang serta pasir pantai yang landai dekat dengan pinggir jalan," ujarnya.
     Dia menilai keindahan pantai Matras menjadi primadona masyarakat Bangka Belitung secara umum masih kurang mendapat perhatian maksimal dari pemerintah daerah setempat.
    Hal tersebut dibuktikan belum memadainya infrastruktur pendukung lainnya seperti tempat bilas yang representatif setelah pengunjung usai mandi air laut.
      "Untuk akses masuk ke pantai Matras saya rasa sudah cukup layak di samping jalannya yang sudah diaspel juga dapat ditempuh cukup singkat dari pusat Kota Sungailiat," katanya.
     Sementara menurut pengunjung lainnya, Toni yang mengaku datang dari Kota Pangkalpinang, dirinya sengaja berekreasi ke pantai Matras karena bagi dirinya pantai Matras memiliki keindahan tersendiri dibanding dengan objek wisata lainnya.
      "Hampir setiap libur kerja atau minimal satu bulan sekali saya menyempatkan berlibur di pantai Matras yang sudah cukup terkenal bagi masyarakat di Provinsi Bangka Belitung," katanya.
      Pantauan Radsul, keindahan pantai Matras  yang dipadati dengan ribuan pengunjung berdampak buruh terhadap berserakannya sampai diberbagai tempat karena masih rendahnya pengunjung membuah sampah ditempatnya.
      Begitu pula halnya dengan parkir kendaraan baik roda dua dan empat, memperparah kesemrawutan karena di parkir dipinggir jalan dan ditempat-tempat lain yang dianggap aman, sementara petugas pantai sendiri relatif sedikit jumlahnya sehingga belum mampu secara maksimal mengendalikan pengunjung yang membuang sampah sembarangan serta pengaturan parkir kendaraan. (cr03)
   
     

Jumat, 19 Agustus 2011

Pisau Itu Diselidiki

ShareSUNGAILIAT - Sejumlah  warga Dusun Air Antu, Desa Deniang, Kecamatan Riau Silip, Kabupaten Bangka yang mendatangi Mapolres Bangka Selasa (16/8) kemarin menuntut agar oknum polisi Am dipindahtugaskan dari Polsektif Riau Silip.
    Hal tersebut dinyatakan warga lantaran tak senang melihat arogansi anggota yang menjabat sebagai Kanit Reskrim di Polsektif Riau Silip tersebut menantang warga dengan menggunakan pisau.
    Menurut warga walaupun permintaan maaf  akan disampaikan oknum anggota polisi tersebut, sepertinya belum dapat membuat warga melupakan tindakan oknum polisi Am. Bahkan puluhan warga Dusun Air Antu tetap menginginkan Am untuk dimutasi.
    Usin Burhan (52) Ketua RT 03 Dusun Air Antu kepada sejumlah wartawan di Mapolres Bangka mengatakan hingga saat ini, warga Dusun Air Antu tetap menginginkan agar polisi Am  segera dipindahtugaskan ke kawasan lain agar warga tak lagi berurusan dengan polisi yang dinilai sudah menunjukan sikap arogansinya.
    "Warga kami maunya agar polisi itu dipindahtugaskan kemana saja. Kalau pun dia minta maaf saat ini sepertinya kami belum menerima. Tapi sampai saat ini juga belum ada permintaan maaf," ujar Usin Burhan.
    Seingatnya saat  kejadian oknum polisi Am sampai mengeluarkan pisau itu baru tadi saja, sebelum - sebelumnya tidak pernah demikian. Biasanya memang selalu melapor kepada Polsek Riau Silip apabila ada penambang TI apung yang beroperasi di laut daerahnya.
    "Kalau lapor yang datang biasanya Pak Am. Tapi gak tau juga kenapa tadi bisa seperti itu," jelasnya lagi.
     Dikatakannya setelah bertemu  dengan Kapolres Bangka, warga pun akhirnya sudah agak lega lantaran pihak Polres Bangka akan segera menindaklanjut keluhan mengenai sikap anggota polisi tersebut. Menurut Usin, dari Kapolres sudah mengatakan akan meminta keterangan dan melihat sikap tersebut apakah memang sudah melanggar kode etik sebagai polisi.
    "Tadi bagus juga sih, Kapolres mengatakan akan menindaklanjut dengan melihat apakah tindakan polisi Am sudah melanggar kode etik atau indisipiliner polisi," tukasnya.
    Dikatakan Usin, mengenai tindakan kelima warga Sungailiat tersebut memang sudah menjadi komitmen bersama warga Dusun Air Antu untuk tidak mengambil hasil tambang dalam bentuk apapun di Laut Tanjung Batu. Hal tersebut dilakukan warga lantaran seluruh warga tidak ingin lautnya tercemar limbah penambangan yang sejak 2 tahun ini sudah dirasakan oleh warga.
    Menurut Usin, saat ini saja masih banyak warga yang susah dan kekurangan materi. Namun sewajarnya, sebagai masyarakat yang hampir seluruhnya berprofesi sebagai nelayan dan mengandalkan laut menjadi penopang hidup kekayaan tambang di Laut Tanjung Batu tetap tidak dilakoni warga lantaran untuk menjaga kelestarian lingkungannya.
    "Kalau mau ambil timah atau elminit itu gak usah orang luar yang ambil. Warga kami juga masih banyak yang susah tapi karena untuk menjaga lingkungan kami tetap mempertahankan untuk tidak melakukan itu. Kalau mau kami juga mau, jangan orang luar. Tapi warga kami tetap tidak mau merusak lingkungan," tandasnya.
    Sementara Wakapolres Bangka, Kompol Rully saat dikonfirmasi wartawan mengatakan  pihaknya akan segera menindaklanjuti laporan warga tersebut. Dikatakan Wakapolres, anggota polisi Am akan segera dimintai keterangan lebih lanjut mengenai tindakannya saat berada di lokasi.
    "Kita akan menindaklanjuti laporan tersebut. Kita juga akan meminta keterangan dari yang bersangkutan mengenai permasalahan itu,"ujar wakapolres.
    Saat ditanyakan mengenai sajam jenis pisau yang sempat dikeluarkan anggota kepada warga, Rully mengatakan mengenai hal tersebut akan dikroscek kembali mengenai alasan anggota yang membawa senjata tajam tersebut.
    "Sekarang tugas dimana dulukan. pisaunya itu untuk apa coba, mungkin dia pulang dari pasar. sama juga masyarakat kalau bawa pisau kita lihat apa keperluannya. kita akan kroscek dululah. kita lihat dulu kasusnya. kita akan panggil anggota kita dan kita lihat bagaimana nanti hasilnya," tukas wakapolres.(trh)

PD BGM Bakal Kena Audit

ShareSUNGAILIAT - Pemkab Bangka akan membantu perusahaan daerah Bangka Global Mandiri (BGM) untuk melakukan audit pada tahun 2012 mendatang.
    Audit itu sendiri bukan untuk merubah perusahaannya akan tetapi untuk meningkatkan kinerjanya. Menurut  Espada Yamin, Assisten II Setda Bangka Bidang Perekonomian dan Pembangunan bahwa audit terhadap PD BGM sebelumnya sudah dianggarkan di ABT namun tidak terkejar lagi sehingga akan dianggarkan pada 2012 mendatang.
       “Kami sudah berkoordinasi dengan BPKP untuk melakukan audit secara besar - besaran kepada BGM agar managemennya berubah. Akan tetapi audit itu sendiri bukan untuk merubah perusahaannya akan tetapi untuk meningkatkan kinerjanya” tukas Espada.
    Dijelaskan Espada Yamin, PD BGM tidak akan ditutup hanya manajemennya saja ditata. Begitu pula untuk ketua akan tetap, tidak diganti. Sementara untuk karyawannya yang masih dirumahkan ada 4 atau 5 karyawan karena pihak BGM tidak mampu lagi memberi gaji para karyawan tersebut. Tidak ada istilah pecat, namun mereka hanya dirumahkan.
       Diakui Espada, konstribusi dari PD BGM ada namun dari pihak ketiga, itu pun  tergantung yang menyumbang. Kalau mereka ada duitnya banyak maka akan besar sumbangan yang didapat yaitu sekitar Rp 5 - 6 juta perbulan. Namun untuk sumbangan itu sendiri bukan suatu kewajiban.
       “Mereka hanya memakai nama BGM, mengirimnya bertonton akan tetapi yang mengirimnya orang lain bukan dari pihak BGM itu sendiri. Namun itu tidak menyalahi aturan lantaran mereka melakukan kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengiriman. Untuk elmenit Rp 25.000 perton, zircon Rp 40.000 perton” jelasnya.
       Hal tersebut dinilai tidak merugikan daerah dikarenakan  mereka punya mesin, punya tenaga, punya uang dan Pemda hanya memakai legalitasnya saja berupa Fee, ujar Espada. Dalam pengiriman tersebut bukan hanya zircon saja, akan tetapi ada komoditi lainnya seperti karet dan lain sebagainya. (her/bbg)

Masyarakat Belinyu Cinta Damai

ShareBELINYU - Kecamatan Belinyu  masyarakatnya terdiri dari berbagai etnis diantaranya batak, sunda, jawa, flores, madura, keturunan thiong Hwa dan suku-suku lain.
    Menurut Camat Belinyu, Yeri saat temu tokoh lintas agama di aula rumah dinas camat Belinyu perbedaan itu tidak pernah menjadi pneghambat untuk kehidupan sehari-hari masyarakat Belinyu.
    "Belinyu masyarakatnya terdiri dari berbagai etnis diantaranya batak, sunda, jawa, flores, madura dan warga ketutunan thiong hwa tapi perbedaan itu tidak menjadi permasalahan dalam aktifitas kehidupan sehari-hari selama ini," ungkap Yeri.
    Demikian juga dengan dikatakannya untuk adat-adat kebiasaan yang berbeda,  walaupun demikian karena masyarakat Belinyu sudah terbiasa dengan perbedaan-perbedaan maka dalam kehidupan sehari-sehari perbedaan-perbedaan ini tidak menimbulkan masalah dalam rangka membangun bangsa dan negara justru perbedaan-perbedaan itu merupakan  modal dalam menggerakkan membangun Kecamatan Belinyu
    "Jadi masyarakat Belinyu adalah masyarakat yang cinta damai yang sangat menghargai perbedaan-perbedaan di Belinyu. Kami juga sering diistilahkan pangin tongin jit jong  yang artinya sama tidak ada perbedaan," jelasnya.
    Partisipasi dari masing-masing umat beragama pun sangat bagus sehingga dalam melaksanakan ibadah bisa dengan tenang dan baik, tanpa ada gangguan dari siapapun begitu juga saat perayaan hari besar umat beragama tentunya saling menghargai satu sama lain.
    Kondisi yang kondusif ini dapat tercipta  juga karena adanya partisipasi dari semua pihak terutama  tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda yang ada di Belinyu. Masyarakat Belinyu tetap dalam semangat persatuan semangat Bhineka Tunggal Ika,  walaupun berbeda-beda tetapi tetap satu jua yang tetap dijunjung tinggi. (trh)

Masih Sayangkan Absennya Bupati di HUT RI

ShareSUNGAILIAT- Ketua DPRD Bangka Parulian Napitupulu menyayangkan atas ketidakhadiran Bupati Bangka H Yusroni Yazid menjadi menjadi inspektur upacara  pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke - 66.
    Hal ini dikatakannya kepada sejumlah wartawan usai pelaksanaan upacara penaikan bendera HUT RI Ke - 66 Kabupaten Bangka di Lapangan Bina Satria Sungailiat Rabu pagi (17/8).
    Ketidakhadiran Bupati  Bangka  yang dikarenakan sedang menunaikan ibadah umroh bersama keluarga ke tanah suci Mekkah.  Namun ia memaklumi ketidakhadiran Bupati Bangka untuk menunaikan ibadah umroh dan mengucapkan selamat menunaikan ibadah umroh, semoga  berjalan dengan lancar dan baik.
    Lebih lanjut ia katakan memang untuk kapasitas kepala daerah di kabupaten presidennya adalah bupati, lalu untuk gubernur sebagai presiden provinsi. Begitu juga dengan dirinya ibarat Ketua DPR RI-nya kalau untuk kabupaten.
    "Seharusnya bupati hadir karena ia selaku kepala daerah yang bertanggungjawab dengan daerahnya. Begitu juga presiden kalau pada HUT RI presiden tidak ada bagaimana," kata Parulian
    Namun dikatakannya siapapun yang memimpin upacara peringatan HUT RI ke 66 hari ini di Kabupaten Bangka  tidak ada masalah. Sebab, memang tidak harus bupati karena wakil bupati atau kapolres juga bisa.
    "Sekalipun bupati tidak ada HUT RI ini bisa berjalan dengan hikmat. Ini ada atau tidak ada bupati," tegas Parulian. (trh)


Sabtu, 13 Agustus 2011

Trik Pejabat Hindari Kejaran THR

ShareMenjelang Idul Fitri banyak cerita menarik. Bukan hanya arus mudik yang menarik disimak ataupun kebiasaan berbelanja pakaian baru untuk menyambut hari yang fitri. Tapi, fenomena yang satu ini juga menarik disimak. Ya, ada satu kebiasaan lain yang biasa dilakukan para pejabat makin dekat Idul Fitri. Lari dikejar THR.
    Banyak ditemukan di kantor proposal, dan proposal itu terbilang unik sekaligus menggelitik, sebab proposal itu bukan untuk mengajukan kegiatan, tapi untuk mengajukan tunjangan hari raya (THR).
    Kaburnya pejabat mendekati lebaran, salah satunya disebabkan para pemilik proposal tersebut yang mulai menagih pencairan dana. Tapi, ada juga penyebab lainnya yaitu berdatangannya tamu-tamu ataupun konstituen yang juga meminta THR. Memang dari sejumlah pejabat mengaku punya budget khusus untuk urusan memberikan THR, tapi tidak sedikit dari mereka yang lebih memilih menghindar.
    Fenomena pejabat yang kabur dikejar THR ini bisa terlihat jelas di Kantor-kantor DPRD hampir di Bangka Belitung. Dan hal itu selalu terjadi setiap tahunnya, serta tidak bisa dipungkiri.
    Sejak pagi dimulai dari H-7 nyaris tidak ada satu pun wakil rakyat yang menunjukan batang hidungnya. Kondisi serupa juga terlihat di beberapa kantor OPD yang kepala dinas dan kepala bidangnya rata-rata juga tidak ada di tempat.
    Salah seorang anggota DPRD Babel yang wanti-wanti meminta namanya tidak disebutkan kepada Radsul pernah mengungkapkan kalau dirinya sering kebingungan menanggapi ajuan proposal-proposal tersebut. Kebingungan tersebut, lantaran tidak adanya pos anggaran untuk merealisasikan proposal THR tetapi para pemilik proposal justru menggunakan cara-cara yang kurang baik saat proposalnya tidak terealisasi.
    "Uangnya dari mana? Nggak ada anggaran untuk itu, mangkanya kita sih nggak pernah ngasih," ucap anggota dewan yang berperawakan sedang itu.
    Kadang, lanjut dia, ada juga yang berteriak-teriak pelit, sembari marah-marah. Kalau sudah begitu, pada akhirnya pemberian pun alakadarnya dan seringkali itu berasal dari kantong pribadi.
    Lalu bagaimana para pejabat menanggapi fenomena ini? Anggota dewan tadi mengaku dirinya sudah memilah dan memilih mana saja yang berhak menerima THR. Namun, untuk konstituen Edi mengaku THR nya sudah dikoordinir oleh partai. "Ya ada lah, sudah disiapkan. Tapi saya biasa saja, tidak terlalu ngerasa terusik," tuturnya.
    Menurut dia, di partai tempatnya bernaung, seluruh kader yang akan memberikan THR dikoordinasikan dengan partai. Sehingga nantinya konstituen tinggal mengambil THR-nya melalui DPC.
    THR untuk konstituen hanya berupa bingkisan sederhana seperti sarung dan uang ala kadarnya. "Sederhana saja, paling sarung sama uang se-adanya," katanya.
    Untuk urusan THR ini dirinya memang sudah memiliki anggaran khusus. Namun, dia enggan mengungkapkan berapa jumlah uang yang dialokasikan untuk THR ini. (emp)
    

Dicari, Oknum Beking & Ngerit

ShareSUNGAILIAT - Polres Bangka punya komitmen untuk melakukan penindakan terhadap kegiatan aktifitas penambangan ilegal dan kegiatan aktifitas pengeritin Bahan Bakar Minyak di SPBU-SPBU, baik dilakukan oleh masyarakat atau oknum aparat.
    Hal itu disampaikan Kapolres bangka AKBP Asep Adhiatna kepada sejumlah wartawan, Jumat (12/8).
    Kata Asep, yang menjadi perhatian pertama melakukan penindakan terhadap aktifitas penambangan yang dilakukan oleh para pelaku Tambang Inkonvensional (TI) ilegal dan kedua terhadap kegiatan pengeritan BBM di SPBU.
    "Berkaitan dengan aktifitas Tambang Inkonvensional kita pun selalu melakukan kordinasi ke masyarakat dan juga dengan pemerintah daerah setempat yaitu pihak Sat Pol PP Kabupaten Bangka, seperti halnya yang baru kita lakukan penertipan beberapa hari kemarin di kawasan penambangan tertentu yang dilarang untuk dilakukan penambangan," tegas Kapolres.
    Seperti halnya di tempat dekat dengan sarana umum misalnya di seputaran wilayah pemukiman masyarakat, dekat rumah sekolah, jembatan -jembatan, jalan raya dan fasilitas umum lainnya.
    Kata dia lagi, Asep lebih lanjud dalam aktifitas penertiban mereka tidak serta merta ujug-ujug hanya di tertibkan. "Namun kita berikan imbauan dan juga melakukan tindakan pembinaan misalnya satu kali dua kali masih kita beri keringanan, setelah masih juga melakukan pelanggran kita pun mengambil tindakan sesuai dengan proseudur hukum yang ada," lanjut Asep.
    Kegiatan-kegiatan penertiban yang dilakukan tidak hanya berupa laporan dari warga namun juga melakukan pengawasan dan pengamatan terhadap aktifitas yang telah melanggar prosedur hukum bahkan seperti hal kegiatan ngerit BBm, yang berefek membuat kemacetan lalulintas karena banyaknya antrean.
    "Selain itu kita juga turun ke lapangan untuk melakukan pengawasan dan pengecekan dari aktifitas kegiatan pengeritan di SPBU tersebut melihat apa ada oknum anggota kita atau tidak. Selain itu sering juga kita menerima laporan dari warga kadang ada oknum yang nakal dan para pengerit yang ngerit sering mengunakan tengki modifikasi dan sering berulang-ulang ,dan kita pun telah lakukan koordinasi dengan pihak SOBU," katanya.
    Namun kadang karena keterbatasan pengawasan dari pihak SPBU sendiri melalui aparat keamanannya tapi kadang kecolongan juga karena masih ada aktifitas pengeritan.
    "Maka seperti halnya kemarin kita turun keliling di  SPBU-SPBU di Kota Sungailiat dapat kita amankan 13 kendaraan, dan telah kita lakukan pembinaaan dan telah kita lepaskan atau kembalikan karena memang kendaran-kendaraan tersebut memiliki kelengkapan surat-menyurat. Lagian mereka tidak melakukan pengeritan karena tangki tidak dimodif," utaranya.
    Kalau memang memiliki tangki modifikasi dan tidak ada surat surat akan ditahan seperti yang didapatkan di Kecamatan Mendobarat, ada 13 unit kendaran dan Kecamatan Belinyu sebanyak 6 unit kendaraan. (mg08)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More