This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 13 Juli 2011

Membahayakan, 8 Unit TI Digasak

Share
SUNGAILIAT – Setidaknya sebanyak 8 unit Tambang Inkonvesional (TI) apung yang ditengarai ilegal milik Achon dan Kusni yang berada di kawasan Desa Merawang, Selasa (12/7) kembali ditertibkan oleh Timgab Pemerintah Kabupaten Bangka yang beranggotakan Polres Bangka, Satpol PP,  Dinas Pertambangan dan Dinas Kehutanan Kabupaten Bangka.
         Kata Kepala Satuan Polisi Pamong Praja  Bangka, Dalyan Amrie penertiban yang dilakukan terhadap aktifitas penambangan ini untuk yang kedua kalinya, karena beberapa waktu lalu aktifitas penambangan apung ilegal itu sudah diperingatkan untuk tidak melakukan penambangan di daerah-daerah yang terlarang.         
         "Untuk sementara  ke 8 unit tambang tersebut kita minta untuk dibongkar sendiri oleh pemiliknya karena kita masih melakukan pembinaan terhadap para penambang namun jika membandel maka akan kita ambil tindakan tegas, untuk kita lakukan proses lebih lanjut," tegas Dalyan.
    Ditambahkan Dalyan pemerintah daerah tidak pernah melarang masyarakat untuk melakukan aktifitas penambangan, namun aktifitas penambangan harus dilakukan dengan prosedur yang benar jangan berada di lokasi terlarang seperti yang dilakukan oleh Achon dan Kusni.
        Dilarang karena aktifitas penambangan yang dilakukan berada di lokasi kolong tempat serapan air, terlebih aktifitas penambangan yang dilakukan berada dekat dengan ruas jalan raya Sungailiat-Pangkalpinang.
        Apalagi di lokasi sekitar tempat aktifitas  penambagan tersebut merupakan daerah rawan banjir, dengan adanya aktifitas penambangan yang dilakukan maka akan menambah tingkat kerawanan banjir yang semangkin tinggi.
    "Selain itu kolong yang berada di pinggil jalan seputaran Desa Merawang tersebut merupakan kolong untuk tempat sumber air baku, atau merupakan kolong untuk daerah serapan air," jelasnya.
    Tentu kalau di seputaran kolong tersebut dilakukan aktifitas penambangan maka akan rawan terhadap bencana banjir di wilayah sekitarnya. "Ini merupakan peringatan terakhir terhadap para penambangan, jika mereka masih membandel maka kita akan melakukan tindakan tegas, tidak berupa peringatan lagi tapi akan kita tindaklanjuti ke proses hukum dan peralatan akan kita sita," tegasnya. (mg08)

Habis Sabar, Surati Dewan

ShareSUNGAILIAT - Warga masyarakat Kampung Saber, Kelurahaan Bukit Ketok, Kecamatan Belinyu sudah habis kesabarannya.
    Karena jalan di daerah tersebut kondisinya memprihatinkan dan sudah mengajukan proposal hampir selama 4 tahun, namun tidak ada tanggapan dari pemerintah daerah.     Untuk itu warga melayangkan surat ke DPRD Bangka, minta tolong kepada para wakil rakyat untuk menanggapi keluhan warga tersebut.
     ”Karena sudah selama 4 tahun diajukan dan tidak ada realisasi dari pemerintah daerah, maka saya sebagai wakil rakyat akan berupaya bersama teman-teman di dewan untuk memperjuangkan agar tahun 2012 diaspal,” ungkap ketua Fraksi Demokrat DPRD Bangka, Mulkan ketika ditemui, Senin (11/7), terkait adanya aduan dari warga melalui surat dan proposal, mengenai kondisi jalan yang memperihatinkan.
    Menurut Mulkan, bahwa warga masyarakat kecewa, karena merasa tidak diperhatikan oleh pemerintah dearah. Karena daerah-daerah lain yang mengajukan pengaspalan jalan,  tahun berikutnya langsung di aspal dan diperbaiki, namun warga kampung Saber Bukit Ketok, sudah mengajukan selama 4 tahun tidak ada tanggapan dari pemerintah,
    ”Saya berharap agar warga masyarakat bersabar dan jangan mempunyai pikiran bahwa tidak diperhatikan pemerintah. Tentunya saya sebagai wakil rakyat, akan berjuang agar tahun depan, semoga  jalan sepanjang 1,2 KM yang ada di Kampung Saber Bukit Ketok, seperti yang dilaporkan warga segera  dapat terealisasi pengaspalannya,” paparnya.
    Ditambahkan politisi Partai Demokrat Bangka ini, karena dirinya ada di Komisi C dan itu memang bidang yang ditangani, maka akan berembug dengan teman-teman di dewan, khususnya Komisi C serta juga teman-teman dewan dari dapil Belinyu untuk memperjuangkan dalam rapat anggaran tahun 2012.     Supaya jalan di seputar Kampung Saber, Bukit Ketok Belinyu, terelaisasi pengaspalan jalan.
    "Kita sangat berharap agar teman-teman di dewan peduli dan betul-betul memperjuangkan keluhan warga masyarakat tersebut. Saya tidak janji, tapi akan berjuang dan akan melaporkan hal ini kepada pimpinan dewan, agar juga peduli memikirkan nasib warga masyarakat tersebut,” harapnya.
    Untuk itu katanya dia mengimbau dan berharap agar warga masyarakat jangan terus putus asa dan berbuat tidak terkendali. Sebab apapun keluhan warga, menjadi tanggung jawab dewan selaku wakil rakyat untuk menyelesaikan persoalan tersebut. (her/bbg)

Rendra Dukung PDAM Naikkan Tarif

ShareSUNGAILIAT - Menyikapi adanya keinginan dari Perusahan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bangka untuk segera menaikan harga tarif air PDAM, ditanggapi Wakil Ketua DPRD Bangka Rendra Basri.
    Menurut dia kepada Radsul Selasa (12/7), perlu mendapat dukungan dari masyarakat pelanggan asal kenaikan tarif yang ditetapkan oleh PDAM itu sendiri jangan sampai memberatkan masyarakat pelanggan.
    Dikatakan Rendra persoalan PDAM sendiri menyangkut dengan kebutuhan masyarakat, sementara PDAM sendiri harus punya target, maka dengan target tersebut PDAM harus dapat menyuplai air dengan kondisi yang baik.
        "Sementara untuk operasional penyuplaian itu sendiri PDAM harus menggunakan dana, karena diperukan sarana dan prasarana dengan biaya yang tidak ringan, jadi selama PDAM dengan tingkat pengawasannya melalui badan pengawas dengan melakukan evaluasi, pengkajian kenaikan tarif tidak memberatkan masyarakat, dan telah disosialisaikan kepada masyarakat pelanggan saya rasa tidak ada masalah," katanya.
    Karena menurut dia disadari atau tidak untuk memberi pelayanan yang baik dan maksimal PDAM juga perlu dana, sebagaimana yang dituntut oleh masyarakat pelanggan selama ini agar PDAM dapat memberi pelayan yang memuaskan.
    "Namun sekali lagi saya harap kenaikan dari tarif itu benar-benar perlu dikaji sehingga jangan sampai memberatkan pelanggan," harapnya.
    Karena kata dia selaku wakil rakyat sifatnya hanya memberi imbauan agar adanya keseimbangan baik PDAM nya sendiri maupun masyarakatnya untuk saling mengisi.
       Disinggung sejauh mana pelayanan yang telah diberikan PDAM kepada masyarakat selama ini, menurut pandangan Rendra memang masih perlu banyak pembenahan.
    "Pembenahan PDAM sendiri perusahaan  yang tidak mencari untung tapi harus jalan terus, maka itu diperlukan  pengertian dari masyarakat pelanggannya sendiri sehingga untuk  keberlangsungan dari PDAM ini sendiri dapat hidup," dia mengutarakan.
    Kemudian, untuk keberlangsungan hidup dari PDAM sebenarnya tidak hanya mendapat dukungan dari masyarakat pelanggan saja tapi dari seluruh lapisan masyarakat Bangka karena bagaimanapun untuk sepuluh tahun ke depan pasti butuh PDAM.
    "Maka itu jangan sampai PDAM itu nanti di sebelahnya ada tambang inkonvensional, inikan dapat mengganggu keberlangsungan dari PDAM itu sendiri, terutama untuk sumber air bakunya," jelas Rendra.
    Maka itu kata dia harus tetap dijaga bersama, jangan hanya PDAM yang diberikan tekanan untuk dapat memberikan pelayanan yang baik, sementaa kesadaran dari masyarakat sendiri untuk menjaga airnya kurang.

    Diberitakan edisi kemarin, Untuk menutup  biaya operasional, pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Bangka akan menaikkan tarif air minum sebesar 27 persen dari tarif pengunaan air  PDAM sebelumnya.
    Menurut  Direktur PDAM Tirta Bangka Darmanto, saat ditemui di ruangannya Senin (11/7) mengatakan, kenaikan tarif itu sendiri rencananya akan berlangsung per bulan Agustus mendatang dan kenaikan itu sendiri masih menunggu keputusan dari Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka.
       “Kenaikan tarif ini kita lakukan antara lain untuk meringankan beban operasional dari PDAM  dalam upaya untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat pelanggan PDAM untuk memenuhi sarana dan prasarana yang memadai, sehingga dapat menciptakan pelayanan yang baik dalam mengalirkan air bersih dan jernih kepada masyarakat pelanggan,” katanya.
            Masih kata Darmanto, pertama kali dengan kenaikan tarif ini sendiri adanya biaya opersional yang dapat tertutupi, adanya peningkatan sarana dan prasarana termasuk untuk menjaga kualitas dan kuantitas dari air baku PDAM itu sendiri.
           Selama ini tarif yang dikenakan kepada para pelanggan belum dapat memenuhi untuk pembiayan operasional yaitu Rp 2000 permeter kubik sedangkan biaya yang produksi yang dikeluarkan oleh pihak PDAMsendiri untuk aliran air yaitu sebesar Rp 4.101 permeter kubik.
        “Untuk itu kita harapkan dalam waktu dekat ini ajuan kita ke Pemerintah Daerah untuk menaikan tarif air ini akan segera terealisasi dan pada bulan Aagustus 2011 yang akan datang tarif tersebut sudah dapat di berlakukan,” harapnya.
          Karena dengan adanya kenaikan dari Rp 2000 rupiah permter kubik menjadi Rp 2.500 rupiah permeter kubik akan sedikit membantu beban PDAM dalam memberi pelayanan kepada masyarakat pelanggan, terlebih saat ini  tuntutan masyarakat pelanggan kepada pihak PDAM sendiri harus dapat mengalirkan air yang bersih dan jernih kepada pelanggan.
       Walaupun kenaikan itu sendiri belum memenuhi standar dari  biaya opersional yang dikeluarkan namun dengan kenaikan Rp 500 dari harga tarif sebelumnya sedikit dapat meringankan beban PDAM. (mg08)

Senin, 11 Juli 2011

Penyuplai Miras Sungailiat Dibongkar

Share
SUNGAILIAT – Tim Gabungan (Timgab) Pemerintah Kabupaten Bangka (Pemkab Bangka) bersama Polres Bangka Sabtu malam (9/7) kembali beraksi.
Aksi mereka yaitu, menyita,ratusan botol minuman beralkohol serta puluhan jerigen arak dari tiga tempat di wilayah Kecamatan Sungailiat.
       Kata Kasi Opersional Pol PP Bangka Ahmad Suherman, pertama tim berhasil mengamankan dari toko milik Anyun di Kampung Kudai Selatan sebanyak 5 kaleng bir hitam, 20 kaleng bir putih, 7 botol bir putih, 12 botol bir hitam serta puluhan bungkus arak.
         Selanjutnya timgab bergerak ke rumah pribadi milik Phong Ham Pok alias Aphon tempat produksi arak putih dari tempat kediaman Apon berhasil diamankan 30 jerigen arak putih,kemudian tim kembali bergerak menujuh pasar Sungailiat.
        Dari seputaran pasar Sungailiat tim berhasil mengamankan 6 krat 13 botol bir bintang, 3 krat 13 botol bir angker, 6 dus angker kaleng, 4 kotak 6 botol bir hitam serta 1 pack permen Hack dari toko milik Agus Burnardy alis Alun di Jalan Muhidin pasar Sungailiat.
            “Semua tempat yang di azia tidak memiliki izin restribusi tempat minuman keras sesuai dengan Perda Pemkab Bangka no 1 tahun 1999,sementara untuk permen Hhack sesuai hasil pertemuan kita dengan Badan POM beberapa waktu lalu merupakan salah satu jenis produk  yang dilarang untuk diedarkan karena tidak memiliki nomor register dari Badan POM. Selain permen Hack ada beberapa produk lainya yang dilarang seperti Kratingdeng kaleng,” kata Herman.
    Diimbau Suherman kepada masyarakat termasuk agen,pemilik toko  kiranya untuk tidak melakukan aktifitas perdagangan minuman beralkohol tanpa izin karena tim akan terus melakukan razia secara rutin,terutama menjelang masuknya bulan suci Ramadhan hingga menjelang lebaran nanti.
         Sementara khusus toko milik Alun yang berada di seputaran Jalan Muhidin pasar Sungailiat sudah lama diamati aktifitas karena diduga merupakan salah satu penyuplai minuman beralkohol untuk Pasar Mambo Sungailiat.
Jadi selama ini aktifitas perdagangan minuman beralkohol yang ada di Pasar Mambo Sungailiat itu merupakan suplay dari toko milik Alun, itulah kata Suherman.
Untuk barang barang temuan dari hasil razia sementara ini telah diamankan di Polres Bangka. Untuk proses selanjutnya bakal diserahkan kepada pihak Polres Bangka. ‘Namun jika Polres menyerahkan penanganan ke pihak Satpol PP kita siap untuk memprosesnya ke pengadilan sesuai dengan pelanggaran Perda No 1 tahun 1999 ,menjual minuman beralkohol berkadar 1 persen ke atas tanpa memiliki surat izin restribusi menjual minuman beralkohol,” tegas Suherman.
Razia yang diikuti satlantas Polres Bangka ini berakhir sekitar pukul 22.30 WIB setelah petugas mengamankan Barang Bukti sitaan ke gudang BB Mapolres Bangka. Kapolres Bangka, AKBP. Asep Ahdiatna melalui Kasat Narkoba, Iptu. Hendra Virmanto selaku Pimpinan razia malam itu mengatakan razia tersebut dilakukan sebagai upaya pihak yang berwajib menertibkan peredaran miras tanpa izin dan untuk menyambut bulan suci ramadhan yang tak lama lagi akan dijalani umat muslim.

"Ini merupakan razia yang secara kontinyu dilakukan menjelang bulan ramadhan ini. Dari informasi yang kami dapatkan dengan adanya proses penyelidikan ternyata tiga tempat ini menjual miras tanpa ada izin," terang Hendra.

Ia juga mengatakan razia ini akan terus dilakukan oleh petugas gabungan dari Polres Bangka dengan Satpol PP Bangka selama menyambut bulan ramadhan. Pihak kepolisian belum memanggil pemilik toko miras tersebut namun pihaknya akan segera melakukan koordinasi untuk menetapkan pasal yang akan menjerat pemilik toko miras tersebut. Selain tipiring dimungkinkan pemilik usaha akan dikenakan Undang - Undang kesehatan. (mg08/cr02)
 

Otak Polman Diakui Menteri

ShareSUNGAILIAT - Politeknik Manufaktur (Polman) Negeri Bangka Belitung, berhasil mengembangkan inovasi berbagai jenis peralatan Teknologi Tepat Guna (TTG), yang dapat dipergunakan untuk memperlancar dan mempermudah bagi pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
     "Semua peralatan mesin TTG merupakan hasil karya mahasiswa yang dibimbing oleh dosennya," kata Direktur Polman Bangka Belitung, Ir. Budi Tjahjono. MM di Sungailiat, Sabtu.
     Sampai dengan sekarang Polman Negeri Bangka Belitung kata dia, sudah mampu membuat berbagai jenis mesin yang dapat dipergunakan bagi pelaku usaha UMKM serta mesin lainnya.
     Mesin teknologi yang berhasil dibuat meliputi, alat pembuat stik sukun, berfungsi untuk membentuk stik buah sukun yang seragam, spesifikasi mesin berbobor 40 kilogram, berukuran diameter poros penekan 25 milimeter dan panjang tuas penekan 525 milimeter. Mesin pengaduk kompos berfungsi, mengaduk kompos sehingga menghasilkan kompos yang baik, kontrol dengan menggunakan "ATMEGA 8535" untuk mengatur frekwensi pengadukan.
     Kemudian alat bantu pemotong besi yang dirancang dengan diameter maksimum 10 milimeter, berfungsi membantu operator dalam pemotongan besi bulat. Mesin pengadon roti dimana mesin disengaja dibuat dengan memampuan yang cukup tinggi yaitu hanya dalam waktu 20 menit dapat mengaduk adonan roti 10 kilogram . Mesin pembuat laksa, kemampuan mesin yang ganda mempermudah proses pembuatan laksa, efisiensi tenaga serta meningkatkan produksi, spesifikasi mesin dimensi  mesin
62,8 cm x 64 cm x 130 cm, kapasitas satu kilogram sekali proses serta waktu pemrosesan  satu menit sekali proses.
      Mesin blender bumbu, di mana mesin ini mampu memblender bumbu kapasitas cukup banyak yakni, 10 kilogram. Mesin pelapis kacang tanah, di mana mesin yang berdimensi 50 cm x 50 cm x 40 cm dengan motor pergerak membutuhkan daya Motor wiper 120 Watt mampu melapisi kacang tanah untuk pembuatan snack kacang atom. Selanjutnya mesin pemanggang biji kopi semi otomatis, dirancang tampilan suhu thermocontrol berfungsi sebagai alat pemanggang biji kopi secara semi otomatis dengan kapasitas lima kilogram.
      Mesin pembentuk lampion teralis di mana berfungsi sebagai pembentuk lampion teralis dari bahan baja berbentuk bulat maupun kotak. Mesin pembentuk profil kayu, di mana mesin yang dibuat dengan sistem pencekaman alat potong menggunakan chuck bor dipergunakan membentuk berbagai bentuk profil-profil kayu.
     Mesin pencuci galon bagian luar dan dalam, mesin tersebut dirancang sedemikian rupa menggunakan sistem pengaman pada pintu box dengan tampilan tujuh segmen untuk menghitung jumlah galon yang telah dicuci berfungsi, mencuci botol galon bagian dalam dan luar secara semi otomatis dan beberapa jenis mesin lainnya.
     "Semua mesin yang dibuat oleh mahasiswa Polman dan dosen tersebut dapat dimiliki oleh pelaku UMKM di Provinsi Bangka Belitung baik perorangan maupun kelompok," jelas Budi Tjahjono.
      Dia mengatakan, selain mesin yang dirancang untuk membantu pelaku usaha UMKM, pihaknya juga telah berhasil mengembangkan suatu mesin Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut, dimana mesin tersebut sudah memiliki hak paten yang dikeluarkan oleh Kementerian Hukum dan Ham, RI. fungsi mesin tersebut mengubah energi gelombang air laut menjadi energi listrik dengan tujuan akhir membantu masyarakat Bangka Belitung dalam menangani krisis listrik. (cr03)

Target PDIP: Menang Pemilukada

ShareSUNGAILIAT - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP)  targetkan kemenangan pada Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) naik untuk Pilgub dan Walgub Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun pada Pilbup dan Wabup Kabupaten Bangka pada tahun 2012.
    Parulian, Ketua DPC PDIP Kabupaten Bangka  pada acara Musyawarah rencana Kerja Cabang Pelopor I PDIP Kabupaten Bangka kemarin (10/07) di Gedung Wanita Sungailiat mengatakan hendaknya menyatukan langkah untuk mencapai kemenangan PDIP kedepan. Dengan tanpa melupakan sejarah dari perjuangan PDIP sendiri.
    "Kita satukan langkah mencapai kemenangan, jangan lupakan sejarah kita lanjutkan dan perjuangkan lagi untuk memakmurkan rakyat khususnya Kabupaten Bangka ini," ungkapnya.
    Sementara Ketua DPD PDIP Propinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rustam Effendi yang turut hadir mengungkapkan  PDIP  sebagai partai "wong cilik" memperjuangkan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Sebagai pemenang pemilu legislatif, tapi selalu kalah dalam pemilukada. Untuk itu ia berharap dapat menang pada pemilukada  2012 (pilgub dan wagub), 2013 (pilbup Bangka) dan pilpres mendatang.
    "Pemilukada Gubernur dan Wakil Gubernur sebagai bahan evaluasi. Keberhasilan di pemilukada sebagai tolak ukur untuk keberhasilan kita. Selanjutnya adalah pilbup Kabupaten Bangka lalu pilpres mendatang," ungkap .
    "Sekarang ini PDIP Babel peringkat ke enam se Indonesia dan nomor satu se Sumsel dalam pemilu legislatif, tetapi sering kalah dalam pemilukada. Jadi hanya jago kandang saja, untuk itu perlunya menjaga kebersamaan untuk mensukseskan tiga moment itu," serunya. Ia menilai PDIP telah mampu membangun struktural legislatif, kedepannya juga menargetkan untuk mampu merebut pilar eksekutif.
    Sementara Bupati Bangka, Yusroni Yazid, SE saat menghadiri acara tersebut mengatakan walaupun pada kesempatan sebelumnya ada kompetisi namun sekarang adalah sebagai kawan. Untuk itu melalui menunjukan PDIP Kabupaten Bangka sebagai PDIP pelopor dapat memberi kemajuan bagi Bangka.
    "Dalam membangkitkan partai tidak bisa lagi dengan penanaman ideologi, sekarang lebih harus terstruktur dengan perkembangan yang sudah modern," kata Yusroni.
    Ia mengungkapkan partai harus bergerak dengan mengandalkan kebersamaan, sebab kebersamaan itu lebih baik dari pada berjalan sendiri-sendiri.
    "Langkah lebih baik, bila kita berjalan bersama, sehingga berdampak lebih baik bagi perkembangan Kabupaten Bangka," tandasnya.
    Acara di hadiri Ketua DPP PDIP Pusat dan Anggota DPR RI dari PDIP Pusat, Rudianto Tjen sebagai pembina cabang pelopor Kepulauan Bangka Belitung, Pengurus Partai PAN, Barnas, Ketua KNPI Bangka, serta kader dan simpatisan PDIP se Kabupaten Bangka. (cr02)

Fatwa MUI Itu Tak Perlu

ShareSUNGAILIAT - Terkait dengan fatwa MUI yang mengharamkan bagi warga yang mampu menggunakan BBM subsdi sedang menuai pro dan kontra. Sebagian masyarakat sangat mendukung MUI mengeluarkan fatwa tersebut, yang lainnya lagi menganggap tidak perlu sampai dikeluarkan fatwa haram tersebut.
    Rabin, warga lingkungan Cokroaminoto, Kecamatan Sungailiat saat Radsul wawancarai di kediamannya Sabtu (10/07) menilai fatwa tersebut memang perlu di keluarkan sehingga ada larangan yang tegas dari lembaga agama. Sebab, dengan demikian akan menimbulkan rasa yang lebih mendalam efeknya secara moril keagamaan, orang-orang akan berpikir lagi bila melanggar akan takut pada dampak yang berhubungan dengan sang pencipta.
    "Saya sepakat bila MUI mengeluarkan ini, sebab dengan himbauan yang sudah sering dilakukan pemerintah sepertinya tidak ada efek apapun. Namun, bila MUI yang mengeluarkan sebagai lembaga sebuah agama akan lebih berdampak secara psikologis dan moral, dan akan lebih memikirkan bila untuk melanggar khawatir  dengan sanksi dari Tuhan," katanya.
    Sementara Ketua NU Kabupaten Bangka, H Sutrisno saat Radsul temui di ruang kerjanya Sabtu (09/07) menilai permasalahan BBM subsidi ini sudah jelas peruntukkannya, dalam pengertian memang diberikan bagi warga yang kurang mampu. Jadi, jelas sekali untuk warga yang memang sudah mampu hendaknya tidak menggunakan BBM subsidi tersebut.
    Ia juga tidak menampik ramainya antrian BBM bersubsidi karena saat ini tidak jelas lagi mana warga yang mampu dan tidak mampu, semuanya ikut menikmati. Untuk itu yang terpenting sebenarnya adalah kesadaran setiap individu untuk menilai dirinya sendiri apakah layak atau tidak menggunakan BBM Subsidi tersebut.
    "Sepenuhnya adalah kesadaran individu yang bersangkutan,  kalau BBM subsidi itu untuk masyarakat kurang mampu. Kalau semua mau menikmati itu jumlah yang di sediakan saat ini tidak akan pernah cukup. Ada dan tidak adanya fatwa MUI mengenai BBM subsidi haram bagi yang mampu, semuanya akan kembali lagi kepada individu masing-masing," tegasnya.
    Untuk itu dirinya menghimbau agar masyarakat benar-benar mengukur diri layak atau tidak menggunakan BBM subsidi tersebut. Sehingga tidak ada lagi persoalan antrian BBM atau kelangkaan seperti yang terjadi saat ini. (cr02)

Sabtu, 09 Juli 2011

Gerakan Pramuka Alat Pemersatu Bangsa Ditengah Krisis Multi Dimensi

Share
(Refleksi  50 tahun Gerakan Pramuka)

Oleh : Tri Harmoko
(Wartawan Harian Pagi Radar Sungailiat)

Kondisi Negara Indonesia saat ini sedang mengalami  krisis generasi muda yang berjiwa nasionalisme tinggi. Ini dibuktikan rendahnya karakter yang melekat pada kebanyakan generasi muda pada umumnya.  Semua dapat dilihat dari pemberitaan atau kejadian di sekitar kita yang hampir setiap waktu bisa kita dengar kejadian yang meruntuhkan moril bangsa ini.
Banyak kasus yang terjadi seperti narkoba, sex bebas, tawuran, kriminal, dan kesewenang-wenangan terjadi di negara ini dengan pelaku sebagian besarnyanya adalah generasi muda.  Hampir setiap hari bisa kita saksikan, sehingga terkesan  Indonesia yang dahulunya adalah bangsa timur yang menjunjung tinggi norma-norma adat dengan prilaku kesopanan, rasa malu, menjunjung tinggi harga diri, serta harkat, dan martabat bangsa  sekarang semuanya  menjadi memudar.
Semua ini tidak lepas dari peran pendidikan yang berasal dari keluarga, lingkungan pendidikan (sekolah atau kampus)dan  lingkungan bergaul.  Kebanyakan  suatu generasi muda terpola dengan kebiasan yang kurang baik dan tidak bisa menentukan sikap sehingga  ikut terjerumus kedalamnya.  Disinilah dinilai perlu adanya sebuah penanaman karakter suatu pribadi yang baik secara mendasar pada diri seseorang sejak dini dan dapat beradaptasi untuk tahan dalam  kondisi apapun.
Gerakan Pramuka sudah yang berorientasi mendidik generasi muda  sejak dari usia dini pra siaga (setingkat PAUD/SD),  Siaga (7-10 tahun),  Penggalang (11-15 tahun),  Penegak (16-20 tahun) dan Pandega (21-25 tahun), merupakan pendidikan diluar  keluarga dan sekolah. Melalui  berbagai metode diantaranya belajar sambil bermain, dan juga belajar sambil melakukan didalamnya di selipkan pendidikan pembentukan karakter yang kuat sebagai  insan generasi yang percaya diri, kreatif, saling menghargai, dan yang terpenting adalah bertanggung jawab.
Maka tidak heran anggota Gerakan Pramuka kendati mungkin  tidak memiliki massa yang banyak, namun tidak juga dibilang sedikit dengan sistem pengorganisasian yang sudah tersrtuktur dari nasional bahkan sampai ketingkat desa benar-benar suatu bukti keberadaannya diterima dimana saja.  Didunia pun sudah diakui keberadaannya melalui organisasi kepanduan dunia dalam naungan WOSM (World Organization Scout Of Movement).
Peserta didik Gerakan Pramuka  sejak dini sudah di ajari untuk bersosialisasi melalui sistem berkelompoknya,  serta diterapkan batasan yang boleh dan tidak dilakukan dalam pergaulan dengan sistem terpisah antara putra dan putri lalu mulai diberi kesempatan untuk mengembangkan idenya pada tingkatan Pramuka Penegak dan Pandega dengan  diajak sebagai mitra bersama orang dewasa dalam wadah naungan dewan kerja yang memiliki  kewenangan mengelola sendiri kegiatan Pramuka Penegak dan Pramuka Pandeganya.
Cukup mudah dan lugas, karena sudah  sering sekali even kegiatan akbar baik melalui pertemuan besar untuk Pramuka penggalang yang dikenal dengan nama Jambore atau Raimuna bagi tingkatan Pramuka Penegak dan Pandega benar-benar menjadi wadah pemersatu bangsa. Tidak pernah terdengar pada even  tersebut terjadi konflik antar kontingen padahal dalam kegiatannya terkadang dibaurkan dalam satu kelompok yang beragam  perbedaan latar budaya agama, suku serta pada tempat yang berbeda dari kebiasaan sebelumnya.
Pada kedua even lima tahunan itu baik Jambore maupun Raimuna sering di ungkapkan.  “kalau ingin melihat Indonesia datanglah pada Raimuna atau Jambore, karena anda akan melihat deretan tenda dalam satu kapling yang beraneka ragam peserta dari segala penjuru,  utuh dari Sabang sampai merauke,”.  Menghabiskan waktu selama paling sedikit 2 minggu dalam kemajemukan Bhineka Tunggal Ika penuh keharmonisan,  semua bersatu dalam satu kata satu Pramuka untuk satu Indonesia.
Momentum kebersamaan ini tidak pernah sedikitpun menyinggung konflik seperti yang pernah atau sedang terjadi di negara ini,  karena  semua menganggap saudara yang harus saling mengakrabi satu sama lainnya. Ragam kegiatan juga menampilkan keanekaragaman khas Indonesia yang disajikan melalui  pameran setiap kontingen daerah dengan  menampilkan kerajinan, serta potensi daerah masing-masing atau aksi panggung pada malam pentas seni selalu menjadi perbedaan dalam hangatnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “NKRI harga mati!!!,” teriak serempak anggota Pramuka pada setiap perhelatan akbarnya.
Tidak salah lagi tanpa Gerakan Pramuka meminta, kepala negara yakni  Presiden RI selaku Ketua  Majelis Pembimbing Nasional Gerakan Pramuka menganggap perlu ada payung  hukum yang lebih kuat untuk memperjelas kedudukan Gerakan Pramuka. Dimulai dari pencanangan yang dicetuskan oleh Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono dengan revitalisasi Gerakan Pramuka menjadi angin segar  awal lahirnya UU Gerakan Pramuka,  lalu dengan  segala upaya yang ada akhirnya Gerakan Pramuka di sahkan melalui UU Nomor 12 tahun 2010 sebagai bukti keberadaannya yang semakin diakui.
Dalam usianya yang setengah abad  (50 tahun) pada 14 Agustus tahun ini,  Gerakan Pramuka tetap berkomitmen melakukan pembinaan generasi muda  yang berkarakter dengan rasa integritas yang tinggi terhadap NKRI. Sehingga menjadi sebuah rasa malu pada dirinya bila melakukan tindakan anarkis sebab sudah terpatri dalam jiwa setiap anggota Pramuka melalui janji nya Tri Satya yang menjabarkan kewajibannya terhadap Tuhan, NKRI,  sesama hidup (manusia dan lingkungan), membangun masyarakat, mengamalkan pancasila, dan menepati dasa dharma (kode moral).
Dalam perkembangannya Pramuka juga bersifat fleksibel dalam pengertian membuka diri untuk bekerjasama dengan pihak manapun selama dalam koridor positif untuk kepentingan bersama, tidak ada aturan yang mengekangnya. Sehingga keberadaannya tidak hanya berkutat pada komunitasnya sendiri, sebab sampai saat ini sudah ada kemitraan guna mengembangkan anggotanya  di beberapa insatansi yang menaungi di setiap jajarannya dan sudah terorganisir seperti Satuan karya Pramuka (Saka) Bhayangkara (kepolisisan), Saka Bahari (TNI AL),  Saka Dirgantara (TNI AU), Saka Wira Kartika (TNI AD),  Saka Bakti Husada (Dinas Kesehatan), Saka Wana Bakti (Dinas Kehutanan dan Perkebunan),  Saka Kencana (BKKBN),  Saka Taruna Bumi (Dinas Pertanian dan Perternakan).
Kerjasama lintas sektor ini juga ditujukan untuk meningkatkan kecakapan anggota Pramuka, ditambah dengan sistem yang berjenjang untuk angota Pramuka Dewasanya melalui Kursus Mahir Dasar dan Kursus Mahir Lanjutan bagi Pembina serta Kursus Pelatih Dasar dan Kursus Pelatih Lanjutan bagi Pelatih Pembina.  Dalam Gerakan Pramuka juga tidak ada kepentingan apapun  sehingga tidak bisa ditunggangi sebab ketentuan organisasi yang tidak berpolitik praktis (NonPolitik) murni untuk memajukan anak bangsa ditengah krisis multi dimensi yang melanda negara ini.
Sudah saatnya kita membuka diri untuk mengarahkan generasi muda sebagai penerus bangsa untuk tergabung dalam system yang bersifat universal ini dengan menjunjung tinggi nilai-nilai keutuhan sebagai pribadi yang bertanggung jawab bagi dirinya,  keluarganya, lingkungan serta negara tercinta  ini.

(terbit tanggal 09 Juli 2011)

Kamis, 07 Juli 2011

Mana Setrum Belinyu & Mendobarat?

Share SUNGAILIAT - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka, Senin (11/7) mendatang berencana menggelar rapat dengan PT PLN membahas tentang pemerataan pelayanan pemasangan sambungan baru "Kilowatt-hour" (Kwh) karena dianggap belum merata sampai beberapa wilayah kecamatan.
     Menurut Sekretaris Fraksi Golkar sekaligus anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bangka, Ahmad Asin di Sungailiat, Rabu, rapat ini nantinya menjadi sangat penting karena pihaknya akan mengetahui langsung dari PT PLN mengenai adanya sejumlah kecamatan yang sampai sekarang belum menikmati penerangan listrik dari PT PLN.
     "Kecamatan yang belum semua masyarakatnya mendapatkan hak pelayanan listrik PLN yakni, Kecamatan Belinyu dan Kecamatan Mendobarat," jelasnya.
     Sebagai wakil rakyat kata dia, pihaknya mempunyai tanggungjawab moril kepada masyarakat di dua Kecamatan tersebut sehingga diperjuangkan semaksimal mungkin agar mendapatkan layanan listrik PLN yang sudah sekian lama ditunggu.
      "Saya mengharapkan kepada PT PLN untuk memprioritaskan pemasangan sambungan baru di Kecamatan Belinyu dan Kecamatan Mendobarat, agar di samping menjadi kebutuhan penerangan juga dapat dipergunakan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," jelasnya.
     Ahmad Asing mengatakan, selain PT PLN diminta untuk mengutamakan pemasangan di kedua Kecamatan, pihaknya juga meminta kepada instansi terkait termasuk aparat pemerintah paling bawah seperti RT, untuk mendata warganya yang belum mendapatkan layanan aliran listrik.
     "Pihak PLN tidak perlu lagi menunda-nunda lagi pemasangan baru bagi masyarakat di kecamatan yang dimaksud karena mereka juga mempunyai hak sama seperti masyarakat lainnya yang sudah terlebih dahulu mendapat layanan listrik dari PT. PLN," jelasnya.
      Kepada pemerintah Kabupaten Bangka juga diharapkan dapat mem "backup" upaya dari PT PLN agar segera melakukan pemasangan sambungan baru di daerah lain yang belum teraliri listrik.
      "Saya juga minta kepada PT PLN untuk transparan dan renponsif kepada pelanggan terutama layanan sambungan baru karena dinilai masih belum merata. Ada sebagian sudah disambung dan bahkan ada pula yang lama mendaftar malah belum disambung Kwh," jelasnya.
    "Kami meminta PLN memprioritaskan dua kecamatan ini (Belinyu dan Mendobarat), dan kepada dinas-dinas terkait menginventarisir daerah-daerah Bangka khususnya di dua kecamatan ini yang belum teraliri listrik untuk diajukan ke PLN," ungkapnya.
    Selain itu ia juga meminta aparat pemerintah terbawah di dusun dan desa untuk mendata warganya  yang belum mendapat sambungan listrik dan kendalanya, untuk kemudian disampaikan ke Pemkab Bangka dan PLN.
    "Pemasangan jaringanpun harus dipercepat di daerah-daerah yang belum memiliki jaringan, sehingga warga  bisa segera menikmati listrik," tandasnya.
    Untuk itu ia juga mengharapkan Pemkab Bangka memback-up upaya PLN untuk mengupayakan sambungan baru didaerah-daerah yang belum dialiri listrik dan meminta PLN transparan dan responsif kepada pelanggan, terutama dalam layanan sambungan baru. (cr03/cr02)

Danrem Bela Anggotanya

ShareSUNGAILIAT - Terkait adanya dugaan pengancaman oleh oknum anggota TNI kepada salah satu warga Belinyu dengan mengunakan senjata api, Danrem 045/Garuda Jaya Kolonel CZI P Gunung Sarasmoro menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Belinyu.  Permintaan maaf tersebut disampaikan Danrem saat menggelar ngopi bareng dengan sejumlah elemen masyarakat serta aparat Unsur Tripika Kecamatan Belinyu dan Riau Silip di Warung Kopi/Es Kutub Utara Belinyu Rabu (6/7).
    "Setelah kejadian okum TNI tersebut sudah saya tegur, dan  saat ini oknum anggota TNI tersebut sudah diperiksa di Sub Den POM,” kata Danrem.
    Dikatakan Danrem, oknum tersebut bukan anggota Kodim 0413/Bangka, tetapi merupakan anggota Kodam II Sriwijaya Palembang.  "Terkait adanya laporan tersebut, pada hari itu juga yang bersangkutan saya panggil dan sudah saya laporkan ke pimpinanya di Kodam Sriwijaya Palembang untuk dilakukan tindakan hukum selanjutnya.  Untuk senjata api yang digunakan adalah senjata api mainan dan anggota TNI sekarang tidak ada lagi yang mengunakan senjata.  Dan saat bertugas di lapangan tidak boleh mengunakan senjata api,” jelas Danrem.  
    Seperti yang diberikan sebelumnya, diduga konflik masalah fee Tambang Inkonvensional (TI), Im, warga Belinyu mengaku diancungi sebuah senjata api laras pendek ke arah kepalanya oleh oknum anggota TNI berinisial Par Minggu (2/7).
    Informasi yang berhasil dihimpun Babel Pos Griup kejadian tersebut bermula dari Put, seorang warga yang memiliki lahan digarap TN dengan perjanjian akan diberikan fee dari aktifitas penambangan di atas lahannya tersebut.
    Put kesal lantaran lahan yang dijaga oleh Im selama ini tidak dilakukan pembayaran fee sesuai kesepakatan awal. Untuk itu, Put melaporkan kepada Par, salah satu oknum anggota TNI yang tak lain adalah sepupunya sendiri untuk menanyakan perihal tersebut. Tak senang dengan sikap yang dilakukan oleh oknum anggota TNI tersebut, Im pun informasinya sudah melaporkan kejadian ini ke POM. (dee/bbg)
   

Gara-gara SWB, Bangka Batal Gelar Triatlon

ShareSUNGAILIAT - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka mengadakan Triatlon yakni olahraga yang menggabungkan tiga jenis aktifitas yakni berenang, bersepeda, dan lari menjelang Sail Wakatobi Belitung (SWB) batal.
    Olahraga ini adalah salah satu olahraga elit yang digemari di Amerika, Canada, Australia, dan Eropa. Sekarang sedang dikembangkan di berbagai negara Asia dan Afrika. olahraga yang membutuhkan stamina prima serta mental yang kuat ini menjadi simbol kekuatan para Treathleet (sebutan untuk atlet Triathlon).
    Gagalnya pelaksanaan triatlon di Kabupaten Bangka karena lomba triatlon sudah diagendakan secara nasional di SWB dan akan dilaksanakan di Belitung berdasarkan hasil rapat persiapan kegiatan  SWB dengan pihak terkait, Selasa (05/07) di ruang kerja Asisten I dan dipimpin oleh Asisten I Setda Bangka, Harianto Program SWB pada jadwal panitia Pusat sudah memasukkan kegiatan Triathlon tersebut.
    "Kami merencanakan akan melaksanakan kegiatan yang lebih spesifik di tingkat kabupaten tidak dalam skala nasional atau regional cukup skala daerah
atau solusi kedua dicari even lainnya yang tidak tercantum dalam even nasional, diantaranya  yang belum termasuk lari  10 KM. Kalau disetujui Bangka yang mengadakan itu, namun bagaimana nanti pimpinan apakah setuju lari 10 km atau Triathlon, saat ini semua  baru rencana, belum matang benar,"  ungkap Harianto saat ditemui Radsul kemarin (06/07) di Kantor Bupati Bangka.
    Dikatakannya hasil rapat itu nantinya  akan di konsultasikan dengan pimpinan, kegiatan  mana yang disetujui, termasuk tempat pelaksanaannya. Untuk tempat sendiri  masih banyak pendapat, ada yang ingin diadakan di Sungailiat, ada juga yang menyarankan di Belinyu. Semua baru perencanaan awal, karena jadwal panitia nasional sudah tercover di Belitung jadi untuk Kabupaten Bangka mundur melaksanakan even tersebut.
    "Namun untuk waktu pelaksanaannya diwacanakan  kalau jadi  sebelum puncak pelaksanaan di Belitung, sekitar habis puasa dan  lebaran pada bulan September nanti. Selain Triathlon kemungkinan seperti Volly pantai akan dilaksanakan di Pantai Tanjung Pesona, termasuk untuk di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu untuk  kegiatan berlayar," pungkasnya. (cr02) 

Jalan di Bangka Harus Kelar

Share
SUNGAILIAT - Anggota Komisi C DPRD Bangka, Ir Agung Setiawan mengatakan bahwa  pengerjaan pembangunan jalan di Kabupaten Bangka tahun 2011 diharapkan harus selesai tuntas semua.
    Sebab jika tidak rampung semua tentunya harus ada peringatan keras dari pemerintah dan diharpakan pemerintah tidak pilih kasih, untuk mem-back list perusahaan yang mengerjakan proyek pembangunan jalan tersebut.
    Karena tahun ini kondisi cuaca cukup mendukung  untuk mengerjakan proyek pembangunan jalan dan berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini cuaca cukup mendukung sehingga cuaca baik ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh pihak kontraktor yang memborong pengerjaan pembangunan jalan. Kalau kontraktor bisa memanfatkan cuaca ini dengan baik,  tidak ada lagi pengerjaan proyek yang terlambat atau tidak tepat waktu dalam mengerjakan proyek.
    Hal itu diungkapkan Agung ketika ditemui di ruang kerjanya, terkait dengan pembangunan jalan proyek tahun 2011.
    Dijelaskannya  namun seandainya terjadi keterlambatan dalam pengerjaan dan akhirnya  tidak selesai, tentunya kontraktor atau perusahaan yang membangun harus bertanggung jawab dan jika kontraktor tidak mampu melaksanakan penyelesaian proyek yang tidak selesai,  maka kontraktor harus melapor ke SKPD terkait,  bahwa mereka tidak sanggup.
    Tentunya dengan konsekuensi pemenang cadangan dalam lelang tender sebelumnya bisa ditunjuk langsung oleh SKPD yang bersangkutan,  jika kontraktor yang pertama tidak sanggup mermapungkan pekerjaannya. Itupun harus  melewati mekanisme yang sudah diatur, namun kalau SKPD yang bersangkutan bisa melaksanakan pekerjaan, tentunya  biaya penyelesaian pekerjaan tersebut dari kontraktor yang mengerjakan pertama kali.
    ”Hal itu dilakukan untuk  menyelamatkan uang Negara jangan sampai uang Negara habis tidak ada hasil,” katanya. Ditambahkan Agung, untuk itu dalam kondisi ini, kita minta kepada para SKPD untuk memahami dan jangan ada lagi pengerjaan yang tidak selesai dalam mengerjakannya. (her/bbg)




Selasa, 28 Juni 2011

"Bisa Saja Bersaing dengan Eko" PPP Siapkan Yusroni Jadi Gubernur

ShareSUNGAILIAT - Berdasarkan hasil Musyawarah Wilayah Kerja (Muswilker) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-III yang dilaksanakan beberapa waktu lalu ,PPP akan berpartisipasi aktip Untuk Mendukung dan mengupayakan kadar internal untuk maju dalam acara pesta demokrasi Pemilukada  Bangka Belitung yang akan diselenggarakan pada 2012 yang akan datang.
            Menurut Wakil Sekretaris DPW PPP Babel Amrie Cahayadi, Senin (27/6), dikatakan dia dari hasil Muswil tersebut muncul beberapa kader partai internal. Yang pertama adalah nama Bupati Bangka saat ini, Yusroni Yazid yang juga mantan Ketua DPW PPP Babel, yang akan dipersiapkan PPP untuk jadi calon orang nomor satu dalam Pemilukada tahun 2012 nanti. Terpilihnya Yusroni karena menurut Partai dia adalah orang yang paling siap secara kemampuan, popularitas dan hal yang lainnya.
    Sementara untuk figur yang bakal dijadikan nomor dua adalah, Hamzah Suhaimi Ketua DPW PPP Babel saat ini dan khusus dari Belitung ada nama H Abdullah Ma'aruf kader PPP asli dari Belitung. "Dari ketiga figur ini secara kemampuan dan pengalaman kami anggap sudah mampu lah untuk menjadi pemimpin di daerah kita ini," kata Amrie.
         Nah, saat ini kata dia lagi partai masih memikirkan bagaimana caranya merumuskan dan memadukan dengan siapakah kader mereka yang mereka miliki ini, untuk dimajukan ke pesta demokrasi terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, walaupun memang kata Amrie PPP sendiri tidaklah terlalu berambisi untuk kursi nomor satu.
    Karena katanya ketiadaan ambisi yang terlalu tinggi itu PPP melihat dalam kondisi real yaitu melihat hitung-hitungan nyata, apakah calon yang dimiliki sudah punya kemampuan yang baik untuk bersaing dengan calon lain yang sudah ada. Namun untuk khusus Yusroni katanya, awak PPP sudah sepakat kalau memang lebih besar peluangnya kenapa tidak diberikan kesempatan untuk Yusroni dijadikan calon nomor 1 di pilkada nanti.
    "Artinya untuk Pak Hamzah Suhaimi dan Pak Abdullah Ma'aruf akan kita persiapkan untuk orang nomor 2 dan Pak H Yusroni Yazid sendiri akan kita persiapkan nomor 1, tetapi bagaimanapun dalam hal ini PPP punya pikiran yang matang dan tidak boleh gegabah akan keputusan yang seperti ini," kata salah satu anggota DPRD Bangka ini.
    Masih kata Amrie, karena PPP sendiri adalah partai yang berlandaskan Islam sehingga dalam memutuskan sesuatu hal itu, bukan wujud dari ego dari kepentingan golongan, melainkan yang ditonjolkan dalam setiap keputusan adalah kemaslahatan umat yang lebih besar. "Karena kita berprinsip kepentingan yang harus didahulukan itu adalah kepentingan umat yang berada di atas segala-galanya, walau kami sadari kekuasaan suatu hal niscaya dalam kepartaian karena hal yang wajar untuk diperebutkan," tambah dia.
         "Oleh karena itu kami pun akan melihat peluang pada suatu saat nanti siapa yang akan kami munculkan, mungkin bisa saja muncul figur dari luar partai misalnya Eko Maulana Ali dan Khairul Rasjid dan figur-figur lainnya, mereka juga akan kita munculkan dari kader eksternal yang kita bahas kemarin," tambah dia lagi.
    Dan, untuk memutuskan semua itu nantinya PPP Babel akan membentuk tim IX untuk memastikan kandidat yang akan dimunculka, namun kandidat yang akan dimunculkan siapapun nantinya tidak akan jauh melenceng dari hasil Muswil yang telah diselenggarakan. "Paling lambat September 2011 siapa figurnya akan jelas, kok kami munculkan," katanya, seraya mengingkatkan bahwa PPP adalah partai yang berhak untuk mengajukan calon karena memenuhi persyaratan untuk itu. (mg08)

Gaji ke 13 Belum Bisa Cair

ShareSUNGAILIAT - Pembayaran gaji ke 13 untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka anggarannya sudah disiapkan, sementara untuk pencairannya sendiri tinggal menunggu Surat Edaran (SE) untuk pembayaran dari Dirjen Perbendaharaan.
           Menurut Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bangka,  Ery Gusnawan kepada Radsul, Sabtu (25/6) mengatakan, saat ini pemkab tidak sekedar masalah anggaran tapi juga prosesnya sudah disiapkan. "Cuma kita masih menunggu SE untuk pembayan, maka akan segera kita cairkan," janjinya.
    Ditambahkan Ery untuk gaji ke 13 ini sendiri biasanya  berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya Surat Edaran pencairan untuk gaji ke 13 itu sendiri pada akhir akhir bulan Juni telah diterima namun kenyataannya sampai sekarang belum ada.
    Mungkin kata Ery pada awal  Juli SE itu akan diterima karena Pusat punya pertimbangan sendiri agar gaji ke 13 yang akan dibagikan tersebut benar-benar dapat digunakan untuk biaya pendidikan bagi anak anak pegawai yang ingin melanjutkan masa pendidikan, sehingga gaji itu benar-benar sangat bermanfaat bagi yang menerimanya, mungkin itu kata Ery yang menjadi pertimbangan dari pemerintah Pusat.
    "Mudah-mudahan perkembangan untuk gaji ke 13 itu dalam waktu dekat ini telah dapat kita terima, memang ini ada keterlambatan dari jadwal biasanya dan kemungkinan besar gaji itu sendiri akan cair pada pertengahan Juli ini juga karena kita waktu penyusunan anggaran telah diminta untuk menyiapakan anggaran sesuai dengan juklak dari Permendagri untuk gaji ke 13 itu sendiri," katanya lagi.
    Dan untuk kabupaten bangka sendiri anggaran untuk gaji ke 13 untuk para PNS tersebut telah masuk dalam anggaran APBD. Untuk itu dia meminta rekan-rekannya untuk bersabar  mudahan mudahan SE untuk pembayarannya dalam waktu dekat sudah dapat diterima.
     Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka H Tarmizi H Saat ketika diminta komentar berkaitan dengan gaji ke 13 tersebut mengatakan. "Saya belum bisa komentar kapan akan dicairkan karena kita sendiri belum mendapat laporan dari DPPKAD kapan gaji itu bisa dicairkan, maka untuk itu saya belum berani komentar," tandasnya. (mg08)

Siapkan Calhaj "Cadangan"

ShareSUNGAILIAT – Adanya kemungkinan penambahan kuota calon jemaah haji (Calhaj) untuk Kabupaten Bangka, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka menyiapkan sebanyak 20 orang calon jamaah haji untuk antisipasi mengisi penambahan kuota tersebut.
    Kepala Kemenag Kabupaten Bangka melalui Kasi Haji dan Umroh, Syaiful Zohri saat Radsul temui di ruang kerjanya mengatakan calon jemaah haji cadangan diberikan bimbingan dan pelatihan oleh Kemenag  Bangka. Calon jamaah haji cadangan ini dipersiapkan  untuk menggantikan calon jamaah haji yang berhalangan berangkat atau mengundurkan diri selain itu calon jamaah haji cadangan untuk mengantisipasi adanya quota tambahan.
    "Diberikannya bimbingan kepada calon jamaah haji cadangan ini agar mereka siap untuk diberangkatkan jika ada calon jamaah haji yang masuk quota tidak jadi berangkat," kata Syaiful.
    Untuk Provinsi Babel sendiri mendapatkan quota tambahan sebanyak 109 orang dan Bangka kebagian tambahan 31 orang.
    Seperti pada tahun 2010 lalu, Indonesia memiliki tambahan quota sebanyak 10 ribu jamaah yang terdiri dari 6.500 jamaah haji plus dan 3.500 jamaah haji regular.
    Dari 31 orang tambahan quota tersebut 26 calon jamaah haji jadi diberangkatkan dan  sisanya ada 5 orang yang tidak jadi berangkat dengan alasan tidak siap. Calon  jamaah haji cadangan pada tahun  2011, sebenarnya waktu berangkat pada 2012 mendatang.
    Calon jamaah haji cadangan ini sudah diberi tahu bahwa mereka ini belum pasti berangkat karena penambahan quota biasanya diumumkan mendekati keberangkatan. Tapi untuk mengantisipasi, mereka diberi bimbingan telebih dahulu agar jika benar – benar berangkat maka sudah siap, tidak ada lagi alasan tidak siap seperti kejadian tahun kemarin.
    “Kami sedang mengarahkan kepada jamaah haji untuk melakukan manasik haji mandiri, yaitu dikelola oleh para calon jamaah haji. Dari Kemenag berkoordinasi dengan KUA kecamatan, baru akan memberikan bimbingan kelompok ke kecamatan – kecamatan pada Bulan Juli nanti, dengan pengajarnya dari tokoh agama setempat. Direncanakan sebelum puasa bimbingan kelompok ini selesai,” jelasnya.
    kuota jamaah haji Kabupaten Bangka tahun 2011 adalah 244 orang, sedangkan untuk Babel yaitu 904 orang ditambah 9 orang tim pemandu haji daerah (TPHD). Para jamaah haji Kabupaten Bangka sudah mengikuti pembinaan awal yaitu berupa ta’aruf pada Maret kemari.
     "Selanjutnya habis lebaran Idul Fitri,  calon jamaah haji akan diberikan bimbingan massal. Pada bimbingan massal yang akan dipusatkan di Masjid Agung Sungailiat ini, dan pelatihan  diberikan lebih ke teknis seperti bagaimana makanan kateringnya, bagaimana di pesawatnya nanti dan sebagainya," pungkasnya. (cr02)

"DPRD dan Pemkab Bangka" Bersaing Urusan Studi Banding?

ShareSUNGAILIAT - Kepala SKPD yang ada di Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka nampaknya tak mau kalah dengan anggota dewan yang sibuk dengan kunjungan kerja ke luar daerah. Buktinya sekarang hampir seluruh kepala dinas di Pemkab Bangka lagi ke Surabaya. Nah, terkait itu Sekda Bangka H Tarmizi Saat mengungkapkan pendapatnya.
    Kata dia, keberangkatan para kepala SKPD itu ke Surabaya tujuan ada 2 hal. Pertama berkaitan untuk melihat tentang pelayanan publik yang ada di Kota Surabaya untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi seperti apa kaitannya dengan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Bangka selama ini.
    "Berkaitan mungkin ada pelayan baru yang perlu kita adopsi disana menyangkut pelaksanaan tata kerjanya, prosesnya kalau ada yang digratiskan seperti apa. Selain itu juga menyangkut tentang bagaimana penataan terhadap pelaksaaan taman kota, karena Kota Surabaya merupakan salah satu kota yang dipimpin oleh seorang perempuan yang mendapat penganugerahan Piala Adipura, terlebih penghargaan adipura yang didapat dengan  grade dari tahun ke tahun yang meningkat jadi kita perlu banyak untuk belajar ke sana," sergah Tarmizi.         Menyangkut cara pengolahan sampah baik yang dilakukan oleh pihak pemerintah daerahnya maupun oleh pihak swastanya sendiri dan bagaimana mereka menggalang sehingga terwujudkan partisipasi dari masyarakat termasuk tata cara untuk pengaturan pada hal taman kotanya juga menjadi pembelajaran.
            Yang kedua yang namanya studi banding itu harus ada, apa yang mesti dibandingkan> "Maka kita minta kepada kepala SKPD yang berangkat ke Surabaya tersebut untuk melakukan kunjungan dan melakukan studi banding pada masing-masing bidang yang dibutuhkan.
    "Misalnya Bappeda apa yang perlu kita studikan arsip juga bagaimana dan untuk SKPD yang lainnya juga demikian," kata dia.
    Jadi lanjut dia, keberangkatan para SKPD ke sana ada yang melakukan pertemuan secara bergroup dan ada yang juga secara pribadi yang berkaitan dengan SKPD masing-masing, dan pemda minta semua bahan yang didapat untuk dilaporkan secara tertulis hasilnya agar tidak timbul kesan keberangkatan mereka hanya untuk jalan-jalan saja.
    "Sehingga kita punya tanggungjawab ke masyarakat keberangkatan mereka ke Surabaya tersebut untuk pergi studi banding dan hasilnya pun untuk kita adopsi itu nyata," lanjut Tarmizi.
           Tujian ke Surabaya karena daerah Surabaya memang dua tingkat kemajuan tehnologi dibandingkan Bangka maka perlu lebih banyak belajar ke daerah yang lebih dulu mampu maju.
    Dijelaskan Tarmizi lebih lanjut untuk anggaran keberangkatan dari para SKPD tersebut menggunakan angaran SKPD masing-masing namun untuk hal semacam ini tidak boleh dilakukan terlalu sering katanya.
    Saat disinggung keberangkatan kunjungan kerja ini sendiri kenapa tidak bareng misalnya dengan pihak legislatif biar hubungan antara legislatif dan eksekutif berjalan seiring, bagaimana dia menyikapinya?
    "Dengan dewan tidak perlu harus pergi bersama dan bukan bersaing dalam hal ini, namun kita tetap menghargai lembaga tersebut karena hasil kunjungan kerja kita akan kita laporkan ke mereka melalui rapat kerja dengan komisi yang membidangi bidang masing-masing," katanya.
            Maka ke depan hasil kunjungan itu dapat dievaluasi apa sih kekurangan dari kita dan bagaimana itu dapat kita ubah sehingga dapat memberi pelayan terbaik untuk masyarakat, termasuk membuka peluang ke depan prospeknya harus seperti apa dan juga bagaimana untuk menarik modal untuk daerah. "Oleh karena itu kita harus menciptakan pemicu dan pemacunya untuk menciptakan peluang-peluang untuk aset daerah," tandasnya. (mg08)

Senin, 27 Juni 2011

"Sukses dengan Persib Bandung" Berikutnya, Persema Malang!

ShareSUNGAILIAT - Suksesnya Kepengurusan Pencab PSSI  Bangka dalam menggelar pertandingan persahabatan antara PS Bangka VS Persib Bandung pada tanggal 22 Juni 2011 lalu di Stadion Orom Sungailiat Bangka, pengurus Pengcab PSSI Bangka  berencana setelah lebaran Idul Fitri nanti akan mengundang tim hebat lainnya, yaitu Persema Malang
            Keinginan untuk memberi hiburan tontonan permainan sepakbola tingkat tinggi kepada masyarakat itu disampaikan Ketua Harian Pengcab PSSI Bangka, Drs Yunan Helmi kepada Radsul di ruangannya, Sabtu (25/6).
    Kata Yunan, melihat begitu besar animo dan dukungan dari masyarakat Bangka Belitung kususnya Kabupaten Bangka dalam memberi dukungan pada pertandingan persahabatan kemarin, pengurus berjanji akan memberikan hiburan yang lain lagi tentunya dengan taraf nasional.
    "Selain memberikan hiburan tadi, kita juga ingin membangkitkan kembali semangat persepakbolaan kita di era 70-an. Di mana kepengurusan PSSI Bangka saat itu banyak menyajikan tontonan pertandingan sekelas nasional bahkan Asia dengan klub-klub dari luar negeri," kata Yunan yakin.
    Nah, kebangkitan masa lalu seperti itulah yang mau dicanangkan lagi oleh kepengurusan yang sekarang. Selain memang dengan adanya pertandingan-pertandingan seperti itu selain memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat, juga dampaknya akan lebih positif lagi kepada prestasi dari PS Bangka. "Karena bagaimana pun melalui berbagai pertandingan persahabatan itu dengan mendatangkan kesebelasan yang kelas di atas kesebelasan kita akan membuah pengalaman tersendiri bagi kesebelasan kita, dalam upaya untuk melangkah ke prestasi yang lebih baik lagi," harap Yunan.
     Dijelaskan dia lagi masyarakat harus memahami bahwa pertandingan sekelas nasional yang telah dan akan digelar oleh mereka dari PSSI Bangka maupun Pemkab Bangka bukanlah ajang bisnis bagi para pengurus PSSI Bangka, tapi lebih ke bagaimana upaya untuk memajukan sepakbola di Bangka khususnya dan Provinsi Babel pada umumnya. "Tentu akan menjadi kenangan dan kebanggaan bagi daerah Bangka Belitung jika kita dapat mencapai prestasi dalam sepakbola," katanya.
    Nah, kembali ke tamu yang akan diundang berikutnya, saat ini pengurus dari PSSI Bangka sedang melakukan usaha lobi-lobi dan penjajakan ke pengurusn Persema Malang. Diharapkan usaha lobi tersebut dapat berjalan lancar, dan, jika kesepakatan itu telah ada maka pengurus akan segera menandatangani MoU untuk pertandingan itu. "Dan kita pun akan mempersiapkan dan menentukan kapan pertandingan tersebut diselenggarakan, mudah-mudahan sehabis Idul Fitri nanti semuanya sudah beres," harap Yunan.
        Kenapa Persema Malang yang diambil, karena pengurus sengaja melihat ada beberapa pemain nasional yang bermain di Persema Malang. Nama-nama seperti Irfan Bachdim dan Kim Jeffry Kurniawan cukup menjadi dambaan orang Bangka untuk melihat langsung permainan mereka. "Kemungkinan setelah ini, kita akan mengundang tim dari luar negeri," janjinya. (mg08)

"3 Korban Puting Beliung" Dianggap Mampu, Korban Tidak Dibantu

Share




SUNGAILIAT  - Bencana  angin puting beliung yang merusak beberapa rumah warga di Perumahan Prumnas Pemda Sungailiat pada hari Kamis (23/06) lalu telah merusak beberapa komponen perumahan termasuk peralatannya.
    Dari beberapa kerusakan tersebut 3 pemilik rumah mengajukan permohononan bantuan melalui surat yang ditandatangi Lurah Parit Padang dan ditujukan ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka (Dinsosnaker Bangka).
    Saat Radsul hendak mengkonfirmasi seperti apa bantuan dan bentuk perhatian Dinsosnaker Bangka atas kejadian musibah itu pada hari Sabtu (25/06) dengan Kepala Dinsosnaker Bangka, Asban Haris di ruangan kerjanya ia mengatakan sudah mengetahui kejadian tersebut.
    Dan pada Saat kejadian Dinsosnaker Bangka melalui Kasi Bansos, Sunarto sudah meninjau rumah yang terkena angin puting beliung,  namun karena kerusakan yang bersifat barang dan pemilik rumah termasuk warga berkecukupan jadinya tidak ada bantuan yang bisa diberikan.
    “Sebab kita hanya mempunyai stok bantuan berupa  barang disini,  seperti beras, kecap,  sarden,  minyak goreng, sambal. Tidak ada dalam bentuk uang yang tersedia di Dinsosnaker Bangka,” ujar Asban
    Terkait  surat yang disampaikan oleh Kelurahan Paritpadang mengenai  bencana angin puting beliung tertanggal 24 Juni 2011 yang ditujukan kepada Dinsosnaker Bangka,  ia mengatakan tidak bisa memenuhi bantuan tersebut,  karena  itu surat tersebut  akan ditindaklanjuti ke bagian Kesra Setda Bangka .
    “Sah-sah saja minta bantu, tapi kami tidak ada, gak mungkin kami berikan sarden, jadi proposal bantuan ini akan kami teruskan  kebagian kesra,”  tukasnya.
    Surat pengajuan bantuan yang di tandatangi Lurah Parit Padang, Darwin menjelaskan permohonan bantuan untuk meringankan beban  warga yang tertimpa musibah dengan perkiraan kerugian atas nama Zakki Kanzoli SH kerusakan atap rumah dan 1 unit komputer senilai Rp 9 juta,  Mastan Mansur  kerusakan atap rumah senilai Rp 8 juta dan Romawi Adenan kerusakan atap rumah senilai Rp 5 juta.
    Sementara sampai berita ini diturunkan  Kabag Kesra Setda Bangka, H. Sutrisno belum berhasil di konfrimasi Radsul terkait rujukan surat bantuan dari lurah Parit Padang yang diteruskan melalui Dinsosnaker Bangka ini.
    Diberitakan sebelumnya, Kamis sore (23/06) saat cuaca di Kota Sungailiat gelap dan hujan lebat ternyata membawa musibah bagi beberapa rumah warga. Sekitar Pukul 14.25 WIB bersamaan dengan cuaca yang buruk itu 4 rumah warga di komplek RSS rusak termasuk rumah Camat Pemali Zakki Kanzoli.
    Peristiwa yang berlangsung sekejap saja merusak sebagian atap rumah dan kayu penyangga, terbang dibawa angin puting beliung termasuk profil yang terbuat dari beton menjadi terlepas.
    Puting beliung  yang hanya sekian detik saja itu sama sekali tidak diduga sebelumnya olah warga dan pemilik rumah. Saat itu para warga sedang bersantai di ruangan lainnya, seperti Mawi ketika itu sedang menonton televisi bersama keluarganya. Cuaca yang sedang hujan tiba-tiba bergemuruh dan  saat ia melihat dari celah lobang rumahnya yang terbuka langit terlihat menghitam dan seketika bunyi yang sangat keras terdengar. Ketika ia keluar rumah ternyata asbes rumahnya sudah berterbangan ke halaman  dan jalan depan rumahnya.
    "Sekitar 15 keping asbes yang hancur, dan beberapa dek bocor, dinding retak, sehingga untuk sementara terpaksa ditutup pakai terpal dulu," kata Mawi kepada Radsul di kediamannya.
    Menurutnya juga kejadian ini sudah pernah melanda kawasan RSS, ia menduga sepertinya daerah rumahnya memang jalur puting beliung. Pada saat itu, tahun 1996 puting beliung lebih dasyat dari yang terjadi sekarang banyak rumah warga di RSS rusak porak poranda.
    "Maka dari itu untuk atap rumah saya tidak memakai genteng, kalau memakai genteng bisa lebih parah dari sekarang," katanya.
    Walaupun tidak ada  kerugian jiwa pada musibah ini tapi para warga sempat panik dengan kondisi yang ada, beberapa perabotan rumah tanggapun rusak tertimpa kayu dan material lainnya. Air masuk membasahi dan masih merembes ke dalam rumah saat Radsul meninjau kejadian pada pukul 16.30 WIB.
    Seorang anak kecil yang berada di depan rumah sempat melihat bayangan hitam dan besar terbang  saat kejadian, ia mengira itu adalah sesosok mahluk yang melintas padahal itulah puting beliung yang lewat.
    "Itu ada orang besar apa, terbang dan hitam, padahal yang ia lihat adalah angin puting beliung yang terbang membawa daun-daun dan material lainnya," Cerita Mastan Mansur yang rumahnya ikut terkena angin puting meliung.
    Rumah Mastan Mansur terdapat dua ruangan yang rusak parah kamar dan musholla. Untuk musholla semua atap asbes dan kayu terbang sehingga tidak lagi beratap dan kosong melompong beratapkan langit.
    "Kami sedang bersantai duduk di teras depan, kejadian itu sebentar saja paling satu detik, setelah terdengar bunyi yang kuat  saat kami masuk kebelakang rumah ternyata semua sudah barang hancur  oleh puting beliung," terang Mastan.
    Usai kejadian para pemilik rumah langsung membereskan perabotan rumah yang masih bisa di selamatkan namun kondisi rumah masih berantakan, sebab puting beliung menghamburkan segala isi rumah dengan apapun yang di lewatinya. Pada lantai rumah masih berserakan pecahan asbes, kayu, beton, kaca dan sebagainya. Genangan air juga masih membasahi lantai rumah warga, ruangan yang terkena dampak puting beliung hanya di benahi dengan apa adanya.
    Kejadian ini walaupun tidak menimbulkan korban jiwa namun cukup menimbulkan rasa duka para pemilik rumah. Kendati demikian mereka bersyukur masih bisa selamat dan seluruh anggota keluarga dalam keadaan baik. (cr02)


 

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More