This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 07 Juli 2011

Mana Setrum Belinyu & Mendobarat?

Share SUNGAILIAT - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka, Senin (11/7) mendatang berencana menggelar rapat dengan PT PLN membahas tentang pemerataan pelayanan pemasangan sambungan baru "Kilowatt-hour" (Kwh) karena dianggap belum merata sampai beberapa wilayah kecamatan.
     Menurut Sekretaris Fraksi Golkar sekaligus anggota Komisi C DPRD Kabupaten Bangka, Ahmad Asin di Sungailiat, Rabu, rapat ini nantinya menjadi sangat penting karena pihaknya akan mengetahui langsung dari PT PLN mengenai adanya sejumlah kecamatan yang sampai sekarang belum menikmati penerangan listrik dari PT PLN.
     "Kecamatan yang belum semua masyarakatnya mendapatkan hak pelayanan listrik PLN yakni, Kecamatan Belinyu dan Kecamatan Mendobarat," jelasnya.
     Sebagai wakil rakyat kata dia, pihaknya mempunyai tanggungjawab moril kepada masyarakat di dua Kecamatan tersebut sehingga diperjuangkan semaksimal mungkin agar mendapatkan layanan listrik PLN yang sudah sekian lama ditunggu.
      "Saya mengharapkan kepada PT PLN untuk memprioritaskan pemasangan sambungan baru di Kecamatan Belinyu dan Kecamatan Mendobarat, agar di samping menjadi kebutuhan penerangan juga dapat dipergunakan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat," jelasnya.
     Ahmad Asing mengatakan, selain PT PLN diminta untuk mengutamakan pemasangan di kedua Kecamatan, pihaknya juga meminta kepada instansi terkait termasuk aparat pemerintah paling bawah seperti RT, untuk mendata warganya yang belum mendapatkan layanan aliran listrik.
     "Pihak PLN tidak perlu lagi menunda-nunda lagi pemasangan baru bagi masyarakat di kecamatan yang dimaksud karena mereka juga mempunyai hak sama seperti masyarakat lainnya yang sudah terlebih dahulu mendapat layanan listrik dari PT. PLN," jelasnya.
      Kepada pemerintah Kabupaten Bangka juga diharapkan dapat mem "backup" upaya dari PT PLN agar segera melakukan pemasangan sambungan baru di daerah lain yang belum teraliri listrik.
      "Saya juga minta kepada PT PLN untuk transparan dan renponsif kepada pelanggan terutama layanan sambungan baru karena dinilai masih belum merata. Ada sebagian sudah disambung dan bahkan ada pula yang lama mendaftar malah belum disambung Kwh," jelasnya.
    "Kami meminta PLN memprioritaskan dua kecamatan ini (Belinyu dan Mendobarat), dan kepada dinas-dinas terkait menginventarisir daerah-daerah Bangka khususnya di dua kecamatan ini yang belum teraliri listrik untuk diajukan ke PLN," ungkapnya.
    Selain itu ia juga meminta aparat pemerintah terbawah di dusun dan desa untuk mendata warganya  yang belum mendapat sambungan listrik dan kendalanya, untuk kemudian disampaikan ke Pemkab Bangka dan PLN.
    "Pemasangan jaringanpun harus dipercepat di daerah-daerah yang belum memiliki jaringan, sehingga warga  bisa segera menikmati listrik," tandasnya.
    Untuk itu ia juga mengharapkan Pemkab Bangka memback-up upaya PLN untuk mengupayakan sambungan baru didaerah-daerah yang belum dialiri listrik dan meminta PLN transparan dan responsif kepada pelanggan, terutama dalam layanan sambungan baru. (cr03/cr02)

Danrem Bela Anggotanya

ShareSUNGAILIAT - Terkait adanya dugaan pengancaman oleh oknum anggota TNI kepada salah satu warga Belinyu dengan mengunakan senjata api, Danrem 045/Garuda Jaya Kolonel CZI P Gunung Sarasmoro menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Belinyu.  Permintaan maaf tersebut disampaikan Danrem saat menggelar ngopi bareng dengan sejumlah elemen masyarakat serta aparat Unsur Tripika Kecamatan Belinyu dan Riau Silip di Warung Kopi/Es Kutub Utara Belinyu Rabu (6/7).
    "Setelah kejadian okum TNI tersebut sudah saya tegur, dan  saat ini oknum anggota TNI tersebut sudah diperiksa di Sub Den POM,” kata Danrem.
    Dikatakan Danrem, oknum tersebut bukan anggota Kodim 0413/Bangka, tetapi merupakan anggota Kodam II Sriwijaya Palembang.  "Terkait adanya laporan tersebut, pada hari itu juga yang bersangkutan saya panggil dan sudah saya laporkan ke pimpinanya di Kodam Sriwijaya Palembang untuk dilakukan tindakan hukum selanjutnya.  Untuk senjata api yang digunakan adalah senjata api mainan dan anggota TNI sekarang tidak ada lagi yang mengunakan senjata.  Dan saat bertugas di lapangan tidak boleh mengunakan senjata api,” jelas Danrem.  
    Seperti yang diberikan sebelumnya, diduga konflik masalah fee Tambang Inkonvensional (TI), Im, warga Belinyu mengaku diancungi sebuah senjata api laras pendek ke arah kepalanya oleh oknum anggota TNI berinisial Par Minggu (2/7).
    Informasi yang berhasil dihimpun Babel Pos Griup kejadian tersebut bermula dari Put, seorang warga yang memiliki lahan digarap TN dengan perjanjian akan diberikan fee dari aktifitas penambangan di atas lahannya tersebut.
    Put kesal lantaran lahan yang dijaga oleh Im selama ini tidak dilakukan pembayaran fee sesuai kesepakatan awal. Untuk itu, Put melaporkan kepada Par, salah satu oknum anggota TNI yang tak lain adalah sepupunya sendiri untuk menanyakan perihal tersebut. Tak senang dengan sikap yang dilakukan oleh oknum anggota TNI tersebut, Im pun informasinya sudah melaporkan kejadian ini ke POM. (dee/bbg)
   

Gara-gara SWB, Bangka Batal Gelar Triatlon

ShareSUNGAILIAT - Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka mengadakan Triatlon yakni olahraga yang menggabungkan tiga jenis aktifitas yakni berenang, bersepeda, dan lari menjelang Sail Wakatobi Belitung (SWB) batal.
    Olahraga ini adalah salah satu olahraga elit yang digemari di Amerika, Canada, Australia, dan Eropa. Sekarang sedang dikembangkan di berbagai negara Asia dan Afrika. olahraga yang membutuhkan stamina prima serta mental yang kuat ini menjadi simbol kekuatan para Treathleet (sebutan untuk atlet Triathlon).
    Gagalnya pelaksanaan triatlon di Kabupaten Bangka karena lomba triatlon sudah diagendakan secara nasional di SWB dan akan dilaksanakan di Belitung berdasarkan hasil rapat persiapan kegiatan  SWB dengan pihak terkait, Selasa (05/07) di ruang kerja Asisten I dan dipimpin oleh Asisten I Setda Bangka, Harianto Program SWB pada jadwal panitia Pusat sudah memasukkan kegiatan Triathlon tersebut.
    "Kami merencanakan akan melaksanakan kegiatan yang lebih spesifik di tingkat kabupaten tidak dalam skala nasional atau regional cukup skala daerah
atau solusi kedua dicari even lainnya yang tidak tercantum dalam even nasional, diantaranya  yang belum termasuk lari  10 KM. Kalau disetujui Bangka yang mengadakan itu, namun bagaimana nanti pimpinan apakah setuju lari 10 km atau Triathlon, saat ini semua  baru rencana, belum matang benar,"  ungkap Harianto saat ditemui Radsul kemarin (06/07) di Kantor Bupati Bangka.
    Dikatakannya hasil rapat itu nantinya  akan di konsultasikan dengan pimpinan, kegiatan  mana yang disetujui, termasuk tempat pelaksanaannya. Untuk tempat sendiri  masih banyak pendapat, ada yang ingin diadakan di Sungailiat, ada juga yang menyarankan di Belinyu. Semua baru perencanaan awal, karena jadwal panitia nasional sudah tercover di Belitung jadi untuk Kabupaten Bangka mundur melaksanakan even tersebut.
    "Namun untuk waktu pelaksanaannya diwacanakan  kalau jadi  sebelum puncak pelaksanaan di Belitung, sekitar habis puasa dan  lebaran pada bulan September nanti. Selain Triathlon kemungkinan seperti Volly pantai akan dilaksanakan di Pantai Tanjung Pesona, termasuk untuk di Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu untuk  kegiatan berlayar," pungkasnya. (cr02) 

Jalan di Bangka Harus Kelar

Share
SUNGAILIAT - Anggota Komisi C DPRD Bangka, Ir Agung Setiawan mengatakan bahwa  pengerjaan pembangunan jalan di Kabupaten Bangka tahun 2011 diharapkan harus selesai tuntas semua.
    Sebab jika tidak rampung semua tentunya harus ada peringatan keras dari pemerintah dan diharpakan pemerintah tidak pilih kasih, untuk mem-back list perusahaan yang mengerjakan proyek pembangunan jalan tersebut.
    Karena tahun ini kondisi cuaca cukup mendukung  untuk mengerjakan proyek pembangunan jalan dan berbeda dengan tahun sebelumnya. Tahun ini cuaca cukup mendukung sehingga cuaca baik ini harus benar-benar dimanfaatkan oleh pihak kontraktor yang memborong pengerjaan pembangunan jalan. Kalau kontraktor bisa memanfatkan cuaca ini dengan baik,  tidak ada lagi pengerjaan proyek yang terlambat atau tidak tepat waktu dalam mengerjakan proyek.
    Hal itu diungkapkan Agung ketika ditemui di ruang kerjanya, terkait dengan pembangunan jalan proyek tahun 2011.
    Dijelaskannya  namun seandainya terjadi keterlambatan dalam pengerjaan dan akhirnya  tidak selesai, tentunya kontraktor atau perusahaan yang membangun harus bertanggung jawab dan jika kontraktor tidak mampu melaksanakan penyelesaian proyek yang tidak selesai,  maka kontraktor harus melapor ke SKPD terkait,  bahwa mereka tidak sanggup.
    Tentunya dengan konsekuensi pemenang cadangan dalam lelang tender sebelumnya bisa ditunjuk langsung oleh SKPD yang bersangkutan,  jika kontraktor yang pertama tidak sanggup mermapungkan pekerjaannya. Itupun harus  melewati mekanisme yang sudah diatur, namun kalau SKPD yang bersangkutan bisa melaksanakan pekerjaan, tentunya  biaya penyelesaian pekerjaan tersebut dari kontraktor yang mengerjakan pertama kali.
    ”Hal itu dilakukan untuk  menyelamatkan uang Negara jangan sampai uang Negara habis tidak ada hasil,” katanya. Ditambahkan Agung, untuk itu dalam kondisi ini, kita minta kepada para SKPD untuk memahami dan jangan ada lagi pengerjaan yang tidak selesai dalam mengerjakannya. (her/bbg)




Selasa, 28 Juni 2011

"Bisa Saja Bersaing dengan Eko" PPP Siapkan Yusroni Jadi Gubernur

ShareSUNGAILIAT - Berdasarkan hasil Musyawarah Wilayah Kerja (Muswilker) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ke-III yang dilaksanakan beberapa waktu lalu ,PPP akan berpartisipasi aktip Untuk Mendukung dan mengupayakan kadar internal untuk maju dalam acara pesta demokrasi Pemilukada  Bangka Belitung yang akan diselenggarakan pada 2012 yang akan datang.
            Menurut Wakil Sekretaris DPW PPP Babel Amrie Cahayadi, Senin (27/6), dikatakan dia dari hasil Muswil tersebut muncul beberapa kader partai internal. Yang pertama adalah nama Bupati Bangka saat ini, Yusroni Yazid yang juga mantan Ketua DPW PPP Babel, yang akan dipersiapkan PPP untuk jadi calon orang nomor satu dalam Pemilukada tahun 2012 nanti. Terpilihnya Yusroni karena menurut Partai dia adalah orang yang paling siap secara kemampuan, popularitas dan hal yang lainnya.
    Sementara untuk figur yang bakal dijadikan nomor dua adalah, Hamzah Suhaimi Ketua DPW PPP Babel saat ini dan khusus dari Belitung ada nama H Abdullah Ma'aruf kader PPP asli dari Belitung. "Dari ketiga figur ini secara kemampuan dan pengalaman kami anggap sudah mampu lah untuk menjadi pemimpin di daerah kita ini," kata Amrie.
         Nah, saat ini kata dia lagi partai masih memikirkan bagaimana caranya merumuskan dan memadukan dengan siapakah kader mereka yang mereka miliki ini, untuk dimajukan ke pesta demokrasi terbesar di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, walaupun memang kata Amrie PPP sendiri tidaklah terlalu berambisi untuk kursi nomor satu.
    Karena katanya ketiadaan ambisi yang terlalu tinggi itu PPP melihat dalam kondisi real yaitu melihat hitung-hitungan nyata, apakah calon yang dimiliki sudah punya kemampuan yang baik untuk bersaing dengan calon lain yang sudah ada. Namun untuk khusus Yusroni katanya, awak PPP sudah sepakat kalau memang lebih besar peluangnya kenapa tidak diberikan kesempatan untuk Yusroni dijadikan calon nomor 1 di pilkada nanti.
    "Artinya untuk Pak Hamzah Suhaimi dan Pak Abdullah Ma'aruf akan kita persiapkan untuk orang nomor 2 dan Pak H Yusroni Yazid sendiri akan kita persiapkan nomor 1, tetapi bagaimanapun dalam hal ini PPP punya pikiran yang matang dan tidak boleh gegabah akan keputusan yang seperti ini," kata salah satu anggota DPRD Bangka ini.
    Masih kata Amrie, karena PPP sendiri adalah partai yang berlandaskan Islam sehingga dalam memutuskan sesuatu hal itu, bukan wujud dari ego dari kepentingan golongan, melainkan yang ditonjolkan dalam setiap keputusan adalah kemaslahatan umat yang lebih besar. "Karena kita berprinsip kepentingan yang harus didahulukan itu adalah kepentingan umat yang berada di atas segala-galanya, walau kami sadari kekuasaan suatu hal niscaya dalam kepartaian karena hal yang wajar untuk diperebutkan," tambah dia.
         "Oleh karena itu kami pun akan melihat peluang pada suatu saat nanti siapa yang akan kami munculkan, mungkin bisa saja muncul figur dari luar partai misalnya Eko Maulana Ali dan Khairul Rasjid dan figur-figur lainnya, mereka juga akan kita munculkan dari kader eksternal yang kita bahas kemarin," tambah dia lagi.
    Dan, untuk memutuskan semua itu nantinya PPP Babel akan membentuk tim IX untuk memastikan kandidat yang akan dimunculka, namun kandidat yang akan dimunculkan siapapun nantinya tidak akan jauh melenceng dari hasil Muswil yang telah diselenggarakan. "Paling lambat September 2011 siapa figurnya akan jelas, kok kami munculkan," katanya, seraya mengingkatkan bahwa PPP adalah partai yang berhak untuk mengajukan calon karena memenuhi persyaratan untuk itu. (mg08)

Gaji ke 13 Belum Bisa Cair

ShareSUNGAILIAT - Pembayaran gaji ke 13 untuk para Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka anggarannya sudah disiapkan, sementara untuk pencairannya sendiri tinggal menunggu Surat Edaran (SE) untuk pembayaran dari Dirjen Perbendaharaan.
           Menurut Sekretaris Dinas Pendapatan, Pengelolan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Bangka,  Ery Gusnawan kepada Radsul, Sabtu (25/6) mengatakan, saat ini pemkab tidak sekedar masalah anggaran tapi juga prosesnya sudah disiapkan. "Cuma kita masih menunggu SE untuk pembayan, maka akan segera kita cairkan," janjinya.
    Ditambahkan Ery untuk gaji ke 13 ini sendiri biasanya  berdasarkan pengalaman sebelum-sebelumnya Surat Edaran pencairan untuk gaji ke 13 itu sendiri pada akhir akhir bulan Juni telah diterima namun kenyataannya sampai sekarang belum ada.
    Mungkin kata Ery pada awal  Juli SE itu akan diterima karena Pusat punya pertimbangan sendiri agar gaji ke 13 yang akan dibagikan tersebut benar-benar dapat digunakan untuk biaya pendidikan bagi anak anak pegawai yang ingin melanjutkan masa pendidikan, sehingga gaji itu benar-benar sangat bermanfaat bagi yang menerimanya, mungkin itu kata Ery yang menjadi pertimbangan dari pemerintah Pusat.
    "Mudah-mudahan perkembangan untuk gaji ke 13 itu dalam waktu dekat ini telah dapat kita terima, memang ini ada keterlambatan dari jadwal biasanya dan kemungkinan besar gaji itu sendiri akan cair pada pertengahan Juli ini juga karena kita waktu penyusunan anggaran telah diminta untuk menyiapakan anggaran sesuai dengan juklak dari Permendagri untuk gaji ke 13 itu sendiri," katanya lagi.
    Dan untuk kabupaten bangka sendiri anggaran untuk gaji ke 13 untuk para PNS tersebut telah masuk dalam anggaran APBD. Untuk itu dia meminta rekan-rekannya untuk bersabar  mudahan mudahan SE untuk pembayarannya dalam waktu dekat sudah dapat diterima.
     Sementara Sekretaris Daerah Kabupaten Bangka H Tarmizi H Saat ketika diminta komentar berkaitan dengan gaji ke 13 tersebut mengatakan. "Saya belum bisa komentar kapan akan dicairkan karena kita sendiri belum mendapat laporan dari DPPKAD kapan gaji itu bisa dicairkan, maka untuk itu saya belum berani komentar," tandasnya. (mg08)

Siapkan Calhaj "Cadangan"

ShareSUNGAILIAT – Adanya kemungkinan penambahan kuota calon jemaah haji (Calhaj) untuk Kabupaten Bangka, Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Bangka menyiapkan sebanyak 20 orang calon jamaah haji untuk antisipasi mengisi penambahan kuota tersebut.
    Kepala Kemenag Kabupaten Bangka melalui Kasi Haji dan Umroh, Syaiful Zohri saat Radsul temui di ruang kerjanya mengatakan calon jemaah haji cadangan diberikan bimbingan dan pelatihan oleh Kemenag  Bangka. Calon jamaah haji cadangan ini dipersiapkan  untuk menggantikan calon jamaah haji yang berhalangan berangkat atau mengundurkan diri selain itu calon jamaah haji cadangan untuk mengantisipasi adanya quota tambahan.
    "Diberikannya bimbingan kepada calon jamaah haji cadangan ini agar mereka siap untuk diberangkatkan jika ada calon jamaah haji yang masuk quota tidak jadi berangkat," kata Syaiful.
    Untuk Provinsi Babel sendiri mendapatkan quota tambahan sebanyak 109 orang dan Bangka kebagian tambahan 31 orang.
    Seperti pada tahun 2010 lalu, Indonesia memiliki tambahan quota sebanyak 10 ribu jamaah yang terdiri dari 6.500 jamaah haji plus dan 3.500 jamaah haji regular.
    Dari 31 orang tambahan quota tersebut 26 calon jamaah haji jadi diberangkatkan dan  sisanya ada 5 orang yang tidak jadi berangkat dengan alasan tidak siap. Calon  jamaah haji cadangan pada tahun  2011, sebenarnya waktu berangkat pada 2012 mendatang.
    Calon jamaah haji cadangan ini sudah diberi tahu bahwa mereka ini belum pasti berangkat karena penambahan quota biasanya diumumkan mendekati keberangkatan. Tapi untuk mengantisipasi, mereka diberi bimbingan telebih dahulu agar jika benar – benar berangkat maka sudah siap, tidak ada lagi alasan tidak siap seperti kejadian tahun kemarin.
    “Kami sedang mengarahkan kepada jamaah haji untuk melakukan manasik haji mandiri, yaitu dikelola oleh para calon jamaah haji. Dari Kemenag berkoordinasi dengan KUA kecamatan, baru akan memberikan bimbingan kelompok ke kecamatan – kecamatan pada Bulan Juli nanti, dengan pengajarnya dari tokoh agama setempat. Direncanakan sebelum puasa bimbingan kelompok ini selesai,” jelasnya.
    kuota jamaah haji Kabupaten Bangka tahun 2011 adalah 244 orang, sedangkan untuk Babel yaitu 904 orang ditambah 9 orang tim pemandu haji daerah (TPHD). Para jamaah haji Kabupaten Bangka sudah mengikuti pembinaan awal yaitu berupa ta’aruf pada Maret kemari.
     "Selanjutnya habis lebaran Idul Fitri,  calon jamaah haji akan diberikan bimbingan massal. Pada bimbingan massal yang akan dipusatkan di Masjid Agung Sungailiat ini, dan pelatihan  diberikan lebih ke teknis seperti bagaimana makanan kateringnya, bagaimana di pesawatnya nanti dan sebagainya," pungkasnya. (cr02)

"DPRD dan Pemkab Bangka" Bersaing Urusan Studi Banding?

ShareSUNGAILIAT - Kepala SKPD yang ada di Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka nampaknya tak mau kalah dengan anggota dewan yang sibuk dengan kunjungan kerja ke luar daerah. Buktinya sekarang hampir seluruh kepala dinas di Pemkab Bangka lagi ke Surabaya. Nah, terkait itu Sekda Bangka H Tarmizi Saat mengungkapkan pendapatnya.
    Kata dia, keberangkatan para kepala SKPD itu ke Surabaya tujuan ada 2 hal. Pertama berkaitan untuk melihat tentang pelayanan publik yang ada di Kota Surabaya untuk dijadikan sebagai bahan evaluasi seperti apa kaitannya dengan yang telah dilaksanakan di Kabupaten Bangka selama ini.
    "Berkaitan mungkin ada pelayan baru yang perlu kita adopsi disana menyangkut pelaksanaan tata kerjanya, prosesnya kalau ada yang digratiskan seperti apa. Selain itu juga menyangkut tentang bagaimana penataan terhadap pelaksaaan taman kota, karena Kota Surabaya merupakan salah satu kota yang dipimpin oleh seorang perempuan yang mendapat penganugerahan Piala Adipura, terlebih penghargaan adipura yang didapat dengan  grade dari tahun ke tahun yang meningkat jadi kita perlu banyak untuk belajar ke sana," sergah Tarmizi.         Menyangkut cara pengolahan sampah baik yang dilakukan oleh pihak pemerintah daerahnya maupun oleh pihak swastanya sendiri dan bagaimana mereka menggalang sehingga terwujudkan partisipasi dari masyarakat termasuk tata cara untuk pengaturan pada hal taman kotanya juga menjadi pembelajaran.
            Yang kedua yang namanya studi banding itu harus ada, apa yang mesti dibandingkan> "Maka kita minta kepada kepala SKPD yang berangkat ke Surabaya tersebut untuk melakukan kunjungan dan melakukan studi banding pada masing-masing bidang yang dibutuhkan.
    "Misalnya Bappeda apa yang perlu kita studikan arsip juga bagaimana dan untuk SKPD yang lainnya juga demikian," kata dia.
    Jadi lanjut dia, keberangkatan para SKPD ke sana ada yang melakukan pertemuan secara bergroup dan ada yang juga secara pribadi yang berkaitan dengan SKPD masing-masing, dan pemda minta semua bahan yang didapat untuk dilaporkan secara tertulis hasilnya agar tidak timbul kesan keberangkatan mereka hanya untuk jalan-jalan saja.
    "Sehingga kita punya tanggungjawab ke masyarakat keberangkatan mereka ke Surabaya tersebut untuk pergi studi banding dan hasilnya pun untuk kita adopsi itu nyata," lanjut Tarmizi.
           Tujian ke Surabaya karena daerah Surabaya memang dua tingkat kemajuan tehnologi dibandingkan Bangka maka perlu lebih banyak belajar ke daerah yang lebih dulu mampu maju.
    Dijelaskan Tarmizi lebih lanjut untuk anggaran keberangkatan dari para SKPD tersebut menggunakan angaran SKPD masing-masing namun untuk hal semacam ini tidak boleh dilakukan terlalu sering katanya.
    Saat disinggung keberangkatan kunjungan kerja ini sendiri kenapa tidak bareng misalnya dengan pihak legislatif biar hubungan antara legislatif dan eksekutif berjalan seiring, bagaimana dia menyikapinya?
    "Dengan dewan tidak perlu harus pergi bersama dan bukan bersaing dalam hal ini, namun kita tetap menghargai lembaga tersebut karena hasil kunjungan kerja kita akan kita laporkan ke mereka melalui rapat kerja dengan komisi yang membidangi bidang masing-masing," katanya.
            Maka ke depan hasil kunjungan itu dapat dievaluasi apa sih kekurangan dari kita dan bagaimana itu dapat kita ubah sehingga dapat memberi pelayan terbaik untuk masyarakat, termasuk membuka peluang ke depan prospeknya harus seperti apa dan juga bagaimana untuk menarik modal untuk daerah. "Oleh karena itu kita harus menciptakan pemicu dan pemacunya untuk menciptakan peluang-peluang untuk aset daerah," tandasnya. (mg08)

Senin, 27 Juni 2011

"Sukses dengan Persib Bandung" Berikutnya, Persema Malang!

ShareSUNGAILIAT - Suksesnya Kepengurusan Pencab PSSI  Bangka dalam menggelar pertandingan persahabatan antara PS Bangka VS Persib Bandung pada tanggal 22 Juni 2011 lalu di Stadion Orom Sungailiat Bangka, pengurus Pengcab PSSI Bangka  berencana setelah lebaran Idul Fitri nanti akan mengundang tim hebat lainnya, yaitu Persema Malang
            Keinginan untuk memberi hiburan tontonan permainan sepakbola tingkat tinggi kepada masyarakat itu disampaikan Ketua Harian Pengcab PSSI Bangka, Drs Yunan Helmi kepada Radsul di ruangannya, Sabtu (25/6).
    Kata Yunan, melihat begitu besar animo dan dukungan dari masyarakat Bangka Belitung kususnya Kabupaten Bangka dalam memberi dukungan pada pertandingan persahabatan kemarin, pengurus berjanji akan memberikan hiburan yang lain lagi tentunya dengan taraf nasional.
    "Selain memberikan hiburan tadi, kita juga ingin membangkitkan kembali semangat persepakbolaan kita di era 70-an. Di mana kepengurusan PSSI Bangka saat itu banyak menyajikan tontonan pertandingan sekelas nasional bahkan Asia dengan klub-klub dari luar negeri," kata Yunan yakin.
    Nah, kebangkitan masa lalu seperti itulah yang mau dicanangkan lagi oleh kepengurusan yang sekarang. Selain memang dengan adanya pertandingan-pertandingan seperti itu selain memberikan hiburan tersendiri bagi masyarakat, juga dampaknya akan lebih positif lagi kepada prestasi dari PS Bangka. "Karena bagaimana pun melalui berbagai pertandingan persahabatan itu dengan mendatangkan kesebelasan yang kelas di atas kesebelasan kita akan membuah pengalaman tersendiri bagi kesebelasan kita, dalam upaya untuk melangkah ke prestasi yang lebih baik lagi," harap Yunan.
     Dijelaskan dia lagi masyarakat harus memahami bahwa pertandingan sekelas nasional yang telah dan akan digelar oleh mereka dari PSSI Bangka maupun Pemkab Bangka bukanlah ajang bisnis bagi para pengurus PSSI Bangka, tapi lebih ke bagaimana upaya untuk memajukan sepakbola di Bangka khususnya dan Provinsi Babel pada umumnya. "Tentu akan menjadi kenangan dan kebanggaan bagi daerah Bangka Belitung jika kita dapat mencapai prestasi dalam sepakbola," katanya.
    Nah, kembali ke tamu yang akan diundang berikutnya, saat ini pengurus dari PSSI Bangka sedang melakukan usaha lobi-lobi dan penjajakan ke pengurusn Persema Malang. Diharapkan usaha lobi tersebut dapat berjalan lancar, dan, jika kesepakatan itu telah ada maka pengurus akan segera menandatangani MoU untuk pertandingan itu. "Dan kita pun akan mempersiapkan dan menentukan kapan pertandingan tersebut diselenggarakan, mudah-mudahan sehabis Idul Fitri nanti semuanya sudah beres," harap Yunan.
        Kenapa Persema Malang yang diambil, karena pengurus sengaja melihat ada beberapa pemain nasional yang bermain di Persema Malang. Nama-nama seperti Irfan Bachdim dan Kim Jeffry Kurniawan cukup menjadi dambaan orang Bangka untuk melihat langsung permainan mereka. "Kemungkinan setelah ini, kita akan mengundang tim dari luar negeri," janjinya. (mg08)

"3 Korban Puting Beliung" Dianggap Mampu, Korban Tidak Dibantu

Share




SUNGAILIAT  - Bencana  angin puting beliung yang merusak beberapa rumah warga di Perumahan Prumnas Pemda Sungailiat pada hari Kamis (23/06) lalu telah merusak beberapa komponen perumahan termasuk peralatannya.
    Dari beberapa kerusakan tersebut 3 pemilik rumah mengajukan permohononan bantuan melalui surat yang ditandatangi Lurah Parit Padang dan ditujukan ke Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kabupaten Bangka (Dinsosnaker Bangka).
    Saat Radsul hendak mengkonfirmasi seperti apa bantuan dan bentuk perhatian Dinsosnaker Bangka atas kejadian musibah itu pada hari Sabtu (25/06) dengan Kepala Dinsosnaker Bangka, Asban Haris di ruangan kerjanya ia mengatakan sudah mengetahui kejadian tersebut.
    Dan pada Saat kejadian Dinsosnaker Bangka melalui Kasi Bansos, Sunarto sudah meninjau rumah yang terkena angin puting beliung,  namun karena kerusakan yang bersifat barang dan pemilik rumah termasuk warga berkecukupan jadinya tidak ada bantuan yang bisa diberikan.
    “Sebab kita hanya mempunyai stok bantuan berupa  barang disini,  seperti beras, kecap,  sarden,  minyak goreng, sambal. Tidak ada dalam bentuk uang yang tersedia di Dinsosnaker Bangka,” ujar Asban
    Terkait  surat yang disampaikan oleh Kelurahan Paritpadang mengenai  bencana angin puting beliung tertanggal 24 Juni 2011 yang ditujukan kepada Dinsosnaker Bangka,  ia mengatakan tidak bisa memenuhi bantuan tersebut,  karena  itu surat tersebut  akan ditindaklanjuti ke bagian Kesra Setda Bangka .
    “Sah-sah saja minta bantu, tapi kami tidak ada, gak mungkin kami berikan sarden, jadi proposal bantuan ini akan kami teruskan  kebagian kesra,”  tukasnya.
    Surat pengajuan bantuan yang di tandatangi Lurah Parit Padang, Darwin menjelaskan permohonan bantuan untuk meringankan beban  warga yang tertimpa musibah dengan perkiraan kerugian atas nama Zakki Kanzoli SH kerusakan atap rumah dan 1 unit komputer senilai Rp 9 juta,  Mastan Mansur  kerusakan atap rumah senilai Rp 8 juta dan Romawi Adenan kerusakan atap rumah senilai Rp 5 juta.
    Sementara sampai berita ini diturunkan  Kabag Kesra Setda Bangka, H. Sutrisno belum berhasil di konfrimasi Radsul terkait rujukan surat bantuan dari lurah Parit Padang yang diteruskan melalui Dinsosnaker Bangka ini.
    Diberitakan sebelumnya, Kamis sore (23/06) saat cuaca di Kota Sungailiat gelap dan hujan lebat ternyata membawa musibah bagi beberapa rumah warga. Sekitar Pukul 14.25 WIB bersamaan dengan cuaca yang buruk itu 4 rumah warga di komplek RSS rusak termasuk rumah Camat Pemali Zakki Kanzoli.
    Peristiwa yang berlangsung sekejap saja merusak sebagian atap rumah dan kayu penyangga, terbang dibawa angin puting beliung termasuk profil yang terbuat dari beton menjadi terlepas.
    Puting beliung  yang hanya sekian detik saja itu sama sekali tidak diduga sebelumnya olah warga dan pemilik rumah. Saat itu para warga sedang bersantai di ruangan lainnya, seperti Mawi ketika itu sedang menonton televisi bersama keluarganya. Cuaca yang sedang hujan tiba-tiba bergemuruh dan  saat ia melihat dari celah lobang rumahnya yang terbuka langit terlihat menghitam dan seketika bunyi yang sangat keras terdengar. Ketika ia keluar rumah ternyata asbes rumahnya sudah berterbangan ke halaman  dan jalan depan rumahnya.
    "Sekitar 15 keping asbes yang hancur, dan beberapa dek bocor, dinding retak, sehingga untuk sementara terpaksa ditutup pakai terpal dulu," kata Mawi kepada Radsul di kediamannya.
    Menurutnya juga kejadian ini sudah pernah melanda kawasan RSS, ia menduga sepertinya daerah rumahnya memang jalur puting beliung. Pada saat itu, tahun 1996 puting beliung lebih dasyat dari yang terjadi sekarang banyak rumah warga di RSS rusak porak poranda.
    "Maka dari itu untuk atap rumah saya tidak memakai genteng, kalau memakai genteng bisa lebih parah dari sekarang," katanya.
    Walaupun tidak ada  kerugian jiwa pada musibah ini tapi para warga sempat panik dengan kondisi yang ada, beberapa perabotan rumah tanggapun rusak tertimpa kayu dan material lainnya. Air masuk membasahi dan masih merembes ke dalam rumah saat Radsul meninjau kejadian pada pukul 16.30 WIB.
    Seorang anak kecil yang berada di depan rumah sempat melihat bayangan hitam dan besar terbang  saat kejadian, ia mengira itu adalah sesosok mahluk yang melintas padahal itulah puting beliung yang lewat.
    "Itu ada orang besar apa, terbang dan hitam, padahal yang ia lihat adalah angin puting beliung yang terbang membawa daun-daun dan material lainnya," Cerita Mastan Mansur yang rumahnya ikut terkena angin puting meliung.
    Rumah Mastan Mansur terdapat dua ruangan yang rusak parah kamar dan musholla. Untuk musholla semua atap asbes dan kayu terbang sehingga tidak lagi beratap dan kosong melompong beratapkan langit.
    "Kami sedang bersantai duduk di teras depan, kejadian itu sebentar saja paling satu detik, setelah terdengar bunyi yang kuat  saat kami masuk kebelakang rumah ternyata semua sudah barang hancur  oleh puting beliung," terang Mastan.
    Usai kejadian para pemilik rumah langsung membereskan perabotan rumah yang masih bisa di selamatkan namun kondisi rumah masih berantakan, sebab puting beliung menghamburkan segala isi rumah dengan apapun yang di lewatinya. Pada lantai rumah masih berserakan pecahan asbes, kayu, beton, kaca dan sebagainya. Genangan air juga masih membasahi lantai rumah warga, ruangan yang terkena dampak puting beliung hanya di benahi dengan apa adanya.
    Kejadian ini walaupun tidak menimbulkan korban jiwa namun cukup menimbulkan rasa duka para pemilik rumah. Kendati demikian mereka bersyukur masih bisa selamat dan seluruh anggota keluarga dalam keadaan baik. (cr02)


 

Soal Kace, KPUD Bangka Terserah Pemkab

ShareSUNGAILIAT – Menjelang pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur nanti  Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangka masih membenahi berbagai persoalan termasuk mengenai daftar pilih. Hal ini dikarenakan untuk beberapa wilayah di kabupaten Bangka terjadi persoalan memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Pangkalpinang seperti yang terjadi dengan warga desa Kace dan Kace Timur Kecamatan Mendobarat.
    Nantinya KPUD Bangka meminta KPUD Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menjadi mediator,  guna  mengatasi persoalan tersebut agar tidak menjadi masalah yang fatal saat pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Babel nanti. Jadi, nantinya untuk   persoalan Kace KPUD Bangka  akan berkonsultasi dengan KPUD provinsi.
    “Untuk membenahi data penduduk domainnya pemda,  maka kami minta pemda untuk menyelesaikannya.  Tapi kalau tidak bisa diatasi pemda 100 persen maka kami minta KPUD provinsi jadi mediatornya," kata Ketua KPUD Bangka Matzen Matyasin saat ditemui Radsul di ruang kerjanya.
    Kalau berdasarkan identitas kependudukan maka pendaftaran dilakukan KPU Kota Pangkalpinang, kalau berdasarkan domisili bagi warga Kace dan Kace Timur yang tinggal enam bulan di sana maka KPU Kabupaten Bangka yang akan melakukan pendataan.
    “Namun karena ini antar kabupaten dengan kota maka kami berharap KPU provinsi jadi mediator,"   terang Matzen.
    Dikatakannya, KPUD Bangka telah melapor ke KPUD Provinsi Kepulauan Babel, hanya saja masih memberikan kesempatan kepada Pemkab Bangka untuk melakukan penertiban pendataan kependudukan ini. Menurutnya, solusi untuk mengatasi masalah tergantung kesepakatan dengan KPUD Kota Pangkalpinang berdasarkan domisili atau data identitas  kependudukan.
    Mata pilih di Desa Kace dan Desa Kace Timur, Kecamatan Mendo Barat, Kabupaten Bangka, pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubenernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Februari 2012 mendatang terancam ganda bahkan hilang hak pilihnya.
     "Hal tersebut dikarena sebagian masyarakat di kedua desa tersebut memegang Kartu Tanda Penduduk (KTP) Kota Pangkalpinang yang diterbitkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Pemerintah Kota setempat," kata Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Bangka, Mat Yen Mat Yazin, di Sungailiat, Rabu.
     Dikatakan, berdasarkan pada ketentuan perundang-undangan yang berlaku tentang pemilihan kepala daerah, masyarakat yang berhak menyampaikan suara dalam pemilihan adalah, memiliki KTP, tinggal di daerah itu minimal enam bulan, usia atau pada hari pemilihan usia genap 17, menikah atau pernah menikah.
     "Kalau dilihat dari dokumen administrasi kependudukan, masyarakat Desa Kace dan Desa Kace Timur pemegang KTP Kota Pangkalpinang berhak didata oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang, namun sebaliknya jika dilihat dari domisilinya maka yang bersangkutan berhak didata oleh Pemerintah Kabupaten Bangka," jelasnya.
     Menurutnya, untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dikemudian hari terutama pada pemilihan Gubernur dan Wakilnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan pemerintah desa maupun pengumpulan data dari Dukcapil Kabupaten Bangka.
    "Data sementara jumlah masyarakat yang berhak memilih di Desa Kace sebanyak 3.530 mata pilih dengan delapan Tempat Pemilihan Suara (TPS) dan Desa Kace Timur sebanyak 2.629 pilih dengan enam TPS," jelasnya.
     Terkait dengan kondisi masyarakat Desa Kace dan Desa Kace Timur, Kecamatan Mendo Barat, dan penduduk pendatang umumnya,  Pemerintah Kabupaten Bangka telah mengeluarkan surat edaran tertanggal 18 April 2011, nomor: 470/333/Dukcapil/2011, tentang pengaturan penduduk pendatang.
     "Untuk jumlah mata pilih tetap pada pemilihan Gubernur dan wakilnya mendatang, saya memperkirakan jumlah mata pilih sebanyak 200 ribu atau naik sekitar lima persen dibandingkan dengan pemilihan Presiden 2009 yang hanya 188.691 mata pilih," katanya.
     Dalam kegiatan pelaksanaan pemilihan Gubernur dan wakilnya mendatang, lanjut dia, program kegiatan baik teknis maupun administrasi disusun oleh KPU Provinsi Bangka Belitung, sedangkan pihaknya hanya sebantas membantu pelaksanaan kegiatan.(cr02)

PHL di Pemkab akan Dievaluasi

ShareSUNGAILIAT - Anjuran dari Pemerintah Pusat agar daerah tidak lagi mengangkat tenaga pegawai kontrak atau tenaga harian lepas karena dinilai tenaga-tenaga itu kurang produktif ditanggapi dengan antusias oleh Sekda Bangka, H Tarmizi H  Saat, Sabtu (25/6). Anjuran itu kata dia bagi Kabupaten Bangka ditanggapi secara positif.
    Karena kata Tarmizi, jika pemerintah masih melakukan pengangkatan terhadap pegawai tenaga kontrak atau harian lepas itu, maka menjadi tanggungjawab dari pemerintah daerah. "Ini yang harus kita sikapi dan untuk Kabupaten Bangka sendiri akan kita lihat nanti bagaimana perkembangannya," kata Tarmizi.
    Tambah Tamizi lagi, ada beberapa hal yang sedang digodok di Pemerintah Pusat, pertama tentang pensiun diri Pegawai Negeri Sipil, permasalahan kedua yang sedang digodok adalah ke depan tentang tidak ada lagi tim Baperjakat yang akan diganti dengan tim independen untk menempatkan seseorang di jabatan yang pas agar orang itu lebih kompetitif, dan yang ketiga tidak ada lagi pengangkatan untuk tenaga kontrak atau tenaga harian lepas.
    "Selama ini kita menerima pegawai kontrak atau tenaga harian lepas tersebut guna untuk mengakomodir kepentingan daerah, namun dengan adanya anjuran dari pemerintah tersebut untuk tenaga kontrak atau tenaga lepas sendiri, akan kita evaluasi, kalau evaluasi yang kita lakukan nanti perlu adanya penciutan untuk tenaga kontrak maka kita laksanakan, tapi kalau memang tidak diperlukan penciutan maka tidak perlu kita lakukan," terang Sekda.
    Memang kata dia, tidak perlu lagi ada pengangkatan tenaga kontrak atau tenaga harian lepas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka, karena seharusnya bisa dengan jalan memaksimalkan kerja dan kinerja dari para PNS di lingkungan itu sendiri secara optimal.
    Kata dia lagi, kelemahan birokrasi kita yaitu, khususnya para pegawai yang ada saat ini tidak proaktif. Mereka bergerak jika sifatnya ada masalah. "Seharusnya mereka itu seperti di karyawan swasta yang terus mobile bergerak da proaktif. Maka diperlukan Waktu yang panjang untuk menata reformasi birokrasi kita karena pada tingkat atas pun belum begitu baik, apalagi di daerah," singgungnya. (mg08)

Kamis, 23 Juni 2011

PS Bangka Mampu Tahan Imbang Persib (Modal Bagus ke Divisi I)

Share

  SUNGAILIAT - Ternyata PS Bangka, tim kebanggan masyarakat Bangka menepis semua dugaan dan prediksi sebelumnya. Mereka mampu bermain apik bahkan merepotkan Persib Bandung. Itu diperagakan saat menjamu tim Maung Bandung pada laga persahabatan di stadion Orom Sungiliat, Rabu (22/6).
    Awal babak pertama, PS Bangka yang dikomandai Kapten kesebelasan Surya Lesmana langsung merangsek masuk ke lini pertahanan tim asuhan Daniel Rukito, yang dikapteni punggawa Timnas AFC 2010, Eka Ramdani.
    Serangan demi serangan terus dilancarkan tim asuhan Slamet Riyadi, namun peluang beberapa kali yang dapatkan tidak membuahkan hasil yang memuaskan. Di menit ke 10, Nurul Huda mendapat peluang matang, lewat sundulan kepalanya yang berawal umpan rekannya nyaris menggetarkan gawang Persib yang dikawal Dadang Sudrajat, namun bola meleset di sebelah kanan gawang.
     Kesempatan yang sama diperoleh PS Bangka pada menit ke 18 oleh pemain dengan nomor punggung 15, namun belum mampu menjebol gawang Persib Bandung.
    Peluang ketiga kalinya didapat oleh kapten PS Bangka, namun tendangan kuat Surya Lesmana masih jauh melambung tinggi di atas mistar gawang. Hingga babak pertama usai, skor masih bertahan imbang 0 : 0.
    Memasuki babak kedua, pelatih Persib Daniel Roekito merubah teknis permainan dengan memasukan Airlangga Sucipto menggantikan Cristian Gonzales.
     Masuknya Airlangga ternyata merubah suasana permainan dengan meningkatnya daya gedor pemain Persib.
    Gempuran serangan Persib Bandung ternyata tidak membuat surut nyali pemain PS Bangka dengan dibuktikan penjaga gawang PS Bangka Firmansyah mampu menepis tendangan kuat para pemain Persib Bandung.
   Sepertinya, pelatih Persib sudah tidak sabar para anak asuhnya menjebol gawang PS Bangka, dengan melakukan rotasi besar-besaran dengan masukan empat pemainnya sekaligus yakni, Markus Horison, Siswanto, Gilang, Atep dan Hilton MOreira.
    Belum lama terselang, Haryono dimasukan menggantikan Johan, tetapi hasilnyapun masih juga belum memuaskan Daniel Roekito.
    Tanpa mengurangi semangat bermain, tim PS Bangka tetap melayani permainan Persib Bandung.
    Nah, pada menit ke 72, 5000-an penonton di OROM dibuat bergemuruh setelah gawang Markus Horison mampu bergetar oleh sontekan Khairul Huda.
    Berbekal satu gol, pemain PS Bangka menambah daya serangan dengan masukkan Rendra namun hasilnya malah kecolongan, dimana Hilton Moreira berhasil menjebol gawang Firmansyah pada menit 80.
    Memasuki berakhirnya babak kedua, para pemain di kedua kesebelasan saling menyerang tetapi hingga peluit panjang pertanda berakhirnya babak kedua, skor tetap bertahan imbang 1 : 1.
    Usai pertandingan, beberapa penonton sempat memberikan testimoni kepada Radsul tentang jalannya pertandingan. Rata-rata mereka cukup puas melihat penampilan PS Bangka, yang sebelumnya diprediksi bakal kesulitan menghadapi tim sekelas Persib Bandung, namun nyatanya, kelasnya tak beda jauh jika dilihat langsung.
    "Kalau main ngotot seperti ini, kita yakin PS Bangka mampu untuk berbuat banyak di Divisi I. Okelah, Persib tidak main ngotot, tapi bekal 1:1 ini, cukup membuat harga diri naik," kata salah satu penonton yang rela datang ke stadion OROM bersama keluarganya.
    Bekal kepercayaan diri yang kuat tersebut untuk mengarungi Divisi I, juga terucap dari penonton lainnya. Roni, yang mengaku juga sebagai pemain di salah satu tim di Bangka mengaku cukup bangga dengan permainan PS Bangka. Dia pribadi tidak menyangka tim yang dipersiapkan cukup singkat mampu setidaknya meredam permainan tim kelas nasional yang diisi pemain-pemain nasional. "Wah, kita lihat tadi sendiri kan, mainnya cantik, walaupun baru 1 bulan bergabung, tapi mereka mainnya bagus. Ini bagus untuk kepercayaan diri," imbuhnya.
    Sementara Pelatih PS Bangka Slamet Riydi usai pertandingan kepada Radsul mengatakan, mereka cukup puas dengan upaya dari anak asuhnya yang telah melakukan tugasnya dengan maksimal.
    Mereka bermain sesuai instruksi dan tidak sedikitpun ada perasaan minder bermain dengan orang-orang yang berlabel nasional. "Menahan seri sudah menjadi suatu kebanggan sendiri bagi kita PS Bangka, dan ini tidak lain berkat kerja keras dari pemain," kata Slamet.
    Lapril, mantan pelatih PS Bangka, mengatakan melihat permainan yang ditampilkan bermain cukup bagus, lepas tanpa beban dan penuh dengan konsentrasi. "Mereka bermain cukup enjoy, menikmati pertandingan, bahkan pemain ktia berulang kali merepotkan Persib," katanya.
    Persib Bandung sendiri sedikit bermain tidak dengan kekuatan mereka sesungguhnya karena ini bukan partai resmi, mereka pun menjaga pemainnya agar tidak ada yang cidera.
    Sementara itu, Ketua Pertandingan Persib VS PS Bangka Yunan Helmi mengucapkan terimakasih kepada seluruh penonton yang telah menjaga keamanan dan kenyamanan selama pertandingan. "Atas nama panitia kami mengucapkan terimakasih," katanya.
    Selain itu dia juga tak lupa berterimakasih kepada aparat yang telah sigap menjaga kondisi sepanjang pertandingan. "Kepada Kapolres Bangka beserta jajarannya, Pak Dandim, Pak Koramil beserta anggotanya juga Sat Pol PP Bangka serta seluruh elemen mayarakat yang telah mendukung pertandingan ini hingga sukses," ucapnya berterimakasi.
    Melihat kondisi yang cukup kondusif tersebut serta mendapat dukungan yang penuh dari masyarakat, ke depan panitia pun katanya akan melakukan koordinasi dengan pengusu PSSI Bangka untuk melakukan pertandingan eksebisi dengan tim ISL lainny. Selain itu, mereka juga berniat mengundang tim seperti Malaysia, Singapura dan negara Asia lainnya. Untuk itu mereka akan koordinasi dengan pengurus Pemprov PSSI Babel untuk meminjam Stadion Depati Amir jika mengundang tim dari negara luar, sementara kalau dari ISL cukup pakai Orom katanya.
    "Kita pun berharap mendapat dukungan dari legislatif untuk membantu memugar stadion ini sehingga lebih layak lagi menggelar pertandingan sekelas tim besar," terangnya.
    Sementara Bupati Bangka Yusroni Yazid berkata tidak mengira pertandingan akan berakhir dengan 1:1. "Sebenarnya kita malah banyak merepotkan mereka, hasil seri ini adalah hasil terbaik yang bisa kita raih. Semoga ini menjadi motivasi ke depan," kata Yusroni.
    Pemain PS Bangka tahun 70-an Iwan Sahib yang ikut menyaksikan pertandingan beserta pemain-pemain PS Bangka angkatan 70-an lainnya mengatakan, sudah ada kemajuan yang pesat dari persepakbolaan Bangka. "PS Bangka saat ini kita cukup bangga. mudah-mudahan para pemain kita yang ada sekarang bisa menorehkan prestasi seperti era 70-an dulu," harapnya.  (cr03/mg08)



Pemain pun Diserbu Ribuan Penonton

Share





Ratusan bahkan ribuan penonton masuk ke dalam lapangan tanpa terkontrol petugas keamanan, menyerbu para pemain Persib Bandung setelah usai bermain imbang 1 : 1 melawan PS Bangka di Stadion OROM Sungailiat, Rabu (22/6).
    Menurut Ahmad, dirinya langsung masuk ke lapangan mengejar pemain Persib karena hanya meningingkan foto bersama untuk diabadikan di telepon selulernya.
    "Saya hanya ingin mengambil foto salah satu pemain Persib karena sebelumnya belum mendapatkan gambarnya dan tidak ada niat apapun," katanya.
    Dari pantauan setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya babak kedua, Cecep Supriatna berlari kencang ke pinggir lapangan karena dirinya barangkali sudah menyadari kalau penonton akan masuk lapangan.
     Bahkan, aparat keamanan yang terdiri, Satpol PP, anggota Polisi dan TNI sempat kewalahan menahan para penonton yang jumlahnya semakin banyak.
    Imbauan Ketua PSSI Bangka, Tamizi H Saat dari atas podium, sepertinya tidak dihiraukan oleh penonton yang semakin penasaran mendekati pemain Persib yang langsung dikawal masuk kedalam bus.
    Hal yang sama juga dikatakan penonton lainnya, Fras, dimana dirinya bersama dengan teman lainnya tidak ada niat dari awal untuk masuk ke lapangan untuk mendekati pemain Persib.
    "Saya awalnya tidak ada niat masuk tengah lapangan setelah selesai pertandingan, tetapi melihat orang banyak masuk saya ikut-ikutan masuk," katanya. Meskipun sempat beberapa saat terjadi suasana gaduh, namun pihak aparat keamanan yang menjaga sigap mengamankan semua pemain termasuk official kesebelasan Persib Bandung.
     Sementara di luar stadion, ribuan kendaraan penonton baik roda empat dan dua sempat memacetkan arus jalan Sudirman baik ke arah pusat Kota Sungailiat maupun sebaliknya. (cr03)

Khairul Hudha "Sepatu Ini akan Saya Simpan"

Share




SUNGAILIAT - Khairul Hudha, ya dia adalah sosok pahlawan bagi kesebelasan PS Bangka pada pertandingan eksebisi PS Bangka melawan Persib Bandung, kemarin.
    Selain menciptakan gol yang bersejarah itu, ternyata gol itu juga hadiah kado ulangtahunnya yang ke 22. "Doa saya terjawab dan gol yang saya ciptakan pada sore ini merupakah hadiah ulang tahun saya yang ke 22, yang jatuh Sabtu 25 Juni nanti," katanya kepada Radsul dengan sumringah.
    Menurut lajang kelahiran Desa Zet itu, yang juga seorang anggota Sat Pol PP di Kabupaten Bangka mengatakan, sulit baginya untuk melupakan momen dimana berhasil menjebol gawang Persib Bandung. "Ini merupakan kebanggan sendiri buat saya dan ini akan menjadi kenangan tersendiri bagi karir sepakbola saya," katanya.
     Pasalnya kata pria ini, doa yang ia panjatkan sebelumnya mampu dikabulkan oleh Sang Pencipta. "Tidak tanggung-tanggung, saya berhasil Memjebol gawang yang dikawal kiper tim nasional, Markus Horison," katanya bangga.
    "Sore ini rasanya sulit bagi saya untuk berkata, dan saya tidak bisa berkata-kata dan tidak bisa membayangkan, bahwa niat saya dan doa saya bisa dijawab, Alhamdulilah doa yang saya panjatkan terjawab. Hanya itu yang bisa keluar berkali-kali dari mulut saya," ucapnya lagi.
    Bahkan katanya sangat tidak berlebihan jika sepatu yang ia gunakan sore kemarin akan tetap ia simpan dan menjadi koleksi kebanggan pribadi sebagai bentuk rasa sukur dirinya kepada Sang Pencipta. "Itu juga nanti akan saya tunjukkan kepada anak cucu saya, sebagai kebanggan saya bahwa berhasil menjebol gawang Markus Horison," ucapnya sambil berkaca-kaca.
    Nah, dengan keberhasilan dirinya membobol gawang Persib Bandung juga, akan dia jadikan motifasi bagi dia pribadi untuk terus berlatih dan berupaya menjadi pemain yang nanti bisa membuat nama PS Bangka harus di kancah Nasional.
    Khairul Huda pun tidak lupa meminta dukungan dan doa dari masyarakat Kabupaten Bangka agar apa yang ia cita-citakan, memperjuangkan PS Bangka dapat terwujud. "Tolong doa dan dukungannya," tandas Huda. (mg08)

Belajar Sampah ke Kabupaten Bangka

Share




SUNGAILIAT - Sebanyak 18 orang anggota Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo Jawa Timur melakukan kunjungan Ke Kabupaten Bangka, Rabu (22/6).
    Rombongan yang dipimpin oleh H Bur Ahmad Zainudin, Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Sidoarjo ini diterima oleh Asisten II Setda Bangka Bidang Perekonomian dan  Pembangunan, Espada Yamin di ruang OR Kantor Bupati Bangka.
    Dalam studi bandingnya ini selain untuk menjalin silahturahmi juga mencari masukan untuk diterapkan di daerahnya  Kabupaten Sidoarjo. Beberapa hal yang menjadi perhatian DPRD Kabupaten Sidoarjo selama kunjungan di Kabupaten Bangka diantaranya adalah mengenai infrastruktur.
    "Menarik untuk dipelajari seperti pengelolaan sampah, penataan taman kota, peningkatan mutu serta kualitas sarana dan prasarana di bidang ke binamargaan sebagai infrastruktur," ungkapnya.
    Ia juga menceritakan saat ini  Kabupaten Sidoarjo identik dengan lumpur Lapindo. Menurutnya, luas lahan yang terkena semburan lumpur Lapindo seluas 600 hektar, sedangkan luas daerah Kabupaten Sidoarjo seluas 71.000 hektar.
    "Lumpur Lapindo masih  ada dan sampai saat ini masih belum selesai. Semburannya tetap ada dan permasalah sosialnya belum terselesaikan," kata  Nur Ahmad Zainudin.
    Sementara Asisten II Pemkab Bangka menyampaikan profil kabupaten Bangka dengan visinya Bangka Idaman dengan meningkatkan SDM, membangun infrastuktur yang handal, mewujudkan pemerintah yang amanah, mengelola sumber daya alam secara optimal, dan menumbuh kembangkan ekonomi rakyat.
    "Namun saat ini sektor yang masih menjadi unggulan  Bangka adalah  pertimahan, sebab dimanapun daerah Bangka hampir seluruhnya mengandung timah. Tapi sebagai sumber daya yang tidak dapat diperbarui sektor lainpun di tingkatkan potensinya seperti pertanian, perkebunan dan pariwisata," terang Espada Yamin. (cr02)

Sabtu, 18 Juni 2011

Ahmadiyah Resmi "Dikebiri" (Lagi)!

Share

SUNGAILIAT - Ketegasan Pemda Bangka untuk tidak mentolelir keberadaan dan aktifitas Ahmadiyah akhirnya benar-benar ditunjukkan dengan keluarnya Peraturan Bupati (Perbub) Bangka nomor 11 yahun 2011,  tentang Pengaturan Aktifitas Penganut Anggota Dan/ Atau Anggota Pengurus Jemaat Amhadiyah Indonesia (JAI) Di Kabupaten Bangka.
Keluarnya perbup ini ditandai dengan sosisalisasi yang dilaksanakan pada hari Jumat (17/06) oleh Pemkab Bangka yang dipimpin Oleh Sekda Bangka, H  Tarmizi H Saat dan di hadiri unsur muspida, tokoh agama, tokoh masyarakat serta perwakilan dari Ahmadiyah yang bermukim di lingkungan Sri Menanti Sungailiat.
    Dalam Perbup nomor 11 tahun 2011 ini Pemkab Bangka secara tegas melarang aktifitas Ahmadiyah di Kabupaten Bangka dalam segala bentuk. Larangan itu adalah pagi para penganut Ahmadiyah sepanjang mengakui Islam dilarang melakukan penyebaran, penafsiran dan akitifitas yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama Islam  yaitu penyebaran  faham yang mengakui adanya nabi dengan segala ajarannya setelah nabi Muhammad.

Aktifitas yang dimaksud meliputi menyebarkan ajaran JAI seperti melalui pidato, ceramah khutbah,  pengajian, pembaiatan, seminar, lokakarya, dan kegiatan lainnya baik secara lisan maupun tulisan, dalam bentuk buku, dokumen organisasi, media cetak dan media elektronik.
    JAI juga dilarang memasang papan nama atau identitas lain JAI yang dapat diketahui umum, memasang papan nama pada mesjid, musholla, lembaga pendidikan, dan lain-lain dengan identitas ahmadiyah. Selain itu dalam Perbub ini juga melarang menggunakan atribut JAI dalam bentuk apapun, serta menyebarkan penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran Islam.

Menurut Sekda Bangka Tarmizi H Saat, saat memimpin sosialisai Perbub, pemerintah  daerah dapat menghentikan segala aktifitas seperti dimaksud sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
"Untuk itu kami dengan tegas untuk Ahmadiyah tidak melakukan aktifitas di Kabupaten Bangka, kalau di daerah lain kita tidak mengurusinya tapi untuk di Bangka kita melarang aktifitas Ahmadiyah," tegas Tarmizi.
    Sementara Kapolres Bangka, AKBP Asep Adhiatna SIK MH mengatakan dengan Perbup nomor 11 tahun 2011 ini jelas ada aturan yang harus ditaati dan tidak boleh dilanggar, seperti tertuang pada Bab VI pasal 11 ayat 1, bahwa setiap warga masyarakat yang mengetahui aktivitas JAI berupa kegiatan penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok ajaran agama Islam yang bertentangan dengan surat keputusan Bersama Tiga Menteri, wajib melaporkannya kepada aparat kepolisian atau instansi yang berwenang lainnya.

H Ismail warga Sri Menanti yang tinggal satu lingkungan  dengan JAI juga menyampaikan dukungannya atas Perbub ini, dan harus di maksimalkan pelaksanaannya, sebab ia bersama warga Sri Menanti tidak pernah menerima keberadaan ajaran Ahmadiyah di Sri Menanti.
    "Kami minta apapun kegitannya, baik pembangunan fisik dihentikan, apapun aktifitasnya kita tidak ingian Ahmadiyah ada di Sri Menanti, Kabupaten Bangka bahkan Propinsi Kepulauan Bangka Belitung ini," ungkapnya.

Menurutnya juga pada saat ini para warga masih menahan diri, jadi jangan sampai kehilangan kesabaran dan melakukan tindakan langsung.
    Senada Pengurus Mesjid Al Ikhlash Kompi Sungailiat, Zainudin yang kerap di sapa raja besi mengatakan Ahmadiyah sudah final, maka  dari itu ia berharap pemerintah dari kabupaten sampai ke pusat untuk membubarkan Ahmadiyah secara tuntas, bila perlu gunakan cara seperti orde baru saat menumpas PKI untuk menyelamatkan Islam.

Ketua MUI Bangka, H. Syaiful Zuhri mengatakan MUI mengajak JAI bersama untuk menjaga peraturan Perbub yang baru di keluarkan ini, dan akan memantau siapa tau ada kegiatan yang bertentangan. MUI Bangka juga siap memberikan solusi yang seadil-adilnya yakni dengan menganjurkan Ahmadiyah kembali keajaran Islam yang sebenarnya.
"MUI siap bersama-sama membina bagaimana jalan Islam yang sesungguhnya, seperti di pulau Jawa mereka sudah kembali kejalan yang benar dengan mengikrarkan diri untuk melebur ke dalam Islam yang sebenarnya," saran Syaiful.
    Dari pihak Ahmadiyah sendiri,  Syarif Hidayatullah mengatakan  tetap merasa keberatan atas perbup yang dikeluarkan ini, karena Ahmadiyah berpatokan dengan SKB tiga menteri dimana yang dilarang adalah menyebarkan ajaran keluar namun  mereka boleh berkaktifitas untuk kalangan sendiri, untuk pembinaan internal itu boleh saja. Terkait perbup ini Ahmadiyah Bangka akan mengkonsultasikan masalah ini ke pimpinan Ahmadiyah pusat dan mendiskusikan dengan penasehat hukumnya, karena kita bagian Ahmadiyah yang ada di indonesia.

Saat ditanya Radsul bila mengenai keresahan masyarakat, ia menanyakan masyarakat mana yang resah, dan siapa yang membuat resah.
"Sah-sah saja di masyarakat, perbedaan di masyarakat itu biasa, yang meresahkan itu siapa, kita tidak meresahkan, perbedaan itu hal yang biasa lah," ujar Syarif.
Sosialisasi yang dilaksanakan di gedung OR Bupati Bangka ini pada intinya menyatakan secara tegas untuk JAI yang ada di Bangka agar menghentikan aktifitas ajarannya dalam bentuk apapun, sebagai solusinya adalah kembali ke jalan Islam yang benar. Bila tidak mau, maka secara sadar menurut Sekda Bangka, Tarmizi Saat bersama tokoh agama dan tokoh masyarakat yang ada untuk tidak berada di Kabupaten Bangka. (cr02)

Kembalikan Fungsi Pasar Mambo!

Share

SUNGAILIAT - Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka melalui Ketuanya Kurtis meminta semua pihak khususnya Pemerintah Daerah (Pemda) Bangka untuk menyikapi kondisi yang terjadi di pasar Mambo Sungailiat, dengan ditemukannya ratusan botol miras saat dilakukan razia oleh Tim Terpadu Gabungan Pemkab Bangka.

Kata Kurtis, selaku wakil rakyat dia sangat prihatin melihat kondisi seperti itu, di mana pasar Mambo yang berada di kawasan terminal bus SUngailiat yang sebelumnya hanya dijadikan tempat berjualan minuman ringan dan kopi sekarang telah bertransformasi menjadi tempat prostitusi terselubung, serta tempat jualan minuman keras yang memabukkan.
"Saat ini berdasarkan laporan yang disampaikan oleh masyarakat kawasan Mambo telah berubah, pasar Mambo diduga juga telah menadi ajang tempat transaksi prostitusi," sesal Kurtis, yang dari Fraksi PKS ini.
    Bahkan kabar adanya wanita penghibur yang beropersi di kawasan Pasar Mambo Yang berfungsi Sebagai kawasan jajanan di pusat Kota Sungailiat itu, katanya lagi sudah lama menjadi pembicaraan di tengah masyarakat.

Untuk itu katanya, dalam menyikapi kondisi yang seperti ini, diharapkan instansi yang terkait dengan pasar Mambo itu dan juga Pol PP untuk terus menerus melakukan pengawasan ketat terhadap kegiatan di Pasar Mambo.
"Di samping itu, kondisi ini menyiratkan terkikisnya nilai-nilai moral. Ini juga mungkin karena kurangnya peran khusus dari lembaga pemerintah yang terkait dengan bidang keagamaan," sesalnya.
    Dengan ditemukannya ratusan botol miras di Pasar Mambo tersebut, hars disikapi secara serius oleh semua pihak, agar tidak ada citra yang buruk bagi Kota Sungailiat, yang kemudian kembalikan lagi fungsi Pasar Mambo sebagai pusat jajanan kota bagi masyarakat Sungailiat khususnya, dan Kabupaten Bangka pada umumnya.

Sementara, dari pengamatan yang dilakukan Radsul baru beberapa hari setelah dilakukannya razia penertiban di Pasar Mambo terhadap aktifitas perdagangan minuman beralkohol, sekarang di beberapa petak minuman keras kembali diperdagangkan.
Pihak Sat Pol PP Kabupaten Bangka melalui Kasi Ops nya, Ahmad SUherman, Kamis (16/6) saat dikonfirmasi menanggapi kembali adanya aktifitas jual beli minuman beralkohol di situ, mengatakan, dia ingin mengingatkan pihaknya beserta tim gabungan akan kembali melakukan pengawasan yang ketat terhadap aktifitas tersebut. "Kita akan melakukan razia secara terus menerus dan rutin," tegasnya.
Saat disinggung perdagangan minuman keras tersebut marak lagi, karena tidak adanya keseriusan dari aparat untuk memberi sanksi tegas, Herman cuma mengatakan sementara pihak mereka masih melakukan tindakan pembinaan saja. "Namun kalau masih berulang kali para pedagang itu, akan kita tindak tegas dengan membawa ke pengadilan," ancamnya. (mg08)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More