This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Kamis, 17 November 2011

Yahuza "Kawinkan" Emas SEA GAMES XXVI

Share“Yah…Ayah harus dapet Juara Satu ok…!!!”
Itulah sepenggal kata yang terucap dari mulut Syifa Dzakiyah, putri pertama atlet atletik Babel Yahuza yang meraih medali emas SEA GAMES XXVI di cabang atletik nomor lari Marathon. Ucapan lugu gadis kecil berusia 3 tahun 2 bulan yang hadir melihat Yahuza bertanding, melecut semangat Yahuza untuk menjadi yang terbaik mengalahkan lawan-lawannya dalam lomba maraton yang mengitari Jalan Gubernur HA Bestari, Jakabaring, Rabu (16/11).
Ketika dikonfirmasi oleh Humas KONI Babel via telpon, Yahuza tak menampik jika peran keluarga dan orang orang terdekatnya menjadi semangatnya untuk meraih prestasi tinggi di SEA GAMES.
“Bagi saya, anak dan keluarga menjadi motivasiku untuk memberikan yang terbaik. Saya kaget ketika Syifa mengucapkan kata bahwa saya harus menjadi juara satu. Yang terlintas dalam pikiran ketika bertanding adalah ucapan Syifa,” ujar Yahuza terharu.
Yahuza mengaku, tidak menyangka bisa meraih medali emas dikarenakan persiapan yang dilakukannya kurang baik dan tidak fokus.
“Latihan saya sedikit kacau. Hanya modal nekat saja. Terlebih keluarga, pelatih, sahabat dan rekan-rekan pengurus KONI Babel memberikan support yang penuh kepada saya,” ujar Yahuza.
Bagi Yahuza, sukses ini sekaligus membalas dendam setelah hanya meraih perak di marathon SEA Games 2009. Padahal di SEA Games 2007, pelari kelahiran Pangkal Pinang tersebut mampu menyabet emas.
Dengan raihan emas, Yahuza bersama dengan Triyaningsih sukses "mengawinkan" medali emas nomor maraton putra dan putri SEA Games 2011 di Jakabaring.
Terkait dengan adanya bonus yang diterima dari KONI pusat, KONI Babel dan Gubernur Babel Eko Maulana Ali, Yahuza mengaku belum mengetahui akan digunakan untuk apa.
“Yang jelas Bonus itu akan saya tabung untuk keperluan anak saya sekolah,” ungkap pria kelahiran Desa Penagan tersebut.
Yahuza yang juga alumni MAN Pangkalpinang tersebut berhasil menyumbang emas bagi Indonesia dengan catatan waktu 2 jam 27 menit 45 detik.
Pelari Filipina, Eric Panique, merebut perak dengan torehan waktu 2 jam 28 menit 26 detik. Pelari senior Filipina sekaligus pemegang rekor SEA Games marathon, Eduardo Buenavista, harus puas dengan medali perunggu dengan catatan waktu 2 jam 29 menit 9 detik.
Gubernur Babel Eko Maulana Ali mengaku sangat bangga dan terharu dengan prestasi yang diraih Yahuza. Sebagai putra Babel Yahuza sudah memberikan banyak prestasi kepada Bangsa dan Babel sendiri.
“Saya bangga atas apa yang telah diperbuatnya. Saya atas nama masyarakat Babel memberi apresiasi tinggi kepada Yahuza,” ujar Eko melalui pesan singkatnya.
Menurut Eko, ke depan harus lebih banyak lagi atlet-atlet Babel yang berlaga di pentas Internasional. Prestasi yang diraih Yahuza harus mampu menjadi cambuk bagi atlet Babel yang lain, untuk meraih prestasi yang sama.
“Pembinaan atlit Babel harus ditingkatkan. Kita dari pemerintah daerah sangat mendukung penuh KONI Babel dalam melakukan pembinaan. Jangan sampai tidak ada regenerasi atlit Babel yang berprestasi di tingkat nasional dan internasional,” terang Eko.
Ditambahkan Eko, dirinya sudah berjanji akan memberikan bonus kepada atlet Babel yang meraih medali di ajang SEA GAMES. Untuk medali emas akan mendapatkan bonus Rp 50 juta, medali Perak Rp 25 juta, dan medali perunggu Rp 10 juta.
“ Mungkin bonus ini tidak sebanding dengan apa yang telah diperbuat oleh Yahuza dan kawan-kawan. Namun kita tidak boleh lepas tangan atas prestasi yang telah diraih. Ini bentuk kepedulian saya terhadap atlet-atlet Babel dan kemajuan olahraga di Babel,” ujar Eko.
Sementara itu Ketua Umum KONI Babel H Suharli Tahor mengatakan, prestasi yang diraih Yahuza ini, diharapkan mampu diikuti oleh atlet Babel lain yang berlaga di SEA GAMES XXVI yaitu Asril, Eddy Ariansyah, Nova Aprilia, Rohimayati, Fitri Handayani, dan Nurdhana.
“Kita sangat bangga Putra Babel bisa menyumbangkan medali untuk Indonesia,” ujar Suharli Tahor.
Disampaikan Suharli Tahor, apa yang ditunjukkan oleh Yahuza dan kawan-kawan telah membuat bangga seluruh masyarakat Babel.
“Kita dari KONI akan terus berupaya meningkatkan prestasi atlet Babel. Apalagi seluruh pengurus KONI Babel telah memiliki komitmen dan semangat untuk kemajuan olahraga di Babel,” ungkap Suharli Tahor.
Ke depan lanjut Suharli Tahor, akan ada lagi atlet-atlet Babel yang berprestasi ditngkat nasional dan internasional. Sehingga untuk mencapai target tersebut, KONI Babel telah melakukan pembinaan atlit bagi atlet usia dini dan remaja.
“Anggaran terbatas tidak memuat semangat dan kinerja menurun. Apapun kendala yang dihadapi, kita bertekad agar prestasi olahraga di Babel terus meningkat. Apalagi KONI Babel mendapat dukungan penuh dari Gubernur dan DPRD Babel,” ungkap Suharli Tahor. (Rel)

Pemilik Tambang Terpaksa Diamankan

ShareSUNGAILIAT - Pihak Polres Bangka sedang mendalami kasus tanah longsor di lubang camuy, yang memakan 5 nyawa, kemarin lusa di kawasan Jelitik Sungailiat.
Kapolres Bangka AKBP Asep Ahdiatna SIK MH mengatakan, pihaknya sudah mengamankan pemilik dan sekaligus penanggungjawab TN yakni Surya Dharma.
"Atas kejadian tersebut harus ada yang bertanggungjawab atas musibah tersebut dan penanggungjawabnya sudah kita amankan di Sat Reskrim Polres Bangka,” kata Kapolres saat dihubungi wartawan.
Menurut Kapolres, penanggungjawab atas kejadian tersebut bisa dijerat dengan pasal 359 KUHP, karena kelalaiannya menyebabkan kematian orang lain dengan ancaman diatas 5 tahun. "Kita masih minta keterangan terkait inseden ini," kata Kapolres.
Dia juga mengimbau kepada pemilik tambang untuk memperhatikan keselamatan kerja (K3) bagi para pekerjanya dan juga lokasi tambang harus mengurus perizinan.
"Kita selalu mengimbau kepada pemilik TI dan juga penambang untuk selalu memperhatikan keselamatan para pekerja dan juga perizinan pertambangan dalam melakukan kegiatan pertambangan,” katanya.
Pantauan harian ini, Kapolres Bangka AKBP Asep Ahdiatna SIK MH juga tampak di lokasi TN dilingkungan Jelitik Sungailiat memantau proses evakuasi korban yang dilakukan pemilik TN, Anggota Polres Bangka, Brimob dan Polsek Sungailiat dan dibantu warga sekitar.
Seperti diketahui, ada 5 korban tewas di lokasi tambang.
Kecelakaan kerja yang entah untuk kesekian kalinya ini, terjadi di di Tambang Besar (TN) di Jelitik, miliK Kuncui alias Surya Darma, Warga Sri Pemandang Sungailiat.
Kejadiannya, hari Selasa (15/11) sekitar pukul 13.00 WIB, kesemua korban kala itu sedang serius bekerja menggali tanah. Mereka berada di dalam lubang camuy yang dalamnya kira-kira 10 meteran, saat itu seperti biasa, mereka beraktifitas.
Namun ada satu kesalahan yang mereka lakukan, yaitu tidak menyadari bahwa di atas mereka ada gundukan tanah bekas galian alat berat yang dalam kondisi menjorok ke dalam.
Kelima korban tidak menyadari bahaya yang sedang mengintai mereka. Benar saja, tidak berapa lama gundukan tanah yang ada di atas, tiba-tiba ambrol dan menghantam kelima pekerja tersebut.
Tak ada yang bisa dilakukan oleh orang sekeliling. Karena tanah begitu cepat ambruk, belum lagi kelima korban berada di dalam lubang yang mencapai 10 meter, bahkan Superman pun mungkin tak bisa secepat itu menyelematkan pekerja-pekerja malang tersebut.
Mendengar hal tersebut, beberapa rekan para korban yang selamat dari kejadian tersebut bergegas meminta pertolongan. Namun apa daya, kelima teman mereka sudah tertimbun tanah.
Tim pencari akhirnya sekitar pukul 14.00 WIB melakukan usaha penggalian tanah dengan menggunakan setidaknya 11 PC atau alat berat.
Tepat pukul 15.00 WIB, pencarian berbuah hasil, namun baru satu mayat, yaitu Nadi (28) ditemukan, lalu diangkat ke atas.
Adapun nama-nama korban yang tewas di tempat, Nadi, Suyatno (32) Karbani (28) yang mana ketiganya warga Blora Jawa Tengah, lalu Markasan (39) warga Desa Tlogowungu Jateng, Puji Putut Iswanto (28) juga dari Blora.
Kapolsek Sungailiat AKP Dwi Nugroho  beserta jajarannya meninjau ke lokasi, serta Kasat Reskrim Polres Bangka AKP Wedy Mahadi SIK beserta jajarannya serta warga ikut menyaksikan pencarian korban. (cr05)

Tak Dapat Undangan e-KTP Lapor RT

ShareRIAUSILIP - Kepala Desa Deniang, Ferdy H Karinda mengimbau warganya dalam rangka menyukseskan program Kartu Tanda Penduduk Elektronik (e-KTP), agar dapat aktif melaporkan diri terutama warga yang tidak mendapat undangan panggilan namun merupakan warga Desa Deniang dan memiliki Kartu Keluarga (KK).
"Kita imbau warga yang tidak diundang namun mempunyai KK dapat melaporkan ke RT setempat nanti akan kita berikan undangan," ungkap Ferdy di ruang kerjanya Rabu (16/11) kemarin.
Dalam hal ini Ferdy mengungkapkan pihaknya sudah mempersiapkan undangan yang akan diserahkan kepada RT lalu diterus kepada warga. Untuk Desa deniang  Deniang sendiri akan mendapat giliran, mulai pada tanggal 21 Nopember mendatang namun persiapan yang dilakukan dengan memastikan warga wajib e-KTP sudah gencar dilakukan dari sekarang.
"Nantinya kita akan memanggil secara giliran per RT yang ada di Deniang. RT kita tersebar di tiga dusun yakni Deniang, Air Antu dan Bedukang," jelasnya.
Pihak desa juga akan mengatur waktu yang akan ditetapkan kepada setiap warga untuk menghindari penumpukan antrian di Kantor Kecamatan Riau Silip.
Hal ini menurut Ferdy selain kasihan dengan operator e-KTP  yang kewalahan apabila banyak warga yang mengantri juga kepada warga yang harus menunggu berjam-jam sehingga mengganggu rutinitas lainnya.
Desa Deniang sendiri merupakan Desa terakhir di Kecamatan Riau Silip yang mendapatkan giliran untuk pemanggilan data wajib e-KTP. Pihak Kecamatan Riau Silip memanggil warganya dengan waktu sekitar satu minggu untuk setiap desa dan total wajib e-KTP yang ada di Kecamatan Riau Silip mencapai 17.032 jiwa. (trh)

Surat Rekomendasi PT Bauksit, Kuat

ShareSUNGAILIAT - Direktur Operasional PT Bauksit Bangka Sejati Taufik, menegaskan dasar yang dikeluarkannya surat izin penambangan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka didapat dari rekomendasi Kades Riding Panjang.
Setelah diterbitkan surat rekomendasi dari kades itu, dengan nomor surat 46/sk/2006/2007 tertanggal 28 Juli 2007, maka selanjutnya Camat Belinyu kemudian membuat rekomendasi berdasarkan rekomendasi kades.
Camat membuat rekomendasi persetujuan ke Bupati atas dasar itu, lalu Bupati mengeluarkan surat bernomor 540/164/19..01.02/2007 tertanggal 31 Juli 2007 surat izin KP eksplorasi.
"Selanjutnya diajukan ke Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Bangka," jelas Taufik, Selasa (15/11) kepada sejumlah wartawan di Sungailiat.
Selain itu menurut Taufik, sebelum ditandatangani KP eksplorasi bauksit oleh bupati menurutnya, pihak perusahaan harus membayar kewajiban lebih kurang Rp 300 juta ke Negara, langsung ke rekening Pemkab Bangka melalui dinas pertambangan.
Ada kesepakatan dengan masyarakat melalui surat perjanjian antara masyarakat dengan perusahaa, melalui surat perjanjian antara masyarakat dengan perusahaan tanggal 28 Juli 2007 yang ditandatangani oleh Kades, Kadus, BPD, LPM, dan RT jumlahnya 11 orang seluruh RT di Desa Riding Panjang," ungkap Taufik sambil membawakan bukti berupa surat perjanjian tersebut.
Dijelaskan dia lagi, sementara daerah yang akan mereka tambang bukan berada pada 4 RT, namun pada lokasi 3 RT. "Untuk itu kita juga minta agar kades dapat menjelaskan dan bertanggungjawab dengan rekomendasi yang di buatnya," tegasnya.
Sementara itu DPRD Bangka melalui Ketua Komisi B Hendra Yunus menanggapi adanya rekomendasi surat dari Kades Riding Panjang tersebut ,pihaknya akan menelusuri surat itu.
"Kita akan periksa rekomendasi yang ditandatangani oleh kades dan juga rekomendasi yang dikeluarkan oleh Camat Belinyu yang pada waktu itu masih dijabat Harrie Patriadie  tersebut," kata Hendra.
Karena menurut dia telah terjadi penolakkan sebagaimana yang telah disampaikan oleh masyarakat Desa Riding Panjang sebelumnya ke DPRD Bangka.
"Dan pemkab sendiri harus mengkaji kembali bagaimana sampai timbul penolakan tersebut, kita harap hal ini dapat dikaji ulang sehingga tidak timbul adanya tindakan anarkis," terangnya. (j0i)

Warga Sinar Baru Tetap Tolak Tambang

ShareSUNGAILIAT - Sejumlah masyarakat lingkungan Jalan Laut Kelurahan Sinar Baru Kecamatan Sungailiat, didampingi aparat desa dan tokoh masyarakat setempat mendatangi Komisi C DPRD Bangka.
Kedatangan mereka dalam upaya menyampaikan aspirasi untuk menolak adanya aktifitas penambangan apapun, di lingkungan mereka baik dalam bentuk penambangan pasir apa lagi penambangan timah.
Padahal sebelumnya, menurut salah satu anggota DPRD, Agung Setiawan penolakan ini telah disampaikan oleh masyarakat dalam pertemuan dengan pihak pemerintah daerah dan aparat keamanan, yang diwakili oleh pihak Kelurahan Sinar Baru.
Namun aktifitas itu masih terus berlangsung walaupun sudah beberapa kali dilakukan penertiban seperti halnya, aktifitas penambangan di belakang SDN 18, yang berlokasi di hutan bakau dan dekat fasilitas umum.
"Penolakan adanya aktifitas penambangan di lingkungan mereka karena masyarakat khawatir akan terjadi kekeringan terhada sumber air baku (air bersih) di daerah mereka, yang dapat digunakan untuk keperluan sehari-hari, terlebih lokasi lingkungan tersebut merupakan daerah yang mudah untuk terserang krisis  untuk kebutuhan air bersih," ungkap Agung.
Selain itu juga masyarakat juga menolak dan minta untuk ditinjau kembali dengan adanya aktifitas penambangan timah, yang dilakukan oleh CV Calisca, walaupun sebelumnya sudah mendapat rekomendasi dari aparat desa setempat namun, karena trauma dengan krisis air bersih mereka menolak aktifitas tersebut.
Sementara berdasarkan keterangan dari Dinas Pertambangan, CV Calisca ini sendiri belum pernah melapor tentang aktifitas kegiatan mereka.
"Untuk itu kita minta  pihak dinas meninjau ke lapangan terhadap aktifitas dari pihak CV itu," pinta Agung. (j0i)

Semrawut, Menara Operator Mau Diatur

Share        SUNGAILIAT – Pemerintah Kabupaten Bangka sedang menyelesaikan tahapan pembuatan Peraturan daerah (Perda) mengenai menara operator dan diperkirakan tahun depan sudah dapat disahkan.
      "Dengan disahkan Perda tersebut maka akan diatur masalah retribusi terkait penggunaan layanan menara tersebut untuk menambah pendapatan asli daerah," kata Kasi Komunikasi, Dinas Perhubungan, Telekomunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Bangka, Suryani di Sungailiat, waktu lalu.
      Ia mengatakan, sebelum ada payung hukum yang mengaturnya, pemerintah daerah tidak dapat menetapkan penarikan retribusi kecuali Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
       "Dari data tahun 2010 di Kabupaten Bangka ada sebanyak 116 menara dengan jarak yang cukup berdekatan, tidak sampai 10 meter," katanya.
       Hal ini menyebabkan kata dia banyak area blank spoot (tidak terjangkau) karena operator mendirikan menara kebanyakan di pinggir – pinggir jalan utama.
      “Saat ini kita sedang mendata survey ke lapangan, kemungkinan jumlah menara sudah bertambah lagi. Rata – rata ketinggian menara antara 40 – 80 meter. Kita akan awasi dengan berkoordinasi bersama Badan Lingkungan Hidup (BLH) agar menara tersebut aman bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
       Namun diakui Suryani, koordinasi dengan operator sangat susah, bahkan untuk mencari data saja susah. Alasannya dari operator adalah karena di Bangka Belitung (Babel) hanya kantor unit dan untuk koordinasi harus menunggu dari pusat terlebih dahulu. (*)

Selasa, 15 November 2011

Miris Video Mesum Pelajar Merawang

ShareSUNGAILIAT - Terkait dengan kasus video mesum yang dilakukan pelajar di Kecamatan Merawang anggota DPRD Bangka dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Kurtis kepada sejumlah wartawan di Gedung DPRD Bangka Senin (14/11) merasa miris.
"Karena anak-anak di usia belia sudah ada yang melakukan seks bebas, lebih tragis lagi yang dilakukan itu diunggah dalam ponselnya, ini saya yang sangat terpukul dengan berita ini," ujarnya prihatin,
Dikatakannya, inilah yang memang menjadi tugas ke depan orang tua, tokoh agama, tokoh masyarakat dan dunia pendidikan untuk saling sinergis benar dan tidak bisa parsial. Menurutnya, harus ada kerjasama yang konherensif terhadap penanganan kasus kenakalan remaja yang sudah ke arah dekandensi moral ini.
"Nilai-nilai sudah berubah, ada kebanggaan remaja yang sampai di ekspos pada media. Nilai-nilai kita ternyata sudah terkikis dengan adanya ini. Beberapa kasus dari mulai kost bergoyang dan segala macam terus dan terus kayaknya solusi yang diambil pemerintah daerah bersama masyarakat belum ada yang sesuai," kata Kurtis.
Lebih lanjut ia katakan memang tidak bisa menyelesaikan permasalahan ini secara tuntas namun ia yakin permasalahan ini bisa diminimalisir sehingga kecenderungan ini harus diatur dengan program. Kecenderungan seks bisa dialihkan kepada kegiatan olahraga dan kecenderungan seks narkoba bisa dialihkan kepada kegiatan-kegiatan.
"Ini wahana yang harus dipikirkan pemerintah Kabupaten Bangka, kejadian yang berada di luar sekolah memang bukan tanggung jawab sekolah sepenuhnya kita lihat sajalah ketika anda meleawati Taman sari, melewati kearah Simpang Lumut dekat jembatan perimping itu luar biasa  sekali. Ketika ngumpul-ngumpul anak-anak pada nge trek, sedangkan dipinggirnya banyak sekali  anak-anak putri. Itu baru satu dua tempat belum di Matras dan lainnya," papar Kurtis.
Dikatakannya lagi dalam hal ini ia melihat orang tua sudah memberi kebebasan luar biasa sekali kepada anak sehingga ketika mereka membawa kendaraan   keluar tidak terkontrol. Menurutnya, orang tua harus punya cara khusus untuk mengontrol anak jangan telalu dikekang namun jangan terlalu dibiarkan.
"Selain itu harus ada semacam lembaga yang mengarahkan orang-orang tua yang anak-anaknya bermasalah seperti lembaga konseling untuk anak-anak yang bermasalah, bisa dari swasta, lsm, atau pemda kalau ada anggarannya. Memang kayak gini dari zaman dulu masalah seks ini adalah kebutuhan mendasar biologis yang yang sangat primitif tapi masalahnya kalau diumbar itu yang menjadi masalah luar biasa," pungkasnya. (trh)

Syuting Film Porno di Sekolah!

ShareSUNGAILIAT - Astagfirulah! "Penyakit" mesum ternyata menjalar ke pelajar kita.
Bagaimana tidak. Sungailiat dan sekitarnya sekarang lagi dihebohkan dengan beredarnya video mesum nan jorok serta membangkitkan birahi, yang diduga dilakukan sepasang kekasih mabuk asmara.
Penemuan video mesum itu, diketahui berdurasi cukup panjang, sekitar 5 menit. Dalam video berformat 3gp itu, sepasang pemuda pemudi melakukan adegan bak laki-bini. Mereka berhubungan intim sembari direkam oleh kamera yang sepertinya dari handphone.
Dari video itu, untuk sementara ditengarai pelakunya adalah sepasang pelajar di Bangka Belitung. Yang cowok berinisal JR salah satu pelajar di sekolah kejuruan di Pangkalpinang, dan ceweknya berinisal NI, pelajar SLTP di Kecamatan Merawang.
Itu menurut anda bejat? Tunggu dulu, ada yang lebih bejat lagi, ya, mereka melakukan adegan suami istri itu di salah satu sekolah di siang bolong! Seharusnya sekolah kan, buat belajar, bukan buat syuting film porno!
Video itu sendiri belum jelas kapan direkam, namun yang pasti video syur itu merebak beberapa hari ini dan saat ini bak kacang goreng sudah menyebar di kalangan pelajar kita, waw!
Penemuan video mesum yang mungkin ingin mengikuti jejak Ariel Peterpan itu, sekarang sudah dilaporkan ke SPK Polres Bangka.
Saat dikonfirmasi, Ketua MUI Bangka UStad Drs Syaiful Zuhri mengatakan, hendaknya bersama-sama baik orang tua, sekolah tokoh masyarakat, tokoh agama untuk mengupayakan memperbaiki masalah moral remaja, lebih khusus kepada orang tua dia berharap kepada orang tua untuk selalu memberi arahan bimbingan kepada anak-anak remaja saat ini.
"Selaku orang tua jangan membiarkan anak terlalu bebas dalam pergaulan, anak-anak tidak boleh keluyuran tiap malam, harus selalu menasihati anaknya mana yang baik dan mana yang buruk," pesan Ustad Syaiful.
Sementara itu Ketua LSM LPPAP Nurmala Dewi saat di konfirmasi Radsul terkait beredar video mesum yang dilakukan kedua pelajar yang merupakan anak di bawah umur, tidak dapat berkomentar banyak lantaran siswi tersebut masih trauma atas kejadian yang baru saja menimpanya.
“Waduh mas, saya belum bisa berkomentar nih mas. Kan anaknya masih trauma dan kita takutnya dia tidak mau sekolah lagi,” ungkap Nurmala Dewi singkat. (cr05)

Mau Olah Sampah? BLH Fasilitasi

ShareSUNGAILIAT- Direncanakan Belinyu akan miliki Tempat Penampungan Sampah (TPS), namun sementara waktu dari pihak pengelola hanya melakukan pembuangan sampah di areal sementara yang tidak mengganggu masyarakat.
Untuk lokasi perencanaan sudah dilakukan koordinasi bersama dengan pihak Pekerjaan umum (PU) Provinsi dan sudah ditentukan, hanya saja ada kendala lain sehingga penetapan terhadap areal tersebut masih belum dilakukan.
Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangka, Asmawi Alie  mengatakan untuk sementara waktu di Kecamatan Belinyu belum ada tempat pembuangan sampah secara permanen. Dijelaskannya dalam pelaksanaan ini dilakukan oleh pihak swasta, dimana saat ini masih dilakukan pembuangan di kawasan yang tidak mengganggu bagi pemukiman masyarakat.
"Untuk saat ini belum ada tempat pembuangan sampah yang permanen di Kecamatan Belinyu, untuk pembuangan sampah dalam hal ini pelaksanaannya dilakukan oleh pihak swasta," ujarnya beberapa waktu lalu.
Diakui Asmawi,  untuk Kecamatan Belinyu belum dapat dijadikan kota yang  memiliki menajemen pengolahan sampah, mengingat volume sampah perharinya tergolong sedikit. Namun  dari pihak pemerintah Kabupaten Bangka telah berencana dalam beberapa waktu kedepan akan menjadikan Kecamatan Belinyu sebagai kota yang memiliki menejemen pengelolaan sampah. Dikatakannya lagi, kedepan dari pihak Pemkab Bangka juga akan memberikan fasilitas bagi masyarakat yang berminat melakukan pengolahan sampah.
"Karena volume sampah yang ada di Belinyu masih tergolong sedikit, maka dalam hal pengelolaannya dilakukan oleh masyarakat. Kedepannya bila ada masyarakat yang berminat melakukan pengolahan sampah organik dan non organik, akan kami fasilitasi," katanya. (trh)
 

Konsen Kesehatan, Bangka Dihargai Menteri

ShareDalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-47, Bupati Bangka H Yusroni Yazid SE menerima penghargaan Swasti Saba Wiwerda (Tahap Pemantapan) di bidang kesehatan.
Penghargaan ini langsung diterima bupati dari Presiden RI melalui Menteri Kesehatan RI, Senin malam (14/11) di Aula Siwabessy Gedung Prof Sujudi Kementerian Kesehatan Jakarta.
Menurut Kasubbag Pemberitaan Bagian Humas dan Protokol Setda Bangka Mulyati, penghargaan ini diberikan kepada Bupati Bangka dengan Forum Bangka Sehat, dikarenakan Kabupaten Bangka terus menggalakkan program hidup sehat dengan berorentasi menuju Bangka Sehat.
Selain itu lanjut Mulyati banyak program-program peningkatan kesehatan yang terus menjadi prioritas utama Kabupaten Bangka yang bersentuhan langsung dengan masyarkat, seperti program Jaminan Kesehatan Masyarkat (Jamkesmas), Jaminan Kesehatan Sepintu Sedulang (JKSS), Jaminan Persalinan (Jampersal) serta peningkatan kualitas perilaku hidup bersih dan sehat baik di sekolah, lingkungan dan keluarga.
“Peningkatakan kualitas kesehatan sekarang ini menjadi prioritas utama bagi Kabupaten Bangka dan tertuang di dalam misi visi dan Grand Strategi Kabupaten Bangka. Penghargaan ini diharapkan  bisa menjadi motivasi dan cambuk bagi kita semua untuk terus menggalakkan hidup sehat sesuai dengan tema Hari Kesehatan Nasional tahun 2011, Indonesia Cinta Sehat,”  kata Mulyati.
Pemerintah daerah bersama dengan organisasi seperti Forum Bangka sehat terus- menerus dan bersinambungan menciptakan sinergisitas yang baik sehingga program Bangka Sehat dapat terwujud dengan baik. (humas/lutfi)

"PLN Tidak Transparan"

ShareSUNGAILIAT - PLN dianggap tidak transparan dalam persoalan tagihan listrik pelanggan. Hal itulah yang dianggap memicu persoalan selama ini.
Hal tersebut dikemukakan salah satu anggota DPRD Bangka dari Fraksi PKS, Donny Kurniawan.
"Jelas ada ketidaktransparanan dari pihak PLN terhadap masyarakat pelanggan," katanya.
Padahal menurut Donny, itu merupakan tanggungjawab dari pihak PLN dan jelas hal tersebut sesuatu hal yang aneh, sementara pihak manajemen PLN sendiri selalu berdalih itu merupakan kesalahan masa lalu. "Dan menurut kita tidak bisa kalau kita berbicara masa lalu padahal, ini merupakan suatu konteks manajamen dan badan hukum yang sama," ujar dia.
Dan, yang diharapkan masyarakat saat ini dengan terjadi pembekakan tagihan merupakan sebuah pertanggungjawaban PLN, karena kata Donny, kalau berbicara tentang hak-hak konsitusi khususnya dalam Undang-undang Perlindungan Konsumen, jelas ada hak masyarakat yang dilanggar.
"Dan kita melihat saat ini ada ketidaktransparan dari pihak PLN, dan yang dibebani masyarakat berarti hak masyarakat telah dilanggar,dan saat ini hal tersebut yang dipertanyakan masyarakat dan minta solusi dari PLN," harapnya.
"Tapi sedihnya, jawaban mereka sendiri sampai sekarang masih normatif aja dan dalam arti tidak membuahkan suatu jawaban yang signifikan, yang bisa masyarakat harapkan," keluhnya.
Dan ini kata dia, bukan hanya terjadi di Ranting  Sungailiat, tapi juga menyangkut PLN seluruh Indonesia.
"Dan kita sebenarnya cukup menghargai dan memberi aperisiasi juga dengan adanya perubahan manajemen di BUMN PLN, tapi ternyata dengan melakukan perubahan ini belum menyentuh," sesalnya lagi.
Dia berharap lagi PLN harus secepatnya mencari solusi terhadap permasalahan yang terjadi. "Win-win solutian sebagaimana yang diinginkan masyarakat yang telah dirugikan," harapnya. (j0i)

Soal Tata Wilayah, Masih Mandeg di Pusat

ShareSUNGAILIAT - Pansus VII DPRD Bangka yang menangani pembahasan RTRW Kabupaten Bangka  sampai hari ini belum menerima secara langsung dari eksekutif mengenai masalah pembebasan kawasan hutan.
Kata Anggota Pansus VII, Mulkan Senin (14/11), untuk pembahasan RTRW belum final.
"Dan bisa dikatakan hanya hampir final karena kita masih menunggu rekomendasi dari tim yang dibentuk oleh pusat, terkait masalah pembebasan hutan di kawasan yang ada di perumahan penduduk," urainya.
Nah, Pansus VII DPRD Bangka belum bisa untuk memparipurnakan aturan tersebut karena disebabkan, tim pusat belum membuat aturan tentang pengeluran kawasan perumahan penduduk tersebut.
Ditambahkan Mulkan saat konsultasi ke Bapenas yang menanggani RTRW mereka berjanji akan menyelesaikan dengan waktu secepatnya, namun sampai hari ini belum mendapat suatu lembaran surat tembusan mengenai rekomendasi mengenai pengeluaran untuk kawasan hutan tersebut.
Jika rekomendasi dari tim pusat itu telah diterima maka dalam tahun ini juga terkait RTRW Kabupaten Bangka akan selesai dan segera diparipurnakan.
"Kita dari Pansus dapat segera memparipurnakan, karena dengan adanya aturan itu tidak ada lagi wilayah ynag acak-acakan seperti yang terjadi sekarang," singgungnya.
Dengan adanya RTRW itu tadi, maka jelas untuk segala zona seperti zona laut mana yang tapak wisata, mana yang tidak sehingga zona pertambangan tidak acak-acakan.
Sementara Ketua Pansus VII, Agung Setiawan mengatakan, RTRW itu sendiri merupakan urat nadi pembangunan dan investasi daerah yang akan dicapai.
"Dengan disahkan RTRW maka keberadan hukum, kepastian hukum untuk berinvestasi  wilayah yang diperuntukkan jadi jelas, karena jelas dengan kondisi yang ada saat ini daerah wisata masih tumpang tindih dengan pertambangan," katanya.
Dengan kondisi ini ada dilema, apakah wisata yang harus didahulukan atau pertambangan. Padahal, sama baik karena dua sisi yang menguntungkan. (j0i)
       

Pansus PLN DPRD Bangka Retak?

ShareSUNGAILIAT - Keinginan Pansus PLN DPRD Kabupaten Bangka untuk ajukan gugatan mem-PTUN-kan PLN sudah bulat ke Pengadilan Tata Negara.
Itu terkait dengan adanya kejadian banyaknya laporan masyarakat yang dirugikan, dengan terjadi pembengkakan tagihan rekening PLN di masyarakat.
Itu disampaikan Pansus PLN DPRD Bangka, Mulkan, di hadapan rekan-rekan wartawan, perwakilan LSM dan perwakilan masyarakat di DPRD Bangka, Senin (14/11).
"Saya rasa menyikapi masalah ini kita tidak perlu berdebat panjang untuk menangani, karena kedatangan para rekan-rekan tujuannya sama, yaitu untuk mencari solusi, dan minta kita di DPRD untuk segera menyikapi masalah PLN tersebut," kata Mulkan.
Namun Mulkan pun berujar, semua pihak harus jujur kepada masyarakat apakah benar-benar sepenuh hati untuk menanggapi masalah PLN, atau hanya setengah hati.
Maka dari itulah, Mulkan mohon dukungan dari semua pihak untuk mem-PTUN-kan PLN. "Dan, secara pribadi saya siap untuk melakukan pengajuan PTUN tersebut, tidak masalah walau kawan-kawan di DPRD sendiri tidak mendukung," tegasnya.
Ditegaskan Mulkan karena tidak ada aturan yang melarang untuk mem-PTUN PLN, karena itu merupakah hak rakyat. "Mari kita bersama-sama untuk menyatu membantu untuk menuntut hak rakyat, dan saya atas nama anggota dewan berterimaksih dengan adanya action kepedulian dari rekan-rekan," katanya.
Namun sementara, dia minta masyarakat bersabar karena pihak DPRD sendiri telah membentuk pansus untuk menangani masalah tersebut, dia mengajak melakukan tuntutan ke pihak PLN secara bersama-sama. (j0i)

Selasa, 08 November 2011

PS Bangka "Ditawari" ke Divisi Utama

ShareSUNGAILIAT - PS Bangka diharamkan untuk ikut kompetisi kasta tertinggi sepakbola dengan cara potong kompas.
Hal itu ditegaskan Bupati Bangka Yusroni Yazid kepada sejumlah wartawan, kemarin di ruang kerjanya.
Hal itu ia ungkapkan karena tahun lalu ia pernah ditawari jalan potong kompas agar PS Bangka bisa berlaga di tingkat tertinggi.
"Kita mau PS Bangka ikut dalam kancah Divisi Utama PSSI dengan cara yang alami dan tidak ingin dengan cara yang ditawarkan beberapa waktu lalu oleh PSSI dengan cara potong kompas," katanya.
Dia berharap dan berkeinginan jika PS Bangka akan terjun dalam kancah Divisi Utama PSSI dapat dilakukan dengan secara alami, bukan dengan cara potong kompas karena hal-hal seperti itu dianggap Yusroni kurang mendidik.
Di samping itu menurut Yusroni dengan cara potong kompas tentu akan memerlukan pendanaan yang besar.
"Dari mana kita dapat memperoleh dana tersebut, kalau memang harus dipaksakan, namun bagimana pun selaku kepala daerah saya sangat tidak setuju karena dengan cara semacam itu sangat tidak mendidik," tegasnya.
Terlepas apakah PS Bangka berada di divisi utama atau tidak, intinya olahraga itu untuk menciptakan wadah para anak muda yang punya bakat sepakbola.
Maka, dengan hal semacam itu diharapkan para anak muda dapat mengembangkan prestasinya secara alami. Dan jika memang waktunya nanti memang prestasi sepakbola Bangka dapat berkembang, tidak menutup kemungkinan masuk Divisi Utama PSSI.
Selain itu dengan adanya aturan yang melarang kegiatan dengan menggunakan dana APBD, maka pemkab sendiri berharap adanya rasa peduli dari para pengusaha dan perusahaan BUMN, juga swasta di daerah, untuk membantu kegiatan persepakbolaan ke depan.
Selain itu Yusroni juga minta adanya dukungan dari semua pihak jangan sampai terjadi seperti beberapa waktu lalu, baru saja ingin mengembangkan keolahragaan dengan melakukan berbagai kegiatan, malah jadi masalah.
"Kalau hal ini akan terjadi tentu akan membuat orang-orang jadi ngeri untuk mengurus kegiatan olahraga ini," terangnya. (j0i)

Pemimpin Sering Jalan Sendiri-sendiri

ShareSUNGAILIAT - Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) punya potensi yang besar.
Tapi karena tidak diatur dengan sedemikan rupa, juga tidak dirembug bersama-sama akhirnya jadi sporadis.
Nah, hal itulah yang disesalkan salah satu calon Wakil Gubernur 2012, Yusroni Yazid kala menerima sejumlah wartawan di ruang kerjanya.
"Babel ini potensinya besar, tapi karena tidak diatur dengan baik dan tidak dirembuk bersama sama akhirnya jadi timbulnya sporadis,dan masing masing pemimpin wilayah berjalan sendiri-sendiri," kata Yusroni mencibir.
Dia mencontohkan, seperti sekarang dia jadi seorang Bupati Bangka, dia harus fokus ngatur daerahnya sendiri, pun begitu dengan bupati yang lain, juga ngatur daerah masing-masing, maka tak dipungkiri Yusroni, sering timbul benturan dengan berbagai kebijakan-kebijakan baik untuk tingkat pusat maupun provinsi sendiri.
"Contoh sederhana saja, tentang pertimahan, sepertinya tidak ada payung hukum yang mesti untuk dipatuhi oleh semua pihak, padahal sudah ada undang undang yang mengatur hal tersebut,seperti kebijakan provinsi, kabupaten semuanya dilanggar dengan satu kepentingan hanya untuk kepentingan ekonomi," kata dia lagi.
Seharusnya kata Yusroni, kepentingan itu dapat diliat sama-sama, siapa yang menikmatinya apakah masyarakat, orang yang datang atau  segelintir dari orang-orang pemilik modal.
Makanya kata dia, sembari sedikit berpromosi, jika ia terpilih katanya, akan mengatur jangan sampai hal-hal seperti itu terus berlangsung, karena harus dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat. "Dan ke depan kita pun harus memikirkan setelah habis kegiatan penambangan itu, sehingga tidak timbul tindakan-tindakan sporadis itu sendiri," katanya.
Seperti diketahui, Yusroni Yazid dipastikan akan berpasangan dengan Yusron Ihza Mahendra. Pun, mereka telah membuat semacam kesepakatan, yang mana draft kesepakatan tersebut berkaitan dengan tanggungjawab dan kewenangan dari masing masing sebagai gubernur dan wakil gubernur di luar perundang-undangan yang berlaku.
Kata Yusroni sebenaranya keinginan dirinya sendiri untuk ikut dalam kancah pemilihan Gubernur Bangka Belitung, dalam rangka untuk membangun kebersamaan dalam rangka untuk melakukan perubahan yang mendasar.
Terlebih katanya Yusron adalah tokoh nasional. "Bahkan beliau punya reputasi  internasional," katanya memuji.
Nanti kata Yusroni, jika pasangan ini bisa menang, maka dia ditugaskan untuk menjaga hubungan antar kabupaten/kota, juga bagaimana mengatur kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten itu sendiri sebagai jembatan. "Karena selama ini hubungan antara provinsi dan kabupaten-kabupaten yang ada hampir tidak jalan," tandasnya. (j0i)

Pemilik TI Jadi Tersangka

Share
BELINYU - Kecelakaan kerja yang terjadi pada hari Jumat lalu (4/11) di kawasan pertambangan ternyata berada diarea hutan Produksi (HP) Lingkungan Parit 19 Desa Gunung Pelawan Kecamatan Belinyu. Tambang milik Juliadi alias Didi, (23 tahun) warga Kampung Air Asem Kecamatan Belinyu oleh pihak Kepolisian Sektor Belinyu telah dilakukan pemeriksaan  terhadap para saksi, dan Didi hingga kini ditetapkan sebagai tersangka.
Kapolsek Belinyu, Kompol Adam Erwndi, SIK seizin Kapolres Bangka mengatakan hingga saat ini pihaknya telah melakukan proses sesuai dengan ketentuan hukum yang ada. 
Ia menegaskan untuk status Didi pemilik Tambang Inkonvensional (TI), pasca kejadian telah dilakukan penahanan selama 1 kali 24 jam, dan hingga kini status Didi telah ditetapkan sebagai tersangka dengan wajib lapor ke pihak Polsek Belinyu. 
"Terkait kasus ini kami sudah melakukan proses sesuai ketentuan dengan melengkapi berkas sebagai ketentuan proses lebih lanjut. Untuk status Didi, telah kami tetapkan sebagai tersangka, dari pengakuannya aktifitas di lokasi pertambangan tersebut mereka tidak mengantongi izin yang sah, dan saat ini ia diwajibkan lapor ke Polsek Belinyu," kata Adam, Senin (07/11).
Sebelumnya diwartakan oleh harian pada edisi Senin 11 Nopember 2011 telah kecelakan kerja di TI milik Didi menewaskan dua orang warga pendatang asal Pandeglang Banten. Idin 28 tahun dan Karma 30 tahun, yang terkubur di dalam kedalaman lobang camui sekitar 11 meter pada  tambang milik Juliadi alias Didi, 23 tahun warga Air Asem Belinyu. 
Saat ini pihak Polsek Belinyu  telah melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi yang terkait dalam kasus ini, sedangkan untuk jasad para korban telah dilakukan visum.
Informasi yang berhasil dihimpun Radsul atas kejadian ini, terjadi sekitar pukul 16.00 WIB hari Jumat (4/11), kala itu kedua korban bersama dengan keempat rekan kerjanya asik melakukan aktifitas penyemprotan tanah untuk mencari biji timah, setelah beberapa lama melakukan aktivitas tersebut tanpa disadari oleh para pekerja tersebut dinding yang tingginya sekitar 11 meter yang berjarak tak jauh dari lobang camui tempat para korban bekerja, secara tiba-tiba terjadi longsor.
Mengetahui hal ini seluruh para pekerja yang ada di dalam lobang camui tersebut  langsung berhamburan guna untuk menyelamatkan diri, namun naas bagi kedua korban (Idin dan Karma, red) pada saat akan menyelamatkan diri, kedua korban terjatuh dan dengan seketika tanah pun langsung menguburkan tubuh kedua korban secara hidup-hidup. 
Setelah  kejadian ini para warga sekitar dan pemilik tambang pun langsung melakukan upaya pencarian terhadap jasad kedua korban dengan mengerahkan dua unit alat berat (PC).
Setelah lima jam pasca kejadian tersebut, pencarian pun membuahkan hasil, salah satu jasad dari dua korban tersebut berhasil ditemukan. Jasad Idin berhasil ditemukan lima jam setelah kejadian, pada Jumat (4/11), sekitar pukul 21.00 WIB, sedangkan jasad korban Karma berhasil ditemukan pada keesokan harinya, Sabtu (5/11) pukul 12.30 WIB, pada saat ditemukan kedua korban sudah tidak bernyawa lagi.(trh) 

Inhutani dan Warga Potensi Konflik

ShareRIAUSILIP - Beberapa lahan yang sudah digarap oleh PT Inhutani ditanami oleh beberapa warga karena dengan alasan lahan yang sudah di gusur tidak ditanami oleh PT Inhutani.
Menurut Kades Deniang, Ferdy H Karinda kepada Radsul kemarin (7/11) di ruang kerjanya lahan tersebut berada di Desa Deniang yang sebagian sudah ditanami dan sebagiannya lagi belum namun sudah sudah ada tanam tumbuh yang diklaim ditanami oleh warga.
"Ada informasi bahwa lahan yang sudah dibajak tidak ditanam jadi masyarakat ramai-ramai menanam. Jawaban pak Bernabas (Pihak PT Inhutani, red) itu tetap ditanam," ujar Ferdy.
Ferdy sendiri mengaku sengaja cepat menanggapi situasi yang ada karena khawatir terjadi permasalahan dikemudian hari yang akan menimbulkan konflk antara masyarakat di Desa Deniang dengan PT Inhutani.
Apalagi luas lahan yanng berada di Desa Deniang milik PT Inhutani cukup besar  mencapai 90% lebih dari luas keseluruhan wilayah Desa Deniang.
Ditambahkannya, saat ia bertemu dengan  Kepala PT Inhutani V Wilayah Bangka Belitung, Barnabas Deloli lahan yang sudah dibajak saat ini memang belum bisa ditanam sebagiannya karena terkendala cuaca yang kurang bagus.
Menurutnya, tanaman ubi untuk bahan tapioka saat ini merupakan tanaman tumpang sari di samping tanaman inti yang merupakan tanaman kehutanan.
"Kita minta kejelasan ke PT Inhutani waktu itu karena kalau memang tidak boleh saya akan memberi tahu kepada masyarakat," jelasnya.
Diakuinya, lahan yang berada di Desa Deniang banyak  yang didiami masyarakat bahkan ada lahan yang sudah membentuk sebuah pemukiman. Dari semua itu tidak sedikit juga yang sudah mendirikan tempat tinggalnya dalam bentuk yang permanen.
Saat disinggung mengenai kepemilikan lahan yang dimiliki beberapa petinggi dari kalangan pejabat ia tidak menampik adanya hal itu.
Namun, dalam hal ini ia berharap pemerintah dapat memberi contoh yang baik, karena itu ia selalu mengingatkan stafnya untuk tidak memiliki tanah yang merupakan milik PT Inhutani karena khawatir menjadi permasalahan dikemudian hari.
Ia Sebenarnya berharap kalau memang tidak boleh dari dulu seharusnya dibilang kalau dilarang.
"Pejabat pemerintah berilah contoh yang bagus, saya sorry pak, sejengkalpun tanah tidak ada. Kita  bukan munafik pak tapi kita tau nanti di kemudian hari ada masalah, makanya semua staf saya bilang, Kadus, RT, BPD, LPM jangan coba-coba, kalau
ada yang mau menguasai lahan saya tidak tanggung jawab," pungkasnya.(trh)

Korpri Bangka Kurbankan 2 Sapi

ShareMenyambut Hari Raya Idul adha 1432 H, Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Kabupaten Bangka menyembelih 2 (dua) ekor sapi untuk Hari Raya Qurban Idul Adha 1432 H, Senin (7/11) di Halaman Kantor Satpol PP Kabupaten Bangka. Penyembelihan sapi qurban ini disaksikan langsung Wakil Ketua I KORPRI Kabupaten Bangka Drs H M Nasir Hasan dan para pejabat di Lingkungan Pemkab Bangka serta anggota KORPRI Kabupaten Bangka.
Kegiatan ini bertujuan selain untuk ibadah qurban dalam perayaan Hari Raya Idul Adha 1432 H juga untuk meningkatkan sifat mengasihi  dan jiwa sosial antar anggota korpri sehingga silahturahmi semakin terjalin erat dan terjaga baik.
Hewan qurban sapi ini merupakan sumbangan dari iuran anggota korpri dan APBD Kabupaten Bangka. Sedangkan pembagiannya diperuntukkan untuk PNS golongan I yang berjumlah 76 PNS di Lingkungan Pemkab Bangka dengan jumlah perorangnya 1 Kg. (humas/Lutfi)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More