This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 13 September 2011

"Tolong Ringankan Pinjaman UMKM"

ShareSUNGAILIAT - Menteri Negara Koperasi dan UKM RI, Sjarifuddin Hasan meminta kepada sejumlah bank pemerintah penyakur dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk membebaskan agunan kepada debitur mikro dengan nilai pinjaman maksimal Rp 20 juta.
    Hal tersebut dikatakan di Sungailiat, Senin (12/9), saat melaunching produk unggulan tenun Cual Provinsi Bangka Belitung melalui pendekatan One Village One Product.
     Ditegaskannya, perbankan pemerintah yang ditunjuk menyakurkan dana KUR dilarang membebani bagi pelaku usaha yang mengajukan pinjaman maksimal Rp 20 juta dengan agunan.
     "Kalaupun terdapat bank pemerintah yang sengaja membebani pelaku mikro dengan anggunan maka hendaknya dilaporkan kepada Bupati daerah setempat untuk dilanjutkan ke gubernur atau bisa dilaporkan langsung ke pihak kami," tegasnya.
     Ia mengatakan, gubernur diberikan hak untuk mengusulkan penggantian kepada kepala cabang bank tersebut yang memberikan syarat anggunan kepada calon debitur mikro.
     "Anggunan yang ditetapkan oleh pihak bank melalui pimpinannya sebagai pelaku pengambil kebijakan justru akan menjadi hambatan bagi pengembangan usaha mikro kecil dan menengah," ujarnya.
    Menurutnya, perbankan Nasional yang berpartisipasi dalam penyaluran KUR meliputi, Bank BNI, BRI, Mandiri, BTN, Bukopin. Bank Syariah Mandiri, dan didukung 13 BPD yang tergabung dalam Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda).
    Sementera bank daerah yang mendapat kepercayaan menyalurkan dana KUR sebanyak 13 bank meliputi, Bank Jatim, Bank Jabar Banten, Bank Jateng, Bank DKI, Bank DIY, Bank NTB, Bank Sulut, Bank Kalbar, Bank Kalsel, Bank Kalteng, Bank Nagari, Bank Maluku, dan Bank Papua.
    Ia mengatakan, pemerintah mencanangkan anggaran yang diperuntukan bagi KUR sebanyak Rp 20 triliun dan sampai medio 31 Agustus 2011 sudah terealisasi, bahkan realisasi tersebut telah melewati target anggaran yang mencapai Rp 20,2 triliun.
    "Dalam penyaluran dana KUR ini, saya merasa bangga karena Provinsi Bangka Belitung terdepan dalam penyalurannya kepada masyarakat," katanya.
     Ia menegaskan bahwa pemerintah akan tetap memperhatikan pelaku usaha mikro agar tetap eksis dalam mengembangkan usahanya. (cr03)

Bupati Akui Anggaran Pemkab Defisit

ShareSUNGAILIAT - Perubahan Kebijakan umum Anggaran (KUA) dan PPAS tahun anggaran 2011 Kabupaten Bangka, diterima dan disetujui oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangka Dalam Sidang Paripurna DPRD Bangka, Senin (12/9).
    Penandatanganan dari kebijakan perubahan anggaran itu sendiri dilakukan oleh Ketua DPRD Bangka Parulian Napitapulu Sip bersama Bupati Bangka Yusroni Yazid, di Gedung DPRD.
    Dalam sambutannya, Bupati Yusnoni Yazid menyampaikan APBD Kabupaten Bangka pada tahun 2011 secara umum untuk rancangan perubahan anggaran tahun 2011, relatif tidak berubah dengan APBD induk.
    "Hanya terjadi terhadap berbagai singkronisasi yang disebabkan karena ada penundaan kegiatan dalam belanja langsung yang semula sudah tertampung dalam APBD Induk," kata Yusroni.
    Terkait dengan perkembangan krusial dari berbagai faktor perkembangan eksternal dan internal yang ada sehingga sangat berdampak dengan kepada pendapatan daerah, belanja daerah serta terjadinya defisit anggaran, sehingga penyusunan untuk anggaran perubahan ini masih banyak terdapat kekurangan untuk diminta sumbang, saran dan kreatif yang konstruktif dari para anggota dewan yang terhormat dalam rangka untuk perbaikannya.
    "Dengan demikian dari sini kita harap akan muncul perbaikan yang berpihak kepada kebijakan yang berpihak kepada derajat pembangunan untuk masyarakat," ulas Yusroni.
    Dalam rapat paripurna kemarin itu juga dilakukan penyerahan dan penyampaian terhadap nota keuangan, tentang perubahan APBD Kabupaten Bangka tahun 2011 serta draft TA 2011.
    Sementara Ketua DPRD Bangka Parulian Napitapulu menyampaikan, dengan disahkannya KUA dan PPAS perubahan ini, telah dituangkan dalam kesepakatan dalam nota keunagan, akan berdampak positif untuk pembangunan bagi masyarakat di Kabupaten Bangka.
    Dalam kesempatan kemarin juga selesai dilakukan sidang paripurna dilanjutkan dengan acara halal bi halal antara pihak eksekutif dan instansi terkait yang menghadiri sidang paripurna bersama dengan anggota DPRD, serta para pimpinan. (mg08)

Pejabat Pemkab Diputar-putar

ShareSUNGAILIAT - Dalam waktu dekat ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka akan melakukan perputaran pejabatnya.
    Itu ditegaskan Bupati Bangka Yusroni Yazid, Senin (12/9) selesai menghadiri rapat Paripurna di DPRD Bangka dengan agenda Pengesahaan KUA PPAS APBD Kabupaten Bangka Tahun 2011.
    "Dalam waktu dekat Pemkab kembali akan melakukan rolling jabatan pejabat khususnya Eselon IIB Dan IIIA yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka," kata dia.
    Namun Yusroni buru-buru mengatakan lagi, bahwa yang ia lakukan bukanlah dikategorikan sebagai mutasi, karena alasannya ada 2 jabatan yang kosong, dan itu harus diisi.
    "Dan yang mengisi jabatan yang kosong ini juga, berarti harus digantikan posisi lamanya, jadi jelas ini bukan mutasi, hanya rolling tempat yang kosong," katanya.
    Penggantian jabatan yang dilakukan itu sendiri khusus dilakukan untuk menggantikan para pejabat yang telah memasuki masa pensiun, dan juga untuk mengisi beberapa jabatan yang ditinggalkan oleh pejabat sebelumnya yang pindah ke Provinsi Bangka Belitung.
    "Jadi jabatan-jabatan yang kosong sekarang tersebut harus segera diisi agar kinerja kerja dapat berjalan dengan sebagaimana mestinya, sementara pejabat yang kosong seperti Pak Taufik Rani dan Pak Ifran Rasyid mutasi ke Pemprov," ulas Yusroni.
    Dijelaskan dia lagi, kemungkinan pelantikan pejabat yang baru akan dilakukan dalam minggu-minggu ini juga, namun untuk hari dan tanggalnya belum dapat ditentukan karena adanya revisi dari surat penggantian pejabat tersebut.
    Selain Itu proses rolling inipun akan dilakukan pada bulan Desember nanti karena untuk mengisi jabatan yang kosong yang ditinggal oleh pejabat yang lama, yang sudah habis masa baktinya, yang telah memasuki usia 58 tahun.
    "Namun masa jabatan itu sendiri dapat diperpanjang jika tenaga dari yang bersangkutan masih diperlukan," kata dia lagi.
'    Nah, saat ditanya untuk pengajuan masa jabatan itu sendiri maksimalnya, sesuai dengan aturan bisa diperpanjang untuk berapa kali, kata bupati perpanjangan masa jabatan untuk pejabat yang telah memasuki usia pensiun, sesuai aturan maksimalnya 2 kali.
    Dan itupun harus dengan pertimbangan-pertimbangan melalui persyaratan khusus.
    "Namun untuk di Pemerintahan Kabupaten Bangka sendiri telah kita sepakati cukup satu kali untuk perpanjangan massa jabatan bagi para pejabat yang telah memasuki masa pensiun, supaya ada pengkaderan, dan perpanjnagan masa bakti juga dapat dilakukan untuk pejabat eselon II ke atas seperti IIB, IIA mungkin dapat dilakukan perpanjangan 2 kali," tandasnya. (mg08)

Menteri: Pemuda Babel Keren

ShareUNGAILIAT - Menteri Negara Koperasi dan UKM RI, Sjarifuddin Hasan mengajak kepada pemuda di Provinsi Bangka Belitung untuk menjadi wirausaha.
    "Pemerintah akan berusaha membantu bagi pelaku usaha pemula agar tumbuh dan berkembang," katanya di Sungailiat, Senin (12/9) saat melakukan kunjungan kerjanya.
    Dalam kunjungan Menteri Koperasi dan UKM RI, yang dipusatkan di gedung Sepintung Sedulang Sungailiat, didampingi Direktur utama LPDP, dan pejabat kementerian koperasi dan UKM serta  hadir pula Gubernur Bangka Belitung, Bupati Bangka, Walikota Pangkalpinang dan sejumlah Bupati di Provinsi Bangka Belitung.
     "Saya yakin pemuda Bangka Belitung mampu menjadi wirausaha yang handal dan nantinya pula mampu bersaing baik ditingkat lokal, Nasional dan Internasional," katanya.
     Ia mengharapkan, dengan kehadiran generasi muda Bangka Belitung menjadi wirausaha pemula tentu akan menambah jumlah pelaku usaha di daerah serta jumlah Nasional.
     Dijelaskan, pelaku usaha Nasional sampai dengan sekarang baru mencapai 0,24 persen dan diharapkan dengan kehadiran pelaku usaha pemula dari Bangka Belitung dapat meningkatkan jumlah pelaku usaha di Indonesia.
     "Kalau pelaku usaha pemula yang dilakukan oleh pemuda Bangka Belitung mengalami kendala permodalan dapat menghubungi LPDP di Jakarta, karena saya yakin usaha untuk menjadi pelaku usaha yang handal tetap mendapat dukungan sepenuhnya," ujarnya.
     Dengan demikian kata dia, ke depan Provinsi Bangka Belitung tidak hanya dikenal Laskar Pelangi, namun juga dikenal dengan gerakan koperasi dan UKM.
     "Dengan dikenalnya daerah ini sebagai gerakan koperasi, saya berharap Provinsi Bangka Belitung juga nantinya terkenal dengan pengusaha-pengusaha pemula," jelasnya.
     Dengan gerapakn koperasi dengan melahirkan wirausaha pemula, dengan sendirinya akan terkenal dan menjadi percontohan bagi daerah lain di Indonesia.
     Ia yakin, bahwa pemerintah daerah di Provinsi Bangka Belitung sangat memperhatikan pelaku usaha mikro kecil dan menengah, bahkan dirinya juga berharap nantinya gedung pemasaran Koperasi dan UKM di Jakarta akan merencanakan pencanangan One Village One Product menjadi ikon produk seluruh Indonesia.
     One Village One Product kata dia, bukan berarti satu daerah hanya menghasilkan satu prodak yang diunggulkan, bahkan melaku pelaku usaha kecil dan menengah diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk menciptkan kreativitas dan enovasi menciptakan prodak unggulan lainnya.
      "Prodak dihasilkan harus mempunyai nilai tambah yang berkelanjutan sehingga kedepannya banyak prodak unggulan yang beragam tidak hanya kain cual saja," demikian katanya. (cr03)

Waspadai Ancaman Kebakaran

ShareMERAWANG - Camat Merawang, Thony Marza mengimbau kepada seluruh elemen masyarakat khususnya masyarakat yang tinggal di Kecamatan Merawang dan sekitarnya untuk mewaspadai terjadinya kebakaran hutan.
    Apalagi saat ini sedang musim kemarau, kalau tidak hati-hati maka akan berakibat fatal dan sudah pasti tidak ingin hal buruk apapun terjadi.
    Hal ini sebagaimana yang disampaikannya saat ditemui Radar Sungailiat, Senin (12/9) di ruang kerjanya.
    Dia sangat mewanti-wanti warganya untuk lebih berhati-hati dan antisipasi jika-jika terjadi kebakaran pada musim kemarau seperti sekarang ini.
    “Kami tidak melarang untuk masyarakat ingin membakar misalnya untuk membuka lahan baru perkebunan, tapi tolong setelah dibakar jangan ditinggal begitu saja, karena pada saat seperti sekarang ini, kalau terjadi kebakaran maka sangat sulit untuk mengendalikan api," pintanya.
    Selain meminta masyarakat untuk tetap selalu waspada, Thony Marza juga menekankan kepada para perokok agar jangan sembarangan membuang puntung rokok, karena apabila api yang ada pada rokok masih menyala dan didekatkan pada benda yang mudah terbakar, maka akibatnya akan sangat berbahaya.
    Ia pun berharap agar imbauan ini dapat dicermati dan dilaksanakan dengan baik oleh seluruh masyarakat, karena tujuannya adalah untuk kebaikan dan keselamatan bersama, harap Thony Marza. (cr04)

Besi Jembatan Perimping Dijarah

ShareRIAUSILIP — Besi pembatas jembatan lama Sungai Perimping Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka, yang sudah didirikan sejak tahun 1901, dengan pajang sekitar 300 meter banyak hilang akibat di jarah oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Walaupun selebihnya memang ada yang keropos dimakan usia dan rusak.
    Camat Riau Silip M Ansori Muslim Msi mengharapkan kepada pihak terkait agar dapat melakukan pemeliharaan terhadap jembatan tersebut, mengingat jembatan tersebut adalah salah satu jembatan tertua yang ada di Bangka, yang didirikan pada zaman kolonial Belanda sebagai sarana tranportasi utama di zaman dulu.
    “Saya sangat prihatin dengan kondisi jembatan tersebut, karena besi pembatannya banyak dijarah orang,” ungkapnya, Jumat, (12/9) kemarin diruang kerjanya.
    Dijelaskannya ke depan pihak Kecamatan Riau Silip akan melakukan pemeliharaan terhadap beberapa objek peninggalan yang bersejarah di zaman dahulu yang ada di wilayah tersebut termasuk jembata lama Sungai Perimping yang usianya sudah mencapai seratus tahun lebih ini.
    “Kami berencana kedepannya jembatan ini akan menjadi icon untuk Kecamatan Riau Silip,” jelasnya.
    Selain itu juga ia menambahkan di sungai Perimping juga kedepannya akan dilakukan pengembangan di sektor pariwisata air, seperti sarana olahraga dayung, memancing dan lain sebagainya.
    Ia mengatakan kendala yang dialami oleh pihaknya untuk melakukan pemeliharaan jembatan tersebut adalah minimnya dana yang dimiliki oleh pihak Kecamatan Riau Silip.
    “Untuk saat ini kendala yang ada untuk melakukan pemeliharaan jembatan tersebut adalah pendanaan,” tambahnya.
    Ia mengharapkan dengan kondisi jembatan Sungai Perimping yang lama ini dapat menjadi perhatian oleh pihak-pihak terkait yang ada sebagai salah satu sarana objek wisata bagi masyarakat. (trh)

Puasa, 4 Narkoba Diberangus

ShareSUNGAILIAT - Jajaran Kepolisian Polres Bangka berhasil mengungkap 4 kasus peredaran narkoba sejak bulan Ramadhan sampai habis lebaran ini.     Kasus narkoba terbanyak adalah  pada saat bulan ramadhan lalu sebanyak 3 kasus dan setelah lebaran sebanyak 1 kasus untuk jenis ganja dan sabu-sabu.
    Kapolres Bangka melalui Kasat Narkoba Iptu. Hendra Firmanto disela-sela pam pengamanan di Desa Zed Sabtu malam (10/9) lalu mengatakan rata-rata pelaku yang tertangkap adalah sebagai pemakai.
    Pada bulan ramadhan lalu berhasil ditemukan pemakai ganja saat terjadi  kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) di dekat  SPBU Sinar Jaya yang  ternyata pada saat anggota  buser Reskrim  kerumah tersebut begitu digeledah malah ditemukan ganja 3 paket ukuran sedang.
    Informasi sebelumnya ganja tersebut  berjumlah 2 Kg  tapi ketika  ditemukan dan pelaku tertangkap mengaku sudah habis karena  dipakai sendiri olehnya.
    Narkoba selanjutnya ditemukan di Kelurahan  Sri Menanti, pada kasus ini orang yang tertangkap mengaku disuruh  pegang barang haram tersebut sebanyak 14 paket dan ia mendapatkan bonus untuk memakainya.
    Dari keterangannya dan pengembangan penyelidikan petugas berhasil menangkap lagi pelaku narkoba jenis ganja di Selindung Indah.
    Pada saat lebaran sempat tidak ada penangkapan, namun setelah itu ada dua kasus hasil pengembangan penyelidikan sebelumnya dan petugas berhasil menangkap JN dan AL yang membeli narkoba jenis ganja di Pangkalpinang lalu hingga saat ini sedang di kembangkan jaringannya kemana saja karena informasinya selanjutnya hasil pengembangan penyelidikan mengarah kepada bandar walau belum bisa dipastikan  besar atau kecil karena namanya baru terdengar.
    Sementara satu kasus shabu pelaku yang tertangkap di Kelurahan Parit Padang  petugas berhasil menemukan 2 paket 1 sedang dan 1 kecil jenis shabu-shabu. Pelaku ketangkap tangan saat memegang barang bukti ketika hendak mau pakai. Namun sebelumnya sudah ditemukan peralatan untuk menggunakan seperti bong dan pipet yang masih baru.
    "Tiga pengungkapan sebelum lebaran dan satu setelah lebaran, pelaku rata-rata pemakai," jelas Kasat Narkoba. (trh)

Cuaca Parah, Nelayan Melaut

ShareBELINYU — Nelayan di Kecamatan Belinyu tetap melaut, meskipun kondisi cuaca dan permukaan air laut tinggi.
    Sejak 3 minggu lalu, kondisi cuaca seperti ini sudah berlangsung dengan ketinggian gelombang mencapai 1 meter hingga 1,5 meter, disertai dengan angin kencang, hal ini berdampak pada tingginya harga jual ikan di pasaran.
    Salah satu nelayan di Tanjung Ru Belinyu, Lakbung  mengatakan walaupun kondisi cuaca ekstrim di laut sebagian nelayan tetap melaut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. Cuaca seperti ini harga ikan di pasaran menjadi tidak stabil, lebih cenderung mengalami peningkatan harga jual ikan.
    “Untuk saat ini walaupun cuaca sedang buruk kami tetap melaut, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari,” ungkapnya, Senin (12/9) kemarin.
    Hasil tangkapan ikan sedikit menurun, menyebabkan  harga ikan tenggiri mengalami peningkatan yang cukup drastis, mencapai harga 60 ribu per kilo sebelumnya harga perkilo sebesar Rp 40 ribu hingga Rp 50 ribu, namun saat ini harganya sedikit mengalami peningkatan.
    “Kondisi seperti ini akan terus terjadi, karena akan memasuki musim barat, yang akan diawali sekitar bulan November mendatang, dan berakhir sekitar bulan Maret,” ungkapnya.
    Dengan keadaan cuaca seperti ini, ia memprediksi  ketinggian gelombang air laut akan mengalami peningkatan, hal ini difaktorkan memasuki musim angin barat.
    Saat ini nelayan yang ada sebagiannya menambatkan perahu di dermaga mengingat kondisi bulan dalam keadaan purnama.
    “Saat ini kami stop dulu, karena bulan terang, biasanya kalau melaut kami selama 3 hari baru balik,” ujarnya.
    Ketika disinggung terkait alat komunikasi jarak jauh, ia mengaku di kapal jaring tangkap miliknya tidak memiliki alat komunikasi dengan pihak pelabuhan setempat. Sehingga masih menggunakan alat biasa yang dan kemampuan alami berdasarkan pengalaman selama menggeluti profesinya sebagai nelayan.
    Sementara Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesi (HNSI) Kabupaten Bangka, Ratno Daeng Mappiwali  mengimbau kepada seluruh nelayan yang ada agar waspada dengan kondisi cuaca yang terjadi saat ini, mengingat ketinggian gelombang air laut menghadapi musim barat akan lebih ekstrim.
    “Kami mengaharapkan para nelayan agar lebih mewaspadai dengan cuaca seperti ini, karena kondisi gelombang cukup tinggi,” imbaunya. (trh)
 
 

UBB Bidik Mahasiswa Kurang Mampu

ShareMERAWANG - Saat ini, Universitas Bangka Belitung (UBB) sedang fokus untuk melaksanakan program baru.
    Program baru itu yakni program yang langsung menyentuh ke mahasiswa yang kurang mampu namun memiliki potensi akademik yang cukup lumayan.
    Hal itu dikatakan Rektor UBB, Prof Dr Bustami Rachman saat dijumpai Radsul di ruang kerjanya, kemarin.
    "Kami sat ini sedang konsen untuk melaksanakan program baru di UBB yang mana program ini dimaksukan untuk langsung menyentuh kepada kalangan Mahasiswa yang memiliki potensi bagus, namun tidak mampu. Makanya kita bantu bagi mereka yang mau kuliah di UBB. Tapi Mahasiswa yang akan kita berikan beasiswa yang kami sebut dengan program beasiswa Bidik Misi ini, sudah harus melalui survey, sehingga dari hasil survey tersebut akan diketahui bahwa yang bersangkutan memang miskin atau hanya memanfaatkan surat miskin  atau keterangan tidak mampu dari kelurahan atau desa," ujarnya.
    Nah, ujarnya lagi, kesempatan ini terbuka bagi semua mahasiswa yang punya potensi tinggi, baik dalam prestasi akademik maupun non akademiknya, bahkan 20 persen dari jumlah mahasiswa baru bisa mendapatkan program beasiswa ini.
    Anggaran untuk pelaksanaan Bidik Misi ini adalah merupakan program Beasiswa yang diperoleh dari Departemen Perguruan Tinggi (Dikti) atas perintah Kementerian Pendidikan Nasional Republik Indonesia (Kemendiknas RI).
    "Dan mulai tahun 2012 nanti akan banyak lagi program-program baru kami yang akan kami lakukan, namun saat ini belum dapat dilaksanakan karena masih dalam proses persetujuan, namun kami dari UBB sudah siap untuk menjalankannya. Karena UBB hadir sebagai universitas yang dipersiapakan untuk menyosong peradaban Bangka Belitung dan Indonesia menjadi lebih baik dan unggul,” katanya. (cr04)

Tempat Jagal Bakal Diperluas

ShareSUNGAILIAT - Rumah Pemotongan Hewan (RPH) atau yang akrab disebut tempat jagal, milik Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispernak) Kabupaten Bangka segera diperluas ruangan pemotongan hewan karena untuk meningkatan kapasitas pelayanan pemotongan hewan.
    "Saat sekarang kemampuan sarana RPH yang tersedia hanya mampu memotong maksimal empat hewan, dan setelah diperluas mampu memotong hewan mencapai belasan ekor sapi," kata Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanianian dan Peternakan Kabupaten Bangka, H. Rahmani, di Sungailiat, Senin (12/9).  
     Ia mengatakan, panitia pelaksana kegiatan dikerjakan oleh pemerintah Provinsi Bangka Belitung melalui instansi terkait dengan dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) tahun 2011, dengan total dana sebesar Rp 520 juta.
     "Diharapkan pelaksanaan kegiatan selesai sampai akhir tahun 2011 sehingga dapat segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat atau pedagang," katanya.
     Rahmani mengatakan, fasilitas yang akan akan dibangun berupa penambahan ruang pemotongan, sekretariat serta pagar bagunan serta lainnya.
    "Ruang potong yang tersedia sekarang masih sangat terbatas, namun setelah ditambah ruang nantinya mampu menampung lebih banyak dari yang ada sekarang," ujarnya.
    Diharapkan  setelah bangunan RPH selesai direhab, semua pedagang daging hendaknya memotong hewan di tempat yang telah disediakan agar mempermudah dilakukan pengawasan.
    "Saya akui karena fasilitas yang terbatas, sejumlah pedagang daging memotong hewan sebagian di pemotongan sukarela atau ditempat lainnya," jelasnya.
     Dengan difokusnya tempat pemotongan kata dia, pihaknya lebih mudah mengawasi semua hewan sehingga daging yang dijual di pasar dalam kondisi aman dikonsumsi serta tetap higeinis.
    "Hewan yang dinyatakan sakit dilarang untuk dipotong dan dijual kemasyarakat karena dikhawatirkan akan menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan," demikian Rahmani. (cr03)

Puntung Rokok Sebabkan Kebakaran

ShareSUNGAILIAT - Personel kebakatan Unit Pelayan Teknis Daerah (UPTD) Kebakaran Kabupaten Bangka, sejak datangnya musim kemarau telah berhasil menjinakkan 19 titik kebakaran hutan di wilayah kabupaten setempat.
    "Dari 19 titik kebakaran, terbanyak adalah kawasan hutan di Sungailiat disusul dengan daerah hutan di kecamatan lain," kata Kepala UPTD Kebakaran, Kabupaten Bangka, Imron di Sungailiat, Senin (12/9).
    Untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat terhadap kebakaran kata dia, pihaknya menugaskan penyiagaan sejumlah personel di pos selama 24 jam, petugas tersebut segera meluncur di lokasi kebakaran sesuai informasi dari masyarakat.
     "Kami selalu siaga di pos siang dan malam untuk mengantisipasi kalau sewaktu-waktu terjadi kebakaran," katanya.
     Imron mengakui, armada atau mobil kebakaran yang tersedia serta ketersediaan jumlah personel tentunya masih sangat terbatas jika dibanding dengan luas wilayah serta jarak tempuh di masing-masing kecamatan.
     "Saat sekarang kami hanya memiliki satu unit mobil kebakaran ditambah dengan sejumlah petugas, idealnya untuk melayani di delapan kecamatan hendaknya tersedia enam unit mobil kebakaran," katanya.
     Dengan kemampuan ketersediaan armada yang memadai kata dia, bisa untuk melayani satu unit mobil untuk satu atau dua kecamatan termasuk ditambah dengan sopir minimal lima orang lagi.
     "Meskipun jumlah armada dan personel yang terbatas jumlahnya, tetapi tidak mengurangi semangat kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," katanya.
     Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak membakar hutan sembarangan karena berpotensi penyebar apinya di tempat lain, serta melarang membuang putung rokok di kawasan hutan yang terdapat banyak daun kering.
     "Kebakaran hutan yang sering terjadi dilebih diakibatkan membuang puntung rokok sembarangan dan disebabkan persoalan lainnya," katanya.
     Sementara untuk stok air sendiri kata dia, sampai sekarang belum mengalami kesulitan karena volume air di sumur masih tersedia banyak serta dibantu pasokan air dari sejumlah kolong atau tempat bekas penambangan biji timah yang menampung banyak air. (cr03)

Sapi Kurban Segera Dipasok

ShareSUNGAILIAT - Sebanyak sekitar 200 ekor sapi dari luar pulau Bangka segera akan dipasok ke Kabupaten Bangka untuk mencukupi kebutuhan kurban di daerah setempat.
    "Tahap awal, diperkirakan dua minggu lagi sebanyak 200 sapi kurban yang akan dijual oleh sejumlah pedagang segera masuk dari Lampung, Jawa dan daerah lain diluar pulau Bangka," kata Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Bangka, Rahmani di Sungailiat, Senin (12/9).
    Ia mengatakan, semua sapi kurban tersebut sebelum dipasok terlebih dahulu sudah dilakukan uji kesehatan oleh pemerintah daerah asal serta dilakukan yang sama di karantina hewan di pelabuhan penyeberangan.
     "Setelah sampai dilokasi, kami juga melakukan pemeriksaan kesehatan kembali untuk menyatakan kalau hewan atau sapi tersebut benar-benar sehat," jelasnya.
     Menurutnya, kebutuhan sapi kurban pada tahun ini diperkirakan tidak mengalami peningkatan dibanding tahun sebelumnya yakni berkisar 300 ekor sapi, dan sisa sapi yang belum dipasok menyusul pada minggu berikutnya.
     "Semua hewan yang didatangkan dari luar Pulau Bangka akan melalui pelabuhan penyeberangan Muntok, Kabupaten Bangka Barat dan pelabuhan penyeberangan lain," jelasnya.
     Dikatakan, meskipun selama ini tidak pernah ditemukan sejumlah sapi kurban yang sakit, namun pengawasan tetap dilakukan oleh pihanya sebagai upaya antisipasi.
    "Pengawasan terhadap hewan kurban memang membutuhkan konsentrasi karena pemotongannya dilakukan tidak satu tempat melain dibeberapa tempat yang berbeda oleh panitia kurban," katanya.
     Sementara untuk hewan kurban kambing kata dia, sampai sekarang belum ada informasi kepastian pasokannya mengingat jumlahnya lebih banyak dibanding dengan sapi.
     "Saya mengharapkan kepada panitia kurban untuk menghubungai petugas kesehatan hewan sebelum hewan tersebut dipotong untuk menyatakan apakah hewan tersebut layak atau tidak dipotong," katanya. (cr03)
     

Titik Api Belum Ditemukan

ShareSUNGAILIAT - Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bangka, Arman menyatakan bahwa sampai sekarang pihaknya belum mendapatkan informasi mengenai titik api di sejumlah tempat yang berpotensi terjadinya kebakaran.
     "Sampai dengan sekarang saya belum mendapatkan informasi baik langsung dari masyarakat maupun dari satelit mengenai adanya titik api yang bisa menimbulkan kebakaran," katanya di Sungailiat, Senin (12/9).
     Meskipun begitu kata dia, pihaknya tetap waspada dan meningkatkan koordinasi dengan pihak pemadam kebakaran serta masyarakat untuk segera mengambil tidak cepat jika terjadi kebakaran.
     "Masyarakat selain harus menjaga lingkungan dan hutannya agar tetap aman dari jangkauan api, masyarakat juga harus segera melapor jika terjadi kebakaran di wilayahnya," katanya.
     Menjaga lingkungan hutan agar tetap aman dari kebakaran kata dia, hendaknya kepedulian serta keterlibatan masyarakat setempat sangat dibutuhkan, karena tanpa ada peran serta dari masyarakat langsung tentu sangat sulit mengantisipasinya.
     "Dengan kondisi musim yang sampai sekarang belum juga turun hujan, saya juga mengharapkan kepada semua masyarakat untuk tidak membakar bahan yang mudah terbakar secara sembarangan, serta tidak mempergunakan api dalam hutan karena mudah menimbulkan kebakaran," jelasnya.
     Masalah tananam bunga di sejumlah jalan di Kota Sungailat kata Arman, melalui petugasnya setia pagi melakukan penyiraman bunga termasuk bunga bungenvil disepanjang jalan Jenderal Sundirman Sungailiat yang mulai mengering akibat cuaca panas yang tinggi.
    "Penyiraman yang kontinyu dilakukan hanya sebantas upaya pencegahan agar jangan sampai tanaman bunga tersebut mati, dan kalaupun ada yang mati akan segera kami ganti dengan tanaman sejenis," ujarnya.
     Arman mengatakan, air untuk menyiram bunga diambil dari waduh air mempergunakan mobil tenki air dengan kapasitas lima ton dan langsung melakukan penyiraman. (cr03)

Mapur dalam Bahaya!

ShareRIAUSILIP - Warga Desa Mapur mengeluhkan aktifitas penambangan yang dilakukan oleh PT Timah beserta beberapa pengusaha pertambangan swasta lainnya yang menambang kebanyakan dalam bentuk TN pada KP (Kuasa Pertambangan) Timah di wilayah Desa Mapur.   
    Pasalnya akitifitas penambangan yang dilakukan sejak beberapa tahun terakhir ini sudah merusak bahkan menghilangkan sebuah sungai beserta anak sungai lainnya yang ada di daerah tersebut.
    Para warga yang berasal dari enam dusun di Desa Mapur berjumlah sekitar 600-an KK ini menyesalkan aktifitas penambangan yang tidak ramah lingkungan ini.
    Sebuah sungai yang menjadi kebanggaan dan sumber kehidupan sebagian warga mereka sekarang menjadi rusak luluh lantah ditimbun tailing yang sudah tinggi memuncak.
    Menurut beberapa puluhan warga yang mengajak meninjau lokasi penambangan dulunya sungai yang ada sebagai tempat aktifitas warga seperti mencari ikan, udang dan juga digunakan sebagai jalan dari laut oleh kapal keruk KD Mentok, KD Darat dan lainnya menuju ke komplek KD Mentok.
    Namun sekarang yang tersisa adalah tumpukan pasir tailing yang labil dan sangat membahayakan apabila musim hujan bisa longsor menutupi bandar buatan.
    Yang lebih memprihatinkan bandar yang dibuat sekarang hanya seleber 5 meter selain sangat dangkal dan sempit serta berlumpur juga tidak bisa menganti fungsi sungai sebelumnya yang dapat menjadi bahan baku air atau menampung debit air saat musim hujan.
    Berbeda dengan sungai dahulu yang sangat dalam dan lebar sehingga bisa dilewati kapal keruk darat sampai mendekati jembatan dan perkomplekan timah KD Mentok.
    Beberapa waktu yang lalu juga warga sudah mengalami dampak susahnya yakni berupa banjir karena air yang seharusnya ditampung pada sungai sekarang pada bandar menjadi meluap dan membanjiri pemukiman warga serta beberapa jalan.     Kondisi ini bila dibiarkan akan menambah sengsara para warga Desa Mapur sedangkan pihak penambang mendapatkan hasilnya dan warga yang mengalami penderitaan.
       "Sungai ini ada sumber kehidupan warga Mapur. Sebelumnya sungai digunakan untuk mencari ikan, udang dan juga kalau kemarau bisa digunakan, sekarang kita saksikan, inilah buktinya. Kita harapkan pemerintah daerah turun perhatikanlah warga mapur, hasil yang didapat banyak tapi tidak ada dapat apa-apa tidak memberikan keuntungan untuk Desa Mapur," keluh Naga salah satu warga saat bersama meninjau lokasi penambangan pada Sabtu siang (10/9).
    Akibat penambangan ini juga saat musim hujan karena air yang meluap sampai ke pemukiman warga menyebabkan selain susah karena banjir juga tanam tumbuh wargapun rusak.
    Sedangkan efeknya terutama pada musim kemarau ini susah memcari air karena lobang aktifitas  penambangan yang digali lebih dalam dari sumur warga saat ini.
    Para warga juga sangat menyayangkan wilayah penambangan yang merupakan KP Timah luput dari pengawasan ataupun disengaja sehingga rasanya tidak masuk akal kalau daerah penambangan bisa menghilangkan sebuah sungai padahal pastinya secara aturan apabila berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) ada jarak minimal yang harus patuhi namun kenyataannya penambangan TN oleh PT Timah dan perusahaan lainnya malah menghilangkan sebuah sungai.
    "Kita pikir mereka menambang sesuai dengan aturan tapi ternyata tidak, di sini para penambang menggunakan aktifitas dalam bentuk TN. Kita sudah survei dan lihat kondisinya yang begini, kita minta Pemkab Bangka, komisi C DPRD Bangka yang membidangi pertambangan, Dinas Pertambangan dan PT Timah turunlah  ke lapangan," kata Naga.
    Dari peninjauan lokasi penambangan yang tidak ramah lingkungan ini para warga akan membuat laporan kepada pemerintah melaui desa mengenai aktifitas penambangan yang sudah merusak lingkungan ini agar mendapat perhatian kalau tidak diindahkan jangan sampai warga bertindak sendiri karena tidak terima lingkungannya dirusak.
    "Jangan sampai warga Bertindak sendiri, karena khawatir akibat aktivitas penambangan TN ini. Permintaan warga sungai di gali ulang dipindahkan ke posisi semula dan untuk penambangan yang berada dialiran sungai dicabut izinnya," tandas naga yang diiyakan warga Mapur lainnya.
    Sementara PJS Kepala Desa Mapur, Suharpin usai meninjau lokasi penambangan memang membenarkan aktifitas penambangan yang sudah merusak lingkungan ini terutama Sungai Air Mangkok, selama ini juga pihak desa tidak dilibatkan secara penuh karena mereka (PT Timah) merasa ini adalah KP Timah dan wewenang mereka namun karena dampak kerusakannya membawa kerugian bagi warga Desa Mapur itu yang sangat disesalkan.
    Diakuinya tidak ada kontribusi berarti dari para penambang yang ada  kapada Desa Mapur selain memang tidak ada aturannya namun kerusakannya sangat mengancam kehidupan warga Desa Mapur.
    Untuk itu ia bersama warga ia akan meneruskan laporan hasil survey kepada pihak terkait dalam hal ini PT Timah selaku pengeluar izin dengan tembusan kepada Camat Riau Silip, Bupati Bangka dan lainnya agar permasalahan ini ditindak lanjuti .
    Terkait keinginan warga yang akan mengambil tindakan sendiri apabila tidak digubris oleh  pihak terkait lainnya ia meminta para warga jangan sampai melakukan itu karena permasalahan ini harus diselesaikan dengan jalur yang sebenarnya dengan menyurati PT Timah selaku pengeluaran izin bukan dengan tindakan yang anarkis.
    "Namun kalau tidak ada antisipasi dari pihak perizinan pertambangan maka kita dari  desa akan memberhentikan aktifitas pertambangan mereka. Terutama yang berada di area aliran DAS kalau tidak sesuai dengan aturan perizinan penambangan kita minta mereka hentikan," tegasnya. (trh) 

Perampokan di Pugul, Janggal

ShareSUNGAILIAT - Kembali lagi terjadi tindak pidana di wilayah hukum Polres Bangka kali ini menimpa  warga yang berdomisili  di Sungailiat.
    Warga yang berasal dari Palembang dan bekerja pada pengusaha di Kota Sugailiat ini mengaku dirampok saat melintasi sebuah ruas jalan raya Sungailiat-Belinyu pada hari Sabtu kemarin (10/9).
    Tempat kejadian perkara berada di Jembatan Desa Pugul setelah simpang KD Mentok Kecamatan Riau Silip pada hari Sabtu pukul 19.00 WIB.
    Pencurian dengan kekerasan ini dilakukan para pelaku dengan menggunakan sejata api (senpi) terhadap korban Willy Kristiawan (25) dan Deni (24) beralamat di sebuah kontakan sekitar Sri Ayu Jalan Batin Tikal depan Polsek Sungailiat, serta Eduar (21) warga Jelitik Kecamatan Sungailiat.
    Kronologis kejadian berlangsung saat ketiganya mengendarai mobil box dan dihentikan oleh pelaku yang mengendarai sepeda motor Honda Tiger namun tidak diketahui plat nomor polisinya.
    Pada saat itu pelaku sengaja membuang tas hitam ke tengah jalan,  tak menyangka akan hal ini Willy pun menghentikan laju kendaraanya namun pelaku menyetop  mobil korban sambil menodongkan senpi ke arah sopir.
    Seketika singkat kejadian pelaku langsung meminta uang yang dibawah korban senilai Rp 80 juta lebih.
    Tidak puas sampai disitu pelaku meminta dompet dan handphone yang dibawa korban lalu setelah mendapatkan hasil curiannya pelaku melarikan diri menggunakan sepeda motor honda tigernya ke arah Sungailiat
    Deni salah satu korban saat ditemui harian ini di Mapolres Bangka, Sabtu malam sekitar pukul 22.00 WIB masih dalam kondisi trauma, sehingga membuat penyidik dari Polres Bangka kesulitan mendapatkan informasi kasus ini.
    “Saya tidak ingat kejadiannya,” ungkap Deni, saat dimintai keterangan oleh penyidik.
    Kapolres Bangka AKBP Asep Ahdiatna SIK MH melalui Ipda Alpian selaku Kapolsek Riau Silip membenarkan adanya kejadian tersebut, namun ia mengatakan untuk kasus ini masih dalam proses lidik oleh tim gabungan dari pihak Polsek Riau silip dan Polres Bangka.
    ” Benar, Sabtu (10/9) kemarin telah terjadi curas di daerah kami, namun kasus ini masih dilakukan proses lidik,” jelasnya.
    Dijelaskannya dalam kasus ini pihaknya telah melakukan olah TKP, namun ada beberapa hal kejanggalan yang ditemukan dalam kasus ini, dan hingga kini pihaknya masih terus melakukan pengembangan terkait kasus ini.
    “Kami telah meminta keterangan beberapa saksi yang ada di sekitar TKP, namun mereka (masyarakat sekitar)tidak mengetahui adanya kejadian tersebut,” tegas Alpian.
    Sedangkan untuk para korban beserta Aziz selaku pemilik pengusaha pemilik perusahaan   tempat para korban bekerja telah dilakukan pemeriksaan oleh pihak penyidik Polres Bangka, Sabtu malam usai kejadian.
    Dalam hal ini Deni sempat dilarikan ke Instalasi Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Sungailiat, namun berdasarkan visum dari pihak RSUD Sungailiat yang ditangani oleh dokter Betty, Deni tidak mengalami luka sedikitpun, melainkan Deni hanya mengalami pusing dan shok pasca kejadian. (trh) 

Ungsikan Benda Sejarah ke Palembang

ShareSUNGAILIAT - Mengingat Kabupaten Bangka sampai saat ini belum memiliki balai arkeologi untuk menyimpan benda-benda bersejarah, maka benda-benda bersejarah yang ada di lokasi seperti situs Kota Kapur yang ditemukan di wilayah Kabupaten Bangka saat ini, terpaksa disimpan di Balai Arkeologi di Palembang.
    Kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka, Asep Setiawan. "Benda bersejarah yang ditemukan di daerah Kabupaten Bangka di antaranya yang disimpan di Balai Arkeologi Palembang antara lain, berupa arca kapal kayu serta benda yang mengandung nilai-nilai sejarah lainnya yang berhasil ditemukan," terangnya.
    Tambah dia, dengan maraknya aktifitas penambangan yang belakangan kian tidak dapat dibendung, diperkirakan tidak lagi dapat melihat kalau daerah yang mengandung tempat bersejarah dihantam untuk kegiatan penambangan.
    "Maka untuk itu pihak kami terus untuk menjaga dan mengawasi lokasi situs bersejarah  Kota Kapur tersebut misalnya, tidak terjamah oleh aktifitas penambangan dan malah dijarah oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab," sesalnya.
    Jabar dia lagi, beberapa waktu lalu situs Kota Kapur yang mempunyai nilai sejarah tersebut sempat terjamah oleh aktifitas penambangan timah, namun saat ini aktifitas penambangan timah ilegal yang ada dekat kawasan situs Kota Kapur sudah dapat diatasi.
    Saat ini para penambang pun sudah mulai menjauh dalam melakukan aktifitas penambangan dari situs Kota Kapur.
    "Kita sangat berharap kepada seluruh lapisan masyarakat untuk dapat menjaga agar situs yang kita miliki tersebut jangan sampai hilang. Dan kita berharap masyarakat dapat terus mendukung adanya keberadan dari situs bersejarah tersebut, agar tetap ada,' pintanya.
    Makanya dia menegaskan ini semua tidak menjadi tanggungjawab dari pemerintah semata, namun untuk mendukung agar situs situs yang punya nila nilai sejarah itu tetap utuh kebedaraannya masyarakat pun harus bahu membahu untuk menjaga keberadan dari situs bersejarah yang punya nilai sejarah yang sangat tinggi, dari sejarah kehidupan yang ada di dunia ini.
    "Terutama sejarah yang berkaitan dengan Pulau Bangka Belitung ini sendiri," harapnya .(mg08)

Urusan Cewek, 11 ABG Disel!

ShareSUNGAILIAT- Perkelahian antara sekelompok pemuda Desa Kemuja dengan pemuda Desa Zed pada Jum’at malam lalu dipicu oleh beberapa pemuda Desa Petaling yang memainkan gas motornya.
    Hal itu menimbulkan suara bising yang ditimbulkan dari knalpot racingnya tersebut.      Ketika ditegur oleh pemuda Desa Zed yang sedang main gaple mereka merasa tidak senang yang akhirnya pemuda Desa Petaling tersebut malah menantang para pemuda Desa Zed tersebut untuk berkelahi di ujung kampung sehingga perekelahian pun tak terelakkan.
    Berdasarkan informasi lainnya yang berhasil dihimpun Radsul dari Kepala Desa Petaling Rudi Karmidi  saat Karmidi mendatangi Mapolres Bangka hari Sabtu kemarin (10/9) menceritakan kejadian ini bermula di mana pada Jum’at malam lalu pemuda Desa Petaling tersebut frustasi lantaran habis diputus pacarnya yang ada di Desa Zed.
    Karena frustasi diputus pacarnya, pemuda Petaling  yang habis bertandang ke rumah pacarnya langsung pulang dan memainkan gas suara motornya dengan sekencang kencang sehingga membuat sekumpulan orang Zed yang sedang main gaple menegur pemuda Desa Petaling tersebut.
    "Tidak terima dengan teguran tersebut, pemuda Petaling itu meminta nomor Hp orang Zed dengan maksud untuk menantang berkelahi di ujung Kampung perbatasan antara desa`petaling dengan desa Zed. Dia minta nomor Hp orang Zed dengan maksud kalau mau berantem, mereka (pemuda Desa Petaling, red) tunggu di ujung Desa Kemuja,” kata Karmidi
    Lanjut Karmidi, selang beberapa jam kemudian terlihat beberapa pemuda Petaling dan pemuda Zed saling cekcok mulut namun ditengahi oleh aparat desa setempat dan akhirnya para pemuda tersebut membubarkan diri.
    Aparat desa menyangka permasalahan tersebut sudah selesai tetapi ternyata  percekcokan tersebut kembali terjadi dan akibat pengaruh minuman keras akhirnya sampai terjadi perkelahian antara pemuda desa Petaling dan Desa Zed.  Akibat pekelahian tersebut warga Desa Zed Ruslan Effendi mengalami luka memar di bagian wajah akibat dipukul massa saat terjadi perkelahian tersebut, setelah kejadian tersebut dari tiga kepala desa terkait yakni kepala desa Petaling, Kemuja dan Desa Zed sudah bertemu dan sepakat untuk berdamai.
    "Karena beberapa warga kita yang terlibat dalam perkelahian masih bersatus pelajar dan kesepakatan damai tersebut juga melibatkan pihak orang tua mereka dan bila masih juga belanjut maka mereka akan masing-masing yang akan bertangung jawab, kalau sampai diproses secara hukum nantinya,” jelas Karmidi
    Dikatakannya lagi  dalam perkelahian tersebut sebanyak 11 orang terdiri dari 3 orang pemuda asal Desa Petaling dan 8 orang pemuda asal Desa Zed diamankan di Mapolres Bangka untuk diminta keterangan di Mapolres Bangka pada hari Sabtu (10/9) terkait terjadinya perkelahian antara pemuda Desa Kemuja dan Desa, Zed sekitar pukul 22.00 WIB Jumat malam (09/09) namun pihaknya mengupayakan dengan pihak aparat Desa Zed menyelesaikan permasalahan tersebut dengan cara damai.
    “Tiga kepala desa yakni Desa zed, Desa Kemuja dan Desa Petaling berembuk untuk proses damai. Itu kita lakukan karena kita kasian dengan anak anak kita yang masih sekolah dan itu yang kita fikirkan. Akan tetapi juga kita juga harus melibatkan orang tua. Kalau tidak melibatkan orang kita takutkan dikemudian hari akan terjadi konflik yang sama,“ Harap Karmidi.
    Jika nanti timbul kesepakatan antara semua pihak yang terlibat namun dikemudian hari terjadi lagi permasalah tersebut maka kita serahkan kepada hukum menindak lanjutinya. Artinya jalan damai dengan melibatkan orang tua dan tokoh agama tetapi dibelakang hari bila terjadi lagi maka mereka siap untuk diproses lagi.
    Sementara itu Kapolres Bangka AKBP Asep Ahdiatna SIK MH membenarkan sebanyak 11 pemuda dari Desa Petaling dan Desa Zed diamankan di Mapolres Bangka untuk dimintai keterangan terkait perkelahian yang terjadi sekitar pukul 22.00 WIB Jumat malam (09/09) lalu. ”Dari hasil pemeriksaan sementara pemicu permasalahan perkelahian karena hal sepele, pemuda Desa Petaling tersebut ditegur warga Desa Zed karena suara knalpot motor yang nyaring dan tidak terimah ditegur akhirnya berkelahi antara pemuda kedua desa tersebut,” katanya
    Menurut Kapolres Bangka AKBP Asep Ahdiatna SIK MH, dihimbau kepada para toko agama, masyarakat, aparat desa serta orang tua untuk dapat menghimbau kepada anak-anaknya untuk tidak mudah terpancing isu-isu tidak benar yang sengaja memprovokasi sehingga menyebabkan permusuhan atara pemuda di desa.
    ”Masih dalam suasana Idul Fitri 1 Syawal 14 32 Hijiriyah hendaknya kita semua mengedepankan sikap saling maaf-maafkan, persaudaraan sehingga suasana desa kita menjadi aman dan memang sudah ada niat baik dan kesepakatan dari pihak aparat ketiga desa yakni Desa Petaling, Zed dan Desa Kemuja untuk berdamai,” pinta Kapolres Bangka. (trh) 

"Ini Bukan Gertak Sambal"

ShareSUNGAILIAT - Warga kompleks perumahan Taman Elit Pesona Bangka, yang sebelumnya bakal mengancam akan melakukan aksi massa pada hari Senin (12/9) terkait masalah aliran listrik di kediaman mereka, untuk sementara menarik diri dulu dari rencana tersebut.
    Penundaan itu menurut informasi, karena mereka masih menunggu proses selanjutnya dari hasil negosiasi dari pihak pemerintah daerah berdasarkan, hasil pertemuan yang dilakukan perwakilan warga dengan Sekda Bangka H Tarmizi H Saat, Sabtu (9/9) kemarin.
    Hal itu disampaikan oleh perwakilan warga, Zainal Abidin kepada Radsul, Minggu (10/9).
    Ujar dia, awalnya warga Pesona hari Senin ini akan melakukan aksi massa.
    "Namun, setelah pada hari Sabtu kemarin kita bertemu dengan pihak pemerintah daerah yang diwakili oleh Sekda Bangka H Tarmizi H Saat di rumahnya, ia minta warga untuk dapat menyelesaikan permasalahan melalui koordinasi, dan berjanji akan memfasilitasi keinginan warga tersebut," ujar Zainal.
    Tambah dia, walau sekda sendiri pada hari ini (Senin, 12/9) akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pendidikan, namun sekda telah berjanji akan terus menuntaskan permasalahan tersebut.
    Dan sekda sendiri telah memerintahkan stafnya untuk melakukan koordinasi ke pihak PT PLN terkait pemasangan aliran listrik tersebut.
    Selain itu alasan mereka menunda aksi massa tersebut, karena sejak hari Sabtu (9/9) kemarin pihak instalatir PLN telah mulai melakukan persiapan pengerjaan untuk pemasangan instalasi jaringan listrik di Taman Pesona Bangka.
    Kemudian kondisi aliran listrik yang ada di Pesona Bangka sebelumnya gelap gulita, dikarenakan tidak berjalannya pembangkit listrik tenaga diesel yang dimiliki Taman Pesona Bangka dalam beberapa hari belakang.
    "Tapi kini sudah kembali berjalan dan masyarakat pun telah menikmati adanya penerangan sejak Sabtu (9/9) kemarin," tuturnya.
    Namun walau mereka telah dapat menikmati aliran listrik kembali melalui tenaga pembangkit diesel yang ada, mereka ingin tetap Pesona Bangka dapat dialiri listrik dari PLN.
    "Dan kami pun sebagai perwakilan warga tetap terus akan mengawasi jalannya pemasangan jaringan listrik PLN ke perumahan Pesona Bangka. Dan kami pun telah mengultimatum paling lambat pada bulan Oktober mendatang seluruh jaringan listrik PLN sudah terpasang dan aliran listrik dari pihak PLN, telah dapat dinikmati warga, sesuai janji warga sebelumnya, kalau sampai dengan bulan Oktober warga Pesona Bangka belum dapat menikmati aliran listrik dari PLN, kita akan melakukan aksi massa," ancam Zainal.
    Dan ini katanya tidak sekedar gertak sebagaimana banyak pendapat yang ia dengar. "Tunggu saja kalau hal ini memang belum juga terealisasi," tantang Zainal. (mg08)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More