This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Selasa, 13 September 2011

"Ini Bukan Gertak Sambal"

ShareSUNGAILIAT - Warga kompleks perumahan Taman Elit Pesona Bangka, yang sebelumnya bakal mengancam akan melakukan aksi massa pada hari Senin (12/9) terkait masalah aliran listrik di kediaman mereka, untuk sementara menarik diri dulu dari rencana tersebut.
    Penundaan itu menurut informasi, karena mereka masih menunggu proses selanjutnya dari hasil negosiasi dari pihak pemerintah daerah berdasarkan, hasil pertemuan yang dilakukan perwakilan warga dengan Sekda Bangka H Tarmizi H Saat, Sabtu (9/9) kemarin.
    Hal itu disampaikan oleh perwakilan warga, Zainal Abidin kepada Radsul, Minggu (10/9).
    Ujar dia, awalnya warga Pesona hari Senin ini akan melakukan aksi massa.
    "Namun, setelah pada hari Sabtu kemarin kita bertemu dengan pihak pemerintah daerah yang diwakili oleh Sekda Bangka H Tarmizi H Saat di rumahnya, ia minta warga untuk dapat menyelesaikan permasalahan melalui koordinasi, dan berjanji akan memfasilitasi keinginan warga tersebut," ujar Zainal.
    Tambah dia, walau sekda sendiri pada hari ini (Senin, 12/9) akan berangkat ke Jakarta untuk mengikuti pendidikan, namun sekda telah berjanji akan terus menuntaskan permasalahan tersebut.
    Dan sekda sendiri telah memerintahkan stafnya untuk melakukan koordinasi ke pihak PT PLN terkait pemasangan aliran listrik tersebut.
    Selain itu alasan mereka menunda aksi massa tersebut, karena sejak hari Sabtu (9/9) kemarin pihak instalatir PLN telah mulai melakukan persiapan pengerjaan untuk pemasangan instalasi jaringan listrik di Taman Pesona Bangka.
    Kemudian kondisi aliran listrik yang ada di Pesona Bangka sebelumnya gelap gulita, dikarenakan tidak berjalannya pembangkit listrik tenaga diesel yang dimiliki Taman Pesona Bangka dalam beberapa hari belakang.
    "Tapi kini sudah kembali berjalan dan masyarakat pun telah menikmati adanya penerangan sejak Sabtu (9/9) kemarin," tuturnya.
    Namun walau mereka telah dapat menikmati aliran listrik kembali melalui tenaga pembangkit diesel yang ada, mereka ingin tetap Pesona Bangka dapat dialiri listrik dari PLN.
    "Dan kami pun sebagai perwakilan warga tetap terus akan mengawasi jalannya pemasangan jaringan listrik PLN ke perumahan Pesona Bangka. Dan kami pun telah mengultimatum paling lambat pada bulan Oktober mendatang seluruh jaringan listrik PLN sudah terpasang dan aliran listrik dari pihak PLN, telah dapat dinikmati warga, sesuai janji warga sebelumnya, kalau sampai dengan bulan Oktober warga Pesona Bangka belum dapat menikmati aliran listrik dari PLN, kita akan melakukan aksi massa," ancam Zainal.
    Dan ini katanya tidak sekedar gertak sebagaimana banyak pendapat yang ia dengar. "Tunggu saja kalau hal ini memang belum juga terealisasi," tantang Zainal. (mg08)

Harga Cabe Makin "Merah"

ShareSUNGAILIAT -  Rupanya tidak hanya harga ikan yang masih cukup tinggi dan tidak stabil di pasar ikan tradisional Sungailiat.
    Harga bumbu dapur jenis cabe pun sudah beberapa hari ini ikut tambah pedas, karena stok cabe dari luar daerah Bangka menipis.
    Kata salah seorang penjual bumbu dapur di pasar tradisional Sungailiat, dedek, Minggu (10/9) harga dari beberapa jenis bumbu dapur masih tergantung pasokan barang dari luar karena kebanykan bumbu seperti halnya cabe, bawang dan sejenisnya yang lainnya masih didatangkan dari luar daerah, seperti dari Palembang, Bandung dan Jakarta.
    Sementara hasil perkebunan dari para petani setempat belum memenuhi permintaan konsumen.
    "Jadi, kalau stok barangnya sedikit sedangkan permintaan barang banyak secara otomatis secara hukum ekonomi barang akan naik harganya," terang dedek sambil tersenyum.
    Berkurangnya pasokan jenis bumbu dapur seperti halnya cabe ini mungkin dikarenakan situasi cuaca seperti musim kemarau, atau seperti sekarang banyak tanama cabe yang mati sehingga hasil produksinya pun menurun.Selain itu situasi cuaca yang kurang menentu dan sedikit ekstrim, kapal yang mengangkut pun jadi ngeri berlayar.
    "Kita pedagang kecil seperti halnya pedagang bumbu dapur berharap harga pun bisa stabil karena kalau harga mahal seperti ini, para pembeli pun akan berbelanjanya sedikit, sebatas keperluan saja, kalau harga murah pasti yang beli pun rame dan sekali beli cukup banyak untuk persiapan, atau untuk disimpan," jelasnya.
    Dengan harga yang tinggi seperti ini pedagang tidak berani nyetok banyak-banyak barang yang didagangkan.
    Takutnya, tidak laku dan busuk, maka mereka juga yang bakal rugi keluhnya.
    "Kalau kami pedagang kecil ini pengennya juga harganya stabil, karena kalau harga murah modal yang dikelurakan hanya tidak seberapa juga, kalau mahal seperti ini kita pun harus mengeluarkan modal ekstra," keluhnya.
    Sementara untuk harga cabe kecil yang sebelumnya dijual Rp 25 ribu naik menjadi Rp 40 ribu, untuk cabe besar keriting Rp 35 ribu, cabe besar biasa Rp 30 ribu, bawang merah Rp 15 ribu, bawang putih Rp 12 ribu, bawang bombai Rp 10 ribu/Kg-nya.
    Dan untuk asam Rp 4.000, ketumbar Rp 2.000, kencur Rp 3.000, serai Rp 1.000, kunyit Rp 3.500, kemiri Rp 5.000, pala Rp 7.000, laos Rp 2.000, jahe Rp 3.000 dan belacan penyedap rasa dijual dengan harga Rp 3.000/Ons. (mg08)

"Jangan Ganggu Fasilitas Umum"

ShareMERAWANG - Camat Merawang Thony Marza tak hentinya mengimbau mengingatkan bahkan meminta agar para pemilik Tambang Inkonvensional (TI) yang berada di wilayah Kecamatan Merawang untuk tau dengan peraturan, mana daerah yang boleh ditambang dan mana daerah yang tidak boleh ditambang.
    Hal ini sebagaiamana yang disampaikan Thony Marza kepada Radsul di kantornya beberapa waktu kemarin, menanggapi tertangkapnya beberapa penambang Tambang Inkonvensional yang sedang beraktivitas di seputaran wilayah Jembatan Lingkar Timur Dusun Mudel Desa Air Anyir oleh sejumlah anggota Sat Pol PP dan satuan anggota  Polisi Polres Bangka, termasuk juga tertangkap tangannya seorang penambang yang melakukan penambangan tidak jauh dari lokasi kolam air Baku milik PDAM Tirta Bangka  beberapa waktu yang lalu.
    Kata Thony ia tidak bisa sepenuhnya melarang orang untuk membuka TI, karena salah satu alasannya adalah untuk mata pencaharian masyarakat untuk bertahan hidup.
    "Namun meskipun demikian, semuanya ada aturan mainnya, contohnya tidak boleh ber-TI di tempat atau bisa merusak fasilitas umum, namun apabila tetap  saja, setelah diberikan imbuan, nasehat dan sebagainya, tapi tetap tidak mau nurut, maka itu yang akan kami tindak tegas,” ujar Thony. (cr04)

Bisnis Game Online Menjanjikan

ShareMERAWANG - Nongkrong dan berlama-lama hingga berjam-jam dan larut dalam dunia game online, nampaknya kini semakin menjadi hobi baru bagi sebagian pemuda dan anak-anak sekolah di Desa Pagarawan dan sekitarnya.
     Hal ini yang kemudian mendorong Wulan dan suaminya sejak 10 bulan yang lalu membuka usaha warnet di Desa Pagarawan meskipun awalnya usaha ini memang tidak besar, namun sangat disyukuri karena tak disangka-sangka setelah 10 bulan bisnis online ini berajalan, makin hari nampak semakin menunjukan pencerahan, bahkan menurut pemilik usaha warnet Flazzz ini, Warnetnya tidk pernah sepi dari pengunjung, bahkan sengaj di buka sejak mulai pukul 09.00 WIB hingga pagi kembali.
    Tentu saja dengan hanya mengeluarkan kocek Rp 4.000/jamnya di Warnet Flazzz ini, para pencinta bisa bermain game online atau FB, twiteer dan lain-lain dengan sepuasnya, sesuai dengan keinginan si pengguna.
    Menurut Wulan Bisnis ini untuk daerah seperti di Pagarawan ini, masih terbilang belum banyak, namun  di tengah pesatnya kemajuan bisnis ini, jangan kata jika tak banyak halangan yang terkadang sering menghadang,  seperi di Warnet Flazzz ini, rawannya sambaran petir, bahkan Warnet sudah 2 kali mengalaminya, dan halangan berikutnya yang tak kalah memusingkan adalah masalah  ketersedian daya listrik.
    Akhirnya Wulan mengatakan dirinya hanya berharap usaha ini terus berkembang, maju dan semakin diterima oleh masyarakat. (cr04)

BKP Kurang 14 Orang PPL

ShareSUNGAILIAT – Kabupaten Bangka  saat ini hanya  memiliki 56 penyuluh pertanian lapangan (PPL).
    Idealnya 1 desa memiliki 1 PPL jadi Kabupaten Bangka masih kekurangan 14 orang PPL.
    Hal ini dikemukakan oleh Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Bangka, Pan Budi Marwoto kepada Radsul saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
     Dijelaskan Pan Budi, ada 3 pilar ketahanan pangan yaitu harga, ketersediaan dan konsumsi. Melalui para PPL inilah, sektor pertanian sedang digalakkan agar pangan Bangka tidak sepenuhnya tergantung keluar daerah, jadi peranan PPL ini sangat penting sekali.
    “Meski masih kurang jumlahnya namun kualitas PPL kita sudah cukup baik. Untuk meningkatkan kompetensi dan meng up date tekhnologi pertanian, secara berkala kita kirim mereka untuk mengikuti pelatihan ke Lampung dan Bogor. Petani juga kita lengkapi dengan media cetak pertanian agar wawasan pertaniannya bertambah,” jelas Pan Budi.
    Untuk menutupi kekurangan tersebut, ada beberapa PPL yang membawahi lebih dari 1 desa. Ini dimaksudkan agar petani di setiap desa mendapatkan bimbingan pertanian sebagai upaya mengembangkan sektor pertanian di desa.
    Menurutnya juga, mengingat  pangan di Bangka masih import sebesar 69 %, BKP juga fokus terhadap diversifikasi pangan. Masyarakat mulai dikenalkan dengan pangan non beras yaitu pangan lokal misalnya jagung, bijur, dan lainnya.
    “Kalau ada hambatan cuaca pasti distribusi pangan ke kita akan tersendat dan harga pun naik. Jadi ketergantungan import harus dikurangi sedikit demi sedikit, paling tidak sampai habis masa jabatan Bupati sekarang, ketergantungan pangan dapat terus dikurangi,” pungkasnya. (*)

Moratorium PNS, Perlukah?

ShareMERAWANG - Moratorirum atau pembatasan perekrutan CPNS sekarang ini sedang hangat menjadi perbincangan.
    Namun sejumlah pihak juga sudah mendengar salah satu alasan pemerintah terhadap moratorium PNS adalah untuk mengurangi beban Negara dalam pembiayaan gaji PNS yang cukup fantastis setiap tahunnya.
    Ada juga yang mengatakan moratorium adalah salah satu langkah keseriusan pemerintah dalam mendapatkan seorang Abdi Negara yang memang benar-benar mampu bekerja dengan penuh loyalitas dan tanggungjawab terhadap tugas dan kewajibannya.
     Salah satunya adalah dari Pengawas Pendidikan tingkat Sekolah Menengah Kabupaten Bangka, Yohannes.
     Menurut Yohannes, wacana pemerintah Pusat untuk melakukan moratorium terhadap perekrutan tenaga pegawai negeri sipil, boleh-boleh saja, namun hal ini sudah pasti tidak boleh dilakukan dengan gegabah tanpa memandang juga dampak negatifnya.
    "Moratorium tenaga Pegawai Negeri Sipil contohnya adalah untuk Bangka, sudah pasti akan memberikan pengaruh yang cukup besar, karena ihwalnya penentuan perekrutan PNS itu harus melihat kepada tingkat kepadatan penduduk, tingkat pendidikan, dan kesempatan kerja," ulasnya.
    Kata dia, oleh karena salah satu hal yang harus dilakukan sebelum melakukan moratorium PNS adalah memperhatikan dengan seksama  terhadap 3 unsur tadi, yakni kepadatan penduduk, tingkat pendidikan  dan kesempatan kerja, begitupun dengan pulau Bangka adalah merupakan surga bagi pendatang, orang dari berbagai luar daerah setiap tahun terus berdatangan dengan tujuan salah satunya adalah mengadu nasip di negeri yang juga kaya akan sumber mineral timah ini.
    Ia menyarankan kepada pemerintah, agar kalau pun Wacana moratorium itu jadi dilakukan, untuk daerah Bangka, harus ada dua pilihan yakni yang pertama harus dilakukan pemetaan dengan sungguh-sungguh atau tidak melakukan Moratorium terhadap tenaga guru, karena rakyat kita semakin banyak, tingkat pendidikan atau sekolah juga semakin meningkat. (cr04)

Tj Gudang Pintu Masuk Pendatang

ShareBELINYU - Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu menjadi akses pintu masuk para pendatang dari luar dan diperkirakan jumlahnya  meningkat pasca lebaran yang telah berlalu satu minggu lebih.     Terakhir dalam waktu dekat kemarin kembali masuk kapal penumpang PELNI yang membawa penumpang cukup ramai pada hari Jumat (9/9) lalu.
    Dari pantauan Radsul di lokasi pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu  mulai dari pukul. 14.00 WIB hingga pukul 15.30 WIB tampak arus mudik para penumpang yang  datang menggunakan jasa kapal penumpang terpantau membeludak.
    Menurut salah seorang petugas pelabuhan Tanjung Gudang, jumlah penumpang yang datang lebih ramai dibandingkan pada beberapa hari sesudah lebaran kemarin.
    Untuk jumlah penumpang yang turun jumlahnya lebih banyak 4 kali lipat dibandingkan dengan penumpang yang turun, kondisi ini karena sebagian diantaranya diperkirakan adalah para perantauan yang mengadu nasib untuk mencari pekerjaan di Belinyu atau daerah Bangka lainnya.
    "Para penumpang yang turun saja untuk siang ini diperkirakan bisa mencapai 2000 orang. Sedangkan para penumpang yang mau berangkat diperkirakan sekitar 400 orang," ungkap salah satu petugas tersebut kepada Radsul saat  ditemui di kawasan pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu jumat (9/9) siang sekitar pukul 15.30 WIB.
    Sementara salah satu penumpang yang tidak mau disebutkan namanya berasal dari Riau mengaku dirinya sengaja datang ke Bangka bersama temannya karena tertarik untuk bekerja di Bangka karena dari teman yang sudah datang bekerja di Bangka sebelumnya relatif sukses sebab bekerja di Bangka mudah dan upahnya cukup lumayan.
    "Kalau di tempat saya susah bekerja bang, upahnya juga kecil kalau disini saya pengen coba  karena temen saya yang sudah duluan berangkat bekerja di tambang kelihatan lumayan hasilnya," terangnya.
    Seperti diketahui Bangka merupakan surga bagi para pendatang dengan menggiurnya upah pada lapangan pekerjaan yang tersedia seperti di bidang pertambangan, bangunan maupun perkebunan. Sehingga hampir di setiap kecamatan di Kabupaten Bangka terdapat para pendatang yang bekerja dan terkadang tinggal di camp-camp sementara. (trh)

Pemerintah = Konsultan Investor

ShareSUNGAILIAT - Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tentunya sangat diperlukan adanya sinergisitas antar pelaku usaha dengan pemerintah daerah dalam bentuk saling pengertian dan saling mendukung satu sama lain yang disesuaikan dengan peran masing-masing.
    Pelaku usaha/investor diharapkan dapat berfungsi sebagai aktor baik dalam kepentingan pancapaian sasaran bisnis maupun sebagai penggerak ekonomi masyarakat minimal pada lingkup wilayah tempat keberadaannya.
    Sedangkan peran pemerintah daerah yang dalam hal ini dinas/instansi teknis selain  sebagai fasilisator juga diharapkan berperan sebagai konsultan bagi para pelaku usaha baik dalam menujang kepentingan bisnis pelaku usaha itu sendiri maupun dalam rangka pembinaan dan pengendalian yang diselaras dengan tujuan dan sasaran pembangunan ekonomi daerah khususnya  dan pembangunan ekonomi nasional pada umumnya, demikian dikatakan Wakil Bupati Bangka pada acara sosialisasi peraturan perundang-undangan bidang penanaman modal belum lama ini di Gedung Wanita Sungailiat.
    "Budaya melayani kepentingan calon investor perlu ditanamkan diseluruh jajaran aparat birokrasi pemerintahan, antara lain birokrat pemerintahan  untuk memberikan pelayanan yang terbaik, memangkas birokrasi, mengurangi beban-beban usaha yang berlebihan serta menciptakan iklim investasi yang kondusif," ungkapnya.
    Dikatakannya salah satu cara yang telah dilakukan pemerintah untuk menata birokrasi pemerintahan dalam hal menunjang kebijakan investasi adalah dengan dikeluarkannya Keppres Nomor 29   tahun 2004 tentang penyelenggaraan penanaman modal dalam rangka penanaman modal asing dan penanamanan modal dalam negeri melalui sistem pelayanan satu atap.
    "Tujuan yang ingin dicapai adalah dalam rangka meningkatkan efektifitas serta menyederhanakan sistem pelayanan penyelenggaraan penanaman modal serta "support" instansi sektoral atau teknis yag mengeluarkan izin," imbuhnya
    Yang sering menjadi persoalan sekarang adalah izin kegiatan investasi atau usaha yang melebihi dari izin yang telah diatur dengan penanganannya dibeberapa tempat/lebih dari satu pintu yang tentunya berdampak memakan waktu dan biaya, yang secara rasional sejumlah ijin tersebut sangat relevan dengan operasional investasi di daerah.
    "Melalui kegiatan sosialisasi peraturan dan perundang-undangan bidang penanaman modal ini semoga dapat menambah wawasan, pengetahuan dan bekal serta membangun rasa saling pengertian dan kerjasama dinas/instansi dalam menyikapi semua kebutuhan calon investor terutama bagi perbaikan pelayanan perizinan penanaman modal di Kabupaten Bangka," tandasnya. (*) 

Gawat, Ikan pun Kita Harus Ngirim

ShareSUNGAILIAT - Setelah sebelumnya dikhawatirkan stok ikan khususnya di Sungailiat bakal menipis setidaknya sampai 2 bulan ke depan, sekarang sudah sedikit aman.
    Itu lantaran stok ikan sudah cukup  lumayan banyak membanjiri pasar ikan tardisonal Sungailiat namun harga ikan masih tetap belum stabil,ternyata ikan ikan yang diperdagangkan  di pasar ikan Sungailiat kebanyakan masih di datangkan dari luar Kabupaten Bangka.
    Seperti diungkapan oleh salah seorang pedagang ikan di pasar ikan Sungailiat Syaril kepada Radsul, Minggu (10/9).
    Kata dia, kebutuhan ikan untuk Kota Sungailiat saat ini dipasok dari daerah Mentok Bangka Barat, serta dari luar Pulau Bangka seperti ikan-ikan yang dibekukan seperti jenis Tongkol dan Tenggiri, berasal dari Medan dan Jakarta yang dipasok lewat jalur pelabuhan Pangkalbalam, yang dikelola oleh sebuah perusahaan ikan di daerah Pangkalpinang.
    Sementara ikan hasil tangkapan dari para nelayan Sungailiat belum normal untuk memenuhi kebutuhan permintaan pembeli, dikarenakan situasi cuaca yang masih cukup ekstrim seperti gelombang dan angin sulit untuk ditebak, terlebih saat ini bulan pun masih terang, jadi tangkapan jadi berkurang.
    "Untuk jenis ikan yang kebanyakan yang dipasok dari Mentok Bangka Barat seperti udang, Kembung Siam dan kepiting, sementara ikan-ikan yang dibekukan pasti ikan yang sudah kurang segar.
    Dan untuk ikan ini sendiri konsumen perlu hati-hati untuk mengkonsumsinya karena ikan yang dibekukan dan didatangkan dari luar diindikasikan bisa saja mengandung bahan pengawet yang berbahaya, seperti jenis formalin dan sejenisnya untuk menjaga kondisi ikan tetap nampak segar.
    Dalam kesempatan itu pun Syaril berharap adanya pengawasan dari pihak Pemerintah Daerah setempat melalui instansi terkait, untuk dapat melakukan pengawas terhadap pasokan ikan yang didatangakan dari luar bangka terutama yang dalam bentuk ikan beku.
    "Sementara dari penganatan yang kita lakukan, selama kecolongan, ikan-ikan yang mengandung bahan bahan berhaya bisa masuk kepoasaran karena masih lemah pengawasan dari aparat terkait, dan ini seharus sudah menjadi tanggungjawab moral bagi para pelaku pemerintahan di daerah kita, karena para konsumen kadang orang yang tidak mengerti dan bukan ahlinya hanya melihat ikan dari mata terbuka tanpa mengunakan alat," kata Syaril.
    Sementara diperkirakan kondisi harga ikan ini sendiri akan bisa kembali normal seperti bisa sekitar sepuluh hari ke depan dan itu pun tergantung kondisi cuaca, apa akan segera membaik atau belum.
    Untuk harga ikan di pasar ikan Sungailiat sekarang untuk jenis ikan Tenggiri pancing berkisar antara Rp 90 ribu sampai 100 ribu, Tenggiri beku hanya dijual dengan harga Rp 60 ribu, Tongkol Rp 25 ribu, Kembung Rp 30 ribu, Jebung Rp 40 ribu, Ketarab Rp 25 ribu, Sarden Rp 25 ribu, Dincis Rp 20 ribu, Kakap Merah Rp 70 ribu, Sotong Rp 40 ribu, Kepetek Rp 20 ribu, Parang-parang Rp 25 ribu, Pari Rp 20 ribu, Tahu-tahu Rp 30 ribu, Kerisi Rp 35 ribu, Singkur Rp 30 ribu, dan udang dijual dengan harga Rp 60 ribu/Kg nya. (mg08)

Pendatang Mau Didata Ulang

ShareRIAUSILIP — Pasca lebaran Idul Fitri 1432 H lalu, Pihak Kecamatan Riau Silip Kabupaten Bangka akan melakukan pendataan ulang terhadap penduduk serta pendatang yang berdomisili di wilayah tersebut.
    Itu dikatakan Camat Riau Silip, M Ansori Muslim M si kepada Radsul saat ditemui di ruang kerjanya.
    Dalam pendataan mendatang pihaknya akan melibatkan seluruh unsur lapisan di Kecamatan Riau Silip, guna melakukan pendataan ulang bagi penduduk dan pendatang  yang ada.
    Seperti yang dilakukan beberapa waktu yang lalu pihak kecamatan mengeluarkan tugas untuk pendataan pendatang yang terdiri dari Kasi Pemerintahan, Kasi Trantib Kecamatan Belinyu, Kades, Kadus, dan Ketua RT yang ada di sembilan desa pada Kecamatan Riau Silip.
    “Pendataan ini dalam waktu dekat akan kami lakukan dengan memerintahkan kepala desa setempat, agar dapat melakukan pendataan ulang terutama bagi para pendatang di masing-masing wilayahnya,” ungkap Ansori.
    Dikatakannya tujuan dilakukan pendataan ulang tersebut adalah untuk mengakurasi jumlah jiwa yang berdomisili di kecamatan tersebut, selain itu juga ia menegaskan untuk penambahan jumlah penduduk khususnya di wilayah Kecamatan Riau Silip akan ada penambahan angka jiwa, hal ini akan terjadi pada beberapa desa di sembilan desa yang ada.
    “Penambahan penduduk atau pendatang ini dominan akan terjadi di wilayah Desa Deniang, Cit, Mapur dan Silip,” terangnya.
    Dengan pendataan ulang pasca lebaran ini diharapkan data yang didapat dapat meng up to date jumlah pendatang yang ada walaupun diakuinya jumlah pendatang ini selalu bergerak berubah-ubah bisa naik namun bisa turun karena mobilitas mereka yang tinggi terutama para pekerja di bidang pertambangan seperti Tambang Inkonvensional (TI) Apung ataupun TI mini.
    "Kita melakukan antisipasi pasca lebaran karena lebih banyak pendatang pada  arus balik dengan mengintruksikan kepala desa untuk mengupdate dan memverifikasi data yang ada, kalau perlu dibentuk tim lagi untuk meng up to date data yang ada," pungkasnya.
    Sebelumnya berdasarkan data yang dilakukan sampai pada bulan Mei-Juni 2011 tercatat sebanyak 840 jiwa pendatang yang bekerja di Kecamatan Belinyu dan mayoritasnya bergelut di pertambangan timah dan berasal dari bermacam daerah seperti Jawa, Madura, Lampung, NTT dan sebagainya. (trh)

Sabtu, 10 September 2011

Bandit Itu pun Nyerah

ShareBELINYU - Kasus pencurian yang sangat meresahkan warga yakni menggasak besi tiang listrik di kawasan Perkuburan Cina di Kecamatan Belinyu berhasil diungkap Jajaran Polsek Belinyu Rabu (7/9) kemarin.
    Informasi yang dihimpun Radsul, pencurian tersebut diduga dilakukan oleh Satrio alias Ti (27) warga pendatang asal Cirebon yang berdomisili di Kampung Air Asem, Kecamatan Belinyu.
    Kapolres Bangka, AKBP Asep Ahdiatna SIK MH melalui Kapolsek Belinyu, Kompol Adam Erwindi SIK kepada Radsul Jum'at (9/9) kemarin membenarkan pegungkapan peristiwa pencurian tersebut.
    Dijelaskan Kapolsek, keempat tersangka diduga sudah mengincar tiang listrik berbahan besi tersebut lantaran sebelum diangkut tiang itu sudah dirobohkan terlebih dahulu menggunakan alat pemotong besi.
    Dalam aksinya To tidak sendiri, ia ditemani 3 orang rekanannya yakni Hr (35) dan Bd (30) warga Kecamatan Belinyu yang kini sudah ditetapkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) serta Yulianto alias Anto (27) warga Jalan Sri Pemandang, Sungailiat (tertangkap, red) .
    Dikatakan Adam petugas langsung melakukan penyelidikan setelah mendapatkan laporan warga,  dan ternyata menemukan nama To Cs dalam aksi pencurian tersebut.
    Dari tangan tersangka petugas juga ikut mengamankan 1 unit kendaraan roda empat type Mxil Pick Up merk Suzuki bernopol BN 9266 Ga warna hitam dan 2 botol tabung gas elpiji ukuran 15 Kg serta 2 buah bleder.
    Menurut Adam, hingga saat ini pihak kepolisian masih memburu 2 bandit besi lainnya yang kini sudah masuk dalam DPO. Diduga keempat kawanan bandit ini pun ikut menggasak TKP sebelumnya yang mengembat sasaran tiang listrik besi.
    Saat ini, kedua tersangka sudah mendekam di sel tahanan Mapolsek Belinyu sembari melakukan pemberkasan proses penyidikan.
    "Tersangka masih kita sidik dan masih dalam proses pengembangan kemungkinan mereka juga yang melakukan pencurian tiang listrik beberapa hari di Kecamatan Belinyu juga," ujar Kapolsek. (trh)

Ada "Drama" di TI Kudai

ShareSUNGAILIAT - Antara penambang dengan tim gabungan dari Pemerintah Kabupaten Bangka nampaknya benar-benar "akrab".
    Buktinya, selang beberapa hari sebelumnya timgab Polres Bangka bersama Sat Pol PP Kabupaten Bangka menyikat Tambang Inkonvensional (TI) ilegal di seputaran Kecamatan Merawang, kali ini Jumat (9/9) timgab kembali beraksi menyikat TI ilegal di seputaran lingkungan Kampung Pasir Kelurahan Kudai Kecamatan Sungailiat.
    Dari kegiatan operasi gabungan ini di dua titik lokasi tim berhasil mengamankan 19 orang terdiri dari pemilik dan pekerja TI ilegal, sementara barang bukti peralatan penambangan tidak disita.
    Berdasarkan pengamatan Radsul di lapangan tim bergerak dari Polres Bangka langsung menuju lokasi penambangan yang terletak di kawasan lingkungan Kampung Pasir, di lokasi pertama aktifitas penambangan di belakang Sekolah Dasar Negeri 18 Kudai, di kawasan hutan bakau ini tim berhasil mengamankan 2 unit tambang rajuk ilegal.
    Menurut pengakuan dari pekerjanya Andi warga Air Ruai Sungailiat milik dari salah seorang anggota TNI berinisial HM.
    Di lokasi ini pimpinan operasi dari Polres Bangka Kasat Sabhara AKP Jadiman  Sihotang, hanya memerintahkan pekerja untuk menghentikan aktifitas penambangan dan minta pekerja untuk membuka dan mengangkut semua peralatan penambangan.
    Selanjutnya timgab langsung bergerak menuju lokasi kedua di seputaran muara sungai lingkungan Kampung Pasir, yang acap kali di jadikan lokasi penambangan timah ilegal, anggota timgab harus sedikit bekerja ekstra untuk dapat mencapai lokasi penambangan yang terletak di tengah-tengah  muara.
    Maka para anggota tim pun harus mengunakan sampan untuk mencapai dan mengamankan para pekerja tambang ilegal tersebut.
    Dari lokasi ini timgab berhasil mengamankan sedikitnya 7 unit tambang timah apung ilegal, serta mengamankan 19 orang yang terdiri dari pemilik dan pekerja.
    Adapun para pemilik yang diamankan antara lain yaitu Mmemo, Lili, Ipunk, Cong Apin, Aduk, Mimi dan Yono warga Kampung Nelayan Sungailiat.
    Sedangkan para pekerja yang diamankan antara lain Eko, Agus, Heru, Anca, Jam, Dedi, Rusli, Enja, Robi, Bayu semuanya warga Kampung nelayan I Sungailiat.
    Sementara Ketua RT 03 lingkungan Pasir,Ahmadi sangat menyambut baik dengan dilakukan razia di wilayahnya karena aktifitas penambangan di kawasannya.
    "Kami warga sini sejak dari dulu menolak adanya aktifitas penambnagan," jelasnya.
    Pimpinan operasi Kasat Sabhara AKP Jadiman Sihotang seizin Kapolres Bangka mengatakan kegiatan operasi dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat yang merasa resah dengan adanya aktifitas tambang ilegal.
    "Karena lokasi penambangan terletak di tengah muara maka untuk peralatan tidak kita amankan, yang dimanakan yaitu para pemilik dan pekerja untuk kita proses lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku," katanya. (mg08)

Pendatang Nyaris Ribuan

ShareRIAUSILIP - Kecamatan Riau Silip mencatat pada Juli 2011 terdapat 840 pendatang baik yang bekerja maupun menetap tinggal di 9 desa yang ada di Kecamatan Riua Silip.
    Data ini didapat dari hasil tim pendataan yang dibentuk melalui surat tugas kecamatan dan dipimpin sebagai ketua Kasi Trantib Kecamatan Riau Silip bersama Kasi Pemerintahan, Kades, Kadus dan Ketua RT di Kecamatan Riau Silip.
    Menurut Camat Riau Silip saat Radsul temui di ruang kerjanya kemarin (9/9) tim yang sewaktu itu bekerja selain untuk mendata jumlah para pendatang yang bekerja dan menetap serta Tambang Inkonvensional (TI) Ilegal menemukan tiga desa yang dominan banyak didapati pendatang yakni di Desa Cit, Silip dan Mapur. Sementara untuk Desa Berburah, Pangkal Nyiur, dan Riau ada tapi sangat kecil.
    "Mengenai pendatang pada periode  bulan Mei dan juni  telah dilakukan pendataan dengan mengeluarkan surat tugas kepada kasi pemerintahan, kasi trantib bersama kepala desa, kadus dan RT untuk melakukan pendataan di 9 Desa. Dan hasilnya dilaporkan ketua tim pendataan dalam hal ini Kasi Trantib  pada bulan Juli berjumlah 840 pendatang," jelasnya.
    Dijelaskannya data itu adalah para pendatang yang bekerja di sektor pertimahan dan  yang menetap di perkampungan, sedangkan  khusus perusahaan sampai sejauh ini belum termasuk dalam 880 orang itu seperti perusahaan sawit, perusahaan pertambangan besar (TN).
    Pihaknya sudah meminta data kepada pihak perusahaan perkebunan ataupun pertambangan besar yang ada (TN) namun
sampai sekarang mereka belum diberikan datanya secara resmi.
    "Besarnya jumlah pendatang yang tercatat tersebut, masih belum termasuk untuk para pekerja pendatang yang ada di beberapa perusahaan perkebunan di wilayahnya. Data diatas masih belum ditambahkan dengan jumlah data pekerja yang berasal dari luar pulau Bangka, yang bekerja di beberapa perusahaan yang ada di sini,” tukasnya.
    Dalam hal ini ia mengatakan kendala yang dialami oleh pihaknya melakukan pendataan bagi para pendatang tersebut dikarenakan jauhnya lokasi tempat domisili para pendatang tersebut, namun untuk mengantisipasi hal ini dari pihak Kecamatan Riau silip akam membentuk tim terpadu untuk melakukan pendataan kelapangan.
    “Kendala yang ada dalam pendataan ini adalah jauhnya lokasi mereka (pendatang, red), sehingga kami harus membentuk tim terjun langsung ke lapangan,” pungkasnya. (trh)

Tentara Bagi-bagi Kondom

ShareSUNGAILIAT - Koramil Sungailiat membagikan ratusan alat kontrasepsi kondom secara gratis kepada masyarakat sebagai bentuk kerjasama TNI dengan BKKBN dalam rangka meningkatkan sekaligus memberikan pelayanan Keluarga Berencana (KB).
     "Alat kontrasepsi tersebut didatangkan dari kantor BKKBN Provinsi Bangka Belitung untuk di bagikan kepada masyarakat di Kabupaten Bangka," kata Komandan Koramil Sungailiat, Kapten. Sutarman di Sungailiat, kemarin.
     Ia mengatakan, TNI AD khususnya telah menandatangi kerjasama dengan pemerintah dalam mensosialisasikan program KB kepada seluruh lapisan masyakat mulai dari masyarakat di kota sampai di desa.
     "Masyarakat yang berminat bisa langsung datang ke kantor kami dan akan diberikan secara gartis dengan jumlah yang dibutuhkan," jelasnya.
     Dia mengatakan, pemberian kondom secara gratis selain untuk menekan angka kelahiran juga untuk mencegah IMS, HIV dan AIDS.
    "Kita ketahui bersama penggunaan alat pengaman sangat dibutuhkan untuk mencegah penyakit tersebut karena diketahui peyakit jenis HIV dan AIDS sangat membahayakan dan sampai sekarang belum ditemukan obatnya," jelasnya.
    Ia mengatakan, kalau nantinya ratusan kondom habis dan ternyata animo masyarakat tinggi atau sampai mengalami kekurangan, pihaknya akan menghubungi kantor BKKBN untuk mengirimkannya kembali.
    "Sampai saat ini belum banyak kondom yang kami salurkan karena memang permintaannya belum begitu maksimal," ujarnya.
    Ia mengatakan, dengan penggunan alat kontrasepsi ini diharapkan program KB kembali berjalan serta angka penderita HIV dan AIDS menurun. (cr03)

Kecamatan Merawang Bersih-bersih Baturusa

ShareMERAWANG - Camat Merawang Thony Marza bersama-sama sejumlah stafnya kemarin, turun langsung untuk membersihkan sejumlah titik wilayah yang menjadi sasaran pembuangan sampah secara sembarangan oleh masyarakat.
     Kegiatan ini berlangsung Jum`at (9/9). Adapun sejumlah titik yanh menjadi sasaran kegiatan gotong-royong dan bersih sampah ini adalah mulai dari seputaran PDAM Tirta Bangka, Riding Panjang, hingga  diseputaran aliran sungai Desa Baturusa.
     Thony di sela-sela kegiatan gotong royong ini, kepada wartawan ini mengatakan kegiatan adalah merupakan kegiatan kerja bakti atau gotong-royong oleh Pemerintah Kecamatan Merawang, dalam upaya menyongsong Kecamatan Merawang, sehat, bersih, tertib dan aman.
    Sebelumnya, ia juga menyayangkan  atas masih rendahnya kesadaran masyarakat akan arti pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, dan ironisnya sejumlah tempat seperti seputaran sungai Baturusa, kerap kali menjadi sasaran tumpukan sampah.
    Pelakunya  pun disinyalir tidak hanya berasal dari dalam Desa Baturusa, tapi banyak juga masyarakat dluar Desa Baturusa yang sengaja membuang sampah di tempat tersebut, alhasil , banyak pengendara sepeda  motor yang setiap hari melintasi  kawasan tersebut sering kali mengeluh adanya bau sampah yang menyengat.
    ”Padahal sudah kita pasang papan peringatan larangan untuk membuang, namun tetap saja tidak dindahkan, bahkan tumpukan sampah semakin hari justru semakin menumpuk, kita berharap suatu saat siapa yang melakukan buang sampah ditempat tersebut bisa ketangkap tangan oleh kita nantinya. Saya mengimbau kepada masyarakat tolong kerjasamanya, untuk tidak membuang sampah sembarangan, biasakanlah hidup bersih dan sehat, membuang sampah harus pada tempatnnya,” harap Thony. (cr04)

Pendidikan Lemah, Siapa yang Salah?

ShareMERAWANG - Masa depan bangsa ini tidak lagi berada tangan generasi tua, tapi masa depan bangsa ada di tangan generasi muda.
    Tapi alangkah sedihnya bila kuncup kembang bangsa yang diharapkan kelak akan bermekaran dan menuai wangi harum untuk bangsa ini, nyatanya masih banyak yang tidak memperoleh pendidikan yang layak karena tidak mampu, bahkan lagi juga tidak didukung oleh orang tua?.
    Namun apa daya karena itulah nyatanya hal ini seperti masih harus ditanggung oleh seorang gadis belia, sebut saja Maunah dan temannya Rohina alias e-eng Warga Desa Jade Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.
    Gadis belia yang ditemui wartawan ini, di kediaman mereka di Desa Jade Kecamatan Merawang, Jumat 9 September 2011.
     Gadis Belia tersebut menceritakan, sebetulnya  ia sudah menyelesaikan bangku sekolah  Madrasah Tsanawiyah(MTs) Pondok Pesantren Sabilul Muhtadin  Desa Jade bahrin.
    Namun sayang seusai menamatkan bangku sekolah Mts, cita-citanya gadis yang masih ingin melanjutkan sekolah hingga Bangku Madrasah Aliyah(MA)/Sederajat, harus pupus karena orang tuanya tidak mampu lagi membiayai anak ini sekolah.
    Maunah mengaku, hampir satu tahun semenjak meninggalkan bangku sekolah, ia jarang keluar rumah dan hatinya iri di sertai rasa sedih apabila melihat sejumlah teman-teman mereka yang lain, masih melanjutkan sekolah, bahkan teman-teman Munah tersebut kini  sudah kelas XII (dua belas).
    Ketika kawan-kawannya tersebut siap menjemput mimpi mereka, namun Munah tidak demikian karena ia sehari-hari hanya bertugas di dalam rumah, seperti memasak dan membersihkan rumah mereka, ayahnya yang hanya seorang penyadap getah karet  dan kakak lelakinya hanya bekerja sebagai burung tambang lepas yang penghasilannya pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri, tidak dapat juga berbuat banyak.
    Akibat sudah hampir lebih dari 2 tahun tidak sekolah, kini Munah pun mengaku sudah tidak lagi memiliki keoptimisan untuk dapat kembali ke sekolah.
    ”Kalau dulu saya benar-benar ingin, tapi sekarang rasanya entahlah, apalagi ayah dan kakak-kakak saya juga tidak mendukung saya sekolah lagi, jujur saya sedih, karena kalau saya sekolah paling tidak saya dapat ilmu, kalau tidak sekolah, saya tidak tahu ke depan saya mau jadi apa dan harus ke mana, tapi sekali lagi  semua ini harus terjadi, dan saya tidak mampu berbuat banyak, ibu saya sudah meninggal, ayah semakin tua, kakak-kakak masa depannya tanpa kepastian,” ungkap sang bungsu itu lirih.
    Munah dan juga temannya Rohina hanyalah merupakan satu cerita dari ribuan anak Indonesia yang mengalami nasib yang sama.
    Anak-anak yang beranjak dewasa ini, ketika mereka memilih untuk tidak mau lagi sekolah, mereka pun sebetulnya tidak bisa disalahkan, karena mereka hanyalah korban, korban dari kemiskinan, ditambah lagi dengan minimnya dukungan orang tua, masyarakat dan lingkungan. (cr04)

Pungutan Surat Kematian Itu Sah

ShareSUNGAILIAT - Biaya untuk membuat kelengkapan administrasi untuk surat keterangan kematian yang harus dikeluarkan oleh pihak Rumah Sakit Umum sudah ditentukan oleh aturan Peraturan Daerah (Perda) berdasarkan Perda Nomor 20 tahun 2009.
    Hal itu dikatakan oleh Kepala Rumah Sakit Umum Sungailiat dr Tien Susanti kepada Radsul, Jumat (9/9), saat dikonfirmasi adanya keluhan dari masyarakat untuk membuat surat keterangan kematian yang di kelurakan oleh Rumah Sakit Umum Sungailiat, dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 25 ribu.
    Dijelaskan oleh dr Tien pungutan biaya untuk surat keterangan yang dipungut tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku, karena berdasarkan Pasal 25 Peraturan Daerah Nomor 20 tahun 2009, tercantun jelas untuk proses pembuatan surat keterangan telah di tentukan harus dikenakan biaya.
    Karena dalam pembuatan surat keterangan kematian itu sendiri perlu membutuhkan proses untuk sebuah keterangan medik dari dokter yang menangani pasien tertentu, dan hasil dari keterangan medik dari pasien yang meninggal juga harus dipertanggungjawabkan oleh dokter yang menandatangani surat keterangan tersebut.
    Selain surat keterangan kematian, tidak dapat dikeluarkan oleh pihak rumah sakit atau dokter yang lain yang tidak mengetahui sebab-seba dari kematian dari seorang pasien.
    Karena akan menimbulkan sebuah risiko, karena apabila dikeluarkan oleh dokter atau perangkat rumah sakit yang tidak dapat mempertanggungjawabkan secara medis.
    Orang yang mengeluarakan surat keterangan tanpa keterangan medis dan tidak bisa bertanggungjawab terhadap proses medis dari pasien tersebut, bisa dikenakan sanksi hukum pidana, karena kalau tidak bisa dipertanggung jawabkan sama dengan membuat surat keterangan kematian palsu jelas Tien.
    "Jadi, apa yang dikeluhkan oleh masyarakat tersebut setiap pembuatan surat keterangan kematian harus dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 25 ribu, itu benar, namun biaya yang telah ditentukan tersebut sudah berdasarkan peraturan daerah yang diberlakukan dan semua itu telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Pasal 25 Perda Nomor 20 tahun 2009," tegasnya. (mg08)

Dipastikan, Ikan Sungailiat Bebas Formalin

ShareSungailiat - Dapat dipastikan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang Kabupaten Bangka, Ratno D. Mappywali bahwa ikan hasil tangkapan para nelayan bebas dari penggunaan formalin serta zat pengawet terlarang lainnya karena pengawetannya mempergunakan es.
    "Untuk mengawetkan ikan agar tetap kondisi segar, para nelayan lebih memilih mempergunakan es curah yang dipasok oleh distributor es maupun langsung dari pabrik," katanya di Sungailiat, Kemarin.
    Ia mengatakan, para nelayan maupun pedagang pengumpul lebih memilih mempergunakan es karena untuk mendapatan kualitas ikan yang tetap segar, disamping dilarang menggunakan formalin atau jenis zat pengawet lainnya lebih sulit didapatkan.
    "Saya yakin, para nelayan tidak ada satupun yang mempergunakan formalin karena harga yang lebih mahal dibandingkan es, serta nelayan sendiri tidak tahun mendapatkan zat pengawet terlarang tersebut," jelasnya.
    Ratno menyatakan, masyarakat tidak perlu khawatir mengkonsumsi ikan hasil tangkapan nelayan karena memang kualitas ikan dijamin segar dan menyehatkan.
    "Selain adanya imbauan dari Pemerintah mengenai larangan penggunaan formalin, saya sendiri sebagai ketua organisasi yang membidangi nelayan sering memberikan arahan terkait larangan yang sama," ujarnya.
     Menanggapi adanya ikan yang ditemukan menggunakan formalin, dirinya menampik bahwa ikan tersebut bukan hasil tangkapan nelayan asal Kabupaten Bangka, dan dimungkin pasokan ikan dari luar pulau Bangka.
     Sementara Syamsuddin salah satu nelayan Sungailiat juga menjelaskan, selama dirinya menjadi nelayan puluhan tahun, belum pernah sekalipun mempergunakan formalin dengan alasan sangat membahayakan orang lain.
     "Untuk apa saya mempergunakan formalin sementara kebutuhan es tercukupi serta dengan harga yang relatif lebih murah," katanya.
     Kebutuhan es yang dipergunakannya kata Syamsuddin, mencapai lebih 500 kilkogram setiap kali melaut dan tidak pernah mengalami kesulitan mendapatkannya. (cr03)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More