This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Sabtu, 10 September 2011

Pendidikan Lemah, Siapa yang Salah?

ShareMERAWANG - Masa depan bangsa ini tidak lagi berada tangan generasi tua, tapi masa depan bangsa ada di tangan generasi muda.
    Tapi alangkah sedihnya bila kuncup kembang bangsa yang diharapkan kelak akan bermekaran dan menuai wangi harum untuk bangsa ini, nyatanya masih banyak yang tidak memperoleh pendidikan yang layak karena tidak mampu, bahkan lagi juga tidak didukung oleh orang tua?.
    Namun apa daya karena itulah nyatanya hal ini seperti masih harus ditanggung oleh seorang gadis belia, sebut saja Maunah dan temannya Rohina alias e-eng Warga Desa Jade Kecamatan Merawang Kabupaten Bangka.
    Gadis belia yang ditemui wartawan ini, di kediaman mereka di Desa Jade Kecamatan Merawang, Jumat 9 September 2011.
     Gadis Belia tersebut menceritakan, sebetulnya  ia sudah menyelesaikan bangku sekolah  Madrasah Tsanawiyah(MTs) Pondok Pesantren Sabilul Muhtadin  Desa Jade bahrin.
    Namun sayang seusai menamatkan bangku sekolah Mts, cita-citanya gadis yang masih ingin melanjutkan sekolah hingga Bangku Madrasah Aliyah(MA)/Sederajat, harus pupus karena orang tuanya tidak mampu lagi membiayai anak ini sekolah.
    Maunah mengaku, hampir satu tahun semenjak meninggalkan bangku sekolah, ia jarang keluar rumah dan hatinya iri di sertai rasa sedih apabila melihat sejumlah teman-teman mereka yang lain, masih melanjutkan sekolah, bahkan teman-teman Munah tersebut kini  sudah kelas XII (dua belas).
    Ketika kawan-kawannya tersebut siap menjemput mimpi mereka, namun Munah tidak demikian karena ia sehari-hari hanya bertugas di dalam rumah, seperti memasak dan membersihkan rumah mereka, ayahnya yang hanya seorang penyadap getah karet  dan kakak lelakinya hanya bekerja sebagai burung tambang lepas yang penghasilannya pun hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka sendiri, tidak dapat juga berbuat banyak.
    Akibat sudah hampir lebih dari 2 tahun tidak sekolah, kini Munah pun mengaku sudah tidak lagi memiliki keoptimisan untuk dapat kembali ke sekolah.
    ”Kalau dulu saya benar-benar ingin, tapi sekarang rasanya entahlah, apalagi ayah dan kakak-kakak saya juga tidak mendukung saya sekolah lagi, jujur saya sedih, karena kalau saya sekolah paling tidak saya dapat ilmu, kalau tidak sekolah, saya tidak tahu ke depan saya mau jadi apa dan harus ke mana, tapi sekali lagi  semua ini harus terjadi, dan saya tidak mampu berbuat banyak, ibu saya sudah meninggal, ayah semakin tua, kakak-kakak masa depannya tanpa kepastian,” ungkap sang bungsu itu lirih.
    Munah dan juga temannya Rohina hanyalah merupakan satu cerita dari ribuan anak Indonesia yang mengalami nasib yang sama.
    Anak-anak yang beranjak dewasa ini, ketika mereka memilih untuk tidak mau lagi sekolah, mereka pun sebetulnya tidak bisa disalahkan, karena mereka hanyalah korban, korban dari kemiskinan, ditambah lagi dengan minimnya dukungan orang tua, masyarakat dan lingkungan. (cr04)

Pungutan Surat Kematian Itu Sah

ShareSUNGAILIAT - Biaya untuk membuat kelengkapan administrasi untuk surat keterangan kematian yang harus dikeluarkan oleh pihak Rumah Sakit Umum sudah ditentukan oleh aturan Peraturan Daerah (Perda) berdasarkan Perda Nomor 20 tahun 2009.
    Hal itu dikatakan oleh Kepala Rumah Sakit Umum Sungailiat dr Tien Susanti kepada Radsul, Jumat (9/9), saat dikonfirmasi adanya keluhan dari masyarakat untuk membuat surat keterangan kematian yang di kelurakan oleh Rumah Sakit Umum Sungailiat, dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 25 ribu.
    Dijelaskan oleh dr Tien pungutan biaya untuk surat keterangan yang dipungut tersebut tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku, karena berdasarkan Pasal 25 Peraturan Daerah Nomor 20 tahun 2009, tercantun jelas untuk proses pembuatan surat keterangan telah di tentukan harus dikenakan biaya.
    Karena dalam pembuatan surat keterangan kematian itu sendiri perlu membutuhkan proses untuk sebuah keterangan medik dari dokter yang menangani pasien tertentu, dan hasil dari keterangan medik dari pasien yang meninggal juga harus dipertanggungjawabkan oleh dokter yang menandatangani surat keterangan tersebut.
    Selain surat keterangan kematian, tidak dapat dikeluarkan oleh pihak rumah sakit atau dokter yang lain yang tidak mengetahui sebab-seba dari kematian dari seorang pasien.
    Karena akan menimbulkan sebuah risiko, karena apabila dikeluarkan oleh dokter atau perangkat rumah sakit yang tidak dapat mempertanggungjawabkan secara medis.
    Orang yang mengeluarakan surat keterangan tanpa keterangan medis dan tidak bisa bertanggungjawab terhadap proses medis dari pasien tersebut, bisa dikenakan sanksi hukum pidana, karena kalau tidak bisa dipertanggung jawabkan sama dengan membuat surat keterangan kematian palsu jelas Tien.
    "Jadi, apa yang dikeluhkan oleh masyarakat tersebut setiap pembuatan surat keterangan kematian harus dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 25 ribu, itu benar, namun biaya yang telah ditentukan tersebut sudah berdasarkan peraturan daerah yang diberlakukan dan semua itu telah diatur dalam Peraturan Daerah Kabupaten Bangka Pasal 25 Perda Nomor 20 tahun 2009," tegasnya. (mg08)

Dipastikan, Ikan Sungailiat Bebas Formalin

ShareSungailiat - Dapat dipastikan oleh Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang Kabupaten Bangka, Ratno D. Mappywali bahwa ikan hasil tangkapan para nelayan bebas dari penggunaan formalin serta zat pengawet terlarang lainnya karena pengawetannya mempergunakan es.
    "Untuk mengawetkan ikan agar tetap kondisi segar, para nelayan lebih memilih mempergunakan es curah yang dipasok oleh distributor es maupun langsung dari pabrik," katanya di Sungailiat, Kemarin.
    Ia mengatakan, para nelayan maupun pedagang pengumpul lebih memilih mempergunakan es karena untuk mendapatan kualitas ikan yang tetap segar, disamping dilarang menggunakan formalin atau jenis zat pengawet lainnya lebih sulit didapatkan.
    "Saya yakin, para nelayan tidak ada satupun yang mempergunakan formalin karena harga yang lebih mahal dibandingkan es, serta nelayan sendiri tidak tahun mendapatkan zat pengawet terlarang tersebut," jelasnya.
    Ratno menyatakan, masyarakat tidak perlu khawatir mengkonsumsi ikan hasil tangkapan nelayan karena memang kualitas ikan dijamin segar dan menyehatkan.
    "Selain adanya imbauan dari Pemerintah mengenai larangan penggunaan formalin, saya sendiri sebagai ketua organisasi yang membidangi nelayan sering memberikan arahan terkait larangan yang sama," ujarnya.
     Menanggapi adanya ikan yang ditemukan menggunakan formalin, dirinya menampik bahwa ikan tersebut bukan hasil tangkapan nelayan asal Kabupaten Bangka, dan dimungkin pasokan ikan dari luar pulau Bangka.
     Sementara Syamsuddin salah satu nelayan Sungailiat juga menjelaskan, selama dirinya menjadi nelayan puluhan tahun, belum pernah sekalipun mempergunakan formalin dengan alasan sangat membahayakan orang lain.
     "Untuk apa saya mempergunakan formalin sementara kebutuhan es tercukupi serta dengan harga yang relatif lebih murah," katanya.
     Kebutuhan es yang dipergunakannya kata Syamsuddin, mencapai lebih 500 kilkogram setiap kali melaut dan tidak pernah mengalami kesulitan mendapatkannya. (cr03)

Pol PP Butuh Peningkatan Kualitas

ShareSUNGAILIAT - Sat Pol PP Bangka kekurangan fasilitas sarana dan prasarana.
    Hal itu terlihat dari mobilitas yang ada saat ini dalam upaya untuk menunjang kegiatan dari tugas yang harus dilaksanakan oleh Sat Pol PP dalam mengamankan perda di kawasan Pemerintahan Kabupaten Bangka.
    Hal itu diungkap oleh Kepala Sat Pol PP Bangka Dalyan Amrie, Jumat (9/9).
    Kata dia, sarana yang dimiliki oleh Pol PP sangat kurang. "Untuk itu kita sangat mengharapkan adanya penambahan sarana dan prasarana untuk menunjang tugas dari Pol PP terutama untuk mobilitas sarana mobil patroli," katanya.
    Karena mobil patroli yang  harus dimiliki oleh Pol PP paling hanya 3 unit, bahkan tugas Pol PP bukan hanya di seputaran Kecamatan Sungailiat, melainkan berada di seluruh wilayah Kabupaten Bangka.
    Tambah Dalyan yang harus diamankan ada 8 kecamatan sehingga dalam menunaikan tugasnya, Pol PP sering kali harus kelabakan dan kesulitan untuk menjalankan tugas yang diembankan.
    "Karena misalnya ada kejadian di salah satu kecamatan yang harus kita handel dan kemudian ada lagi kejadian di beberapa lokasi di wilayah kecamatan lainnya, maka dalam satu hari itu kita jadi kebingungan yang mana dulu harus kita handel, karena minimnya fasilitas tersebut," keluhnya.
    Fasilitas yang dimiliki oleh Pol PP saat ini 1 unit mobil dalmas, 1 kendaraan operasional untuk kasat dan satu unit mobil patroli.
    "Jadi kita sangat kekurangan untuk kendaraan lapangan, seperti halnya mobil patroli dan mobil untuk pengangkutan barang bukti," keluhnya lagi.
    Makanya mereka minta dan berupaya untuk mengajukan agar bisa ditambah sarana dan prasarana tersebut melalui panitia anggaran.
    Oleh sebab itu mudah-mudahan kata dia apa yang telah diajukan tersebut di Tahun Anggaran tahun 2012 ini, dapat dikabulkan oleh tim Panitia Anggaran.
    Lanjut dia, selain itu juga juga butuh fasilitas gedung kantor yang lebih resprentatif. Sebelumnya tahun anggraan 2010 telah diajukan dan sudah diiyakan namun karena ada devisit anggaran dari pemda, maka ditiadakan.
    "Untuk itu kita juga berharap pada tahun 2012 ini dapat dikabulkan, karena gedung merupakan fasilitas utama untuk peningkatan kerja dari para personil kami," harapnya.
    Selain itu juga diharapkan beberapa fasilitas lainnya seperti perlengkapan pakaian dinas serta fasilitas untuk kelengkapan anggota lainnya mulai dari sarana pakaian dinas, pakaian olah raga, sepatu serta kelengkapan lainnya pun dapat difasilitasi melalui anggaran pemerintah daerah. (mg08)

Hari Ini, Sedekah Laut

ShareBELINYU - Bersamaan dengan perayaan HUT RI ke - 66 tahun di Kecamatan Belinyu berbagai kegiatan diadakan untuk memeriahkannya seperti masyarakat Pantai Tanjung Putat, Mantung Kecamatan Belinyu yang  mengadakan sedekah laut di Pantai Tanjung Putat pada pagi hari ini (Sabtu, 10 September 2011).
    Informasi ini disampaikan Sekcam Belinyu, Asli Mustofa saat ditemui Radsul kemarin (9/9) melalui ponselnya.
    Dikatakannya acara ini merupakan budaya yang sering dilaksanakan oleh masyarakat setempat khususnya para nelayan sebagai rasa syukur berbentuk doa untuk kelancaran mereka menjalankan aktifitasnya.
    Untuk tahun ini acara diselenggarakan bersamaan dengan perayaan HUT RI Ke-66 dengan melibatkan seluruh masyarakat yang ada di Tanjung Putat.
    "Sebenarnya ini dilaksanakan setiap tahun tapi beberapa tahun belakangan sempat tidak ada karena terkendala dana dan kepanitiaan. Tahun ini diadakan lagi bersamaan dengan perayaan ulang tahun kemerdekaan RI," ujar Asli.
    Dalam acara adat nanti akan dilakukan semacam bentuk upacara dan doa serta pembuangan perahu kecil kelaut beserta perlengkapan ritual adat seperti bunga dan sebagainya sebagai bentuk syukur dan doa dengan harapan para nelayan dimudahkan untuk mendapatkan ikan, tidak ada gangguan seperti gelombang laut besar dan sebagainya.
    "Acara ini berbentuk doa selamat supaya masyarakat lancar untuk mencari ikan. Nanti ada doa-doa dan  semacam pembuangan sejenis perahu kelaut, kembang-kembang sebagai budaya mereka," tukasnya.
    Diberitakan sebelumnya oleh Radsul, Masyarakat Pantai Tanjung Putat, Mantung Kecamatan Belinyu akan mengadakan pesta adat yang dilaksanakan di Laut Pantai Tanjung Putat.
    Informasi ini disampaikan Sekcam Belinyu, Asli Mustofa kepada Radsul di ruang kerjanya Selasa (6/9) kemarin.
    Dikatakannya acara ini merupakan budaya yang sering dilaksanakan oleh masyarakat setempat khususnya para nelayan sebagai rasa syukur berbentuk doa untuk kelancaran mereka menjalankan aktifitasnya.
    Untuk tahun ini acara diselenggarakan bersamaan dengan perayaan HUT RI Ke-66 dengan melibatkan seluruh masyarakat yang ada di Tanjung Putat.
    "Sebenarnya ini dilaksanakan setiap tahun tapi beberapa tahun belakangan sempat tidak ada karena terkendala dana dan kepanitiaan. Tahun ini diadakan lagi bersamaan dengan perayaan ulang tahun kemerdekaan RI," ujar Asli.
    Dalam acara adat nanti akan dilakukan semacam bentuk upacara dan doa serta pembuangan perahu kecil kelaut beserta perlengkapan ritual adat seperti bunga dan sebagainya sebagai bentuk syukur dan doa dengan harapan para nelayan dimudahkan untuk mendapatkan ikan, tidak ada gangguan seperti gelombang laut besar dan sebagainya.
    "Acara ini berbentuk doa selamat supaya masyarakat lancar untuk mencari ikan. Nanti ada doa-doa dan  semacam pembuangan sejenis perahu kelaut, kembang-kembang sebagai budaya mereka," tukasnya.
    Saat ini panitia sudah bersiap-siap untuk melakukan acara pada hari Sabtu mendatang dan rencananya akan dihadiri tamu undangan termasuk dari pihak Kecamatan Belinyu serta undangan lainnya yang sudah diatur panitia. Acara sedekah laut ini diharapkan bisa menjadi rutinitas setiap tahunnya sebagai budaya yang harus di pertahankan di Kecamatan Belinyu.
    "Mudah-mudahan ini bisa terus dilaksanakan dan mendapat dukungan dari semua pihak karena beberapa tahun belakangan sempat tidak bisa dilaksanakan karena masalah dana dan kepanitaan itu," pungkasnya. (trh)

Polisi Hutan Butuh Tambah Personil

ShareSUNGAILIAT - Untuk mengawasi kawasan hutan yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bangka, Polisi Hutan Kabupaten Bangka butuh penambahan tenaga polisi hutan.
    Karena saat ini tenaga polisi hutan yang ada masih sangat minim.
     Hal itu disampiakan Kabid Kehutanan Dinas Kehutanan Kabupaten Bangka Hendra Sudrajat, Jumat (9/9) mengatakan.
    "Saat ini pihak kita masih kekurangan untuk tenaga polisi hutan dalam rangka untuk mengawasi lingkungan hutan yang ada di 8 kecamatan yang ada di wilayah Pemerintahan Kabupaten Bangka," itu kata dia.
    Karena tenaga polisi hutan yang dibutuhkan untuk mengawasi kawasan hutan yang ada di setiap kecamatan minimal dibutuhkan 10 orang tenaga polisi hutan, sedangkan saat ini tenaga polisi hutan yang dimiliki oleh Pemerintah Kabupaten Bangka hanya 6 orang.
    "Tentu saja kita masih sangat kekurangan tenaga, dalam rangka untuk melindungi ancaman kerusakan kawasan hutan di wilayah kita ini, makanya belum dapat dilakukan secara efektif terlebih kita memiliki kawasan hutan yang berada di 8 kecamatan," katanya.
    Tambah Hendra untuk mereka sangat membutuhkan adanya penambahan tenaga polisi hutan guna melindungi kawasan hutan yang telah dimiliki dari berbagai aktifitas kegiatan.
    Misalnya dari ancaman kegiatan aktifitas ilegal loging, penambangan ilegal, perambahan serta kebakaran hutan.
    "Untuk itu saat ini kita masih memanfaatkan bantuan dan peran serta dari masyarakat yang ada di kawasan lingkungan wilayah setempat dalam rangka untuk mengamankan kawasan hutan tersebut," tuturnya.
    Upaya perekrutan sangat diharapkan untuk dilakukan oleh pemerintah daerah dalam rangka menunjang aktifitas dan kinerja dari pihak polisi hutan.
    'Karena bagaimana pun pihak polisi kehutanan yang ada saat sekarang masih harus kelabakan dalam upaya untuk menjalankan fungsi tugasnya selaku pengaman wilayah hutan yang ada di 8 kecamatan, karena memiliki tenaga polisi hutan yang sangat minim sekali," tandasnya. (mg08)

KOREM 045 Gelar Latihan Wawasan Kebangsaan

ShareSUNGAILIAT - Sebanyak 223 CPNS dari Pemerintah Bangka Tengah, akan mengikuti pelatihan wawasan kebangsaan di Markas Komando Korem 045 Garuda Jaya untuk melatih kedispilinan semua bidang para calon abdi negara.
    Menurut Kepala Penerangan (Kapen) Korem 045, Mayor Rohim di Sungailiat, kemarin mengatakan, kegiatan yang baru petama kali ini diselenggarakan bertujuan untuk menambah ilmu pengetahuan , keterampilan para CPNS tentang kedispilinan, metalitas dan jiwa Nasional.
    "Peserta akan mendapatkan sejumlah materi yang terangkum dalam Trikola dasar yang meliputi, kepribadian, akademika dan keterampilan," jelasnya.
     Ia mengatakan, sasaran utama dalam kegiatan yang akan diselenggaran mulai tanggal 12 September sampai 17 September adalah, sebagai abdi negera hendaknya memiliki jiwa kedisiplinan yang tinggi, memiliki karakter kebangsaan sehingga dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan benar.
     "Para abdi negara sekaligus pelayan masyarakat dituntut memiliki jati diri sehingga dengan menjujung tinggi nilai-nilai kebenaran serta loyalitas kepada atasan, kesamping dan kekiri," jelasnya.
     Dikatakannya juga, peserta pelatihan akan mendapat pendidikan mengenai metalitas, spritual, psikologi lapangan baik secara pratek maupun teori.
     "Pendidikan Baris Berbaris (PBB) dan peraturan penghormatan sebagai pembinaan jasmani yang akan disampaikan oleh narasumber," katanya.
     Materi kejuangan juga akan diberikan kepada peserta pelatihan mengingat kata dia, sebagian masyarakat Indonesia sudah mulai berkurang semangat kejuangan.
     "Sikap kejuangan dapat diartikan memiliki sikap pantang menyerah, militansi, ikhlas dan sabar dan bertanggung jawab," katanya.
      Rohim mengatakan, selain menggelar pelatihan kepada CPNS, pihaknya juga sudah melakukan penandatanganan kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi negeri di Bangka Belitung untuk melakukan kegiatan yang sama.
      Menanggapi kegiatan tersebut, pemerhati layanan publik Bangka Belitung, Hendra Sinaga, menyambut baik kegiatan ini dan diharapkan diikuti pula oleh pemerintah di kabupaten lain.
     "Saat ini masyarakat membutuhkan suatu pelayanan yang baik aparatur pemerintah di segala bidang, dan diperlukan pula pegawai pemerintah yang taat akan peraturan yang ditetapkannya," jelasnya. (cr03)

Rayakan HUT RI, Riau Silip Gelar Lomba

ShareRIAUSILIP – Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia ke- 66 tahun, Pihak Kecamatan Riau Silip, akan menggelar beberapa rangkaian kegiatan bagi masyarakat setempat.
    Camat Riau Silip, M. Ansori Muslim M,Si mengatakan perayaan HUT RI ke- 66 pada hari Minggu besok (11/9) akan di gelar jalan santai, panjat pinang, lomba mengetik SMS tercepat dan berbagai lomba lainnya di Kantor Camat Riau Silip.
    “Perayaan HUT RI kali ini sengaja kita mundurkan beberapa hari setelah tanggal 17 Agustus, mengingat bertepatan dengan pelaksanaan puasa,” katanya, saat Radsul temui di ruang kerjanya Jumat, (9/9) kemarin .
    Ia mengatakan dalam pelaksanaan kegiatan ini akan dimulai pada hari Minggu (11/9) dengan menggelar gerak jalan santai bagi masyarakat, dan di hari Kamis tanggal 15 September  akan digelar kegiatan pawai dan karnaval.
    Khusus untuk jalan santai rute akan terbagi dua untuk startnya, tempat pertama akan dimulai dari Simpang Lumut dan dilepas oleh Camat Riau Silip sedangkan tampat start kedua akan dimulai dari Kantor Desa Silip dan dilepas oleh Kapolsek Riau Silip, nantinya para peserta akan akan finish di Kantor Camat Riau Silip.
    “Jalan santai ini akan kita adakan pada dari Minggu besok, start sekitar pukul 06.00 WIB, dengan dua start yaitu dari Simpang Lumut dan di depan kantor Desa Silip, dan finish di Kantor Camat Riau Silip secara gratis,” tukasnya.
    Ditambahkannya untuk kupon doorprize disediakan oleh pihak panitia sebanyak 1000 kupon, dan hingga hari ini sudah 700 kupon diedarkan kepada masyarakat sekitar. Selain itu juga akan digelar kegiatan lomba panjat pinang, makan kerupuk dan lari karung bagi masyarakat. Pihak panitia juga akan menggelar kegiatan yang unik, dengan melombakan bagi kalangan anak-anak mengetik SMS dengan karakter terbanyak.
    “Kami juga akan menggelar perlombaan baru bagi anak-anak, yaitu lomba mengetik SMS dengan karakter terbanyak,” ungkapnya.
    Nantinya untuk malam penutupan perayaan kegiatan tersebut direncanakan akan digelar pada hari Sabtu, 24/9 mendatang dengan menggelar hiburan bagi masyarakat, dengan menampilkan pentas seni serta pengumuman pemenang disetiap pertandingan.
    Ia mengharapkan bagi masyarakat Riau Silip agar dapat berpastisipasi dalam kegiatan tersebut. (trh) 

Besok 1000 Peserta Sepeda Santai Bareng Gubernur

ShareBELINYU - Besok (Minggu, 10/9) Kecamatan Belinyu akan menyelenggarakan sepeda santai yang rencananya dihadiri Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Ir H Eko Maulana Ali Msc Msi.     Kegiatan sepeda santai ini peserta ditargetkan antara 500-1000 orang dengan rute yang akan ditempuh sekitar 10 Km.
    Dijelaskan juga oleh Sekcam Belinyu Asli Mustofa  kegiatan sepeda santai yang rencananya akan dihadiri Gubernur Babel ini untuk para peserta tidak dipungut biaya pendaftaran alias gratis.
    Hal ini diharapkan dapat mengundang peserta yang berpartisipasi aktif untuk memeriahkan kegiatan tersebut lebih banyak.
    "Pendaftaran sudah dimulai dan gratis, Insyaallah nanti ada sejenis hadiah dan sekarang sudah positif ada beberapa sepeda serta hadiah hiburan lainnya bagi para peserta dan rencananya akan dihadiri Pak Eko (Gubernur Babel, red)," katanya.
    Ditambahkannya kegiatan ini bekerja sama dengan pihak Kepolisian Sektor Belinyu, OKP seperti Pemuda Panca Marga, Pemuda dan  Pancasila.
    Sedangkan untuk pelayanan kesehatan  sudah disiapkan sebuah ambulan untuk mendukung kelancarannya. Ia mengimbau kepada para peserta nantinya untuk dapat menjaga ketertiban selama kegiatan agar tidak mengganggu pengguna jalan yang lainnya.(trh)

Sesalkan Rendahnya Disiplin PNS

ShareMERAWANG - Pengawas Pendidikan tingkat Sekolah Menengah Kabupaten Bangka, Yohannes merasa miris sekaligus juga merasa serba dilematis atas maraknya pemberitaan terkait  ada beberapa PNS di wilayah Kabupaten Bangka yang terancam di pecat, dengan berbagai kasus mereka.
    Yohannes menyayangkan masih kurangnya kesadaran para PNS (Pegawai Negeri Sipil) untuk mentaati salah satu peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah yang mana salah satunya adalah Peraturan Pemerintah No.53 Tahun 2011 tentang Kedisiplinan PNS.
    Padahal menurut Yohannes, PP.No.53 Tahun 2011, sudah sangat dijelas secara poin per poin apa saja kewajiban atau tugas seorang PNS  dan apapula hak  mereka secara lengkap.
    Sehingga apabila seorang PNS sudah memahami PP.No.53 Tahun 2011, otomatis pula para PNS tersebut akan mampu menjelankan tugas, kewajiban dan hak mereka secara balance alias seimbang.
    Ditambahkan Yohannes, bahwa jika ternyata masih juga ditemukan PNS yang tidak menaati peraturan yang telah ada dan sebaliknya memberikan contoh yang tidak baik sebagai abdi Negara kepada masyarakat, agar  diberikan sok terapi atau efek jera, seperti penundaan pangkat, dan system gaji berkala, dan sanksi-sanksi lain sesuai dengan apa yang dilanggar oleh PNS yang bersangkutan dan tentunya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
     Yohannes menambahkan, untuk membuat seorang PNS dapat menjadi abdi Negara yang mampu menjalankan tugasnya dengan baik, tau kewajiban dan juga haknya, sangat membutuhkan peran serta dan ketegasan dari  seorang pemimpin, pemimpinnya harus mampu menjadi contoh dan teladan yang baik.
    "Semuanya harus berawal dari pembiasaan tindakan,” ungkap Yohannes. (cr04)

KUB Binaan PPNS Terbaik Nasional

ShareSUNGAILIAT - Kelompok Usaha Bersama (KUB) penangkapan ikan binaan Kantor Pelabuhan Perikanan Nusantara Sungailiat (PPNS) masuk dalam kategori terbaik seluruh Indonesia karena dapat mengembangkan usahanya kepada anggotanya yang lain.
     "Dari 10 KUB yang mendapat bantuan alat tangkap kapal, sejak tahun 2003 sampai 2007 dengan nilai bantuan sebesar lebih dari Rp1 miliar telah berhasil mengembalikan sebanyak kurang lebih Rp800 juta," kata aparat pendamping KUB, Rianto Yuswara di Sungailiat, Jumat.
      Proges pengembalian bantuan yang digulirkan kepada anggotanya kata dia, menunjukan peningkatan bahkan ada KUB yang sudah lunas dan mengembangkan usahanya dengan membuat satu buah kapal nelayan.
      "Bahkan bantuan terakhir yang digulirkan kepada KUB Barokoh pada tahun 2007, sampai dengan sekarang sedang melakukan proses pengembangan dengan membuat kapal nelayan," jelasnya.
      Sistem pengembangan KUB kata dia, dimana masing - masing KUB diberikan kewenangan untuk mengembangan usahanya sesuai dengan kesepakatan anggota-anggotanya yang berjumlah 10 orang.
     "Hanya saja usaha yang harus dikembangkan oleh KUB yaitu, usaha yang berkaitan dengan penangkapan ikan, bisa dalam bentuk toko peralatan nelayan, sembako untuk kebutuhan logistik maupun usaha lainnya," katanya.
     Rianto mengatakan, keberhasilan KUB ini tentu dikarenakan adanya pembinaan dan pengawasan yang ketat sehingga setiap KUB harus melakasanakan kewajibannya seperti, mengembalikan dana guliran berdasarkan prosentase hasil tangkapan.
     "Biasanya setiap KUB baik anggota maupun ketuanya, selalu berkonsultasi dengan kami jika terjadi sesuatu baik mau membeli peralatan kapal ataupun sebagainya yang terkait dengan KUB," ujaranya.
     Dijelaskannya bahwa, bantuan alat tangkap KUB bagi nelayan di Kabupaten Bangka sekarang dialihkan ke pemerintah daerah melalui dinas terkait, hal tersebut sesuai dengan regulasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
     Sementara H Zainal Abidin selaku kolektor KUB Barokah mengatakan, dirinya beserta kelompok sudah membeli kapal nelayan dengan alat tangkap jaring senilai Rp 90 juta.
     "Kapal yang dibeli dari hasil pengembangan usaha KUB berencana diserahkan untuk dikelola kepada anggota KUB lainnya yang belum mendapat bantuan," jelasnya.
     Ia mengatakan, KUB yang dibentuknya baru berdiri sejak tahun 2007, dan memulai usahanya tahun 2008, serta sampai sekarang telah berhasil mengembangkan usahanya termasuk pembelian kapal. (cr03)

Tarik Ulur Desa Kace

ShareMENDOBARAT - Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Bangka Belitung asal Dapil Bangka, Jawarno,  ketika di hubungi via ponselnya kepada Radsul mengatakan sangat menyayangkan sikap Pemerintah Kabupaten Bangka dan juga Pemerintah kota Pangkalpinang.
    Karena berbelit-belit dalam birokrasi dan seolah-olah memandang sebelah mata terhadap permasalahan tapal batas antara wilayah Kota Pangkalpinang dengan Desa Kace Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, sebagaimana yang selama ini menjadi keluhan warga Kace baik Kace Induk maupun Kace Timur.
     Jawarno menghawatirkan jika persoalan ini tidak juga mendapatkan jalajn keluar, sementara kedua belah pihak justru terus saling klaim, ingin memperluas wilayahnya, dan  celakanya lagi apabila kedua belah pihak juga merasa paling benar, maka  hal ini dikhawatirkan akan menjadi konflik, apalagi jika masyarakat merasa sudah tidak diperhatikan lagi atau hilang kepercayaan terhadap pemimpinnya, maka mereka akan mengambil tindakan sendiri.
    Oleh karena itu, ia meminta kepada khususnya Bupati Bangka dan Walikota Pangkalpinang untuk sesegera mungkin, dan secepat mungkin untuk rembuk bersama, panggil tokoh-tokoh  terkait, bicarakan secara baik-baik, semua ada aturannya, ada prosedurnya.      "Jangan main asal caplok saja daerah orang, dan kalaupun kedua pihak masih ngotot saling klaim, maka tidak akan ke kiri dan ke kanan, karena tetap saja, dasar hukumnya masih sama-sama lemah, kedua belah pihak harus berjiwa besar,” sindir Jawarno.
    Jawarno kembali mengatakan bahwa ia anggota DPRD Kepualauan Bangka Belitung siap  diundang untuk ajak rembug, untuk menarik benang merahnya dari persoalan ini.
    ”Saya dan kita semua juga tentu sangat tidak mengharapkan, persoalan ini dimanfaatkan untuk segilintir kepentingan pihak-pihak tertentu dan tidak bertanggungjawab,” kata anggota dewan dari PDIP itu.
    Masyarakat harus dilibatkan dalam hal ini, mereka harus diberikan kesempatan untuk menyampaikan aspirasinya dan apa maunya masyarakat. (cr04)

Pameran Digelar 15 September

ShareSUNGAILIAT – Pameran pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke – 66  tahun akan di gelar pada pada hari Kamis – Sabtu (15 – 24 September 2011) mendatang di Taman Hiburan Rakyat (THR) Sungailiat olah Pemda Kabupaten Bangka melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Bangka.
    Kepala Disbudpar Kabupaten Bangka, Asep Setiawan saat Radsul temui di ruang kerjanya mengatakan, pameran pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke – 66 tersebut dilaksanakan setiap tahun dengan diikuti oleh seluruh instansi yang ada di lingkungan Pemkab Bangka.
    “Habis lebaran ini, kita melanjutkan program yang sempat tertunda dengan mengadakan pameran pembangunan di THR Sungailiat. Selain memeriahkan HUT RI, pameran diharapkan dapat memberikan hiburan kepada masyarakat serta menggerakkan ekonomi masyarakat ke bawah dengan keikutsertaan pedagang kaki lima” tukas Asep.
    Diakui Asep walaupun  saat ini bentuk hiburan kepada masyarakatnya belum tahu karena  dirancang dan melihat situasi terlebih dahulu namun panggung hiburan  akan dibangun untuk memberikan hiburan kepada masyarakat. Sedangkan untuk melibatkan para pelajar dalam berbagai perlombaan nampaknya terkendala dikarenakan pelajar konsen ke lomba pawai dan baris berbaris peringatan HUT RI ke – 66.
    “Pameran ini juga nantinya sebagai wadah kita dalam mensosialisasikan program Sail Wakatobi Belitung (SWB). Karena masyarakat harus tahu SWB dan diharapkan dapat memeriahkan SWB yang dilaksanakan di Belitung yang rencananya pada bulan Oktober ini,” pungkasnya.(trh) 

Jumat, 09 September 2011

"Taman Elit = Taman Neraka"

ShareSUNGAILIAT - Masyarakat perumahan Taman Elit Pesona Bangka Sungailiat mengancam akan melakukan aksi untuk menuntut hak mereka.
    Hak itu antara lain hak untuk mendapatkan fasilitas penerangan sesuai yang pernah dijanjikan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka dan pihak pengembang sebelumnya.
    Seperti yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat perumahan Taman Elit Pesona Bangka Zainal Abidin, kamis (8/9) di Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka, ketika menyampaikan aspirasi masyarakat.
    Mereka minta gar pihak DPRD Bangka  dapat memfasilitasi keinginan masyarakat untuk dapat bertemu dengan pihak PT WIBA, pihak PT PLN dan pemerintah daerah, agar dapat membuat sebuah solusi dan merealisasikan infrastruktur terutama terkait dengan masalah penerangan, serta fasilitas lainnya ke perumahan warga yang ada di Taman Pesona Bangka tersebut.
    "Karena kami warga Pesona Bangka sudah letih untuk menanti janji dari pihak pengembang yaitu PT WIBA, karena sudah hampir 4 tahun fasilitas penerangan listrik terutama dari PLN sesuai yang dijanjikan oleh pengembang sebelumnya belum juga dapat kami nikmati," kata Zainal.
    Bahkan sekarang masyarakat katanya harus bergelap-gelapan setelah penerangan listrik sementara dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel rusak, dan kini warga harus menggunakan fasilitas genset yang mau tidak mau harus menambah beban pengeluran warga.
    "Di samping itu kami selaku konsumen dari Taman Elit sangat kecewa atas kondisi yang terjadi di perumahan tersebut. Karena kondisi yang ada di perumahaan tersebut yang kami terima tidak sesuai dengan janji sebelumnya dari pihak pengembang, yaitu PT WIBA yang menjanjikan perumahan tersebut akan dilengkapai dengan fasilitas penerangan listrik, air PDAM, serta fasilitas pelengkapan lainnya. Tapi apa yang terjadi bukan Taman Elit, tapi Taman Neraka karena sekarang di perumahan tersebut gelap gulita, bahkan malam hari terdengar suara bising yang keluar dari mesin genset warga, sudah seperti lokasi Tambang Inkonvensional saja," sesalnya.
    Makanya mereka minta secepatnya agar keinginannya dapat difasilitasi oleh pihak pengembang PT WIBA termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka yang telah memberikan izin bagi pengembang perumahan tersebut.
    "Kami sangat berharap pihak DPRD dapat memanggil paling lambat pertemuan ini dapat dilaksanakan hari Sabtu, 10 September ini, karena kami warga memberi deadline sampai hari Senin 12 September. Apabila keinginan warga ini tidak ditanhggapi maka kami akan turun untuk melakukan aksi`demo," tegasnya.
    Selain itu, mereka juga akan menempuh jalur hukum dan telah mempersiapkan kuasa hukumnya.
    Sementara Ketua DPRD, Parulian Napitapulu berjanji secepat mungkin akan memfasilitasi aspirasi yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat Taman Pesona Bangka.
    Selain itu dia pun minta kepada masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal yang bisa membuat hal-hal yang dapat menganggu ketertiban.
    "Kita minta warga dapat dengan secara arif untuk menanyakan kembali janji dari pihak pengembang atau dari pihak pemerintah daerah unttuk memenui janjinya. Namun kalau masih juga tidak ada aksi dari pemerintah daerah, kita akan berusaha untuk pihak terkait untuk memfasilitor apa yang menjadi tuntutan masyarakat tersebut," janjinya. (mg08)

Aroma Pemecatan di Mendobarat

ShareMENDOBARAT - Bolos sejak bulan Juni sampai hari ini, membuat salah satu PNS di lingkungan Kecamatan Mendobarat bakal berhadapan dengan namanya pemecatan.
    PNS yang awalnya hanya sebagai seorang honorer kemudian diangkat jadi PNS itu, 3 bulan tidak masuk kerja tanpa ada penjelasan apapun.
    Dan, hal itu dibenarkan sendiri oleh Camat Mendobarat, M Haris kepada Radsul.
    Nasib dan karier PNS yang berinisial Ms kini terancam, dia tercatat di buku pegawai sudah sejak Juni, Juli, Agustus hingga sekarang  meninggalkan tugas dan kewajibannya sebagai seorang abdi Negara di Mendobarat begitu saja.
    Bahkan tanpa alasan dan keterangan yang jelas. Padahal Ms sudah berkali-kali diberikan nasihat bahkan sudah pernah dijemput bola hingga ke rumahnya untuk kembali dan aktif kembali. Namun apa daya Ms tetap saja keras, dan tidak mengindahkan berbagai nasihat dan teguran yang dilayangkan kepadanya.
]    Camat Mendobarat M Haris, mengatakan bahwa stafnya tersebut memang sudah tidak lagi ngantor sejak 3 bulan terakhir ini, mangkirnya pun tidak tahu karena sebab apa.
    Diatambahkannya berbagai tindakan sudah dilakukan untuk mengajak kembali Ms menunaikan kewajibanya sebagai seorang PNS di Kantor Kecamatan Mendobarat.
    ”Kami sudah memberikannya teguran secara lisan, langkah persuasif, kami jemput langsung ke rumahnya, tapi tetap saja dia seperti ini, kami sudah lakukan langkah lengkap untuk mengajak dia kembali. Oleh karena hal itulah karena langkah-langkah yang pihak Kecamatan dan saya sebagai seorang pimpinan di Kecamatan Mendobarat ini tidak juga mengena kepada yang bersangkutan, maka akhirnya kami membuat laporan tentang yang bersangkutan kepada Bupati Bangka Yusroni Yazid, melalui Dinas Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Bangka, dan selanjutnya tinggal menunggu yang bersangkutan akan di periksa oleh Inspektorat Kabupaten Bangka,” aku M Haris.
    Padahal, sesuai dengan berlakunya surat Peraturan Pemerintah (PP) No.53 Tahun 2010 Tentang Kedisiplinan Pegawai.
    PP ini mestinya mampu memberikan pemahaman sekaligus  cerminan bagi para PNS untuk dapat mematuhi segala aturan yang dibebankan kepadanya. Karena seorang PNS memikul beban kepada rakyat. Karena rakyatlah yang membayar gaji PNS melalui pajak.
    Namun nampaknya, PP.No.53 Tahun 2010 itu hingga kini masih tetap dianggap tidak berguna bagi Ms. Ms awalnya hanyalah merupakan seorang honorer di kantor tempat ia bertugas tersebut, sebelum akhhirnya ia diangkat menjadi PNS tetap di Kantor Kecamatan Mendobarat. (cr04)

Kemarau, Manfaatkan Lobang Camui

ShareRIAUSILIP - Sebagian warga Riau Silip pada musim kemarau yang saat ini sedang melanda memanfaatkan kolong-koong bekas penambangan (camui) sebagai tempat untuk melakukan aktifitas sehari-hari seperti mencuci, mandi dan sebagainya.
    Hal ini dilakukan sebagian warga Dusun Simpang Mapur, Desa Pugul Kecamatan Riau Silip setelah tiga bulan belakangan kemarau berkepanjangan.
    Banyaknya lobang camui yang tersisa usai penambangan menjadi tempat cadangan sumber air, beberapa air yang terdapat dalam camui yang agak lama airnya cukup bening untuk digunakan keperluan sehari-hari.
    Terlihat banyak warga-warga yang ramai mandi pada pagi atau sore setiap harinya pada lubang bekas galian timah tersebut.
    Beberapa warga yang ditemui Radsul kemarin pagi Kamis (8/9) mengaku memilih mandi di kolong bekas camui karena lebih banyak tersedia di daerahnya mengingat sebagian besar sumur mereka sudah kering akibat kemarau ini.     Tak jarang juga menurut mereka ada sebagian yang memanfaatkan air yang ada dibawah pulang  untuk keperluan di rumah.
    "Beginilah kalau sekarang musim kemarau kami menggunakan air camui yang disini cukup banyak tersedia karena dirumah kami semua sumur telah kering beberapa minggu yang lalu," ujar Syaiful salah satu warga yang sedang mandi di salah satu lubang camui.
    Dikatakannya para warga sekarang tidak lagi memiliki sumber kolong yang benar-benar baku belum tercemar karena sebagian besar sudah terkena aktifitas penambangan sehingga kalaupun ada airnya sudah tercemar. Camui yang mereka gunakan memang airnya agak bening karena sudah cukup lama ditinggal dari aktifitas penambangan.
    Untuk kebutuhan air minum para warga selain menggunakan air galon sementara  sebagiannya mengambil pada sumur warga yang airnya masih ada.
    Pada musim kemarau ini kebutuhan warga untuk air semakin meningkat untuk biaya yang harus dikeluarkan karena terkadang untuk mencuci makanan seperti sayur-sayuran dan lauk terkadang menggunakan air galon yang tentunya menambah beban pengeluaran.
    "Kalau kemarau sedikit biaya ektra untuk membeli air galon, selain itu juga kerja kita bertambah karena mesti  mengambil air untuk persiapan dirumah dari tempat ini (camui-red)," kata Syamsul.
    Dari pantauan Radsul musim kemarau yang sudah berlangsung sekitar tiga bulan ini selain mengeringkan sumur-sumur warga juga sebagian tanaman warga menjadi menguning akibat kekeringan kurang air, selain itu jalan yang belum diaspal pada siang harinya berdebu.
    Belum diketahui kapan akan turun hujan sebab menurut sebagian warga kemarau kali ini cukup panjang ditandai angin yang masih bertiup kencang.
    "Kalau masih angin kencang begini rasanya masih belum bisa dipastikan kapan akan hujan, tanda-tandanya masih lama kelihatannya," ungkap warga lainnya. (trh)

Warga Parit Padang Minta Aspal Jalan

ShareSUNGAILIAT - Warga di Lingkungan Parit Padang, meminta kepada pemerintah daerah setempat untuk melakukan pengaspalan Jalan Baru untuk memperlancar kendaraan.
     "Kondisi jalan saat ini masih tanah merah serta sedikit batu kerikil yang sengaja ditempatkan oleh warga untuk mengantisipasi air jika turun hujan," kata salah warga lingkungan tersebut, Sirahman di Sungailiat, Kamis (8/9).
     Ia mengatakan, warga sekitar mengharapkan kepada pemerintah Kabupaten Bangka agar jalan sepanjang lebih kurang satu kilometer yang menghubungkan langsung ke Desa Lubuk Kelik segera di aspal agar selain lancar kendaraan juga mempermudah akses bagi masyarakat.
     "Semua jalan yang di Lingkungan Parit Padang terutama yang menghubungkan langsung ke jalan A Yani sebagian besar sudah diaspal kecuali jalan Baru yang dibuat sudah lebih lima tahun lalu," katanya.
    Permintaan yang sama juga dikatakan warga lainnya, Yulmaniyar, di mana kata dia, masyarakat yang mengajukan permohonan pengaspalan jalan tersebut secara tertulis sudah membuat permohonan kepada Pemerintah daerah termasuk dengan menandatangi surat permohonan yang diketahui oleh Ketua RT setempat.
     "Mudah-mudah dengan permintaan tertulis tersebut pemerintah segera mengabulkannya karena masyarakat sangat membutuhkan pengaspalan jalan," ujarnya.
     Ia mengatakan, pemerintah daerah sudah selayaknya melakukan pengaspalan di Jalan Baru karena rumah penduduk di sekitar jalan tersebut sudah banyak termasuk kendaraan yang melintasinya.
     "Dengan diaspalnya jalan tersebut diharapkan kegiatan pembangunan masyarakat menjadi lebih lancar," katanya.
     Ia mengatakan, warga sekitar bersedia lahannya dipergunakan jika memang perlu dilakukan perluasan jalan untuk di aspal. (cr03)
    

Kamis, 08 September 2011

2 PNS Terancam Pecat

ShareSUNGAILIAT - Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka akan menerapkan sanksi kedisiplin berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 tahun 2011 terhadap para pegawai yang mangkir pada hari pertama masuk kerja, setelah pasca liburan hari raya Idul Fitri 1432 H.
    Hal itu sebetulnya sudah ditegaskan Bupati Bangka, kemarin. Namun kali ini penegasan itu dilontarkan lagi oleh Kepala Kantor Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bangka, Drs Suyono, Rabu (7/9).
    Dari hasil tim sidak kedisiplin yang terjunkan untuk melakukan sidak ke SKPD-SKPD serta kecamatan-kecamatan yang ada di Kabupaten bBangka ditemukan beberapa orang yang tidak masuk kerja.
    "Dari hasil tim yang kita terjunkan sampai hari ini (kemarin, red) baru ada 2 tim yang menyampaikan hasilnya. Berdasarkan hasil dari tim 2 ada 1 orang pegawai yang bolos, sementara berdasarkan laporan dari tim 3 ada sebanyak 4 orang yang bolos tanpa keterangan," ungkap dia.
    Berdasarkan hasil yang diterima itu sebelum menetapkan sanksi apa yang harus diberikan untuk mereka yang tidak menunaikan tugasnya tersebut, pihak BKPP akan melakukan evaluasi terhadap kinerja dari  para pegawai yang bersangkutan.
    "Kita akan melakukan evaluasi dan investigasi apa para pegawai tersebut tidak masuk kerja pada saat hari pertama masuk ini saja, atau memang sebelum sebelum saat pasca liburan para pegawai itu juga bolos kerja. Atau juga sebelumnya mereka juga telah pernah mangkir," terangnya.
    Kalau hanya 1 hari maka sanksi akan ringan, atau sebelumnya mereka telah melakukan pelanggaran, bahkan kalau ada pegawai yang tidak masuk kerja sampai 45 hari akan dikenakan sanksi berat, bahkan berdasarkan peraturan yang ada bisa kena sanksi penundaan pangkat atau penurunan pangkat, bahkan bisa dikenakan pemecatan.
    Sampai saat ini ada 2 nama orang PNS di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bangka terancam untuk diberhentikan dari PNS, karena kedua PNS itu sering tidak menunaikan kewajibannya.
    Ditambahkan Suyono, kedua PNS itu sendiri saat ini masih dalam proses pemeriksaan dari pihak Inspektorat Kabupaten Bangka, dan memang nanti berdasar hasil proses pemeriksaan dari pihak inspektorat keduanya terbukti telah melakukan pelanggaran berat, maka kedua oknum PNS tersebut terancam untuk diberhentikan dari jabatannya sebagai pegawai negeri. (mg08)

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More